• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyusunan laporan arus kas menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2004:2.3) ”Laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasi menurut aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan”.

1. Arus Kas Dari Aktivitas Operasi

Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan.

Kas dan setara kas dari aktivitas operasi merupakan indikator untuk menentukan apakah perusahaan dapat menghasilkan kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar dividen dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan luar.

Arus kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh diperoleh dari aktivitas penghasil utama pendapatan perusahaan. Oleh karena itu, arus kas tersebut pada umumnya berasal dari transaksi dan peristiwa lain yang memengaruhi penetapan laba atau rugi bersih.

Beberapa contoh arus kas dari aktivitas operasi menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2004:2.4) adalah:

a. Penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa;

b. Penerimaan kas dari royalti, fees, komisi, dan pendapatan lain; c. pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa;

d. pembayaran kas kepada karyawan;

e. penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi sehubungan dengan premi, klaim, anitas, dan manfaat asuransi lainnya;

f. pembayaran kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan kecuali jika dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi;

g. penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha dan perdagangan.

2. Arus Kas Dari Aktivitas Investasi

Yang dimaksud dengan aktivitas investasi adalah perolehan dan pelepasan aktiva jangka panjang serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas (cash equivalent). Pengungkapan arus kas yang berasal aktivitas investasi perlu dilakukan sebab arus kas tersebut mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan

sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan.

Beberapa contoh arus kas dari aktivitas investasi menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2004:2.5) adalah:

a. Pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap, aktiva tak berwujud, dan aktiva jangka panjang lain, termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aktiva tetap yang dibangun sendiri.

b. Penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan dan peralatan, aktiva tak berwujud, dan aktiva jangka panjang lain;

c. Perolehan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain;

d. Uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain serta pelunasannya (kecuali yang dilakukan oleh lembaga keuangan);

e. Pembayaran kas sehubungan dengan futures contracts, forward contracts, option contracts, dan swap contracts kecuali apabila kontrak tersebut dilakukan untuk tujuan perdagangan (dealing or trading), atau apabila pembayaran tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan.

3. Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas dari aktivitas pendanaan adalah aktivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan. Aktivitas ini perlu diungkapkan secara terpisah untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan.

Beberapa contoh arus kas dari aktivitas pendanaan menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2004:2.5) adalah:

a. Penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lainnya;

b. Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham perusahaan;

c. Penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotik, dan pinjaman lainnya;

d. Pelunasan pinjaman;

e. Pembayaran kas oleh penyewa guna usaha (lessee) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa guna usaha pembiayaan (finance lease).

Perusahaan menyajikan laporan arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan dengan cara yang paling sesuai dengan bisnis perusahaan tersebut. Klasifikasi menurut aktivitas memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan keuangan untuk menilai pengaruh dari aktivitas tersebut terhadap posisi perusahaan serta terhadap jumlah kas dan setara kas. Informasi tersebut dapat juga digunakan untuk mengevaluasi hubungan antara ketiga aktivitas tersebut.

Dari penjelasan diatas maka dapat disusun format laporan arus kas secara umum seperti terlihat pada tabel 2.2 berikut

Tabel 2.2

Format Umum Laporan Arus Kas

Nama Perusahaan LAPORAN ARUS KAS

Periode Tercakup Kas yang dihasilkan (digunakan untuk):

Arus kas dari aktivitas operasi ... Rp XXX Arus kas dari aktivitas investasi ... XXX Arus kas dari aktivitas pendanaan ... XXX

Kas pada awal periode ………... XXX Kas pada akhir periode ………... Rp XXX Sumber: Skousen (2001: 284)

Beberapa arus kas yang berkaitan dengan aktivitas investasi dan pendanaan diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi. Misalnya, penerimaan pendapatan investasi (bunga dan deviden) dan pembayaran bunga ke pemberi pinjaman diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi. Sebaliknya, beberapa arus kas yang berkaitan dengan aktivitas operasi diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi atau pendanaan. Misalnya, kas yang diterima dari penjualan harta, pabrik, dan peralatan dengan keuntungan, meskipun dilaporkan dalam perhitungan laba-rugi, diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi, dan pengaruh keuntungan yang berkaitan tidak akan termasuk dalam arus kas bersih dari aktivitas operasi. Demikian pula, keuntungan atau kerugian pada pembayaran (pelunasan) hutang umumnya merupakan bagian dari arus kas keluar yang berkaitan dengan pembayaran kembali jumlah yang dipinjam dan karenanya merupakan aktivitas pendanaan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah akun-akun luar biasa seperti bunga dan dividen dapat diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi, investasi dan pendanaan sesuai dengan sifat transaksinya. Pajak penghasilan harus diklasifikasikan sebagai aktivitas pendanaan atau investasi.

Tidak seperti laporan keuangan utama lain, laporan arus kas tidak disusun dari neraca percobaan yang disesuaikan. Informasi untuk menyiapkan laporan ini biasanya berasal dari tiga sumber :

a. Neraca perbandingan memberikan jumlah perubahan dalam aktiva, kewajiban, dan ekuitas dari awal ke akhir periode.

b. Data perhitungan laba-rugi periode berjalan membantu pembaca menentukan jumlah kas yang disediakan atau digunakan selama periode tersebut.

c. Data transaksi terpilih dari buku besar memberikan informasi terinci tambahan yang diperlukan untuk menentukan bagaimana kas disediakan atau digunakan selama periode tersebut.

Penyusunan laporan arus kas dari sumber-sumber data di atas melibatkan tiga langkah pokok yaitu :

1. Menentukan perubahan dalam kas. Prosedur ini bersifat langsung karena perbedaan antara saldo awal dan akhir kas dapat dengan mudah dihitung dari pemeriksaan atas neraca perbandingan.

2. Menentukan arus kas bersih dari aktivitas operasi. Prosedur ini rumit, melibatkan analisis tidak hanya perhitungan laba-rugi tahun berjalan tetapi juga neraca perbandingan dan juga data transaksi terpilih.

3. Menentukan arus kas dari aktivitas investasi dan pendanaan. Semua perubahan lain dalam perkiraan neraca herus dianalisis guna menentukan pengaruhnya pada

kas. Pengklasifikasian penerimaan dan pembayaran kas dari suatu perusahaan bisnis terlihat pada tabel 2.3 di bawah ini:

Tabel 2.3

Skedul Arus Masuk dan Keluar Kas OPERASI

Akun-akun

Dokumen terkait