Dan Ekuitas
ARUS KAS DARI KEGIATAN
1) Rasio Arus Kas Operasi (AKO)
Rasio ini digunakan untuk menghitung kecukupan arus kas operasi dalam
membayar kewajiban jangka pendek. Perhitungannya adalah sebagai berikut: Jumlah Arus Kas Operasi
AKO 2008 = Kewajiban Lancar = 1,647,161,414.15 6,879,715,992.19 = 0.239 AKO 2009 = 27,546,040,426.13 10,130,060,293.73 = 2,726
Dari hasil perhitungan rasio di atas menggambarkan bahwa adanya peningkatan kemampuan arus kas dalam memenuhi kewajiban jangka pendek(kewajiban lancar) dimana pada tahun 2008 dimana seratus rupiah kewajiban lancar dijamin dengan 23.9 rupiah arus kas operasi. Dan pada tahun 2009 kemampuan arus kas operasi untuk menjamin seratus rupiah kewajiban lancar dijamin dengan 272,6 arus kas operasi. Dari perhitungan ratio tersebut menunjukan bahwa perusahaan cukup mampu untuk memenuhi kewajiban (utang) yang akan segera jatuh tempo. Hal ini sangat baik untuk menunjang kegiatan operasi perusahaan agar terhindar dari kebangkrutan. Karena masalah yang paling
sering mengakibatkan kebangkrutan adalah masalah yang berkaitan dengan pemenuhan kewajiban jangka pendek.
2) Rasio Cakupan Kas Terhadap Bunga (CKB)
Rasio ini diperoleh dengan arus kas dari operasi ditambah pembayaran bunga dan pembayaran pajak kemudian dibagi dengan pembayaran bunga. Perhitungannya adalah sebagai berikut :
Arus Kas Operasi + Bunga + Pajak
CKB = Bunga CKB 2008 = 1.647.161.414,15+ 0 + 32.518.042,50 0 = 0 CKB 2009 = 27.546.040.426,13 + 0+71.133.641,49 0 = 0
Dari perhitungan rasio diatas tidak dapat memberikan gambaran apapun, dikarenakan tidak adanya biaya bunga di dalam aktivitas PT Buana Estate.
3) Rasio Cakupan Kas terhadap Hutang Lancar (CKHL)
Rasio diperoleh dengan arus kas operasi ditambah deviden kas dibagi dengan hutang lancar, rasio ini dirumuskan sebagai berikut
Arus Kas Operasi + Deviden Kas
CKHL = Hutang Lancar CKHL 2008 = 1.647.161.414,15 6,888,715,992.19 = 0.239 CKHL 2009 = 27,546,040,426.13 10,700,734,979.73 = 2.574
Dari hasil perhitungan rasio diatas bahwa pada tahun 2008 kemampuan arus kas operasi dalam menjamin hutang lancar sebesar 0.239 kali sedangkan pada tahun 2009 terjadi peningkatan 2.574 x dalam menjamin hutang lancar. Rasio pada tahun 2009 cukup tinggi, dimana menunjukan aktif nya arus kas dalam memenuhi hutang lancar akan mendukung bertahan nya kegiatan operasional kegiatan perusahaan.
4) Rasio Pengeluaran Modal
Arus Kas Operasi PM = Aset Tetap PM 2008 = 1.647.161.414,15 = 45.689.164.283,20 = 0.036 PM 2009 = 27,546,040,426.13 60.373.354.020,49 = 0.456
Perhitungan Rasio pengeluaran modal untuk tahun 2009 lebih besar jika dibanding pada tahun 2008. Pada kedua tahun tersebut menunjukan adanya kas operasi yang digunakan untuk pemenuhan aset tetap, terlihat bahwa jumlah aset tetap nya mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
5) Rasio Total Hutang (TH)
Rasio ini diperoleh dari arus kas operasi dibagi dengan total hutang. Dengan mengetahui rasio ini, kita bisa menganalisis dalam jangka waktu beberapa lama perusahaan akan mampu membayar hutang dengan menggunakan arus kas dari aktivitas normal perusahaan. Rasio ini dirumuskan sebagai berikut :
Arus Kas Operasi Total Hutang = Total Hutang TH 2008 = 1.647.161.414,15 6,888,715,992.19 = 0.239 TH 2009 = 27,546,040,426.13 10,700,734,979.73 = 2.574
Pada tahun 2008 total hutang pada perusahaan dijamin 23,9 % oleh arus kas operasi dan pada tahun 2009 total hutang perusahaan dijamin 25.7% oleh kas yang berasl dari arus kas operasi. Pada tahun 2008 rasio cukup rendah yang menggambarkan kemampuan perusahaan yang kurang baik dalam membayar hutang- hutangnya dari kegiatan normal perusahaan. Berbeda pada tahun 2009 yang mengalami peningkatan dalam pemenuhan hutang yang ada pada perusahaan.
