Artikel: Mengajar Anak Untuk Mencintai Yesus
Saya sangat yakin bahwa kita harus mulai mengajar anak untuk mencintai Tuhan sejak ia lahir. Ada beragam kesempatan untuk mengajarinya melalui kegiatan sehari-hari yang kita lakukan bersamanya.
Bayi itu suka musik. Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengenalkan mereka pada Yesus selain memujikan kidung sederhana tentang-Nya. Saya perhatikan, bayi, bahkan pada minggu-minggu pertama usianya, berhenti menangis saat mereka mendengar kidung pujian, seperti "Jesus Loves Me, This I Know", atau "I Am Jesus Little Lamb". Roh Kudus datang dan membuat mereka nyaman saat kita memuji-Nya. Saat
mengganti popok adalah peluang yang bagus untuk bersenandung dan bercerita mengenai Tuhan kita. Setelah suami saya selesai berdoa untuk bayi kami menjelang tidur, kami memutar musik Kristen yang lembut dan menyejukkan untuk mengiringi tidurnya. Album nina bobok milik Michael Card, "Sleep Sound in Jesus", merupakan musik favorit kami.
Saat anak saya masih bayi, saya sering bersaat teduh sambil berjalan mondar-mondir. Saya bersaat teduh sambil menggendongnya. Saat itu bayi akan melihat dan
mendengar ibunya memuji Tuhan. Ia akan melihat dan mendengarkan dengan saksama. Dengan demikian si bayi telah belajar berkomunikasi dengan Tuhan. Saya melakukan hal itu selama saya masih nyaman menggendongnya. Pada usia sembilan bulan, anak perempuan kami selalu kegirangan saat saya bertanya kepadanya,
"Maukah kamu berdoa bersama Ibu?"
Pada saat usia bayi enam bulan, saya membantu bayi untuk mulai berdoa. Saya menyuruhnya untuk berdoa dalam hati saat saya mengucapkan doa saya. Saya memanjatkan doa pujian dan ucapan syukur untuknya, seolah-olah ia sendiri yang berdoa. Saya juga memohon berkat dan perlindungan baginya. Anak kami menyukai hal itu, dan hal itu jelas mengajar mereka tentang bagaimana berdoa. Kami juga membantu anak-anak kami mengucap syukur atas makanan yang tersedia saat mereka mulai bisa makan makanan padat.
Kami memiliki beberapa gambar Yesus di rumah, yang kita tunjukkan pada bayi kami sambil kami menceritakan kisah Alkitab. Kami menjelaskan pada mereka bahwa Yesus mencintai mereka dan menyediakan segala keperluan kita. Kami memberitahu mereka bahwa Tuhan menciptakan mereka dan menganugerahkan mereka pada kami sebagai suatu anugerah yang terindah. Bagaimana mungkin seorang anak kecil tidak mencintai Yesus setelah mengetahui bahwa Yesus terlibat dalam segala sesuatu yang baik dalam kehidupan mereka?
Saat hari Minggu dan Rabu, kami akan mengatakan pada bayi kami, "Kita akan ke gereja hari ini! Pasti menyenangkan, bukan? Kita akan memuji Tuhan bersama-sama orang-orang yang juga mencintai Yesus!" Kami mengajak anak kedua kami ke gereja daripada menitipkannya di penitipan anak. Apa yang kami lakukan itu sangat
bersikap yang baik di gereja dan mereka juga mempelajari banyak hal melalui penyembahan.
Pada saat anak kami menginjak usia satu tahun lebih, saya akan membacakan kisah Alkitab pendek untuknya. Kami juga membacakan mereka kisah Alkitab secara langsung saat mereka berusia sekitar delapan belas bulan. Anak perempuan kami biasanya mau untuk duduk diam dan mendengarkan, namun anak perempuan kami yang kedua agak susah, jadi kadang-kadang kami membiarkan mereka mewarnai suatu gambar sambil kami membacakannya kisah Alkitab.
Penting untuk sedikit demi sedikit membantu anak kita untuk dapat berdoa dan
membaca Alkitab sendiri. Kita dapat memulai membantu mereka dengan berdoa bagi mereka, kemudian mendorong mereka mengucapkan doa mereka sendiri, memberi mereka petunjuk dan ide tentang bagaimana berdoa, sampai akhirnya mereka sanggup berdoa secara pribadi dan menyediakan waktu untuk belajar Alkitab sendiri. Kedua anak kami mulai berdoa tanpa bantuan kami saat mereka berusia sembilan tahun. Bahkan setelah anak dapat berdoa sendiri, berdoa dan membaca Alkitab bersama sebagai keluarga masih merupakan hal penting yang harus dilakukan.
