NASIONAL MENURUT RTRWN
B. Arah Kebijakan Pembangunan
3.6. ARAHAN DAN KEBIJAKAN TATA RUANG KABUPATEN TANJUNG
JABUNG BARAT
Perumusan rencana struktur ruang wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dilakukan dengan memperhatikan struktur ruang yang telah ditetapkan oleh RTRW Nasional, RTRW Pulau Sumatera dan RTRW Provinsi Jambi.
Berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang; maka struktur ruang wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat terdiri dari rencana sistem pusat kegiatan dan rencana sistem jaringan prasarana wilayah.
3.6.1. Arahan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Rencana sistem pusat kegiatan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah rencana susunan kawasan sebagai pusat kegiatan di dalam wilayah kabupaten yang menunjukkan keterkaitan eksisting maupun rencana yang membentuk hirarki pelayanan dengan cakupan dan dominasi fungsi tertentu dalam wilayah kabupaten.
Pertimbangan dalam penetapan struktur ruang wilayah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah pengembangan struktur ruang yang lebih efisien melalui pembangunan prasarana transportasi ke arah sentra-sentra produksi sebagai penghasil sumberdaya alam. Disamping itu struktur ruang yang dibentuk memiliki suatu hirarkhi pusat-pusat kegiatan sesuai dengan kemampuan pelayanan suatu wilayah perkotaan dan jaringan pendukungnya dengan tetap memperhatikan aspek keseimbangan pertumbuhan wilayah dalam satuan ruang.
Hirarki dari masing-masing pusat-pusat pelayanan kegiatan dalam struktur ruang di Kabupaten Tanjung Jabung Barat diwujudkan dalam 3 (tiga) hirarkhi pusat pelayanan yaitu;
1. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) merupakan kawasan perkotaan dengan fungsi sebagai pusat pertumbuhan utama dengan orientasi kegiatan berupa pemerintahan, perdagangan, transportasi dan pelayanan masyarakat serta sebagai pintu gerbang
perdagangan ke luar wilayah Kabupaten dengan kelengkapan sarana dan tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi. Pusat Kegiatan Wilayah di Perkotaan Kuala Tungkal sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Kabupaten Tanjung Jabung Barat berfungsi sebagai pusat pemerintahan skala kabupaten, perdagangan dan jasa skala regional, pusat kesehatan, pusat pemerintahan skala kabupaten, pusat rekreasi, olahraga dan wisata, pusat pendidikan, pusat industi pengolahan perikanan, pusat peribadatan, dan simpul pelayanan transportasi.
2. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) yaitu kota-kota yang berfungsi sebagai pusat simpul jasa distribusi barang dalam satu wilayah kabupaten dan mempunyai potensi untuk mendorong pusat-pusat kecamatan (daerah belakangnya) atau kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai pusat kegiatan industri dan jasa yang melayani skala kabupaten/kota atau beberapa kecamatan dan/atau kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul transportasi yang melayani skala kabupaten/kota atau beberapa kecamatan. PKL di Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah:
a. Perkotaan Serdang Jaya di Kecamatan Betara yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan kecamatan, perdagangan dan jasa sub regional, pusat kesehatan, industri pengolahan, pusat pendidikan, pusat peribadatan, dan simpul transportasi;
b. Perkotaan Merlung di Kecamatan Merlung yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan kecamatan, perdagangan dan jasa sub regional, pusat
kesehatan, pusat rekreasi, olahraga dan wisata, pusat pendidikan, pusat peribadatan, dan simpul transportasi;
c. Perkotaan Tebing Tinggi di Kecamatan Tebing Tinggi yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan kecamatan, pusat industri pengolahan hasil hutan dan perkebunan, perdagangan dan jasa sub regional pelayanan transortasi;dan
3. Pusat Pelayanan Kawasan (PPK) merupakan kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai pusat kegiatan perdagangan dan jasa yang melayani skala kecamatan atau beberapa desa atau kawasan perkotaan yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul transportasi yang melayani skala kecamatan atau beberapa kecamatan. PPK di Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah :
Perkotaan Dusun Kebun yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan kecamatan, pusat pelayanan fasilitas umum skala beberapa kecamatan, perdagangan dan distribusi barang lokal, dan simpul transportasi; dan
Perkotaan Perkotaan Bram Itam kiri yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan kecamatan, pusat pelayanan fasilitas umum skala kecamatan/ beberapa desa, pasar lokal, industri kecil dan kerajinan rumah tangga.
