• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anggaran Dasar

Dalam dokumen HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN (Halaman 74-81)

BAB IV KONSEKUENSI HUKUM DARI PERATURAN OTORITAS

A. Anggaran Dasar

1. Kedudukan Anggaran Dasar dalam Perseroan Terbatas

Perseroan berdiri dengan sebagai suatu badan hukum yang memiliki organisasi dan juga aturan-aturan dasar dalam perkembangannya. Salah satu bagian penting dan juga mendasar dari perseroan adalah anggaran dasar.

Anggaran dasar merupakan persyaratan wajib yang harus dimiliki oleh suatu perseroan.

Anggaran Dasar perseroan terbatas dalam bahasa Inggris disebut Article of Association merupakan bagian dari akta pendirian perseroan terbatas.279Anggaran dasar dapat disebut sebagai “perjanjian” yang berisi ketentuan tertulis mengenai hak dan kewajiban dari organ perseroan dan termasuk perseroan itu sendiri.280

Menurut Abdul Kadir Muhammad, anggaran dasar suatu perseroan merupakan seperangkat aturan yang menjadi dasar berdirinya organisasi dan bekerjanya perseroan menurut hukum.281 Anggaran Dasar memuat aturan main dalam perseroan, yang menentukan setiap hak dan kewajiban dari pihak-pihak dalam Anggaran Dasar, baik perseroan itu sendiri, pemegang saham, pengurus (Direksi maupun Komisaris) perseroan.282

279Pasal 8 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007

280Yahya Harahap, Op. Cit

281Abdul Kadir Muhammad, Hukum Perusahaan Indonesia, (Bandung: Citra Aditya Bakti, 1999), hal. 157.

282 Ahmad Yani dan Gunawan Wijaya, Hukum Perseroan Terbatas, (Jakarta:

Rajagrafindo Persada, 2000), hal 29.

Anggaran dasar dibuat pertama kalinya oleh para pendiri perseroan dalam akta pendirian perseroan terbatas. Hal-hal yang dikehendaki oleh para pendiri perseroan selama tidak melanggar peraturan perundangan-undangan yang berlaku dapat dirumuskan ke dalam anggaran dasar perseroan tersebut oleh notaris.

Akta pendirian yang telah dirumuskan dan dibuat oleh notaris tersebut akan dimohonkan pengesahan sebagai badan hukum kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Menkum HAM RI). Sebelum mendapat pengesahan tersebut didapat anggaran dasar perseroan hanya mengikat para pendiri yang mengadakan perjanjian untuk mendirikan perseroan tersebut.

Setelah akta pendirian perseroan terbatas tersebut mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Menkum HAM RI yang berarti pendirian badan hukum tersebut telah sah maka akta pendirian tersebut akan berlaku bagi para pihak yang mengadakannya dan juga mengikat pihak ketiga yang berhubungan hukum dengan perseroan serta termasuk jusa didalamnya organ perseroan terbatas.

Kedudukan anggaran dasar dalam perseroan dapat dikatakan sebagai aturan main bagi perseroan dan organ perseroan itu sendiri. Hal tersebut tercermin dalam pasal 4 Undang-Undang No.40 Tahun 2007 telah secara tegas mengatakan bahwa “terhadap perseroan berlaku undang-undang ini, anggaran dasar perseroan dan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.”283 Namun dengan ketentuan hal-hal yang diatur dalam anggaran dasar tidak boleh menyimpang dari

283Pasal 4 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

ketentuan dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 dan ketentuan peraturan perundang-undangan lainnya.

