• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arah Kebijakan Daerah

Dalam dokumen LKPJ 2013 DIY (Halaman 68-79)

PROGRAM DAN INDIKATOR KINERJA DALAM RPJMD 2012

2.3.2 Arah Kebijakan Daerah

1. Arah kebijakan daerah untuk mencapai Misi Pertama: Membangun peradaban berbasis nilai-nilai kemanusiaan, adalah sebagai berikut: a. Meningkatkan derajat partisipasi masyarakat dalam pengembangan dan

pelestarian budaya dari 30% menjadi 70%.

b. Meningkatkan Angka Melek Huruf dari 91,49% menjadi 95%.

c. Meningkatkan Rata-rata Lama Sekolah dari 9,2 menjadi 12, dan peningkatan Daya Saing Pendidikan.

d. Meningkatkan persentase satuan pendidikan yang menerapkan model pendidikan berbasis budaya dari 0% menjadi 40%

e. Meningkatkan Angka Harapan Hidup dari 73,27 menjadi 74,55.

2. Arah kebijakan daerah untuk mencapai Misi Kedua: Menguatkan perekonomian daerah yang didukung dengan semangat kerakyatan, inovatif dan kreatif, adalah sebagai berikut:

a. Meningkatkan pendapatan perkapita pertahun dari Rp. 6,8 juta menjadi Rp. 8,5 juta.

b. Meningkatkan pemerataan pembangunan yang ditandai dengan menurunnya Indeks Ketimpangan Antar Wilayah dari 0,4574 menjadi 0,4481.

c. Mengurangi kesenjangan pendapatan perkapita mayarakat yang ditandai dengan menurunnya Indeks Ketimpangan Pendapatan dari 0,3022 menjadi 0,2878.

d. Melestarikan budaya DIY sebagai benteng ketahanan budaya yang mampu menumbuh kembangkan kemandirian, keamanan dan kenyamanan yang turut berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan nusantara dari 2.013.314 menjadi 2.437.614 dan jumlah wisatawan mancanegara dari 202.518 menjadi 245.198.

e. Melestarikan budaya DIY sebagai benteng ketahanan budaya yang mampu menumbuh kembangkan kemandirian, keamanan dan kenyamanan yang turut berdampak pada peningkatan lama tinggal wisatawan nusantara dari 1,9 hari menjadi 2,6 hari dan lama tinggal wisatawan mancanegara dari 2,04 hari menjadi 2,69 hari.

3. Arah kebijakan daerah untuk mencapai Misi Ketiga: Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, adalah sebagai berikut:

a. Meningkatkan Nilai Akuntabilitas Kinerja Pemerintah dari B menjadi A. b. Mempertahankan Opini Pemeriksaan BPK yaitu Wajar Tanpa

4. Arah kebijakan daerah untuk mencapai Misi Keempat: Memantapkan prasarana dan sarana daerah, adalah sebagai berikut:

a. Meningkatkan Penataan Sistem Transportasi DIY yang difokuskan pada pengurangan kemacetan di perkotaan melalui penataan manajemen dan rekayasa lalu lintas guna mencapai load factor angkutan perkotaan dari 32,57% menjadi 42,57% dan peningkatan akses di pedesaan.

b. Meningkatkan Persentase Kualitas Lingkungan dari 2% menjadi 15,72%.

c. Meningkatkan kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap RTRW Kabupaten/Kota dan RTRW Provinsi dari 45% menjadi 90%.

2.3.3 Program

Untuk mewujudkan capaian keberhasilan misi pembangunan, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta telah menetapkan program pembangunan menurut urusan, yatu:

1. Program untuk mencapai Misi Pertama: Membangun peradaban berbasis nilai-nilai kemanusiaan, adalah sebagai berikut:

a. Urusan Pendidikan

1) Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun 2) Program Pendidikan Menengah

3) Program Pendidikan Non Formal dan Informal

4) Program Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus 5) Program Peningkatan Manajemen Pelayanan Pendidikan 6) Program Pendidikan Tinggi

7) Program Akselerasi Pengembangan Pendidikan Terkemuka 8) Program Pendidikan Karakter Berbasis Budaya

