• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEMA DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

Dalam dokumen LKPJ 2013 DIY (Halaman 79-85)

PROGRAM DAN INDIKATOR KINERJA DALAM RPJMD 2012

2.4 TEMA DAN PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

2.4.1 Tema Pembangunan Daerah

Tema Pembangunan Daerah Tahun 2013 ditentukan dengan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:

1. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Tahun 2005-2025. Pembangunan Daerah Tahun 2013 adalah bagian dari tahapan Lima Tahun II (2010–2014) Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi DIY Tahun 2005-2025. Penekanan pada tahapan Lima Tahun II (2010–2014) adalah pembangunan fasilitas-fasilitas pendukung utama keunggulan daerah yang memiliki daya dukung berantai positif (backward & forward effect) untuk mendorong kemajuan daerah dan melanjutkan pembangunan kompetensi SDM yang berdaya saing unggul secara lebih luas serta menggerakkan potensi ekonomi dan industri unggulan.

2. Rencana Tata Ruang dan Wilayah Provinsi (RTRWP) Tahun 2009-2029. Pembangunan Daerah Tahun 2013 adalah bagian dari periode pelaksanaan tahap I (2010-2014) Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi DIY Tahun 2009-2029, dimana dalam rangka mewujudkan pengembangan kawasan strategis Nasional dan Provinsi salah satu indikasi program utamanya adalah Rehabilitasi dan Pengembangan Kawasan Strategis Nasional dan Provinsi dari sudut Kepentingan Pertumbuhan Ekonomi dan Sosial Budaya. 3. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2009-

2013.

Pembangunan Daerah Tahun 2013 adalah tahun terakhir dari RPJMD Tahun 2009-2013 untuk mewujudkan visi Pemerintah Daerah yang katalistik dan masyarakat mandiri yang berbasis keunggulan daerah serta sumberdaya manusia yang berkualitas unggul dan beretika.

4. Dinamika dan realita kondisi umum daerah, yang didalamnya mencakup hal-hal sebagai berikut:

a. Evaluasi Pelaksanaan RKPD Tahun 2012 b. Capaian-capaian pada tahun-tahun sebelumnya

c. Isu Strategis dan masalah mendesak yang harus segera ditangani: 1) Tingginya Kemiskinan dan Pengangguran di Pedesaan dan Perkotaan 2) Kurangnya sarana prasarana pendukung keterkaitan antar wilayah 3) Belum optimalnya pengembangan potensi sumberdaya alam untuk

4) Terbatasnya kapasitas aparat pemerintah dalam tata kelola kepemerintahan yang baik

5) Tingginya ancaman bencana alam dan menurunnya daya dukung lingkungan

5. Rencana Kerja Pemerintah RI Tahun 2013 sebagai satu kesatuan rencana pembangunan nasional, dengan tiga kata kunci (key word) utama tema yaitu:

a. Daya tahan ekonomi (resilience), b. Daya saing, serta

c. Peningkatan dan perluasan kesejahteraan rakyat

Dengan mempertimbangan hal-hal di atas maka ditetapkan tema pembangunan DIY pada tahun 2013 adalah: ”Penguatan Daya Saing dan Ketahanan

Gambar 2.1 Kerangka Pikir Keselarasan Isu Strategis dengan Key Word Tema Tahun 2013

Penguatan daya saing (competitiveness) daerah dimaknai sebagai upaya mengatasi perubahan dan persaingan global dan nasional, menghasilkan produktivitas yang lebih tinggi dibanding daerah lain, membentuk/menawarkan lingkungan yang lebih produktif bagi bisnis, menarik talented people, investasi, dan mobile factors lain, serta peningkatan kinerja berkelanjutan. Daya saing perekonomian akan dihasilkan oleh produktivitas dan efisiensi. Apabila kita berbicara mengenai produktivitas, maka unsurnya yang paling pokok adalah sumber daya manusia (SDM) dan teknologi. Efisiensi menyangkut aspek kelembagaan ekonomi, terutama bekerjanya mekanisme pasar secara efektif dan sedikitnya hambatan dalam transaksi.

Kata Kunci Tema Strategi Tantangan Isu Strategis Mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi Memberdayakan masyarakat diwilayah kantong kemiskinan Mendorong sektor unggulan daerah Daya Tahan Ekonomi (Resilience) Peningkatan dan Perluasan Kesejahteraan Rakyat Daya Saing Memperbaiki Birokrasi dan tata

kelola yang baik

Membangun Penyangga terhadap Gejolak ekonomi pasca bencana Mengurangi kesenjangan antar daerah KESEJAHTERAAN 1. Kemiskinan. 2. IPM. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas tata kelola Tingginya kemiskinan

dan pengangguran dipedesaan dan

perkotaan Kurangnya sarana dan

prasarana pendukung keterkitan antar wilayah

Belum optimalnya pengembangan potensi sumberdayaalam untuk menopang ketahanan

pangan dan energi

Terbatasnya kapasitas aparat pemerintah dalam

tata kelola pemerintah yang baik

Tingginya acaman bencana alam dan menurunnya daya dukung lingkungan

2013 : GLOBAL Ketidakpastian akan

Penguatan daya tahan (resillience) ekonomi dimaknai sebagai upaya untuk menciptakan perekonomian yang tidak mudah terombang ambing oleh gejolak yang datang, baik dari dalam maupun dari luar. Penguatan daya tahan juga dimaknai sebagai usaha mengoptimalkan sumber daya lokal yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat dan organisasi masyarakat untuk menjaga momentum dan stabilitas ekonomi pada suatu wilayah dari perubahan ekonomi global (seperti kenaikan bahan bakar minyak). Perekonomian yang tidak mudah terombang ambing tersebut, ditandai oleh tiga ciri berikut. Pertama, adanya diversifikasi kegiatan ekonomi, seperti tercermin dalam keragaman sumber mata pencaharian penduduknya antara lain, sumber penerimaan daerahnya, dan sebagainya. Kedua, pelaku ekonominya mempunyai keluwesan yang tinggi

