PROGRAM DAN INDIKATOR KINERJA DALAM RPJMD 2012
2.3.2 Arah Kebijakan Daerah
1. Arah kebijakan daerah untuk mencapai Misi Pertama: Membangun peradaban berbasis nilai-nilai kemanusiaan, adalah sebagai berikut: a. Meningkatkan derajat partisipasi masyarakat dalam pengembangan dan
pelestarian budaya dari 30% menjadi 70%.
b. Meningkatkan Angka Melek Huruf dari 91,49% menjadi 95%.
c. Meningkatkan Rata-rata Lama Sekolah dari 9,2 menjadi 12, dan peningkatan Daya Saing Pendidikan.
d. Meningkatkan persentase satuan pendidikan yang menerapkan model pendidikan berbasis budaya dari 0% menjadi 40%
e. Meningkatkan Angka Harapan Hidup dari 73,27 menjadi 74,55.
2. Arah kebijakan daerah untuk mencapai Misi Kedua: Menguatkan perekonomian daerah yang didukung dengan semangat kerakyatan, inovatif dan kreatif, adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan pendapatan perkapita pertahun dari Rp. 6,8 juta menjadi Rp. 8,5 juta.
b. Meningkatkan pemerataan pembangunan yang ditandai dengan menurunnya Indeks Ketimpangan Antar Wilayah dari 0,4574 menjadi 0,4481.
c. Mengurangi kesenjangan pendapatan perkapita mayarakat yang ditandai dengan menurunnya Indeks Ketimpangan Pendapatan dari 0,3022 menjadi 0,2878.
d. Melestarikan budaya DIY sebagai benteng ketahanan budaya yang mampu menumbuh kembangkan kemandirian, keamanan dan kenyamanan yang turut berdampak pada peningkatan jumlah wisatawan nusantara dari 2.013.314 menjadi 2.437.614 dan jumlah wisatawan mancanegara dari 202.518 menjadi 245.198.
e. Melestarikan budaya DIY sebagai benteng ketahanan budaya yang mampu menumbuh kembangkan kemandirian, keamanan dan kenyamanan yang turut berdampak pada peningkatan lama tinggal wisatawan nusantara dari 1,9 hari menjadi 2,6 hari dan lama tinggal wisatawan mancanegara dari 2,04 hari menjadi 2,69 hari.
3. Arah kebijakan daerah untuk mencapai Misi Ketiga: Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan Nilai Akuntabilitas Kinerja Pemerintah dari B menjadi A. b. Mempertahankan Opini Pemeriksaan BPK yaitu Wajar Tanpa
4. Arah kebijakan daerah untuk mencapai Misi Keempat: Memantapkan prasarana dan sarana daerah, adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan Penataan Sistem Transportasi DIY yang difokuskan pada pengurangan kemacetan di perkotaan melalui penataan manajemen dan rekayasa lalu lintas guna mencapai load factor angkutan perkotaan dari 32,57% menjadi 42,57% dan peningkatan akses di pedesaan.
b. Meningkatkan Persentase Kualitas Lingkungan dari 2% menjadi 15,72%.
c. Meningkatkan kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap RTRW Kabupaten/Kota dan RTRW Provinsi dari 45% menjadi 90%.