Perkotaan Pelabuhan Dagang di Kecamatan Tungkal Ulu yang berfungsi pusat pemerintahan kecamatan, pusat pelayanan fasilitas umum skala kecamatan/ beberapa desa, perdagangan dan jasa, industri kecil dan kerajinan rumah tangga.
Perkotaan Teluk Nilau di Kecamatan Pengabuan yang berfungsi sebagai pusat pusat pemerintahan kecamatan, pusat pelayanan fasilitas umum skala kecamatan/ beberapa desa, pasar lokal, industri kecil dan kerajinan rumah tangga.
4. Pusat Pelayanan Lingkungan (PPL) merupakan kawasan permukiman yang berfungsi atau berpotensi sebagai pusat kegiatan yang melayani kegiatan skala antar desa atau kawasan permukiman yang berfungsi atau berpotensi sebagai simpul transportasi yang melayani kegiatan skala antar desa. PPL di Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah :
a. Perdesaan Senyerang di Kecamatan Senyerang berfungsi sebagai transportasi lokal, pasar lokal dan pusat pelayanan fasilitas umum skala beberapa desa;
b. Perdesaan Tungkal V di Kecamatan Seberang Kota berfungsi sebagai transportasi lokal dan pusat pelayanan fasilitas umum skala beberapa desa;
c. Perdesaan Betara Kiri di Kecamatan Kuala Betara berfungsi berfungsi sebagai pusat pelayanan fasilitas umum skala beberapa desa;
d. Perdesaan Lubuk Kambing di Kecamatan Renah Mendaluh berfungsi berfungsi transportasi lokal dan pusat pelayanan fasilitas umum skala beberapa desa; dan
e. Perdesaan Rantau Badak di Kecamatan Muara Papalik berfungsi berfungsi transportasi lokal dan pusat pelayanan fasilitas umum skala beberapa
desa dan perdagangan skala lokal dan pendidikan skala lokal.
Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Kabupaten dalam konteks perwilayahan adalah masih belum seimbang pengembangan wilayah antara barat, timur, dan tengah. Salah satu penyebabnya adalah karena masih Kabupaten Tanjung Jabung Barat Sebagai salah satu upaya untuk menyeimbangkan pengembangan masing-masing wilayah maka diperlukan penyebaran pusat secara proporsional untuk sesuai dengan hierarki pelayanannya.
Penyebaran pusat pertumbuhan tersebut dimaksudkan juga untuk membagi aktivitas wilayah sehingga tidak tertumpu hanya pada satu kawasan saja sehingga dapat menghindari atau permasalah pelik perkotaan seperti macet, kawasan kumuh, dan lainnya.
Peraturan Pemerintah Nomor 34 tahun 2006 tentang Jalan.
Ketersediaan jaringan jalan yang memadai nantinya juga akan menunjang akses Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Permasalahan tersebut terjadi salah terpusatnya pusat pelayanan wilayah di kawasan Kuala Tungkal. pusat-pusat pertumbuhan melayani kawasan-kawasan yang ada di sekitarnya.
Pembagian dan pembentukan pusat pusat pelayanan wilayah tersebut tentunya harus didukung dengan prasarana wilayah utama dan penunjang. Pusat-pusat pelayanan mulai dari PKW hingga PPL harus didukung dan dihubungkan dengan jaringan jalan sesuai dengan hierarki dan fungsinya sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah. Ketersediaan jaringan jalan yang memadai
nantinya juga akan menunjang aksesibilitas masing-masing pusat pelayanan serta menunjang upaya perwujudan Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebagai kawasan perdagangan, pertanian dan simpul transportasi regional.
Selain ketersediaan jaringan jalan berdasarkan fungsi tersebut, pusat-pusat pertumbuhan secara khusus dan wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat umumnya juga memerlukan ketersediaan sistem transportasi darat lainnya mulai dari pengembangan jaringan jalani, sistem terminal, angkutan umum, dan system perkeretaapian. Selain itu untuk menunjang upaya pengembangan wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat juga diperlukan pengembangan system prasarana energi dan kelistrikan serta telekomunikasi. Pengembangan system energi sangat diperlukan sebagai salah satu motor penggerak aktivitas penduduk baik rumah tangga maupun industri.
