• Tidak ada hasil yang ditemukan

Artikel: Melengkapi dan Memberi Pengarahan Kepada Para Guru

Dalam dokumen publikasi e-binaanak (Halaman 54-59)

e-BinaAnak 367/Januari/2008: Komitmen

untuk Memperlengkapi Diri

Salam dari Redaksi

Salam kasih,

Satu bulan hampir berlalu pada tahun 2008 ini. Apakah kita telah mulai menjalankan komitmen untuk menjadi pelayan anak yang lebih berkualitas pada tahun ini? Sudah berapa pertemuan pelatihan guru-guru sekolah minggu yang diikuti? Atau sudah berapa pertemuan yang dilewatkan?

Ya, komitmen untuk menjadi lebih baik dalam pelayanan harus diikuti pula dengan komitmen memperlengkapi diri. Pelatihan-pelatihan yang diadakan di dalam gereja, baik yang bersifat formal maupun informal, sebenarnya sangat membantu kita untuk menjadi pelayan anak yang lebih lengkap dan siap.

Simaklah artikel minggu ini, di mana kita dapat melihat betapa pentingnya seorang pelayan anak memperlengkapi diri mereka dalam pelayanan. Karena pelatihan yang terus-menerus merupakan bagian dari usaha para pelayan anak memperlengkapi diri. Hal tersebut diulas dalam salah satu tips yang kami sajikan. Semua sajian ini kami harapkan tidak hanya berlalu dari Anda begitu saja, tetapi kiranya dapat semakin memacu semangat para rekan-rekan pelayan anak sekalian untuk semakin memperlengkapi diri.

Selamat melayani!

Pemimpin Redaksi e-BinaAnak, Davida Welni Dana

"Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika

lamanya." (1 Petrus 5:10)

Artikel: Melengkapi dan Memberi Pengarahan Kepada

Para Guru

Saat kebutuhan guru akan informasi dan keterampilan ditetapkan, berarti kita harus meresponi kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan strategi yang spesifik untuk

melengkapi mereka agar dapat melakukan tugasnya dengan lebih efektif. Kita sedang berbicara mengenai memperlengkapi seseorang lebih dari sekadar memberikan pelatihan, sebab orang lebih membutuhkan pelatihan pada saat mereka sedang

 

melakukan pekerjaan. Mereka membutuhkan pembekalan dan dukungan dari sumber-sumber selain strategi pelatihan. Salah satu cara terbaik untuk melengkapi seseorang dalam menyelesaikan pekerjaan adalah melalui sebuah kelas atau lokakarya.

Walaupun hal itu merupakan cara yang tepat, tetapi tidak selalu menjadi strategi yang terbaik jika digunakan dalam gereja yang memunyai sedikit jemaat, di mana potensi kehadiran peserta dalam pertemuan tersebut akan relatif sedikit.

Meskipun demikian, tetaplah memungkinkan untuk bekerja sama dengan gereja lain guna menyokong sebuah pertemuan atau lokakarya, di mana semua guru akan

diundang. Pertemuan serupa itu harus berfokus pada informasi dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan seluruh peserta tanpa menghiraukan kurikulum yang

digunakan dalam denominasi masing-masing. Misalnya, lokakarya mengenai "Seni Tanya-Jawab". Lokakarya tersebut dapat bermanfaat bagi seluruh guru, diterapkan dalam berbagai tingkat kelas, dan dalam semua gereja. Atau lokakarya untuk seluruh pengurus dapat difokuskan dalam sebuah topik "Merencanakan dan Memimpin Rapat". Keterampilan yang diperlukan dalam memimpin rapat rata-rata sama untuk setiap orang atau gereja. Dengan demikian, apa pun tugas atau fokus dari para pengurus, seorang pemimpin dapat memeroleh manfaat dengan mengembangkan beberapa keterampilan dasar, seperti mempersiapkan agenda, mendelegasikan tugas, membuat keputusan, dan berkomunikasi dengan orang lain. Berikut ini beberapa faktor yang perlu

diperhatikan ketika mempersiapkan sebuah lokakarya untuk memperlengkapi guru-guru sekolah minggu.