2.3.3 Program
Untuk mewujudkan capaian keberhasilan misi pembangunan, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta telah menetapkan program pembangunan menurut urusan, yatu:
1. Program untuk mencapai Misi Pertama: Membangun peradaban berbasis nilai-nilai kemanusiaan, adalah sebagai berikut:
a. Urusan Pendidikan
1) Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun 2) Program Pendidikan Menengah
3) Program Pendidikan Non Formal dan Informal
4) Program Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus 5) Program Peningkatan Manajemen Pelayanan Pendidikan 6) Program Pendidikan Tinggi
7) Program Akselerasi Pengembangan Pendidikan Terkemuka 8) Program Pendidikan Karakter Berbasis Budaya
9) Program Pengembangan Unggulan Mutu Pendidikan b. Urusan Perpustakaan
1) Program Pengembangan Sarana dan Prasarana Perpustakaan 2) Program Pengembangan dan Pembinaan Perpustakaan 3) Program Pengembangan Budaya Baca
c. Urusan Kesehatan
1) Program Pembinaan Kesehatan Ibu
2) Program Pembinaan Kesehatan Anak dan Remaja
3) Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat 4) Program Perbaikan Gizi Masyarakat
5) Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit 6) Program Pembinaan Kesehatan Lansia
7) Program Pengembangan Lingkungan Sehat 8) Program Pembinaan Kesehatan Bayi dan Balita
9) Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan pada BLUD Bapel Jamkesos
10) Program Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan d. Urusan Keluarga Berencana
1) Program Kesehatan Reproduksi Remaja
e. Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 1) Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan anak 2) Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender dalam
Pembangunan
3) Program Peningkatan Partisipasi Ekonomi Perempuan 4) Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender f. Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
1) Program Pengembangan Lembaga Ekonomi Pedesaan g. Urusan Tenaga Kerja
1) Program Peningkatan Kualitas Dan Produktivitas Tenaga Kerja 2) Program Peningkatan Kesempatan Kerja
h. Urusan Kebudayaan
1) Program Pengembangan Nilai Budaya 2) Program Pengelolaan Kekayaan Budaya 3) Program Pengelolaan Keragaman Budaya
4) Program Pengembangan Kerjasama Pengelolaan Kekayaan Budaya 5) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebudayaan
2. Program untuk mencapai Misi Kedua: Menguatkan perekonomian daerah yang didukung dengan semangat kerakyatan, inovatif dan kreatif, adalah sebagai berikut:
a. Urusan Pariwisata
1) Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata 2) Program Pengembangan Destinasi Pariwisata 3) Program Pengembangan Kemitraan Pariwisata 4) Program Pengembangan Desa Wisata
b. Urusan Penanaman Modal
1) Program Peningkatan Promosi, Kerjasama dan Pemerataan Investasi
2) Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi c. Urusan Ketahanan Pangan
2) Program Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan 3) Program Peningkatan Penanganan Daerah Rawan Pangan d. Urusan Pertanian
1) Program Peningkatan Produksi Pertanian Tanaman Pangan 2) Program Peningkatan Produksi Pertanian Hortikultura 3) Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan
4) Program Peningkatan Kualitas SDM dan Kelembagaan Petani 5) Program Peningkatan Produksi Perkebunan
6) Program Pengembangan Agribisnis Perkebunan e. Urusan Kehutanan
1) Program Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Hutan 2) Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan
f. Urusan Kelautan dan Perikanan
1) Program Pengembangan Budidaya Perikanan 2) Program Pengembangan Perikanan Tangkap
3) Program Optimalisasi Pengelolaan dan Pemasaran Produksi Perikanan
4) Program Peningkatan Kualitas SDM dan Kelembagaan Perikanan dan Kelautan
g. Urusan Perindustrian
1) Program Pengembangan Industri Kreatif 2) Program Pengembangan IKM
3) Program Penciptaan Iklim UKM yang Kondusif
4) Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UKM
3. Program untuk mencapai Misi Ketiga: Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, adalah sebagai berikut:
Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian
1) Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Daerah
2) Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH
4. Program untuk mencapai Misi Keempat: Memantapkan prasarana dan sarana daerah, adalah sebagai berikut:
a. Urusan Perhubungan
1) Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan 2) Program Peningkatan Pelayanan Angkutan
4) Program Pengembangan Transportasi Berbasis Keistimewaan b. Urusan Tata Ruang
1) Program Pemanfaatan Ruang
2) Program Penataan Ruang Keistimewaan DIY c. Urusan Energi dan Sumberdaya Mineral
1) Program Pembinaan, Pengawasan dan Pengembangan Ketenagalistrikan
d. Urusan Lingkungan Hidup
1) Program Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup
e. Urusan Pekerjaan Umum
1) Program Peningkatan Jalan dan Jembatan 2) Program Pengadaan Tanah untuk Infrastruktur
3) Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa, dan Jaringan Pengairan Lainnya
4) Program Penyediaan dan Pengelolaan Air Baku 5) Program Pengembangan Pengelolaan Air Minum
6) Program Pengembangan, Pengelolaan, dan Konservasi Sungai, Danau, dan Sumber Daya Air Lainnya
7) Program Pengembangan Pengelolaan Air Limbah 8) Program Pengelolaan Persampahan
9) Program Pengembangan Kawasan Perkotaan 10) Program Pengembangan Kawasan Perdesaan
11) Program Penataan Kawasan Budaya Pendukung Keistimewaan f. Urusan Perumahan
1) Program Pengembangan Perumahan 2) Program Pengurangan Kawasan Kumuh
2.3.4 Indikator
Penetapan indikator kinerja daerah bertujuan untuk memberi gambaran tentang ukuran keberhasilan pencapaian visi dan misi Gubernur dari sisi keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya dalam memenuhi kinerja pada aspek kesejahteraan, layanan, dan daya saing. Pencapaian indikator kinerja yang telah ditetapkan merupakan keberhasilan dari tujuan dan sasaran pembangunan daerah yang telah direncanakan. Indikator kinerja tersebut meliputi Indikator Kinerja Utama (IKU) Gubernur dan Indikator Kinerja Utama (IKU) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), secara rinci sebagai berikut:
Tabel 2.1 Indikator Kinerja Utama (IKU) Gubernur
No Indikator Sasaran 2013
1. Derajat partisipasi masyarakat dalam pengembangan dan pelestarian Budaya.
30 %
2. Angka Melek huruf. 91,99
3. Rata-rata lama sekolah. 9,6
4. Persentase satuan pendidikan yang menerapkan model pendidikan berbasis budaya.
0%
5. Angka Harapan Hidup. 73,37
6. Pendapatan perkapita pertahun (ADHK). 7,0 jt
7. Indek Ketimpangan Antar Wilayah. 0,4530
8. Indeks Ketimpangan Pendapatan. 0,2980
9. Jumlah wisatawan nusantara. 2.113.314
Jumlah wisatawan mancanegara. 212.518
10. Lama tinggal wisatawan nusantara. 2,00 hari
Lama tinggal wisatawan mancanegara. 2,15 hari
11. Nilai Akuntabilitas Kinerja Pemerintah. B
12. Opini pemeriksaan BPK. WTP
13. Load factor angkutan perkotaan meningkat. 34,57%
14. Persentase Peningkatan Kualitas Lingkungan. 3,14%
15. Kesesuaian pemanfaatan ruang terhadap RTRW Kab/Kota dan RTRW Provinsi meningkat.
50%
Sumber : Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta, Tahun 2013
Tabel 2.2 Indikator Kinerja Utama (IKU) SKPD DIY
No Indikator Sasaran Satuan 2013 SKPD
1 Persentase Kinerja Pemerataan dan Perluasan Pendidikan Menengah
% 78,79 DIKPORA
2 Persentase Peningkatan
Layanan Pendidikan Non
Formal dan Informal
Orang 6.000 DIKPORA
3 Persentase Kinerja Pemerataan dan Perluasan Pendidikan Dasar
% 84,08 DIKPORA
4 Cakupan Peningkatan Prestasi Cabang Olahraga
medali 22 DIKPORA
5 Jumlah Sentra Pemberdayaan Pemuda
sentra 10 DIKPORA
6 Persentase Kinerja
Peningkatan Mutu Pendidikan
% 74,24 DIKPORA
7 Rata-rata lama sekolah tahun 9,6 DIKPORA
8 Persentase pelayanan
kesehatan yang bermutu
% 48,2 DINKES
No Indikator Sasaran Satuan 2013 SKPD
ber Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
10 Prosentase gangguan jiwa berat yang ditangani di RS Jiwa Grhasia DIY
% 46,81 RSJ GRHASIA
11 Persentase Kesesuaian
Pemanfaatan terhadap RTR kab/kota dan RTR Provinsi
% 50 PUESDM
12 Penambahan Penyediaan air baku
L/detik 700 PUESDM
13 Persentase Penduduk Berakses Air Minum dan Sanitasi
% 73,87 PUESDM
14 Persentase penyediaan
aksesibilitas dalam kondisi mantap
% 72,04 PUESDM
15 Rasio elektrifikasi % 77,40 PUESDM
16 Persentase kesenjangan
pencapaian sasaran rencana
jangka menengah dengan
realisasi tahunan
% 24,16 BAPPEDA
17 Persentase capaian sasaran tahunan terhadap target sasaran RPJMD
% 74 BAPPEDA
18 Load factor Penumpang
Angkutan Umum Perkotaan Yogyakarta
% 30 DISHUBKOMI
NFO 19 Peningkatan layanan unggulan
DGS per urusan (urusan/bidang) Urusan 10 DISHUBKOMI NFO 20 Persentase Peningkatan Kualitas Lingkungan. % 100 BLH 21 Persentase partisipasi
perempuan di ranah publik
% 50,045 BPPM
22 Persentase cakupan
penanganan kekerasan
terhadap perempuan dan anak
% 0,045 BPPM
23 Persentase lembaga bina
keluarga berkategori percontohan % 21,47 BPPM 24 Persentase lembaga pemberdayaan masyarakat berprestasi % 26,76 BPPM 25 Prosentase Penyandang
Masalah Kesejahteraan Sosial
(PMKS) yang mengalami
peningkatan kualitas hidup,
kemandirian dan
No Indikator Sasaran Satuan 2013 SKPD
keberfungsian sosial.