Sebagai aturan main bagi perseroan dan organ perseroan, Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 telah menentukan anggaran dasar sekurang-kurangnya memuat hal-hal sebagai berikut:284

1. Nama dan tempat kedudukan perseroan;

2. Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perseroan 3. Jangka waktu berdirinya perseroan;

4. Besarnya jumlah modal dasar, modal ditempatkan, dan modal disetor;

5. Jumlah saham, klasifikasi saham apabila ada berikut jumlah saham untuk tiap klasifikasi, hak-hak yang melekat pada setiap saham, dan nilai nominal setiap saham;

6. Nama jabatan dan jumlah anggota direksi dan dewan komisaris;

7. Penetapan tempat dan tata cara penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham;

8. Tata cara pengangkatan, penggantian, pemberhentian anggota direksi dan dewan komisaris;

9. Tata cara penggunaan laba dan pembagian dividen.

Hal-hal yang disebut dalam poin 1 sampai dengan 10 tersebut bersifat imperatif yang berarti paling tidak hal-hal tersebut harus dimuat dalam anggaran dasar perseroan, karena substansi masalah–masalah tersebut adalah pokok yang harus diketahui secara terbuka oleh masyarakat luas dalam rangka pemberian perlindungan bagi mereka yang akan melakukan investasi ataupun kerjasama dengan suatu perseroan.285

Dalam hal para pendiri perseroan terbatas menghendaki di dalam anggaran dasar perseroan terbatas dimuat ketentuan selain dari apa yang ditentukan diatas, hal tersebut dimungkinkan sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 dan peraturan perundang-undangan lainnya.

284Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

285Yahya Harahap, Op. Cit, hal. 196.

Meskipun demikian bukan berarti para pendiri dapat sesuka hati untuk memuat ketentuan dalam anggaran dasar. Bagi para pendiri perseroan terbatas tetap ada pembatasan yang dibuat oleh Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 terkati hal-hal yang tidak boleh dimuat dalam anggaran dasar antara lain:286

1. Ketentuan tentang penerimaan bunga tetap atas saham; dan

2. Ketentuan tentang pemberian manfaat pribadi kepada pendiri atau pihak lain

Larangan yang dibuat ini mempunyai dasar alasan yang kuat agar prinsip pemisahan harta yang dimiliki oleh perseroan tidak disalahgunakan oleh para pendiri perseroan. Sebagai contoh apabila dalam anggaran dasar mencantumkan ketentuan tentang penerimaan bunga tetap atas saham yang pada akhirnya walaupun perusahaan dalam keadaaan merugi perseroan tetap harus membayar bunga atas saham kepada para pemegang saham. Hal ini jelas akan sangat merugikan pihak ketiga terutama para kreditor perseroan terbatas tersebut.

2. Klasifikasi Perubahan Anggaran Dasar

Anggaran dasar yang telah dibuat oleh para pendiri perseroan dalam akta pendirian tidak menutup kemungkinan untuk dilakukan perubahan atas setiap pasal-pasal dalam anggaran dasar. Dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 ditentukan bahwa setiap perubahan anggaran dasar harus disampaikan kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Menteri Hukum dan HAM RI).

286Pasal 15 ayat (4) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

Berdasarkan pasal 21 Undang-Undang No. 40 Tahun 2007, perubahan anggaran dasar perseroan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

1. Perubahan anggaran dasar yang memerlukan persetujuan Menteri Hukum dan HAM RI.

Adapan perubahan anggaran dasar yang memerlukan persetujuan Menteri Hukum dan HAM RI tersebut antara lain:287

a. Nama perseroan dan/atau tempat kedudukan perseroan;

b. Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha perseroan;

c. Jangka waktu berdirinya perseroan;

d. Besarnya modal dasar;

e. Pengurangan modal ditempatkan dan disetor; dan/atau

f. Status perseroan yang tertutup menjadi perseroan terbuka atau sebaliknya.

Perubahan tersebut harus disetujui oleh Menteri karena hal-halyang dirubah merupakan hal-hal mendasar dari perseroan yang disebutkanpertama kali dalam akta pendirian.

Perubahan terhadap hal pokok tersebut dinilai sebagai hal mendasar dari perseroan, nama dan tempat kedudukan perseroan merupakan identitas diri sebuah badan hukum yang hendak mengubah identitasnya pasti dikarenakan hal-hal yang mendasar juga sehingga membutuhkan suatu persetujuan dari Menteri. Maksud dan tujuan perseroan serta kegiatan juga merupakan hal mendasar dari perseroan, karena maksud dan tujuan merupakan usaha pokok dari perseroan dan kegiatan usaha merupakan kegiatan yang dijalanan oleh perseroan dalam rangka mencapai maksud dan tujuannya, yang harus dirinci secara jelas dan tidak boleh bertantangan dengan anggaran dasar. Oleh karena itu, menteri perlu untuk menyetujui perubahan maksud dan tujuan perseroan.

