3. Hutan Kota PT JIEP Sejarah Singkat
4.2 Analisis Keragaman Tanaman
4.2.1 Analisis Vegetasi dan Indeks Keragaman Hutan Kota Kampus U
Hutan Kota Kampus UI menurut konsepnya terbagi menjadi tiga lokasi berdasarkan penanaman jenis pohon yaitu zona Wales Barat yang berada di sebelah barat situ, zona Wales Timur yang berada di sebelah timur situ dan zona Vegetasi asli yang berada di sebelah selatan situ. Berdasarkan pengamatan di lapang jenis tanaman yang ditemukan belum sesuai dengan tiga zonasi dalam Hutan Kota UI, hal ini disebabkan pepohonan yang pada awalnya ditanam untuk tujuan pengembangan hutan kota (penghijauan) masih mendominasi di dalam hutan kota.
Pada tingkat pohon di zona Vegetasi asli ditemukan delapan spesies pohon yang tergolong dalam enam famili (Tabel 11). Pada zona ini famili Fabaceae banyak ditemukan pada dua spesies yaitu akasia daun kecil (Acacia auriculiformis A.) dan sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) dan memiliki kerapatan yang tinggi yaitu 73 individu/ha dan 58 individu/ha dibandingkan dengan tanaman lain.
Tabel 11. Jenis tanaman pada tingkat pertumbuhan pohon yang ditemukan di zona Vegetasi Asli
No Nama Daerah Nama Ilmiah Famili Jumlah
individu/ha
1 Akasia daun
kecil
Acacia auriculiformis A. Fabaceae 73,00
2 Ara Ficus racemosa L. Moraceae 3,00
3 Awar-awar Ficus septica Burm. F. Moraceae 3,00
4 Jati putih Gmelina arborea Roxb. Lamiaceae 18,00
5 Dungun Heritiera littoralis Korth Sterculiaceae 5,00
6 Bungur Lagerstroemia speciosa Auct Lythraceae 15,00
7 Pacira Pachira aquatica Aubl. Malvaceae 25,00
8 Sengon Paraserianthes falcataria (L.)
Nielsen
Fabaceae 58,00
Sumber : Survey lapang. 2012
Pada zona Wales Barat, ditemukan delapan spesies pada tingkat pohon dari tujuh famili (Tabel 12). Sama halnya dengan zona Vegetasi asli, paling banyak ditemukan dua spesies pada famili Fabaceae namun spesiesnya berbeda yaitu akasia daun besar (Acacia mangium Willd) dan lamtoro (Leucaena leucocephala (Lamk.) de Wit).
Tabel 12. Jenis tanaman pada tingkat pertumbuhan pohon yang ditemukan di zona Wales Barat
No Nama Daerah Nama Ilmiah Famili Jumlah
individu/ha
1 Akasia daun
besar
Acacia mangium Willd. Fabaceae 77,00
2 Damar Agathis dammara (Lamb.) Rich. Araucariaceae 2,00
3 Bungur Lagerstroemia speciosa Auct Lythraceae 7,00
4 Kapuk randu Ceiba pentandra L. Bombacaceae 2,00
5 Bintaro Cerbera manghas L. Apocynaceae 2,00
6 Karet Hevea brasiliensis Muell. Euphorbiaceae 2,00
7 Lamtoro Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit Fabaceae 9,00
8 Pacira Pachira aquatica Aubl. Malvaceae 2,00
Sumber : Survey lapang. 2012
Pada zona Wales Timur, ditemukan sepuluh spesies pada tingkat pohon dari tujuh famili (Tabel 13). Pada zona ini, famili Fabaceae semakin banyak ditemukan yaitu empat spesies, diantaranya Akasia daun besar (Acacia mangium Willd.), Bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea L), Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lamk.) de Wit), dan Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen).
Tabel 13. Jenis tanaman pada tingkat pertumbuhan pohon yang ditemukan di zona Wales Timur
No Nama Daerah Nama Ilmiah Famili Jumlah
individu/ha
1 Akasia daun
besar
Lanjutan Tabel 13.