1. Pilihlah seorang pembicara yang menguasai dan terampil berkenaan dengan materi yang akan disampaikan. Ia juga harus seorang yang dapat secara

maksimal melibatkan peserta dalam lokarya tersebut, bukan seorang yang hanya sekadar menyampaikan materi yang telah ditentukan.

2. Promosikan lokakarya dengan informasi yang jelas dan menarik, sehingga

peserta mengetahui apa yang diharapkan dan manfaat yang akan mereka terima jika menghadiri pertemuan tersebut.

3. Buatlah target undangan yang jelas kepada orang yang sangat perlu mengikuti lokakarya tersebut.

4. Berikan kesempatan kepada para peserta untuk berinteraksi dengan peserta lainnya.

5. Rencanakan waktu bagi para peserta untuk mempraktikkan keterampilan atau mendiskusikan informasi yang menjadi fokus dalam lokakarya tersebut. 6. Persiapkan terlebih dahulu satu atau dua halaman makalah yang berisi

ringkasan butir-butir penting dari lokakarya tersebut, termasuk saran-saran "bagaimana melakukannya" atau rekomendasi sumber-sumber yang mendukung.

7. Aturlah tempat di mana lokakarya diadakan sehingga para peserta dapat merasa nyaman.

8. Jika ada meja untuk menulis, peserta akan merasa lebih nyaman dibandingkan hanya duduk di kursi tanpa meja.

Lokakarya tidak hanya memperlengkapi para guru dengan keterampilan dan informasi, tetapi juga menyediakan ketentuan yang penting mengenai pengarahan dan dukungan.

 

Paling tidak ada tiga sumber lain, selain kelas-kelas dan lokakarya, yang mungkin secara khusus tepat untuk melengkapi para guru di gereja yang jemaatnya sedikit. 1) buku-buku dan majalah-majalah, 2) teman yang berpengalaman, 3) dan pembekalan. Buku-buku dan majalah yang ditujukan kepada para guru sekolah minggu dan

pemimpin dalam pendidikan Kristen, memuat berbagai hal yang akan menolong mereka secara penuh, dan ini merupakan suatu cara untuk mendapatkan informasi yang

diperlukan. Tidak jarang terdapat banyak artikel yang sangat fokus terhadap

keterampilan tertentu. Mungkin bukan hal mudah bagi setiap guru atau sekolah minggu untuk berlangganan majalah tertentu maupun membeli buku-buku. Meskipun demikian, mungkin dapat mengajukan kepada gereja untuk menganggarkan biaya berlangganan satu atau dua majalah dan membeli dua atau tiga buku setiap tahunnya. Orang yang paling mungkin memilih majalah atau buku-buku tersebut adalah pendeta, satu atau lebih orang lain yang peduli pada kebutuhan para guru dan pemimpin, dan mereka yang tertarik untuk membaca dan membagikan informasi tentang pendidikan Kristen. Setelah membaca sumber-sumber itu setiap bulannya, mereka dapat membagikan artikel-artikel atau bab-bab yang penting kepada setiap individu yang sekiranya akan mendapatkan banyak manfaat dengan membaca buku- buku tersebut.

Ada saat-saat di mana teman yang berpengalaman dapat menjadi sumber yang sangat berharga untuk memperlengkapi guru-guru yang belum berpengalaman. Teman-teman tersebut mungkin anggota dari gereja yang sama atau yang berbeda. Beberapa orang yang sepakat untuk melayani sebagai guru sekolah minggu harus mengenal dengan baik guru-guru lain yang sudah terlebih dahulu melakukan tugas yang sama dengan mereka. Pendeta pun dapat mendorong beberapa orang agar menghubungi teman mereka untuk meminta bimbingan dan dukungan saat mereka mulai melakukan pelayanan di posisi yang baru. Bahkan ada saat-saat yang tepat bagi pendeta untuk melayani sebagai "matchmaker" (comblang) yang menyatukan dua orang sebagai rekan pelayanan, di mana yang satu lebih berpengalaman untuk mendukung mereka yang belum berpengalaman.