26 Prosentase kenaikan cakupan
dan kualitas pelayanan
kesejahteraan sosial yang diselenggarakan oleh tenaga kesejahteraan sosial dan lembaga kesejahteraan sosial
% 71,9 DINSOS
27 Prosentase pencari kerja terdaftar yang ditempatkan
% 50 DISNAKER
28 Prosentase tenaga kerja terlatih yang mandiri dalam berwirausaha % 30 DISNAKER 29 Prosentase besaran penyelesaian kasus perselisihan hubungan industrial % n/a DISNAKER 30 Prosentase pemeriksaan ke perusahaan oleh pegawai pengawas ketenagakerjaan dan pengujian lingkungan kerja
% n/a DISNAKER
31 Jumlah Koperasi Aktif Unit 2.174 PERINDAGKO
P
32 Nilai Ekspor Milyar 196,25 PERINDAGKO
P
33 Nilai Produksi IKM ribu rupiah 3.244.014.
113
PERINDAGKO P
34 Nilai Investasi Rupiah 7.809.763.
000.000
BKPM
35 Persentase kesepakatan
kerjasama yang ditindaklanjuti ke dalam perjanjian kerjasama
% 55 BKPM
36 Persentase peningkatan jumlah Desa Budaya berpredikat maju
% 27,91 DISBUD
37 Persentase Organisasi Budaya berkategori Maju
% 0,74 DISBUD
38 Persentase peningkatan jumlah Benda Cagar Budaya tidak bergerak yang tertangani
% 44,49 DISBUD
39 Prosentase penurunan konflik % 33 BAKESBANG
LINMAS 40 Kasus ancaman kekerasan
atau penggunaan kekerasan
oleh masyarakat yang
menghambat kebebasan
berkumpul dan berserikat
kasus 5 BAKESBANG
No Indikator Sasaran Satuan 2013 SKPD
41 Persentase Desa Tangguh Bencana di Kawasan Rawan Bencana
% 34 BPBD
42 Persentase Sekolah Siaga Bencana
% 3 BPBD
43 Persentase Regulasi PB % 37 BPBD
44 Peningkatan Kepatuhan
terhadap Perda dan Peraturan Kepala Daerah
Kasus 300 SATPOL PP
45 Persentase Penyimpangan Penggunaan Aset Pemda
% 30 SATPOL PP
46 Persentase penduduk yang ber-KTP (NIK)
% 86 BIRO TAPEM
47 Jumlah Bidang SG, PAG dan TKD yang memiliki kepastian hukum Bidang 8.805 bidang BIRO TAPEM 48 Persentase TKD yang terselesaikan perijinan pemanfaatannya % 100 BIRO TAPEM