9) Program Pengembangan Unggulan Mutu Pendidikan b. Urusan Perpustakaan

1) Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Perpustakaan 2) Program Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan 3) Program Pengembangan Budaya Baca

c. Urusan Kesehatan

1) Program Pembinaan Kesehatan Ibu

2) Program Pembinaan Kesehatan Anak dan Remaja

3) Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 4) Program Perbaikan Gizi Masyarakat

5) Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit 6) Program Pembinaan Kesehatan Lansia

7) Program Pengembangan Lingkungan Sehat 8) Program Pembinaan Kesehatan Bayi dan Balita

9) Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan pada BLUD Bapel Jamkesos

10) Program Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan d. Urusan Keluarga Berencana

1) Program Kesehatan Reproduksi Remaja

e. Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 1) Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan anak 2) Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam

Pembangunan

3) Program Peningkatan Partisipasi Ekonomi Perempuan 4) Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender f. Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

1) Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan g. Urusan Tenaga Kerja

1) Program Peningkatan Kualitas Dan Produktivitas Tenaga Kerja 2) Program Peningkatan Kesempatan Kerja

h. Urusan Kebudayaan

1) Program Pengembangan Nilai Budaya 2) Program Pengelolaan Kekayaan Budaya 3) Program Pengelolaan Keragaman Budaya

4) Program Pengembangan Kerjasama Pengelolaan Kekayaan Budaya 5) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebudayaan

2. Program untuk mencapai Misi Kedua: Menguatkan perekonomian daerah yang didukung dengan semangat kerakyatan, inovatif dan kreatif, adalah sebagai berikut:

a. Urusan Pariwisata

1) Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata 2) Program Pengembangan Destinasi Pariwisata 3) Program Pengembangan Kemitraan Pariwisata 4) Program Pengembangan Desa Wisata

b. Urusan Penanaman Modal

1) Program Peningkatan Promosi, Kerjasama dan Pemerataan Investasi

2) Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi c. Urusan Ketahanan Pangan

2) Program Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan 3) Program Peningkatan Penanganan Daerah Rawan Pangan d. Urusan Pertanian

1) Program Peningkatan Produksi Pertanian Tanaman Pangan 2) Program Peningkatan Produksi Pertanian Hortikultura 3) Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan

4) Program Peningkatan Kualitas SDM dan Kelembagaan Petani 5) Program Peningkatan Produksi Perkebunan

6) Program Pengembangan Agribisnis Perkebunan e. Urusan Kehutanan

1) Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan 2) Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan

f. Urusan Kelautan dan Perikanan

1) Program Pengembangan Budidaya Perikanan 2) Program Pengembangan Perikanan Tangkap

3) Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan

4) Program Peningkatan Kualitas SDM dan Kelembagaan Perikanan dan Kelautan

g. Urusan Perindustrian

1) Program Pengembangan Industri Kreatif 2) Program Pengembangan IKM

3) Program Penciptaan Iklim UKM yang Kondusif

4) Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UKM

3. Program untuk mencapai Misi Ketiga: Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, adalah sebagai berikut:

Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian

1) Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Daerah

2) Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH

4. Program untuk mencapai Misi Keempat: Memantapkan prasarana dan sarana daerah, adalah sebagai berikut:

a. Urusan Perhubungan

1) Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan 2) Program Peningkatan Pelayanan Angkutan

4) Program Pengembangan Transportasi Berbasis Keistimewaan b. Urusan Tata Ruang

1) Program Pemanfaatan Ruang

2) Program Penataan Ruang Keistimewaan DIY c. Urusan Energi dan Sumberdaya Mineral

1) Program Pembinaan, Pengawasan dan Pengembangan Ketenagalistrikan

d. Urusan Lingkungan Hidup

1) Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup

e. Urusan Pekerjaan Umum

1) Program Peningkatan Jalan dan Jembatan 2) Program Pengadaan Tanah untuk Infrastruktur

3) Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa, dan Jaringan Pengairan Lainnya

4) Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku 5) Program Pengembangan Pengelolaan Air Minum

6) Program Pengembangan, Pengelolaan, dan Konservasi Sungai, Danau, dan Sumber Daya Air Lainnya

7) Program Pengembangan Pengelolaan Air Limbah 8) Program Pengelolaan Persampahan

9) Program Pengembangan Kawasan Perkotaan 10) Program Pengembangan Kawasan Perdesaan

