• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dukungan dan Pelatihan yang Terus-Menerus

Dalam dokumen publikasi e-binaanak (Halaman 59-62)

Tips: Memperlengkapi Para Guru dan Pemimpin Kelas

Sekolah Minggu

Bagaimanakah kita, khususnya di dalam gereja, dapat memberi dukungan kepada para pemimpin yang kita perlukan di kelas-kelas anak-anak, pemuda, dewasa dan bagi keseluruhan pelayanan pendidikan Kristen? Dua kunci utamanya adalah orientasi yang efektif, dukungan, dan pelatihan yang terus-menerus.

Orientasi

Luangkan waktu bersama-sama dengan para pemimpin yang terpilih sebagai pemimpin bidang pendidikan, koordinator masing-masing kelas, pemimpin sekolah minggu, dan koordinator pelayanan kelompok kecil untuk mendiskusikan tanggung jawab, misi, tujuan-tujuan, dan rencana-rencana.

Berikan sebuah buku kepada para guru untuk dibaca, kemudian undanglah mereka untuk mengajukan pertanyaan dan mendiskusikan isi dari buku itu dalam sebuah pertemuan.

Rencanakan untuk mengadakan suatu pertemuan orientasi untuk para guru baru. Gunakan waktu ini untuk mengenal mereka dengan lebih baik, kemukakan misi dan tujuan-tujuan pendidikan kristen, memahami ciri-ciri tiap tahap usia dan membuat kesepakatan waktu untuk menyusun rencana dan ruangan. Masukkan pula ibadah di dalamnya. Sebagai bagian dari program orientasi, pertimbangkan hal-hal berikut ini.

1. Buatlah kesepakatan yang akan membantu para guru dan pemimpin pendidikan lainnya untuk memahami harapan yang ingin dicapai dan apa yang diharapkan dari mereka.

2. Sediakan buku pegangan yang berisi informasi mengenai prosedur, jadwal, sumber-sumber, rencana, sifat-sifat murid, penyusunan kelas, dan masalah-masalah lain. Anda bisa juga memasukkan ke dalamnya kartu-kartu ucapan selamat ulang tahun "Semoga cepat sembuh" dan "Kami merindukanmu" yang dapat digunakan guru di kelas mereka.

3. Undanglah tim guru untuk mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul, ditambah jadwal dan tanggung jawab dalam menyiapkan minggu

pertama. Ini adalah waktu yang tepat untuk pembentukan tim!

4. Undanglah seorang guru untuk melihat kelas, bekerja sama dengan guru yang sudah berpengalaman dan menghadiri suatu seminar atau mengunjungi laboratorium sekolah.

Dukungan dan Pelatihan yang Terus-Menerus

Berikan kesempatan pelatihan dan dukungan untuk memenuhi kebutuhan para guru dan pemimpin pendidikan. Satu ukuran tidak sesuai untuk semuanya! Berikut beberapa ide yang bisa digunakan.

 

1. Buatlah rencana untuk memberikan penyegaran rohani bagi para guru. Mereka mungkin terlibat dalam kelompok pemuridan, persekutuan, atau persekutuan-persekutuan lainnya. Mulailah dengan kelompok pemahaman Alkitab dengan mendiskusikan ayat-ayat yang digunakan dalam kurikulum.

2. Sediakan sumber-sumber bahan yang bagus, misalnya "Dick Murray's Teaching the Bible to Adults and Youth" (Abingdon Press, 1993), "Skill Abilities Books for Youth Leaders" (Abingdon Press, 1998), majalah-majalah, misalnya "Children's Teacher" dan "Leader in Christian Education Ministries", dan sumber-sumber tersambung (online), misalnya "YouthNet".

3. Ajaklah para guru untuk mengikuti kursus pelatihan online (lihat Reporter Interactive, Jan. 26). Informasi lebih lengkap, kunjungi www.cokesbury.com. 4. Adakan seminar bagi para guru di gereja Anda. Beberapa gereja merencanakan

pertemuan semancam ini pada hari Minggu pagi pada saat jam sekolah minggu, dengan mengganti atau mengadakan acara khusus untuk kelas-kelas di sekolah minggu.

5. Buatlah sumber bahan bagi para guru di perpustakaan gereja Anda dengan bahan-bahan yang dapat memerkaya para guru dan pengajaran mereka. Jadikan pengembangan guru dan pemimpin yang baik sebagai prioritas dalam gereja Anda. Dalam semua kegiatan, komunikasi yang baik adalah kuncinya. Beberapa gereja lebih senang menggunakan surat elektronik (e-mail), yang lebih mudah dan cepat, sedangkan gereja lain lebih senang menggunakan telepon atau kartu pos.

) Jean Foster adalah seorang pemimpin yang berijazah dalam bidang

pendidikan dan pelayanan diakonia di Nashville. Artikel ini didasarkan pada artikel yang diterbitkan di majalah kepemimpinan. (t/Ratri)

Diterjemahkan dari:

Nama situs : Sunday School It's for Life!