No Nama Daerah Nama Ilmiah Famili Jumlah
individu/ha
2 Nangka Artocarpus heterophyllus Lamk. Moraceae 2,00
3 Bunga
Kupu-kupu
Bauhinia purpurea L. Fabaceae 11,00
4 Nyamplung Calophyllum Inaphyllum L. Calophyllaceae 4,00
5 Jati putih Gmelina arborea Roxb. Lamiaceae 21,00
6 Bungur Lagerstroemia speciosa Auct Lythraceae 2,00
7 Lamtoro Leucaena leucocephala (Lamk.) de Wit Fabaceae 14,00
8 Sengon Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen Fabaceae 29,00
9 Puspa Schima wallichii (Dc.) Korth Theaceae 2,00
10 Mahoni daun
kecil
Swietenia mahagoni (L.) Meliaceae 4,00
Sumber : Survey lapang. 2012
Pada fase pertumbuhan tanaman tingkat pohon di zona Vegetasi Asli, Akasia daun kecil (Acacia auriculiformis A.), Pacira (Pachira aquatica Aubl.), dan Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) merupakan vegetasi dengan tingkat pertumbuhan pohon yang dominan di area ini, karena ketiga jenis pohon ini memiliki INP tertinggi dibanding vegetasi lainnya yaitu masing-masing sebesar 85.62, 32.00, dan 109.03 (tabel 14). Masih dalam zona Vegetasi Asli, pada fase pertumbuhan tanaman tingkat tiang, Bungur (Lagerstroemia speciosa Auct), Dungun (Heritiera littoralis Korth) dan Pacira (Pachira aquatica Aubl.) merupakan vegetasi yang memiliki INP tertinggi (Tabel 14). Pada fase pertumbuhan tanaman tingkat pancang, Akasia daun kecil (Acacia auriculiformis A.), Dungun (Heritiera littoralis Korth) dan Bungur (Lagerstroemia speciosa Auct) menjadi INP tertinggi pada zona ini (Tabel 14).
Tabel 14. Jenis tanaman dengan INP dan Indeks Keragaman pada Zona Vegetasi Asli
Tingkat Pertumbuhan
Jenis Vegetasi INP Indeks
Shannon Pohon Acacia auriculiformis A.
Ficus racemosa L.
Ficus septica Burm. F.
Gmelina arborea Roxb.
Heritiera littoralis Korth
Lagerstroemia speciosa Auct.
Pachira aquatic Aubl.
Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen
85,62 6,19 5,84 18,25 11,50 31,57 32,00 109,03 1,60
Tiang Gmelina arborea Roxb.
Heritiera littoralis Korth
Lagerstroemia speciosa Auct.
Macaranga tanarius (L.) Mull. Arg.
Pachira aquatica Aubl.
Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen
Pometia pinnata J. R. & G. Forst.
23,65 52,10 99,10 14,29 36,07 10,79 9,58 2,01
Schima wallichii (DC.) Korth.
Swietenia mahagoni (L.)
Terminalia cattapa L.
19,29 19,52 15,61
Lanjutan Tabel 14. Tingkat
Pertumbuhan
Jenis Vegetasi INP Indeks
Shannon Pancang Acacia auriculiformis A
Ficus septica Burm. F.
Heritiera littoralis Aiton
Lagerstroemiaspeciosa Auct.
Macaranga tanarius (L.) Mull. Arg.
Swietenia mahagoni (L.) 40,74 20,10 91,95 84,43 25,88 23,99 1,65 Indeks Keragaman 1,75
Sumber : Survey lapang. 2012
Secara keseluruhan, berdasarkan indeks keragaman Shannon dapat dikatakan bahwa tanaman pada zona Vegetasi Asli memiliki keragaman yang sedang dengan nilai 1,75. Struktur tegakan di zona ini pada tingkat pertumbuhan pohon memiliki total kerapatan sebesar 198 individu/hektar. Adapun luas bidang dasar total pohon pada zona Vegetasi Asli sebesar 19,06 m²/ha dan luas bidang dasar tertinggi dihasilkan oleh tegakan Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) sebesar 12.05 m²/ha.
Berdasarkan pengamatan yang ditemukan di zona Wales Barat, akasia daun besar (Acacia mangium Willd.) dan lamtoro (Leucaena leucocephala (Lamk.) de Wit) merupakan tanaman dengan tingkat pertumbuhan tanaman tingkat pohon yang dominan di area ini, karena kedua jenis pohon ini memiliki INP tertinggi dibanding tanaman lainnya yaitu masing-masing sebesar 210.44 dan 30.43 (Tabel 15).