(flexibility) dalam menyesuaikan diri terhadap perkembangan lingkungan usaha

yang dapat berubah dengan cepat. Ketiga, kerangka kebijakan dan peraturan yang mendukung (conducive) terciptanya iklim usaha yang sehat.

Peningkatan Kesejahteraan Rakyat dimaknai sebagai kondisi masyarakat yang telah mencapai kemajuan dalam seluruh aspek kehidupan, baik dari aspek materi maupun spritual.

2.4.2 Prioritas Pembangunan Daerah

Untuk mendukung pelaksanaan tema pembangunan tersebut di atas, ditetapkan prioritas pembangunan DIY Tahun 2013 adalah:

1. Reformasi birokrasi dan tata kelola;

Prioritas ini ditetapkan untuk mewujudkan pemerintahan yang responsif, transparan, dan akuntabel, serta dalam rangka mendukung terlaksananya tata kelola SKPD yang lebih baik dan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian.

2. Pendidikan;

Prioritas ini ditetapkan untuk mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas melalui:

a. Peningkatan kualitas lulusan di semua jenjang dan jalur pendidikan; b. Peningkatan aksesibilitas pelayanan pendidikan terutama di kantong-

kantong kemiskinan;

c. Pengembangan pendidikan yang berbasis multikultur untuk meningkatkan wawasan, keterbukaan, dan toleransi;

d. Peningkatan budaya baca masyarakat;

e. Peningkatan kapasitas pemuda, prestasi dan sarana olah raga. 3. Kesehatan;

Prioritas ini ditetapkan dalam rangka meningkatkan: a. Kualitas dan aksesibilitas kesehatan bagi masyarakat;

b. Aksesibilitas dan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reproduksi; 4. Penanggulangan kemiskinan;

Prioritas ini ditetapkan dalam rangka menurunkan jumlah penduduk miskin terutama di daerah kantong-kantong kemiskinan dan dalam rangka meningkatkan:

a. Kualitas pengelolaan ketenagakerjaan; b. Kualitas pengelolaan ketransmigrasian; c. Kemandirian dan keberdayaan masyarakat. 5. Ketahanan pangan;

Prioritas ini ditetapkan dalam rangka mewujudkan ketersediaan dan kecukupan konsumsi pangan yang meliputi konsumsi energi dan protein untuk masyarakat.

6. Infrastruktur;

Prioritas ini ditetapkan dalam rangka mewujudkan ketersediaan infrastruktur yang memadai baik kuantitas dan kualitas, pemerataan prasarana dan sarana publik terutama di daerah kantong-kantong kemiskinan, serta dalam rangka meningkatkan kemanfaatan ruang.

7. Iklim investasi dan usaha;

Prioritas ini ditetapkan dalam rangka mewujudkan peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat, kepariwisataan yang berdaya saing tinggi, dan perekonomian daerah yang adaptif.

8. Energi;

Prioritas ini ditetapkan dalam rangka memperluas akses masyarakat terhadap energi terutama energi baru terbarukan, dan meningkatkan rasio elektrifikasi serta efisiensi konsumsi energi.

9. Lingkungan hidup dan bencana;

Prioritas ini ditetapkan dalam rangka mewujudkan pembangunan daerah yang berwawasan lingkungan, dan ketahanan masyarakat terhadap bencana.

10. Daerah tertinggal, terdepan, terluar, dan pascakonflik;

Prioritas ini ditetapkan dalam rangka meningkatkan keberpihakan pemerintah untuk mengembangkan wilayah yang relatif tertinggal di daerahnya, sehingga diharapkan wilayah-wilayah tersebut dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat dan dapat mengurangi ketertinggalan pembangunannya dengan daerah lain.

11. Kebudayaan, kreativitas, dan inovasi teknologi.

Prioritas ini ditetapkan dalam rangka mengembangkan dan melestarikan budaya lokal, kawasan budaya, dan benda cagar budaya.

Sementara prioritas pembangunan nasional yang akan mendukung pelaksanaan RKP Tahun 2012 akan bertumpu pada 11 prioritas nasional yaitu:

a. Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola; b. Pendidikan;

c. Kesehatan;

d. Penanggulangan Kemiskinan; e. Ketahanan Pangan;

f. Infrastruktur;

g. Iklim Investasi dan Usaha; h. Energi;

i. Lingkungan Hidup dan Bencana;

j. Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluas, dan Pasca Konflik;

k. Kebudayaan, Kreativitas, dan Inovasi Teknologi, serta 3 Prioritas lainnya yaitu (1) Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan; (2) Bidang Perekonomian dan; (3) Bidang Kesejahteraan Rakyat, sebagaimana tertuang di dalam RPJMN 2010-2014.

Dalam dokumen LKPJ 2013 DIY (Halaman 79-85)