6) Rasio Cakupan Arus Dana (CAD)
Rasio ini digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam menghasilkan Kas guna membayar komitmen-komitmennya (bunga, pajak, dan deviden prefren). Rasio ini dirumuskan sebagai berikut :
Laba sebelum pajak dan bunga (EBIT) CAD =
Bunga + Penyesuaian pajak + Deviden Preferen CAD 2008 = 15,623,046,540.39 1159320088 = 135,47 CAD 2009 = 7,079,643,360.82 1940472415 = 3.64
Rasio yang diperoleh menunujukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi komitmen mengalami peningkatan dimana pada tahun 2008 lebih tinggi dibanding pada tahun 2009. Dalam hal ini terjadi penurunan kinerja perusahaan dalam pemenuhan kewajiban jatuh tempo.
b. Rasio Fleksibilitas Arus Kas
1) Rasio Arus Kas Bersih Bebas ( AKBB)
Dikapitalisasi ini diperoleh dari (laba bersih + beban bunga diakui dan dikapitalisasi + depresiasi dan amortisasi + biaya sewa dan leasing operasi + deviden yang diumumkan + pengeluaran modal) dibagi (biaya bunga dikapitalisasi dan diakui + biaya sewa dan leasing operasi + proporsi hutang jangka panjang + proporsi sekarang dakewajiban leasing yang dikapitalisasi
Laba bersih+bunga+depresiasi +Sewa+Leasing+Deviden+Aset Tetap AKBB =
Biaya Bunga + Sewa + Hutang Jangka Panjang + Kewajiban Leasing
AKBB2008 = 155900528497.89+1159320088+45689164283.20 12.765.734.7779 =1.58 AKBB2009 = 7008509719.33+1940472415+60373354020.49 10.865.734.786 = 6.38
Dari hasil perhitungan terlihat bahawa nilai rasio arus kas bersih bebas tahun 2008 adalah 1.58 yang berarti dari semua jumlah arus kas yang dimiliki oleh perusahaan sebanyak 15.8% arus yang bebas digunakan untuk investasi sedangkan yang 84.2% digunakan untuk membayar semua kewajiban yang akan jatuh tempo. Sedangkan pada tahun 2009 kas beban yang dimiliki adalah 63.8% dengan arus kas yang digunakan untuk membayar kewajiban adalah 36.2%.
Rasio ini mengukur kemampuan perusahan dalam menyediakan kas untuk memenuhi kewajibannya dalam jangka waktu 5 tahhun mendatang. Rasio ini diperoleh dengan (laba sebelum pajak dan pembayaran bunga – pembayaran pajak – pengeluaran modal ) dibagi rata-rata hutang yang jatuh tempo setiap tahun selama lima tahun).
EBIT – Bunga – Pajak – Aset Tetap KAK =
Rata-rata hutang lancar selama 5 tahun 2008 = 15.623.046.538,40-45.689.164.283,20 40984856029.2 = -1.73 2009 = 10.863.170.749,74 – 60373354020.49 9956842233.6 = -4.97 Tabel 4.0
Daftar Kewajiban Lancar Untuk Lima Tahun Untuk tahun 2008 (dalam rupiah)
Tahun Jumlah Kewajiban Lancar 2008 6.879.715.992,19 2007 10.578.675.532,10 2006 9.924.349.685,00 2005 11.700.734.979 2004 8.715.283.240,20 Total 20.4924280146 Rata-rata 40984856029.2
Tabel 4.1
Daftar Kewajiban Lancar Untuk Lima Tahun Untuk Tahun 2009 (dalam rupiah)
Tahun Jumlah Kewajiban Lancar 2009 10.700.734.979,73 2008 6.879.715.992,19 2007 10.578.675.532,10 2006 9.924.349.685,00 2005 11.700.734.979 Total 49784211168 Rata-rata 9956842233.6
Hasil analisis ratio kecukupan kas arus kas menunjukkan bahwa pada tahun 2008 rasio kecukupan kas bernilai minus yaitu sebesar -1.73 yang berarti bahwa kemampuan PT Buana Estate Cabang Medan untuk menjadikan kas bersih selama 5 tahun yang akan depan mengalami penurunan, sama halnya pada tahun 2009 juga kembali mengalami penurunan menjadi -4.97 hal ini memicu perusahaan agar mengambil langkah untuk meningkatkan kemampuan menyediakan kewajiban lancar dan kewajiban jangka panjang untuk membiayai penambahan aktiva tetap maupun menambah investasi jangka panjang.
BAB V