Pada fase pertumbuhan tanaman tingkat tiang, Akasia daun lebar (Acacia mangium Willd.), Bungur (Lagerstroemia speciosa Auct) dan Pacira (Pachira aquatic Aubl.) merupakan tanaman yang memiliki INP tertinggi (Tabel 15). Pada fase pertumbuhan tanaman tingkat pancang, Akasia daun besar (Acacia mangium Willd), Bungur (Lagerstroemia speciosa Auct), Pacira (Pachira aquatica Aubl.) menjadi INP tertinggi pada zona ini (Tabel 15).
Tabel 15. Jenis tanaman dengan INP dan Indeks Keragaman pada Zona Wales Barat
Tingkat Pertumbuhan Jenis Vegetasi INP Indeks
Shannon
Pohon Acacia mangium Willd.
Agathis dammara (Lamb.) Rich.
Ceiba pentandra L. Cerbera manghas L. 210,44 9,21 8,60 8,26 1,03
Hevea brasiliensis Muell.
Lagerstroemia speciosa Auct.
Leucaena leucocephala (Lamk.) de Wit)
Pachira aquatica Aubl.
9,32 14,56 30,43 9,19
Tiang Acacia mangium Willd.
Lagerstroemia speciosa Auct
Leucaena leucocephala (Lamk.) de Wit)
Pachira aquatica Aubl.
Shorea selanica Blume
Swietenia mahagoni (L.) 103,96 78,47 24,28 42,55 60,04 23,30 1,45
Lanjutan Tabel 15.
Tingkat Pertumbuhan Jenis Vegetasi INP Indeks
Shannon
Pancang Acacia mangium Willd.
Lagerstroemia speciosa Auct
Pachira aquatica Aubl.
Pterocarpus indicus Willd
Shorea selanica Blume
Syzygium polyanthum Wigh Walp
46,57 80,49 90,26 19,83 26,87 35,99 1,62 Indeks Keragaman 1,37
Sumber : Survey lapang. 2012
Secara keseluruhan, berdasarkan indeks keragaman Shannon dapat dikatakan bahwa tanaman pada zona Wales Barat memiliki keragaman yang sedang dengan nilai 1,37. Struktur tegakan di zona ini pada tingkat pertumbuhan pohon memiliki total kerapatan sebesar 105 individu/hektar. Adapun luas bidang dasar total pada zona Wales Barat sebesar 6.74 m²/ha dan luas bidang dasar tertinggi dihasilkan oleh tegakan Akasia daun besar (Acacia mangium Willd) sebesar 5.46 m²/ha.
Pada zona Wales Timur, ditemukan empat spesies di fase pertumbuhan pohon yang merupakan tanaman dengan tingkat pertumbuhan pohon yang dominan di area ini, yaitu Akasia daun besar (Acacia mangium Willd), Jati putih (Gmelina arborea Roxb.), Lamtoro (Leucaena leucocephala (Lamk.) de Wit), dan Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) karena keempat jenis pohon ini memiliki INP tertinggi dibanding tanaman lainnya yaitu masing-masing sebesar 119.56, 41.66, 39.28, 43.74 (Tabel 16).
Berdasarkan pengamatan di lapang pada fase pertumbuhan tanaman tingkat tiang Bunga kupu-kupu (Bauhinia purpurea L.), Bungur (Lagerstroemia speciosa Auct) dan Karet (Hevea brasiliensis Muell.) merupakan tanaman yang memiliki INP tertinggi (Tabel 16). Pada fase pertumbuhan tanaman tingkat pancang, Bungur (Lagerstroemia speciosa Auct), Mahoni (Swietenia mahagoni (L.)), dan nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) menjadi INP tertinggi pada zona ini (Tabel 16).
Tabel 16. Jenis tanaman dengan INP dan Indeks Keragaman pada Zona Wales Timur
Tingkat Pertumbuhan Jenis Vegetasi INP Indeks
Shannon
Pohon Acacia mangium Willd.
Artocarpus heterophyllus Lamk.
Bauhinia purpurea L.
Calophyllum Inaphyllum L.
Gmelina arborea Roxb.