11) Program Penataan Kawasan Budaya Pendukung Keistimewaan f. Urusan Perumahan

1) Program Pengembangan Perumahan 2) Program Pengurangan Kawasan Kumuh

2.3.4 Indikator

Penetapan indikator kinerja daerah bertujuan untuk memberi gambaran tentang ukuran keberhasilan pencapaian visi dan misi Gubernur dari sisi keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya dalam memenuhi kinerja pada aspek kesejahteraan, layanan, dan daya saing. Pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan merupakan keberhasilan dari tujuan dan sasaran pembangunan daerah yang telah direncanakan. Indikator kinerja tersebut meliputi Indikator Kinerja Utama (IKU) Gubernur dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), secara rinci sebagai berikut:

Tabel 2.1 Indikator Kinerja Utama (IKU) Gubernur

No Indikator Sasaran 2013

1. Derajat partisipasi masyarakat dalam pengembangan dan pelestarian Budaya.

30 %

2. Angka Melek huruf. 91,99

3. Rata-rata lama sekolah. 9,6

4. Persentase satuan pendidikan yang menerapkan model pendidikan berbasis budaya.

0%

5. Angka Harapan Hidup. 73,37

6. Pendapatan perkapita pertahun (ADHK). 7,0 jt

7. Indek Ketimpangan Antar Wilayah. 0,4530

8. Indeks Ketimpangan Pendapatan. 0,2980

9. Jumlah wisatawan nusantara. 2.113.314

Jumlah wisatawan mancanegara. 212.518

10. Lama tinggal wisatawan nusantara. 2,00 hari

Lama tinggal wisatawan mancanegara. 2,15 hari

11. Nilai Akuntabilitas Kinerja Pemerintah. B

12. Opini pemeriksaan BPK. WTP

13. Load factor angkutan perkotaan meningkat. 34,57%

14. Persentase Peningkatan Kualitas Lingkungan. 3,14%

15. Kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap RTRW Kab/Kota dan RTRW Provinsi meningkat.

50%

Sumber : Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Tahun 2013

Tabel 2.2 Indikator Kinerja Utama (IKU) SKPD DIY

No Indikator Sasaran Satuan 2013 SKPD

1 Persentase Kinerja Pemerataan dan Perluasan Pendidikan Menengah

% 78,79 DIKPORA

2 Persentase Peningkatan

Layanan Pendidikan Non

Formal dan Informal

Orang 6.000 DIKPORA

3 Persentase Kinerja Pemerataan dan Perluasan Pendidikan Dasar

% 84,08 DIKPORA

4 Cakupan Peningkatan Prestasi Cabang Olahraga

medali 22 DIKPORA

5 Jumlah Sentra Pemberdayaan Pemuda

sentra 10 DIKPORA

6 Persentase Kinerja

Peningkatan Mutu Pendidikan

% 74,24 DIKPORA

7 Rata-rata lama sekolah tahun 9,6 DIKPORA

8 Persentase pelayanan

kesehatan yang bermutu

% 48,2 DINKES

No Indikator Sasaran Satuan 2013 SKPD

ber Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)

10 Prosentase gangguan jiwa berat yang ditangani di RS Jiwa Grhasia DIY

% 46,81 RSJ GRHASIA

11 Persentase Kesesuaian

Pemanfaatan terhadap RTR kab/kota dan RTR Provinsi

% 50 PUESDM

12 Penambahan Penyediaan air baku

L/detik 700 PUESDM

13 Persentase Penduduk Berakses Air Minum dan Sanitasi

% 73,87 PUESDM

14 Persentase penyediaan

aksesibilitas dalam kondisi mantap

% 72,04 PUESDM

15 Rasio elektrifikasi % 77,40 PUESDM

16 Persentase kesenjangan

pencapaian sasaran rencana

jangka menengah dengan

realisasi tahunan

% 24,16 BAPPEDA

17 Persentase capaian sasaran tahunan terhadap target sasaran RPJMD

% 74 BAPPEDA

18 Load factor Penumpang

Angkutan Umum Perkotaan Yogyakarta

% 30 DISHUBKOMI

NFO 19 Peningkatan layanan unggulan

DGS per urusan (urusan/bidang) Urusan 10 DISHUBKOMI NFO 20 Persentase Peningkatan Kualitas Lingkungan. % 100 BLH 21 Persentase partisipasi

perempuan di ranah publik

% 50,045 BPPM

22 Persentase cakupan

penanganan kekerasan

terhadap perempuan dan anak

% 0,045 BPPM

23 Persentase lembaga bina

keluarga berkategori percontohan % 21,47 BPPM 24 Persentase lembaga pemberdayaan masyarakat berprestasi % 26,76 BPPM 25 Prosentase Penyandang