Keinginan untuk menjadikan Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebagai wilayah perdagangan, agribisnis dan simpul transportasi regional perlu ditunjang juga dengan pengembangan sistem jaringan sumber daya air khususnya irigasi baik primer, sekunder, maupun terseir.
Penyediaan jaringan irigasi dan sumber air baku yang memadai akan berimplikasi pada optimasi pengembangan pertanian sawah lahan basah. Rencana pengembangan kawasan industri yang mengolah bahan baku pertanian juga memerlukan sumberdaya air yang memadai sehingga nantinya kawasan industri akan berkembang dengan baik sesuai dengan harapan.
Untuk mendorong perkembangan masing-masing pusat-pusat kegiatan tersebut serta memantapkan kedudukan masing-masing sesuai dengan fungsinya maka penetapan sistem perwilayahan juga harus didukung dengan pengembangan sarana wilayah/perkotaan yang memadai serta proporsional.
Rencana sistem pusat kegiatan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah rencana susunan kawasan sebagai pusat kegiatan di dalam wilayah kabupaten yang menunjukkan keterkaitan eksisting maupun rencana yang membentuk hirarki pelayanan dengan cakupan dan dominasi fungsi tertentu dalam wilayah kabupaten.
Pertimbangan dalam penetapan struktur ruang wilayah di Kabupaten Tanjung Jabung Barat adalah pengembangan struktur ruang yang lebih efisien melalui pembangunan prasarana transportasi ke arah sentra-sentra produksi sebagai penghasil sumberdaya alam. Disamping itu struktur ruang yang dibentuk memiliki suatu hirarkhi pusat-pusat kegiatan sesuai dengan kemampuan pelayanan suatu wilayah perkotaan dan jaringan pendukungnya dengan tetap memperhatikan aspek keseimbangan pertumbuhan wilayah dalam satuan ruang.
3.6.2. Arahan Rencana Struktur Ruang Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Rencana struktur ruang disusun menurut simpul dan sentra kegiatan fungsional dari fungsi kawasan, dan dirinci menurut blok-blok perencanaan. Faktor pembentuk utama struktur ruang kawasan perencanaan dapat berupa:
struktur zona perencanaan, struktur pelayanan kegiatan dan sistem jaringan pergerakan, dan sistem utilitas.
Struktur kawasan perencanaan merupakan jenjang fungsi dan peran kawasan yang melekat pada kawasan atau yang akan dicapai dalam pengembangan kawasan tersebut. Struktur kawasan perencanaan merupakan komponen
Berdasarkan Kebijaksanaan Tata Ruang Wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Tahun 2011-2031, Kawasan Merlung merupakan Kota dengan klasifikasi kecil atau sebagai Pusat Kegiatan Lokal (PKL) didalam konstelasi wilayah Nasional, Provinsi Jambi. Dengan demikian peran yang diemban kawasan Merlung sebagai pusat pemerintahan Kecamatan Merlung juga berfungsi sebagai sub pusat kegiatan lingkungan di Provinsi Jambi.
Kawasan perkotaan Merlung di Kecamatan Merlung yang berfungsi sebagai pusat pemerintahan kecamatan, perdagangan dan jasa sub regional, pusat kesehatan, pusat rekreasi, olahraga dan wisata, pusat pendidikan, pusat peribadatan, permukiman, industry, konstelasi dan distribusi serta simpul transportasi.
Untuk itu dalam pengembangan RTBL kawasan perkotaan ini diperlukan adanya Fasilitas Pelayanan Skala Regional bagi kegiatan ekonomi dan sosial serta Pelayanan Sistim Transportasi yang dapat mendukung aksesibilitas bagi wilayah belakang serta aksesibilitas yang mendukung kegiatan keluar wilayah menuju wilayah lainnya.
Secara Garis besar peran dan fungsi Kelurahan Merlung sebagai pusat ibukota Kecamatan Merlung adalah :
1. Pusat Kegiatan Lingkungan (PKL) dalam sistem pusat pelayanan Nasional dan Provinsi Jambi
2. Pusat Pelayanan Pemerintahan Skala Kecamatan 3. Pusat Pelayanan Kegiatan Ekonomi skala regional 4. Pusat Pelayanan Fasilitas Umum dan Sosial skala
Kecamatan
5. Pusat Pelayanan Jasa Transportasi skala regional dan aksessibilitas ke pusat pertumbuhan lainnya PKN-PKW-PKL.
6. Kawasan Strategis dari sudut kepentingan ekonomi,