Saya teringat akan dua situasi di mana strategi seperti di atas berhasil dengan baik. di sebuah gereja, pemimpin sekolah minggu yang baru memiliki seorang teman yang telah melayani selama beberapa tahun sebagai pemimpin di sekolah minggu yang lain.

Sebelum dia menerima posisi itu, dia menghubungi temannya untuk belajar beberapa tanggung jawab sebagai seorang pemimpin sekolah minggu. Saat dia memulai

tugasnya, secara rutin dia bertemu dengan temannya untuk membicarakan situasi yang dia hadapai saat itu dalam pelayanannya.

Situasi kedua, seorang ayah setuju untuk mengajar di kelas kecil sebuah sekolah

minggu. Dia tidak memiliki pengalaman sebelumnya selain kehadirannya yang jarang di sekolah minggu sewaktu dia masih anak-anak. Dia memiliki motivasi yang tinggi untuk melakukan pekerjaan mulia ini karena anak lelakinya juga mengikuti sekolah minggu. Dia menyadari bahwa dia membutuhkan pertolongan dan memutuskan untuk

menghubungi anggota jemaat yang adalah seorang guru kelas lima di sebuah sekolah dasar. Guru yang dimintai tolong ini tidak hanya merasa tersanjung karena dimintai nasihat, tetapi tertantang pula untuk menolong guru baru ini. Setelah beberapa waktu, dua orang ini menjadi teman akrab yang saling membagikan pengalaman dan minat

 

mereka. Si guru sekolah dasar merasa tidak dapat berkomitmen untuk mengajar secara teratur di hari minggu, tetapi merasa tertantang dan sangat puas dapat menolong orang lain. Guru sekolah minggu yang belum berpengalaman senang bisa belajar mengenai kemampuan, minat, dan kebutuhan anak. Dia belajar tentang apa yang diharapkan dari kelompok umur yang diajarnya dan kegiatan apa saja yang tepat untuk digunakan di kelas ini.

Dalam dua situasi di atas, tidak ada dalam perencanaan atau struktur resmi yang

memfasilitasi orang-orang tersebut untuk menjalin hubungan dan bertemu. Hal ini murni merupakan inisiatif dari orang yang belum berpengalaman tersebut. Meskipun

demikian, dengan sedikit perencanaan dan pemikiran ke depan, ada banyak orang yang dapat ditolong jika seseorang dapat mengusulkan atau paling tidak memberikan

beberapa nama orang yang telah berpengalaman, yang mungkin bersedia untuk membimbing para guru baru ini dalam memulai tanggung jawab barunya.

Pembekalan adalah pertemuan yang dipimpin oleh pendeta, pemimpin sekolah minggu, guru senior, atau pemimpin lain dalam sekolah minggu yang membantu

mempersiapkan kelas yang akan diadakan. Pembekalan merupakan strategi yang sangat menolong guru yang telah berpengalaman maupun yang masih baru. Sebagai contoh, pendeta dapat bertemu dengan pemimpin komisi pendidikan Kristen selama beberapa hari atau satu minggu sebelumnya untuk mengadakan rapat di komisi

tersebut. Walaupun mungkin hanya ada 3 -- 6 orang dalam komisi tersebut dan mereka mungkin mengenal satu sama lain dengan baik, tetapi tetaplah penting untuk

merencanakan sebuah rapat sehingga segala permasalahan dapat ditelusuri, program dapat direncanakan, dan keputusan dapat dibuat. Dengan persiapan seperti itu, setiap orang yang hadir dapat merasa pertemuan tersebut tidaklah sia-sia, dan ada sesuatu yang dihasilkan. Pada waktu pembekalan, yang mungkin dapat memakan waktu kira-kira satu jam, ada beberapa hal yang dapat dibicarakan.

1. Bagaimana penilaian pemimpin komisi sekolah minggu mengenai hasil dari pertemuan sebelumnya?

2. Topik apa dan bagian manakah dari Alkitab yang dapat dijadikan fokus pada ibadah pembukaan, yang akan menolong peserta rapat mengenal dengan lebih jelas lagi dasar-dasar pendidikan Kristen dalam gereja?