Saya dan suami saya lebih suka menggunakan Alkitab King James Version. Kami membaca Alkitab versi itu saat kami membaca Alkitab bersama, saat kami mempelajari Alkitab untuk keperluan sekolah, dan untuk menghafal ayat Alkitab. Saya merasa bahwa sangat penting untuk mengenalkan anak kami dengan Alkitab KJV dan menghafal ayat-ayatnya -- versi Alkitab yang digunakan jutaan orang di negara berbahasa Inggris. Ada banyak kutipan dan referensi KJV di literatur klasik. dan anak yang sejak dini diperkenalkan dengan KJV akan memiliki banyak perbendaharaan kata dan kemampuan untuk dengan mudah membaca karya-karya literatur klasik yang menantang. Kami telah meluangkan waktu untuk menjelaskan kata-kata dan ekspresi-ekpresi kuno sehingga mereka akan dapat memahami KJV dengan lebih baik. Namun demikian, kami mengizinkan mereka jika mereka ingin membaca terjemahan Alkitab versi lain untuk bacaan Injil pribadi mereka. Setelah sedikit penelitian dan diskusi, kami memutuskan untuk memakai Alkitab New King James Version karena mudah dibaca dan terkenal akurat.
Saat anak perempuan kedua kami mulai membaca, ia menyukai parafrase Alkitab Living Bible. Meski bukanlah yang paling akurat, namun Living Bible lebih akurat
daripada kebanyakan buku-buku kisah Alkitab anak-anak lainnya, selain itu bahasanya juga lebih mengalir dan mudah dipahami. Kami akan menggunakan Living Bible untuk mengenalkan Injil pada mereka, atau pendahulunya, New Living Translation, untuk anak-anak yang belum sekolah dan masih dalam tahap awal membaca.
Saya ingin mendorong semua ibu dan ayah -- juga guru-guru Kristen -- untuk mulai mengajar anak-anak mereka untuk mencintai Yesus sekarang, berapa pun usia mereka. Tidak pernah ada kata terlambat, tidak pernah terlalu dini juga. Bahkan seorang bayi pun bisa mencintai Yesus, dan kita seharusnya tidak pernah beranggapan bahwa mereka masih terlalu muda untuk mengenal-Nya. (t/Dian)
Diterjemahkan dan disunting seperlunya dari: Nama situs : Character Building For Families
Judul asli artikel: Teaching Little Children to Love God Penulis : Tidak dicantumkan
Artikel 2: Menanamkan Karakteristik Pikiran Ilahi
Melalui teladan dan perbuatan-Nya selama melayani di dunia ini, Tuhan mengajarkan mengenai bagaimana kita harus mengasihi. Untuk itu, jika kita ingin anak-anak yang kita layani, bahkan kita sendiri dapat mengasihi Tuhan, maka karakter Kristus harus ada dalam hidup kita. Memahami dan menanamkan karakter pikiran Allah akan membantu kita dalam mengajar anak untuk semakin mengasihi Allah. Berikut enam karakter pikiran Allah yang dapat dibagikan kepada anak layan, teman sepelayanan, atau bagi diri kita sendiri.
Hidup
Allah berkata bahwa pikiran kita diciptakan sebagai pikiran yang hidup. Tentu saja Anda tidak menginginkan pikiran yang mati. Meskipun demikian, coba pikirkan apa yang dikatakan berikut: "Karena keinginan [dalam New American Standard Bible digunakan istilah 'mind' atau 'pikiran' daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera." (Roma 8:6) Jika kita memiliki pikiran Kristus, maka sikap kita terhadap dosa akan berubah. Itu akan memengaruhi kita dalam menentukan pilihan. Bahkan selanjutnya, kita dimampukan untuk mengambil pilihan-pilihan yang menentang adat budaya. Ya, kita bisa memilih gaya hidup yang berbeda karena kita hidup. Sayang, sedikit sekali orang tua yang pernah berkata kepada anaknya, "Kamu memiliki kuasa untuk berkata 'tidak' terhadap hal-hal yang tidak baik, kuasa untuk mengucapkan kata-kata yang dapat menolong sesama, kuasa untuk menguasai amarah dan menjadi berbeda. Mengapa? Karena pikiranmu yang hidup memiliki kekuatan. Dan, pikiranmu hidup karena Yesus tinggal di dalammu." Hal ini perlu kita renungkan.
Damai
Kedua, pikiran orang-orang kristiani ialah pikiran yang damai. Dalam terjemahan New American Standard Bible disebutkan, "The mind set on the Spirit is life and peace." Artinya, "Pikiran yang diarahkan dalam Roh Kudus ialah hidup dan damai sejahtera." (Roma 8:6) Tugas Anda dan saya adalah mengarahkan pikiran kita, maka Allah akan memberi damai di dalamnya.