Masalah Kesejahteraan Sosial

(PMKS) yang mengalami

peningkatan kualitas hidup,

kemandirian dan

No Indikator Sasaran Satuan 2013 SKPD

keberfungsian sosial.

26 Prosentase kenaikan cakupan

dan kualitas pelayanan

kesejahteraan sosial yang diselenggarakan oleh tenaga kesejahteraan sosial dan lembaga kesejahteraan sosial

% 71,9 DINSOS

27 Prosentase pencari kerja terdaftar yang ditempatkan

% 50 DISNAKER

28 Prosentase tenaga kerja terlatih yang mandiri dalam berwirausaha % 30 DISNAKER 29 Prosentase besaran penyelesaian kasus perselisihan hubungan industrial % n/a DISNAKER 30 Prosentase pemeriksaan ke perusahaan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan dan pengujian lingkungan kerja

% n/a DISNAKER

31 Jumlah Koperasi Aktif Unit 2.174 PERINDAGKO

P

32 Nilai Ekspor Milyar 196,25 PERINDAGKO

P

33 Nilai Produksi IKM ribu rupiah 3.244.014.

113

PERINDAGKO P

34 Nilai Investasi Rupiah 7.809.763.

000.000

BKPM

35 Persentase kesepakatan

kerjasama yang ditindaklanjuti ke dalam perjanjian kerjasama

% 55 BKPM

36 Persentase peningkatan jumlah Desa Budaya berpredikat maju

% 27,91 DISBUD

37 Persentase Organisasi Budaya berkategori Maju

% 0,74 DISBUD

38 Persentase peningkatan jumlah Benda Cagar Budaya tidak bergerak yang tertangani

% 44,49 DISBUD

39 Prosentase penurunan konflik % 33 BAKESBANG

LINMAS 40 Kasus ancaman kekerasan

atau penggunaan kekerasan

oleh masyarakat yang

menghambat kebebasan

berkumpul dan berserikat

kasus 5 BAKESBANG

No Indikator Sasaran Satuan 2013 SKPD

41 Persentase Desa Tangguh Bencana di Kawasan Rawan Bencana

% 34 BPBD

42 Persentase Sekolah Siaga Bencana

% 3 BPBD

43 Persentase Regulasi PB % 37 BPBD

44 Peningkatan Kepatuhan

terhadap Perda dan Peraturan Kepala Daerah

Kasus 300 SATPOL PP

45 Persentase Penyimpangan Penggunaan Aset Pemda

% 30 SATPOL PP

46 Persentase penduduk yang ber-KTP (NIK)

% 86 BIRO TAPEM

47 Jumlah Bidang SG, PAG dan TKD yang memiliki kepastian hukum Bidang 8.805 bidang BIRO TAPEM 48 Persentase TKD yang terselesaikan perijinan pemanfaatannya % 100 BIRO TAPEM