Lagerstroemia speciosa Auct
Leucaena leucocephala (Lamk.) de Wit)
Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen
Schima wallichii (Dc.) Korth
Swietenia mahagoni (L.) 119,56 5,48 17,00 10,86 41,66 5,48 39,28 43,74 5,48 11,46 1,74
Lanjutan Tabel 16.
Tingkat Pertumbuhan Jenis Vegetasi INP Indeks
Shannon Tiang Artocarpus heterophyllus Lamk.
Bauhinia purpurea L.
Gmelina arborea Roxb.
Hevea brasiliensis Muell.
Lagerstroemia speciosa Auct
Leucaena leucocephala (Lamk.) de Wit
Pachira aquatica Aubl.
21,58 80,23 43,16 55,24 46,18 23,41 30,19 1,80
Pancang Acacia mangium Willd.
Artocarpus heterophyllus Lamk.
Bauhinia purpurea L.
Hevea brasiliensis Muell.
Lagerstroemia speciosa Auct
Leucaena leucocephala (Lamk.) de Wit
Pachira aquatica Aubl.
Swietenia mahagoni (L.) 19,21 35,57 30,40 32,35 85,95 16,10 30,97 49,45 1,85 Indeks Keragaman 1,80
Sumber : Survey lapang. 2012
Secara keseluruhan, berdasarkan indeks keragaman Shannon dapat dikatakan bahwa vegetasi pada zona Wales Timur memiliki keanekaragaman yang sedang dengan nilai 1,80. Struktur tegakan di zona ini pada tingkat pertumbuhan pohon memiliki total kerapatan sebesar 145 individu/hektar. Adapun luas bidang dasar total pada zona Wales Timur sebesar 42.35 m²/ha dan luas bidang dasar tertinggi dihasilkan oleh tegakan Akasia daun besar (Acacia mangium Willd) sebesar 18.02 m²/ha. Secara keseluruhan Hutan Kota UI memiliki keragaman yang sedang sebesar 2,28 (Tabel 17).
Tabel 17. Jenis tanaman lokal (indigenous species) dengan INP tertinggi dan indeks keragaman pada Hutan Kota UI
Tingkat
Pertumbuhan Jenis Vegetasi INP
Indeks Shannon Pohon Acacia auriculiformis A.
Acacia mangium Willd.
Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen
30,04 95,64 53,50
2,08
Tiang Acacia mangium Willd.
Heritiera littoralis Aiton
Lagerstroemia speciosa Auct.
30,52 26,31 75,28
2,43
Pancang Acacia mangium Willd.
Heritiera littoralis Aiton
Lagerstroemia speciosa Auct.
18,12 36,84 83,24
2,32
Sumber : Survey lapang. 2012
Bentuk struktur tanaman horizontal pada Hutan Kota UI menyerupai huruf J terbalik (eksponensial negatif) (Gambar 19).
Gambar 19. Kerapatan individu pada Hutan Kota UI Hutan Kota Srengseng
Berdasarkan hasil pengamatan di lapang, terdapat 10 spesies pohon yang tergolong dalam enam famili (Tabel 18). Tanaman pada lokasi penelitian didominasi oleh famili Fabaceae dengan empat spesies yaitu akasia daun lebar (Acacia mangium Willd.), dadap merah (Erythrina crista-galli L.), lamtoro (Leucaena leucocephala (Lamk) de Wit), dan sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen). Kerapatan individu pada Hutan Kota Srengseng dilihat dari kerapatan individu/ha dan kelas DBH (Gambar 20).
Tabel 18. Jenis tanaman pada tingkat pertumbuhan pohon yang ditemukan di Hutan Kota Srengseng
