PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIPLE INTELLIGENCE
C. APLIKASI KECERDASAN MAJEMUK (MULTIPLE INTELLIGENCE) DENGAN PENGEMBANGAN
la-tihan-latihan dan lingkungan yang mendukung jauh lebih penting dalam menentukan perkembangan kecerdasan seorang anak. Jadi untuk menjamin anak yang berhasil, kita tidak bisa menggantung-kan pada sukses sekolah semata. Kedua orangtua harus berusaha sebaik mungkin untuk menentukan dan mengembangkan sebanyak mungkin kecerdasan yang dimiliki oleh masing-masing anak.(Gar-dner, 2003)
Dengan demikian, dari ke sembilan kecerdasan majemuk di atas, seseorang dapat mengembangkan kecerdasan yang dimilik-inya untuk membangun potensi-potensi yang berkembang di ma-syarakat, sehingga akan melahirkan intelektual-intelektual yang mampu dan andal dalam menghadapi tantangan-tantangan zaman.
Semua kecerdasan bekerja sama sebagai satu kesatuan yang utuh dan terpadu. Komposisi keterpaduannya tentu saja berbeda-beda pada masing-masing budaya. Namun secara keseluruhan, kecerdas-an tersebut dapat diubah serta ditingkatkkecerdas-an dkecerdas-an kecerdaskecerdas-an ykecerdas-ang paling menonjol akan mengontrol kecerdasan lainnya dalam meme-cahkan masalah.
C. APLIKASI KECERDASAN MAJEMUK (MULTIPLE
mengatas-inya. Selanjutnya menurut Tim Pengembang ilmu Pendidikan, yang dikatakan dengan kecakapan hidup adalah kecakapan untuk mela-kukan adaptasi dan perilaku positif yang memungkinkan individu untuk melakukan reaksi secara efektif dalam menghadapi kebutuh-an dkebutuh-an tkebutuh-antkebutuh-angkebutuh-an sehari-hari. Kecakapkebutuh-an hidup pada artinya lebih menekankan pada penguasaan kecakapan yang memungkinkan se-seorang untuk memperoleh mental yang memadai (well being) dan kompetensi bagi kelompok remaja dalam menghadapi kenyataan hidup sehari-hari.
Berdasarkan pengertian di atas, pendidikan kecakapan hidup dapat dipahami sebagai usaha untuk membantu dan membimbing aktualisasi seseorang untuk mencapai sejumlah keterampilan, sikap dan nilai yang mengarah pada kemampuan memecahkan permasa-lahan hidup, sehingga kehidupannya dapat meraih kesuksesan dan kebahagiaan serta bermartabat baik di dunia maupun di akhirat.
Dengan demikian, kecakapan hidup seseorang mampu memanfa-atkannya untuk melindungi diri dari penggunaan narkoba, peng-gunaan minuman keras, kejahatan seksual, hamil diluar nikah dan lain-lain yang berbau negatif. Sehingga, yang diharapkan adalah dapat mengembangkan kecakapan hidup meliputi kebutuhan akan pendidikan, pendidikan lingkungan hidup, pendidikan perdamaian, pendidikan untuk pembangunan, dan kehidupan yang memperoleh pendapatan. Singkatnya, kecakapan hidup memberdayakan seseo-rang khususnya pemuda agar mampu melakukan tindakan positif dalam melindungi diri dan meningkatkan kesehatan. Dengan de-mikian tugas hidup manusia sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya di muka bumi ini diperlukan kecakapan-kecakapan hidup (life skill) yang tidak dipahami sebagai keterampilan untuk mencari penghi-dupan atau bekerja semata, akan tetapi lebih luas dari itu mencakup keterampilan menjalankan tugasnya sebagai hamba Allah sehingga perlu dibekali dengan special skill, life skill, dan leader life skill.
Sehubungan dengan itu, dalam mengembangkan pembelajaran perlu dipilih alternatif pengamalan belajar yang semaksimal mung-kin, membantu siswa memiliki kecakapan hidup yang relevan de-ngan kebutuhan siswa untuk mempertahankan, dan mengembang-kan hidup yang diperoleh melalui pengalaman belajar, diharapmengembang-kan siswa baik sebagai individu, maupun sebagai warga masyarakat dapat memecahkan masalah-masalah baru dengan menggunakan
pengetahuan dan keterampilan yang telah dipelajari.
Adapun Jenis-jenis kecakapan hidup yang perlu dikembangkan melalui pengembangan belajar antara lain meliputi:
1. Kecakapan diri (personal skill), adalah merupakan penghayatan diri sebagai makhluk Allah Swt., anggota masyarakat dan warga negara, serta mensyukuri kelebihan dan kekurangan yang dimi-liki, sekaligus sebagai modal bagi dirinya, sehingga bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya. Kecakapan diri ini meli-puti: penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan YME; mandiri;
berprestasi; komitmen; percaya diri.
2. Kecakapan berpikir rasional (thinking skill) adalah kecakapan menggali dan menemukan informasi serta mengolah sehingga dapat mengambil kesimpulan dan memecahkan masalah secara kreatif. Kecakapan berpikir rasional ini meliputi: berpikir kritis dan logis; berpikir sistematis; cakap menyusun rencana secara sistematis; cakap memecahkan masalah secara sistematis.
