• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI DAN KERANGKA KONSEPTUAL

3. Analisis Wacana Kritis ( Critical Discourse Analysis ) Norman

Wacana secara khusus merupakan percakapan atau tuturan. Dapat dikatakan wacana adalah keseluruhan percakapan yang membentuk satu kesatuan karangan sehingga menjadi makna yang utuh. Sebagai sebuah percakapan, wacana

20

Richard West dan Lynn H. Turner, Pengantar Komunikasi, Edisi 3. Penerjemah Maria

Natalia Damayanti Maer (Jakarta: Salemba Humanika, 2008), h. 52.

21

berasal dari gagasan, pikiran, dan ide yang dapat dipahami pembaca atau pendengar.

Istilah analisis wacana sangat ambigu. Michaels Stubbs mengarahkan sebagian besar pengertian tersebut kepada analisis bahasa secara alami terjadi menyambungkan pembicaraan atau wacana yang tertulis. Analisis wacana fokus pada bahasa dalam penggunaan konteks sosial dan dalam bagian dengan interaksi.22

Analisis wacana tidak dapat dipisahkan dari bahasa tindakan dan situasinya. Tindakan ini meliputi pembicara dan pendengar dan tidak ada hubungan yang saling bergantung. Dari sini terlihat wacana hadir dalam kehidupan sehari-hari dengan penggunaan bahasa yang sangat fleksibel.

Untuk memahami analisis wacana itu sangat sulit jika tidak cukup memahami dan berpengetahuan minim tentang studi bahasa. Cara agar mencegah semua itu adalah dengan mempelajari secara khusus transkip bagian data percakapan.23

Banyak pakar komunikasi yang mengembangkan Analisis Wacana Kritis dan salah satunya adalah Norman Fairclough. Norman Fairclough memiliki ciri khasnya sendiri dalam menganalisis sebuah pemberitaan dalam media massa. Ia menganalisis sebuah pemberitaan menjadi tiga bagian, yaitu teks, praktik wacana, dan praktik sosial budaya.

22

Michael Stubbs, Discourse Analysis (Oxford: Basil Blackwell Publisher Limited, 1983), h. 1.

23

Cara yang Norman Fairclough kemukakan tersebut berisi penggambaran linguistik dari teks bahasa, interpretasi hubungan antara proses-proses tak sama dan teks, penjelasan hubungan antara proses-proses tak sama dan proses-proses sosial.24

Tabel 2 Analisis Wacana Kritis metode Norman Fairclough25

The discussion of issue and problems in critical discourse analysis which will occupy the rest of this introduction will be organized around the three dimensions of the analytical framework sketched out above: text, discourse practice, socicultural practice. I discuss in turn issues relating to text and language, genre and orders of discourse, and society and culture. Part of my objective here is to point to and engage in controversies which have arisen from the project of critical discourse analysis, differences betwen critical discourse analysis and scholar in adjacent fields, and differences amongst critical discourse analysis.”26

24

Norman Fairclough, Critical Discourse Analysis: the Critical Study of Language (New York: Longman Group Limited, 1995), h. 97.

25 Fairclough,

Critical Discourse Analysis, h. 98.

26

Fairclough menggunakan kritis dan kritik dalam analisisnya untuk menandainya komitmen pada sebuah teori dan metode dialektika yang mengeksplorasi interhubungan antara benda dan interkoneksi dari sebab dan efek yang mungkin terdistorsi dari impian manusia. Namun, Analisis Wacana Kritis pergi di luar kritik karena menggambarkan teori sosial dan teori bahasa, dan metodotogi untuk analisis bahasa yang tidak secara umum didapat dan memiliki sumber penghasilan dan dalam investigasi mendalam yang berada pada melebihi pengalaman biasa.27

Struktur sosial dapat dilihat dari teks yang muncul dalam pemberitaan. Teks tak hanya menggambarkan peristiwa yang ada, tapi di dalamnya tersembunyi maksud tertentu. Peristiwa ini terlukiskan melalui koherensi dan kohesi pada sebuah berita yang kemudian menjadi sebuah paragraf. Paragraf kemudian saling terhubung dengan paragraf lain sehingga menjadi sebuah wacana dalam pemberitaan.

Teks pada peristiwa memunculkan tanda-tanda dari sikap dari sebuah media itu. Apakah media mendukung rakyat yang tertindas atau memihak kepada orang yang memiliki jabatan. Teks tak pernah lepas dari bahasa. Bahasa digunakan untuk menutupi hubungan sosial dan proses yang secara sistematis menentukan bentuk bahasa yang dihasilkan melalui sebuah teks.