No Nama Daerah Nama Ilmiah Famili Jumlah
individu/ha 1 Akasia daun
besar
Acacia mangium Willd. Fabaceae 6
2 Kapuk randu Ceiba pentandra L. Bombacaceae 6
3 Dadap merah Erythrina crista-galli L. Fabaceae 6
4 Gmelina Gmelina arborea Roxb. Lamiaceae 63
5 Lamtoro Leucaena leucocephala
(Lamk.) de Wit
Fabaceae 6
6 Kemiri Muntingia calabura L. Muntingiaceae 6
7 Sengon Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen
Fabaceae 13
8 Asam landi Pithecellobium dulce (Roxb.) Benth.
Clusiaceae 31
9 Mahoni daun besar
Swietenia macrophylla King. Meliaceae 31 10 Mahoni daun
kecil
Swietenia mahagoni (L.) Meliaceae 19 Sumber : Survey lapang. 2012
Gambar 20. Kerapatan individu pada Hutan Kota Srengseng
Pada Hutan Kota Srengseng yang merupakan tanaman dengan pertumbuhan yang dominan pada tingkat pohon antara lain Gmelina (Gmelina arborea Roxb.), Asam Landi (Pithecellobium dulce (Roxb.) Benth.) dan Mahoni daun besar (Swietenia macrophylla King.). Hal ini karena ketiga jenis pohon ini memiliki INP tertinggi dibanding tanaman lainnya yaitu masing-masing sebesar 75.22, 42.23, 45.96 (Tabel 19).
Pada fase pertumbuhan tanaman tingkat tiang, tanaman yang memiliki INP tertinggi adalah Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd.), Asam Landi (Pithecellobium dulce (Roxb.) Benth.) dan Matoa (Pometia pinnata J.R. & J.G. Forster) (Tabel 19). Sedangkan pada fase pertumbuhan tanaman tingkat pancang, bunga kupu-kupu (Bauhinea acuminata L.), lamtoro (Leucaena leucocephala (Lamk) de Wit.) dan mahoni daun besar (Swietenia macrophylla King.) menjadi INP tertinggi pada kawasan ini (Tabel 19).
Tabel 19. Jenis tanaman dengan INP dan Indeks Keragaman pada Hutan Kota Srengseng
Tingkat Pertumbuhan Jenis Vegetasi INP Indeks
Shannon
Pohon Acacia mangium Willd.
Ceiba pentandra L.
Erythrina crista-galli L.
Gmelina arborea Roxb.
Leucaena leucocephala (Lamk) de Wit.
Muntingia calabura L.
Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen
Pithecellobium dulce (Roxb.) Benth.
Swietenia macrophylla King.
Swietenia mahagoni (L.) Jacq.
19,25 17,73 14,89 75,22 14,52 14,05 28,80 42,23 45,96 27,36 1,94
Lanjutan Tabel 19.
Tingkat Pertumbuhan Jenis Vegetasi INP Indeks
Shannon Tiang Aleurites moluccana (L.) Willd.
Delonix regia (Boj. Ex Hook.) Raf.
Filicium decipiens (Wt. & Arn.) Thw.
Muntingia calabura L.
Pithecellobium dulce (Roxb.) Benth.
Pometia pinnata J.R. & J.G. Forster
Swietenia macrophylla King.
Terminalia catappa L. 45,98 26,92 22,53 45,11 54,35 52,73 28,46 23,92 1,97
Pancang Bauhinea acuminata L.
Ficus benjamina L.
Leucaena leucocephala (Lamk) de Wit.
Manilkara kauki (Linn.) Dubard
Maniltoa grandiflora (A. Gray) Scheff
Mimusops elengi L.
Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen
Swietenia macrophylla King.
Tectona grandis Linn.f.
42,16 17,86 70,69 23,93 13,95 14,85 36,70 61,38 18,47 1,99 Indeks Keragaman 1,97
Sumber : Survey lapang. 2012
Secara keseluruhan, berdasarkan indeks keragaman Shannon dapat dikatakan bahwa tanaman pada Hutan Kota Srengseng memiliki keragaman yang sedang dengan nilai 1,97. Struktur tegakan di kawasan ini pada tingkat pertumbuhan pohon memiliki total kerapatan sebesar 188 individu/hektar. Adapun luas bidang dasar total pada Hutan Kota Srengseng sebesar 1.83 m²/ha dan luas bidang dasar tertinggi dihasilkan oleh tegakan Gmelina (Gmelina arborea Roxb.) sebesar 0.46 m²/ha.
Hutan Kota PT. JIEP Pulo Gadung
Berdasarkan hasil pengamatan di lapang, terdapat 10 spesies pohon yang tergolong dalam enam famili (Tabel 20). Tanaman pada lokasi penelitian didominasi oleh famili Fabaceae dengan empat spesies yaitu akasia crasicarpa (Acacia crassicarpa A. Cunn. Ex Benth.), dadap merah (Erythrina crista-galli L.), lamtoro (Leucaena leucocephala (Lamk) de Wit), dan Angsana (Pterocarpus indicus Willd.). Kerapatan individu pada Hutan Kota PT. JIEP Pulo Gadung dilihat dari kerapatan individu/ha dan kelas DBH (Gambar 21). Kerapatan individu pada hutan kota ini tertinggi pada kelas diameter 20 – 29,9 cm.