Judul asli artikel: Equipping Teachers and Leaders for Sunday School Classes

Penulis : Jean Foster

 

Tips 2: Memperlengkapi Diri Untuk Mendapatkan

Perhatian

Tulisan blog Peter Mead, "Eyes May Be Looking, But Are Ears Listening?",

< http://biblicalpreaching.wordpress.com/2007/12/03/eyes-may-be-looking-but-are-ears-listening/> mengingatkan saya pada video seri Howard Hendricks "The Seven Laws of the Teacher". Dr. Hendricks adalah orang yang tidak bisa membiarkan seseorang yang tidak memberikan perhatian saat berada di kelasnya. Ia menerapkan pada dirinya sendiri apa yang harus dilakukan supaya murid-muridnya tetap tertarik dan terlibat di kelasnya.

Dalam blog milik Glenn, dia menunjukkan tiga cara ampuh yang dapat dilakukan oleh para guru sekolah minggu supaya dapat menarik dan memertahankan perhatian murid-muridnya. Ketiga cara itu ditulis dalam huruf kapital diikuti dengan komentar saya berikut ini.

1. Kita harus merencanakan suatu pesan atas perhatian itu.

Ya, pesan itu harus diawali dengan persiapan. Dimulai dengan doa, pembelajaran Alkitab yang tekun, dan kemudian menyatukannya dengan rencana pelajaran yang dengan sengaja ditujukan pada kebutuhan untuk menarik dan memertahankan perhatian murid. Pelajaran harus dimulai dengan menarik perhatian dan hati para murid di kelas Anda dan pada pelajaran

sepanjang hari itu. Cara-cara itu bisa berupa kesaksian, cerita, pertanyaan-pertanyaan, permainan yang dapat mengalihkan perhatian murid dari

kegiatannya kepada kegiatan Tuhan dan kepada pemimpin pelajaran Alkitab hari itu.

2. Kita harus peka terhadap pendengar kita.

Seorang guru akan sangat terbantu bila mengenal murid-muridnya. Pengenalan ini memampukan guru mengenali gaya belajar dari para muridnya. Hal ini

memampukan guru untuk menggunakan ilustrasi yang menarik perhatian dan imajinasi murid-muridnya dengan menghubungkannya kepada hal-hal yang membuat mereka senang. Hal ini bisa dimulai dengan melakukan kunjungan ke rumah, kunjungi murid-murid Anda di "daerah kekuasaan mereka". Makan bersama juga bisa membantu. Meluangkan waktu bersama sebelum, setelah, dan antar kelas adalah penting. Tetapi yang lebih penting adalah saat bermain daripada persiapan. Peka terhadap para murid juga berarti guru harus

memberikan perhatian kepada para murid selama pelajaran dan harus diperhatikan saat perhatian itu mulai berkurang. Guru harus peka terhadap tanda-tanda nonverbal (bahasa tubuh dan ekspresi wajah) yang menunjukkan perhatian atau kurangnya perhatian.

3. Kita harus responsif terhadap situasi.

Seorang guru yang baik akan secara rutin memerhatikan setiap anak yang ada di kelasnya, apakah mereka masih menyimak ataukah sudah saatnya mengganti cara penyampaian pelajaran maupun kegiatan demi mendapatkan kembali perhatian mereka. Bila rencana tidak dapat dijalankan, guru harus mengganti dengan strategi lain yang telah disiapkan sebelumnya. Guru memiliki keinginan

 

untuk melihat perubahan hidup yang terjadi dalam kehidupan murid-murid mereka. Itu berarti mereka harus bertemu Tuhan melalu firman-Nya, dan bila perhatian anak-anak tidak dalam ruang kelas, guru harus melakukan sesuatu untuk mengembalikan perhatian murid-muridnya. Seperti memanggil nama anak itu, mendekati murid itu, memberikan pertanyaan, mengubah volume suara (bahkan mungkin berbisik), membagi anak-anak ke dalam kelompok kecil, atau apa saja. Glenn mengingatkan bahwa memotong pembicaraan/mengalihkan perhatian bisa saja terjadi, dan kadang-kadang cara terbaik yang bisa dilakukan oleh guru adalah dengan mengabaikannya. di waktu yang lain, perlu melakukan variasi untuk bisa menarik kembali perhatian murid-murid Anda.

Bila Anda menyiapkan pelajaran Anda dengan disertai doa, ingatlah tiga tips untuk menarik dan memertahankan perhatian murid Anda ini, yaitu rencana, peka, dan responsif. Jangan biarkan perhatian itu hilang. Segera dapatkan kembali perhatian mereka. Mengajarlah untuk mengubah hidup. Lakukan pembaharuan! (t/Ratri) Diterjemahkan dan disunting seperlunya dari:

Nama situs : Sunday School Revolutionary!

Judul asli artikel: Sunday School Teacher, You Are in Charge of Keeping Your Learners' Attention!

Penulis : tidak dicantumkan Alamat URL :

http://www2.kybaptist.org/kbc/blogs/ssrb.nsf/dx/01052008020031PMWEBQAV.htm

Warnet Pena: Informasi Buku Pendidikan Guru Sekolah

Dalam dokumen publikasi e-binaanak (Halaman 59-62)