49 Persentase Rumusan Bahan

Kebijakan yang menjadi

Kebijakan

% 100 BIRO TAPEM

50 Persentase Pergub tindak lanjut Perda

% 61.5 BIRO HUKUM

51 Persentase

kesesuaian/keselarasan produk

hukum Kabupaten/Kota

dengan Peraturan Perundang- Undangan yang lebih tinggi

% 100 BIRO HUKUM

52 Persentase Produk Hukum Daerah yang dapat diakses masyarakat

% 90 BIRO HUKUM

53 Persentase Rumusan Bahan

Kebijakan yang menjadi

Kebijakan

% 23,4 BIRO KESRA

54 Persentase Rumusan Bahan

Kebijakan yang menjadi

Kebijakan

% 23,4 BIRO

PERKONOMIA N 55 Persentase Rumusan Bahan

Kebijakan yang menjadi

Kebijakan

% 8,71 BIRO ADPEM

56 Persentase kelembagaan yang efektif dan efisien

% 75 BIRO

ORGANISASI 57 Persentase peningkatan skor

IKM (Indeks Kepuasan

Masyarakat) pada unit

pelayanan publik

% 80 BIRO

No Indikator Sasaran Satuan 2013 SKPD

58 Persentase proses pelaksanaan penataan kawasan Komplek Kepatihan

% 1 BIRO UHP

59 Persentase sandiman yang memiliki kompetensi profesi dari sandi negara

% 20 BIRO UHP

60 Persentase SKPD terlayani tata kearsipan berbasis TI

% 80 BIRO UHP

61 Persentase prolegda yang terselesaikan

% 93 SEKWAN

DPRD 62 Persentase aset daerah yang

dapat dimanfaatkan

% 100 DPPKA

63 Persentase kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah

% 100 DPPKA

64 Persentase deviden BUMD

terhadap jumlah total

penyertaan modal BUMD

% 100 DPPKA

65 Opini pemeriksaan BPK.

(WTP=1; WDP=2;

Disclaimer=3)

% 100 DPPKA

66 Persentase peserta diklat yang

lulus dengan predikat

memuaskan per tahun

% 5 BANDIKLAT

67 Prestasi peserta diklat pasca diklat

% 70 BANDIKLAT

68 Nilai Akreditasi Badan Diklat % 5 BANDIKLAT

69 Peningkatan Nilai LAKIP SKPD

SKPD 14 INSPEKTORA

T 70 Penurunan persentase SKPD

dengan temuan penyimpangan keuangan

% 67 INSPEKTORA

T 71 Penurunan persentase SKPD

dengan temuan penyimpangan Aset

% 53 INSPEKTORA

T 72 Persentase penyelesaian tindak

lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan (internal dan eksternal)

% 86 INSPEKTORA

T

73 Persentase Ketepatan waktu penyelesaian dan kebenaran pembuatan SK kepegawaian

% 98.43 BKD

74 Persentase Kesesuaian

Penempatan PNS dalam

Jabatan sesuai Kompotensi dan Kualifikasi

No Indikator Sasaran Satuan 2013 SKPD

75 Skor Pola Pangan Harapan (PPH )

% 80.2 BKPP

76 Persentase arsip yang

dimanfaatkan

% 10 BPAD

77 Persentase Jumlah pemustaka

yang berkunjung ke

perpustakaan

% 16 BPAD

78 Jumlah produksi tanaman pangan

ton 2.287.400 PERTANIAN

79 Jumlah produksi hortikultura ton 379.400 PERTANIAN

80 Jumlah populasi ternak

(ekor/animal unit)

(ekor/anim al unit)

644.257 PERTANIAN

81 Persentase peningkatan NTP sektor pertanian tanaman

pangan, hortikultura,

peternakan

% 1,7 PERTANIAN

82 Persentase Luas Hutan % 27,34 DISHUTBUN

83 NTP sektor perkebunan % 123,84 DISHUTBUN

84 Peningkatan produksi

perkebunan

ton 84.600 DISHUTBUN

85 Peningkatan produksi Hasil Hutan

% 3,52 DISHUTBUN

86 Jumlah Kunjungan Wisatawan di Daerah Tujuan Wisata (DTW)

Orang 12.691.967 DISPAR

87 Jumlah Wisatawan Nusantara Orang 2.113.314 DISPAR

88 Jumlah Wisatawan

Mancanegara

Orang 212.518 DISPAR

89 Lama Tinggal Wisatawan Nusantara

Hari 2 DISPAR

90 Lama Tinggal Wisatawan Mancanegara

Hari 2,15 DISPAR

91 Peningkatan produksi

perikanan budidaya

ton 56.200 DISLAUTKAN

92 Angka ketersediaan ikan perkapita Kg/kapita/t ahun 14,18 DISLAUTKAN 93 Peningkatan produksi perikanan tangkap ton 5900 DISLAUTKAN

94 NTP sektor Perikanan % 114,92 DISLAUTKAN

2.4

TEMA

DAN

PRIORITAS

PEMBANGUNAN

Dalam dokumen LKPJ 2013 DIY (Halaman 68-79)