Tabel 20. Jenis tanaman pada tingkat pertumbuhan pohon yang ditemukan di Hutan Kota PT. JIEP
No Nama
Daerah Nama Ilmiah Famili
jumlah individu/ha 1 Akasia
crasicarpa
Acacia crassicarpa A. Cunn. Ex Benth.
Fabaceae 6
2 Kenari Canarium littorale Blume Burseracea 6
3 Dadap merah Erythrina crista-galli L. Fabaceae 19
Lanjutan Tabel 20.
No Nama
Daerah Nama Ilmiah Famili
jumlah individu/ha 5 Bungur Lagerstroemia speciosa Auct. Lythraceae 13 6 Lamtoro Leucaena leucocephala (Lamk.) de
Wit
Fabaceae 6
7 Glodongan tiang
Polyalthia longifolia Sonn. Annonaceae 31
8 Angsana Pterocarpus indicus Willd. Fabaceae 19
9 Mahoni daun besar
Swietenia macrophylla King. Meliaceae 6 10 Mahoni daun
kecil
Swietenia mahagoni (L.) Meliaceae 44 Sumber : Survey lapang. 2012
Gambar 21. Kerapatan individu pada Hutan Kota PT. JIEP Pulo Gadung Tanaman dengan pertumbuhan yang dominan di Hutan Kota PT. JIEP pada tingkat pohon antara lain Glodogan tiang (Polyalthia longifolia Sonn.), Angsana (Pterocarpus indicus Willd.) dan Mahoni daun kecil (Swietenia mahagoni (L.). Hal ini karena ketiga jenis pohon ini memiliki INP tertinggi dibanding vegetasi lainnya yaitu masing-masing sebesar 40.79, 47.36, 68.52 (Tabel 21).
Pada fase pertumbuhan tanaman tingkat tiang, vegetasi yang memiliki INP tertinggi adalah Bungur (Lagerstroemia speciosa Auct.), Tanjung (Mimusops elengi L.) dan Jati (Tectona grandis Linn.f.) (Tabel 10). Pada fase pertumbuhan tanaman tingkat pancang, Tanjung (Mimusops elengi L.) dan Bintaro (Cerbera manghas) menjadi INP tertinggi pada kawasan ini (Tabel 21).
Tabel 21. Jenis tanaman dengan INP dan Indeks Keragaman pada Hutan Kota PT. JIEP
Tingkat Pertumbuhan Jenis Vegetasi INP Indeks
Shannon Pohon Acacia crassicarpa A. Cunn. Ex Benth.
Canarium littorale Blume
24,24 16,45
Lanjutan Tabel 21.
Tingkat Pertumbuhan Jenis Vegetasi INP Indeks
Shannon
Erythrina crista-galli L.
Gnetum gnemon L.
Lagerstroemia speciosa Auct.
Leucaena leucocephala (Lamk) de Wit
Polyalthia longifolia Sonn.
Pterocarpus indicus Willd.
Swietenia macrophylla King.
Swietenia mahagoni (L.) Jacq.
27,82 16,14 22,21 19,45 40,79 47,36 17,02 68,52 Tiang Lagerstroemia speciosa Auct.
Mimusops elengi L.
Tectona grandis Linn.f.
158,93 85,51 55,56
0,96
Pancang Mimusops elengi L.
Cerbera manghas Linn.
151,69 148,31
0,69
Indeks Keragaman 1,23
Sumber : Survey lapang. 2012
Secara keseluruhan, berdasarkan indeks keragaman Shannon dapat dikatakan bahwa vegetasi pada Hutan Kota PT. JIEP memiliki keragaman yang sedang dengan nilai 1,23. Struktur tegakan di kawasan ini pada tingkat pertumbuhan pohon memiliki total kerapatan sebesar 156 individu/hektar. Adapun luas bidang dasar total pada Hutan Kota PT. JIEP sebesar 1.71 m²/ha dan luas bidang dasar tertinggi dihasilkan oleh tegakan Angsana (Pterocarpus indicus Willd.) sebesar 0.45 m²/ha.