Kasus yang dapat dilihat dari permasalahan ini ketika terjadi demonstrasi para buruh. Kebanyakan dari media massa selalu memberitakan efek negatif dari sebuah demonstrasi yang dilakukan buruh. Media massa jarang sekali membahas konteks yang terjadi kenapa para buruh bertindak seperti itu. Buruh melakukan

27 Rosana Dolon and Julia Todoli,

Analysing Identities in Discourse (Amsterdam: John

demonstrasi karena mendapat upah di bawah standar dan dipekerjakan tidak layak. Mereka juga sulit untuk menikmati hari libur, bahkan waktu istirahat sulit didapat. Masalah seperti ini yang sering terjadi pada media massa.

Aspek yang dilakukan menutupi sebuah peristiwa ini dikarenakan ideologi. Inheren dalam wacana juga mempengaruhi sebuah hubungan dialektika dari struktur peristiwa. Wacana dibentuk karena struktur yang ada. Tapi wacana juga memiliki kontribusi dalam pembentukan kembali peristiwa.28

Penghubung antara analisis teks dengan praktik sosial budaya adalah praktik wacana. Sebuah teks diproduksi atau diinterpretasi dalam wacana tergantung dari praktik wacana dan diskusi bersama saat ruang redaksi. Sifat dari praktik wacana adalah membentuk produksi teks dan meninggalkan hakikat dasar dari kenyataan yang sebenarnya. Sifat dari produksi wacana juga tergantung pemahaman yang ditentukan dari ruang redaksi.

Norman Fairclough mengibaratkan praktik wacana seperti apa yang yang terjadi dalam institusi sekolah yang menghubungkan antara seorang guru dan murid-muridnya. Hubungan ini akhirnya ditentukan pada level bentuk sosial antara sekolah dan sistem ekonomi sehingga semua tindakan yang ada di sekolah dipengaruhi oleh faktor institusi.29

Peraturan institusi yang dianalogikan Norman Fairclough ini seperti kinerja pada sebuah media massa. Hubungan antara wartawan dan pemimpin redaksi saat menentukan tema sebuah pemberitaan ditentukan oleh institusi media itu. Kebijakan redaksi tidak mungkin lepas dari ideologi media massa itu. Oleh

28 Fairclough,

Critical Discourse Analysis, h. 73.

29

sebab itu, teks dan sosial budaya dapat muncul dari kebijakan redaksi yang telah diatur sebelumnya.

Ideologi sebuah media tak lepas dari hegemoni pemilik media. Pemilik media memiliki peran yang cukup besar dalam menentukan identitas dan ciri khas sebuah perusahaan yang dia miliki. Dari sini, kepentingan pemilik modal masuk pada ideologi pada media tersebut.

Konsep hegemoni yang digunakan Norman Fairclough berasal dari Lenin dan Gramsci. Alasan Fairclough menggabungkan konsep Lenin dan mengelaborasi analisis Gramsci karena harmonisasi dengan konsep dialektika struktur advokasinya. Hal itu disebabkan mereka menyediakan kerangka kerja untuk berteori dan menganalisis ideologi atau wacana yang menghindari paham ekonomi dan idelis. Hegemoni berjalan melintasi dan mengintegrasi ekonomi, politik, dan ideologi yang belum berasal dari sebuah tempat otentik untuk masing-masing. Ketiga hal tersebut fokus atas politik dan kekuasaan, dan atas hubungan dealektika antara kelas dan pangsa pasar.30 Pada intinya, ideologi dapat mengurangi realitas tanpa distorsi.

Praktik sosial budaya merupakan sebuah fokus pada suatu hal sebagai situasi dengan segera yang telah memberikan kemunculan ke produksi dan berbagai praktik sosial budaya dan kondisi tidak bersambungan pada institusi dan level sosial yang menyediakan sebuah pelebaran relevansi kontekstual.31

Analisis pada praktik sosial budaya dapat digambarkan pada eksplotasi seperti pertanyaan apakah fakta-fakta yang ada pada teks mendukung dari ketidaksinambungan hegemoni atan kenyataan praktik sosial. Atau apakah praktik

30

Fairclough, Critical Discourse Analysis, h. 75-76.

31 Terry Locke,

Critical Discourse Analysis (London: Continuum International Publishing

sosial budaya untuk perlawanan hubungan hegemoni pada kondisi umum. Juga bisa seperti mempertanyakan apakah praktik sosial budaya ada untuk menghasilkan realitas sosial dan menciptakan transformasi dalam teks. Analisis sosial budaya yang digunakan Norman Fairclough pada intinya merupakan interpretasi dari praktik wacana yang ada pada saat ruang redaksi.

Dokumen terkait