287Pasal 21 ayat (2) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007

Perubahan anggaran dasar yang memerlukan persetujuan Menteri Hukum dan HAM RI tersebut diatas mulai berlaku sejak diterbitkannya keputusan menteri mengenai persetujuan perubahan anggaran dasar tersebut.288

Dalam hal perubahan status perserseon yang tertutup menjadi terbuka, perubahan anggaran dasar mulai berlaku sejak tanggal:

a. Efektif pernyataan pendaftaran yang diajukan kepada lembaga pengawas di bidang pasar modal bagi perseroan publik; atau

b. Dilaksankan penawaran umum, bagi perseroan yang mengajukan pernyataan pendaftaran kepada lembaga pengawas di bidang pasar modal untuk melakukan penawaran umum saham sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

2. Perubahan anggaran dasar yang cukup diberitahukan kepada Menteri Hukum dan HAM RI

Klasifikasi kedua adalah perubahan anggaran dasar yang cukup diberitahukan kepada Menteri Hukum dan HAM RI. Selain perubahan anggaran dasar yang memerlukan persetujuan Menteri Hukum dan HAM RI sebagaimana dalam pasal 21 ayat (2) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 selebihnya cukup diberitahukan kepada Menteri Hukum dan HAM RI.289

Meskipun tidak memerlukan persetujuan Menteri Hukum dan HAM RI, perubahan anggaran dasar yang cukup diberitahukan kepada Menteri Hukum dan HAM RI juga mulai berlaku sejak tanggal diterbitkannya “surat penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar oleh menteri.”290

Peranan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sangat vital dalam setiap perubahan yang akan dilakukan terhadap anggaran dasar perseroan karena setiap

288Pasal 23 ayat (1) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

289Pasal 21 ayat (3) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

290Pasal 23 ayat (2) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

perubahan anggaran dasar harus terlebih dahulu mendapat persetujuan dan penetapan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terlebih dahulu.

Dalam pasal 21 ayat (4) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 disyaratkan bahwa perubahan anggaran dasar harus dimuat atau dinyatakan dalam akta notaris dan dalam bahasa Indonesia.291

Menurut penjelasan pasal 21 ayat (5) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007

“yang dimaksud dengan “harus dinyatakan dalam akta notaris” adalah harus dalam bentuk akta pernyataan keputusan rapat atau akta perubahan anggaran dasar.”292Artinya apabila risalah RUPS dibuat secara bawah tangan atau pemegang saham mengambil keputusan diluar RUPS maka RUPS akan memberikan kuasa kepada salah satu pemegang saham atau direksi atau kepada karyawan perseroan menyatakan kembali keputusan RUPS tersebut ke dalam bentuk akta notaris.

Namun apabila risalah RUPS yang berisi keputusan RUPS perubahan anggaran dasar dibuat dalam bentuk akta berita acara rapat oleh notaris, dengan sendirinya akta tersebut dikatakan dimuat dalam akta notaris.

Perubahan anggaran dasar, baik yang membutuhkan persetujuan menteri ataupun hanya pemberitahuan kepada menteri, harus diajukan dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal akta notaris mengenai perubahan anggaran dasar.293 Apabila perubahan anggaran dasar tidak dibuat oleh notaris maka berita acara harus dibuat dalam akta notaris dalam jangka waktu

selambat-291Pasal 21 ayat (4) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

292Penjelasan Pasal 21 ayat (5) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas

293Pasal 21 ayat (7) Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas.

lambatnya 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal keputusan RUPS294 dan jika dalam waktu 30 (tiga puluh) hari perubahan anggaran dasar tidak dinyatakan dalam akta notaris, maka permohonan persetujuan ataupun pemberitahuan kepada menteri tidak dapat dilakukan.295

B. Peranan Notaris sebagai profesi penunjang Pasar Modal dalam

Dalam dokumen HUKUM UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN (Halaman 74-81)