49 Persentase Rumusan Bahan
Kebijakan yang menjadi
Kebijakan
% 100 BIRO TAPEM
50 Persentase Pergub tindak lanjut Perda
% 61.5 BIRO HUKUM
51 Persentase
kesesuaian/keselarasan produk
hukum Kabupaten/Kota
dengan Peraturan Perundang- Undangan yang lebih tinggi
% 100 BIRO HUKUM
52 Persentase Produk Hukum Daerah yang dapat diakses masyarakat
% 90 BIRO HUKUM
53 Persentase Rumusan Bahan
Kebijakan yang menjadi
Kebijakan
% 23,4 BIRO KESRA
54 Persentase Rumusan Bahan
Kebijakan yang menjadi
Kebijakan
% 23,4 BIRO
PERKONOMIA N 55 Persentase Rumusan Bahan
Kebijakan yang menjadi
Kebijakan
% 8,71 BIRO ADPEM
56 Persentase kelembagaan yang efektif dan efisien
% 75 BIRO
ORGANISASI 57 Persentase peningkatan skor
IKM (Indeks Kepuasan
Masyarakat) pada unit
pelayanan publik
% 80 BIRO
No Indikator Sasaran Satuan 2013 SKPD
58 Persentase proses pelaksanaan penataan kawasan Komplek Kepatihan
% 1 BIRO UHP
59 Persentase sandiman yang memiliki kompetensi profesi dari sandi negara
% 20 BIRO UHP
60 Persentase SKPD terlayani tata kearsipan berbasis TI
% 80 BIRO UHP
61 Persentase prolegda yang terselesaikan
% 93 SEKWAN
DPRD 62 Persentase aset daerah yang
dapat dimanfaatkan
% 100 DPPKA
63 Persentase kontribusi PAD terhadap pendapatan daerah
% 100 DPPKA
64 Persentase deviden BUMD
terhadap jumlah total
penyertaan modal BUMD
% 100 DPPKA
65 Opini pemeriksaan BPK.
(WTP=1; WDP=2;
Disclaimer=3)
% 100 DPPKA
66 Persentase peserta diklat yang
lulus dengan predikat
memuaskan per tahun
% 5 BANDIKLAT
67 Prestasi peserta diklat pasca diklat
% 70 BANDIKLAT
68 Nilai Akreditasi Badan Diklat % 5 BANDIKLAT
69 Peningkatan Nilai LAKIP SKPD
SKPD 14 INSPEKTORA
T 70 Penurunan persentase SKPD
dengan temuan penyimpangan keuangan
% 67 INSPEKTORA
T 71 Penurunan persentase SKPD
dengan temuan penyimpangan Aset
% 53 INSPEKTORA
T 72 Persentase penyelesaian tindak
lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan (internal dan eksternal)
% 86 INSPEKTORA
T
73 Persentase Ketepatan waktu penyelesaian dan kebenaran pembuatan SK kepegawaian
% 98.43 BKD
74 Persentase Kesesuaian
Penempatan PNS dalam
Jabatan sesuai Kompotensi dan Kualifikasi
No Indikator Sasaran Satuan 2013 SKPD
75 Skor Pola Pangan Harapan (PPH )
% 80.2 BKPP
76 Persentase arsip yang
dimanfaatkan
% 10 BPAD
77 Persentase Jumlah pemustaka
yang berkunjung ke
perpustakaan
% 16 BPAD
78 Jumlah produksi tanaman pangan
ton 2.287.400 PERTANIAN
79 Jumlah produksi hortikultura ton 379.400 PERTANIAN
80 Jumlah populasi ternak
(ekor/animal unit)
(ekor/anim al unit)
644.257 PERTANIAN
81 Persentase peningkatan NTP sektor pertanian tanaman
pangan, hortikultura,
peternakan
% 1,7 PERTANIAN
82 Persentase Luas Hutan % 27,34 DISHUTBUN
83 NTP sektor perkebunan % 123,84 DISHUTBUN
84 Peningkatan produksi
perkebunan
ton 84.600 DISHUTBUN
85 Peningkatan produksi Hasil Hutan
% 3,52 DISHUTBUN
86 Jumlah Kunjungan Wisatawan di Daerah Tujuan Wisata (DTW)
Orang 12.691.967 DISPAR
87 Jumlah Wisatawan Nusantara Orang 2.113.314 DISPAR
88 Jumlah Wisatawan
Mancanegara
Orang 212.518 DISPAR
89 Lama Tinggal Wisatawan Nusantara
Hari 2 DISPAR
90 Lama Tinggal Wisatawan Mancanegara
Hari 2,15 DISPAR
91 Peningkatan produksi
perikanan budidaya
ton 56.200 DISLAUTKAN
92 Angka ketersediaan ikan perkapita Kg/kapita/t ahun 14,18 DISLAUTKAN 93 Peningkatan produksi perikanan tangkap ton 5900 DISLAUTKAN
94 NTP sektor Perikanan % 114,92 DISLAUTKAN