3. Kecakapan sosial atau kecakapan antarpersonal (interpersonal skills) adalah kecakapan komunikasi dengan empati, bukan se-kadar menyampaikan pesan tetapi isi dan penyampaian pesan disampaikan dengan baik yang menumbuhkan hubungan har-monis. Adapun yang termasuk kecakapan ini antara lain ada-lah: kecakapan berkomunikasi lisan/tertulis; kecakapan bekerja sama, kolaborasi, lobi; kecakapan berpartisipasi; kecakapan me-ngelola konflik; kecakapan memengaruhi orang.
4. Kecakapan akademik (academic skill) biasa disebut kemampuan berpikir ilmiah adalah pengembangan dari kecakapan berpikir rasional masih bersifat umum, yang lebih mengarah pada ke-giatan yang bersifat akademik/keilmuan. Kecakapan akademik mencakup antara lain: kecakapan merancang, melaksanakan, dan melaporkan hasil penelitian ilmiah; kecakapan membuat karya tulis ilmiah; kecakapan mentransfer dan mengaplika-sikan hasil-hasil penelitian untuk memecahkan masalah, baik berupa proses maupun produk.
5. Kecakapan vokasional (vocational skill) adalah kecakapan yang dikaitkan dengan bidang pekerjaan tertentu yang terdapat di masyarakat. Yang termasuk dalam kategori kecakapan voka-sional antara lain adalah: kecakapan menemukan algoritme, model, prosedur untuk mengerjakan suatu tugas; kecakapan
melaksanakan prosedur; kecakapan mencipta produk dengan menggunakan konsep, prinsip, bahan, dan alat.
Dari kelima kecakapan hidup (life skill) tersebut, perlu disadari bahwa dalam kehidupan nyata, antara kecakapan mengenal diri, kecakapan berpikir rasional, kecakapan sosial, dan kecakapan aka-demik serta kecakapan vokasional tidak berfungsi secara terpisah-pisah, akan tetapi peleburan dari kecakapan-kecakapan tersebut, diharapkan dapat menyatu menjadi sebuah tindakan individu yang melibatkan aspek fisik, mental, emosional dan intelektual yang ber-martabat dan semua kecakapan itu harus dijiwai oleh akhlak yang mulia. Dengan kecerdasan majemuk dan kecakapan hidup yang dimiliki seseorang baik dari kecerdasan linguistik sampai pada kecerdasan natural diharapkan dapat mengaplikasikan dan me-ngembangkan potensinya sehingga dapat menyelesaikan masalah-masalah yang berkembang di masyarakat, terutama pada individu.
Sehingga tidak akan ada lagi kesenjangan pendidikan, ekonomi, so-sial, dan lain-lain.
Kecerdasan majemuk (multiple intelligence) adalah kemampu-an seseorkemampu-ang dalam memecahkkemampu-an masalah ykemampu-ang dihadapi dari ke-sulitan dan tantangan dalam hidupnya, dengan keterampilan yang dimiliki maka ia dapat menyelesaikan persoalan hidup yang nyata.
Semakin tinggi inteligensinya maka seseorang mampu menyele-saikan bermacam-macam persoalan yang kompleks. Kecerdasan (inteligensi) adalah kemampuan untuk melakukan abstraksi, serta berpikir logis dan cepat sehingga dapat bergerak dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru.
Kecerdasan seseorang tidak diukur dengan kecerdasan kognitif semata, yaitu kecerdasan linguistik dan matematis-logis akan tetapi Gadrner berasumsi bahwa tidak ada satupun kegiatan manusia yang hanya menggunakan satu macam kecerdasan. Semua kecerdasan bekerja sama sebagai satu kesatuan yang utuh dan terpadu. Kompo-sisi keterpaduannya tentu saja berbeda-beda pada masing-masing budaya. Namun secara keseluruhan, kecerdasan tersebut dapat di-ubah serta ditingkatkan dan kecerdasan yang paling menonjol akan mengontrol kecerdasan-kecerdasan lainnya dalam memecahkan masalah. Kecerdasan majemuk tersebut adalah sebagai berikut:
Kecerdasan linguistik, kecerdasan matematis-logis, kecerdasan
ru-ang visual, kecerdasan kinestetik-badani, kecerdasan musikal, ke-cerdasan interpersonal, keke-cerdasan intrapersonal dan keke-cerdasan natural serta kecerdasan eksistensial. Dengan kecerdasan majemuk dan pengembangan kecakapan hidup, seseorang mampu meman-faatkannya untuk melindungi diri dari penggunaan narkoba, peng-gunaan minuman keras, kejahatan seksual, hamil diluar nikah dan lain-lain yang berbau negatif. Sehingga, yang diharapkan adalah dapat mengembangkan kecakapan hidup meliputi kebutuhan akan pendidikan, pendidikan lingkungan hidup, pendidikan perdamaian, pendidikan untuk pembangunan, dan kehidupan yang memperoleh pendapatan. Singkatnya, kecakapan hidup memberdayakan sese-orang khususnya pemuda agar mampu melakukan tindakan positif dalam melindungi diri dan meningkatkan kese hatan.