3. Hal-hal terpenting apa yang perlu didiskusikan dalam pertemuan tersebut? Masalah-masalah apa yang menyangkut hal-hal terpenting tersebut (waktu, orang-orang, anggaran, dan sebagainya)?

4. Jika ada anggota komisi yang tidak melaksanakan tanggung jawabnya, bagaimana kita dapat menolongnya?

5. Program apa saja yang akan dilaksanakan beberapa bulan mendatang, yang harus dipersiapkan dan direncanakan terlebih dahulu?

Pembekalan bagi para guru memiliki tujuan dan fokus yang berbeda-beda, tetapi akan tetap bermanfaat. di suatu sekolah minggu, seminggu sekali kepala sekolah

mengadakan pertemuan dengan setiap tim dari empat tim guru (pra TK, TK, SD, dan remaja). Pertemuan-pertemuan ini tidak hanya untuk melaksanakan rencana pelajaran

 

bulan berikutnya. Dia bertemu selama kurang lebih satu setengah jam dengan setiap tim di waktu dan tempat yang nyaman bagi semua orang. Selama satu bulan

pengajaran, mereka melakukan banyak hal bersama-sama.

1. Mereka mempelajari Alkitab dengan level untuk orang dewasa karena mereka sendirilah yang akan mengajarkan pelajaran tersebut dalam satu pertemuan atau mungkin lebih.

2. Mereka mendiskusikan kebutuhan murid-murid tertentu dan cara-cara untuk meresponi mereka.

3. Mereka mengulas satu atau dua sumber yang direkomendasikan dalam kurikulum yang digunakan untuk pelajaran bulan berikutnya.

4. Mereka saling membagikan ide-ide dan sumber-sumber yang mereka miliki, yang mungkin melengkapi apa yang disarankan dalam kurikulum.

5. Mereka mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan teologis dan alkitabiah untuk membangun beberapa kejelasan dalam pikiran mereka sebelum

menggabungkannya dengan pelajaran yang akan diberikan kepada anak-anak. 6. Dan, mereka berdoa bersama untuk diri mereka sendiri, anak-anak yang mereka

ajar, pelayanan di gereja mereka, dan untuk apa saja yang diperlukan atau yang berhubungan dengan kebutuhan saat ini.

Pembekalan tidak hanya menyiapkan seseorang dengan pengetahuan dan

keterampilan yang lebih banyak lagi supaya lebih diperlengkapi dalam memimpin suatu pertemuan atau mengajar di kelas; pembekalan juga memberikan kontribusi dalam membangun komunitas dan hubungan yang membangun di antara mereka yang hadir dan bekerja bersama-sama dalam tugas yang diberikan.

Dalam kelas-kelas, seminar, buku-buku dan majalah-majalah, teman-teman yang berpengalaman, dan pembekalan, ada strategi-strategi lain yang sangat membantu untuk melengkapi para pemimpin dan guru. Retret yang menyertakan waktu untuk mempelajari dan memuji Tuhan, seminar sepekan untuk pengembangan

kepemimpinan, video mengenai pendidikan kristen, pengamatan tentang pengajaran di dalam kelaskelas, dan studi kasus untuk mendiskusikan masalahmasalah pendidikan -- semua berpotensi untuk melengkapi para guru dan pemimpin dengan pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan untuk memampukan mereka melayani dengan efektif. Semua strategi belum tentu bermanfaat bagi setiap orang. Tergantung pada kebutuhan, minat, gaya belajar, dan waktu yang dimiliki oleh seseorang. Satu strategi akan lebih tepat bagi seseorang dan strategi lain untuk orang yang lainnya lagi. Sangat penting untuk memertimbangkan berbagai strategi dan mencoba untuk memadankan dengan orang-orang yang berbeda. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:

Judul buku : Christian Education in the Small Church

Judul asli artikel: Equipping and Nurturing Educational Leaders Penulis : Donald L. Griggs and Judy McKay Walther

Penerbit : Judson Press, Valey Forge 1988 Halaman : 61 -- 68

 

Tips: Memperlengkapi Para Guru dan Pemimpin Kelas

Dalam dokumen publikasi e-binaanak (Halaman 54-59)