• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aset Tetap Definisi

Dalam dokumen Pedoman Akuntansi Perkebunan BUMN - 05122011 (Halaman 121-131)

3.330. Aset tetap adalah aset berwujud yang:

1. dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk direntalkan kepada pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan

2. diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode

Dasar Pengaturan

3.331. Dasar pengaturan aset tetap adalah: 1. PSAK 16 : Aset Tetap

2. PSAK 30 : Sewa

3. PSAK 48 : Penurunan Nilai Aset

4. ISAK 8 : Penentuan Apakah Suatu Perjanjian Mengandung Sewa 5. ISAK 25 : Hak atas Tanah

Penjelasan

3.332. Aset tetap, antara lain, meliputi: 1. tanah;

2. gedung dan bangunan fisik lainnya;

3. mesin dan instalasi;

4. alat pertanian;

5. alat inventaris/peralatan;

6. jalan, jembatan, dan saluran air;

7. kendaraan.

3.333. Aset tetap dapat diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dibangun terlebih dahulu sampai siap pakai.

3.334. Aset tetap dapat diperoleh dari transaksi sewa pembiayaan, sedangkan jika dilakukan dengan sewa operasi tidak dicatat sebagai aset tetap.

3.335. Aset sewaan adalah aset yang berasal dari perjanjian sewa dan nonsewa yang mengandung sewa.

3.336. Kriteria perjanjian yang mengandung sewa adalah:

1. pemenuhan perjanjian tergantung pada penggunaan aset tertentu; dan 2. memberikan hak untuk menggunakan aset tertentu.

3.337. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.

3.338. Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.

3.339. Indikasi primer dari situasi yang mengarah pada sewa yang diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah:

1. sewa mengalihkan kepemilikan aset kepada lessee pada akhir masa sewa;

2. lessee mempunyai opsi untuk membeli aset pada harga yang cukup

rendah dibanding nilai wajar pada tanggal opsi mulai dapat dilaksanakan, sehingga pada awal sewa dapat dipastikan bahwa opsi memang akan dilaksanakan;

3. masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomik aset meskipun hak milik tidak dialihkan;

4. pada awal sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewa minimum secara substansial mendekati nilai wajar aset sewaan;

5. aset sewaan memiliki karakteristik khusus dimana hanya lessee yang dapat menggunakannya tanpa perlu modifikasi secara material.

3.340. Indikator sekunder dari situasi yang menunjukkan bahwa sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan adalah:

1. jika lessee dapat membatalkan sewa, kerugian lessor yang terkait dengan pembatalan ditanggung oleh lessee;

2. keuntungan atau kerugian dari fluktuasi nilai wajar residu dibebankan kepada lessee, misalnya, dalam bentuk potongan harga sewa yang setara dengan sebagian besar hasil penjualan residu pada akhir sewa;

3. lessee memiliki kemampuan untuk melanjutkan sewa untuk periode

kedua dengan nilai sewa yang secara substansial lebih rendah dari nilai sewa pasar.

3.341. Hak untuk menggunakan aset tersebut (paragraf 3.330 huruf 2) jika memenuhi salah satu dari kondisi-kondisi berikut:

1. pembeli mempunyai kemampuan atau hak untuk mengoperasikan aset;

2. pembeli mempunyai kemampuan atau hak untuk mengendalikan akses fisik;

3. kemungkinan kecil ada pembeli lain atau output aset dengan jumlah yang lebih besar dari tidak signifikan dan harganya tidak tetap atau harga pasar.

3.342. Aset tetap dapat diperoleh dari pertukaran suatu aset tetap dengan aset tetap lainnya, termasuk pembayaran dalam bentuk kas, setara kas, atau aset keuangan lainnya.

3.343. Pertukaran aset tetap dievaluasi apakah mengandung substansi komersial atau tidak. Suatu transaksi pertukaran memiliki substansi komersial jika:

1. konfigurasi risiko, waktu, dan jumlah arus kas dari aset yang diterima berbeda dengan aset yang diserahkan; atau nilai khusus entitas dari kegiatan operasional yang dipengaruhi oleh transaksi tersebut berubah; dan

2. selisihnya adalah relatif signifikan terhadap nilai wajar dari aset yang

dipertukarkan. Biaya perolehan

3.344. Biaya perolehan aset tetap terdiri dari:

1. harga perolehannya, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan-potongan lain;

2. biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen;

3. estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. Kewajiban atas biaya tersebut timbul ketika aset tersebut diperoleh atau karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode tertentu untuk tujuan selain untuk menghasilkan persediaan.

3.345. Perubahan estimasi biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset diakui sebagai bagian dari harga perolehan (menambah /mengurangi biaya perolehan).

3.346. Contoh biaya yang dapat diatribusikan secara langsung adalah: 1. biaya imbalan kerja yang timbul secara langsung dari pembangunan

atau akuisisi aset tetap;

2. biaya penyiapan lahan untuk pabrik;

3. biaya handling dan penyerahan awal;

4. biaya perakitan dan instalasi;

5. biaya pengujian aset baru apakah aset berfungsi dengan baik, setelah dikurangi hasil bersih penjualan produk yang dihasilkan sehubungan dengan pengujian tersebut, misalnya sample yang diproduksi dari peralatan baru yang sedang diuji;

6. komisi profesional, misalnya biaya arsitek.

3.347. Contoh biaya-biaya yang bukan merupakan biaya perolehan aset tetap adalah:

1. biaya pembukaan fasilitas baru;

2. biaya pengenalan produk baru, termasuk biaya iklan dan aktivitas promosi;

3. biaya penyelenggaraan bisnis di lokasi baru atau kelompok pelanggan baru, termasuk biaya pelatihan staf;

4. biaya administrasi dan overhead umum lainnya.

3.348. Untuk aset tetap yang dibangun sendiri, biaya pemborosan material, tenaga kerja, dan lainnya tidak termasuk biaya perolehan aset tetap.

3.349. Pengukuran biaya perolehan aset tetap baru yang diperoleh dari pertukaran aset tetap meliputi:

a. Jika pertukaran aset tetap memiliki substansi komersial, maka aset tetap

baru diukur sebesar:

1) nilai wajar aset tetap yang diserahkan; atau

2) nilai wajar aset tetap yang diterima jika lebih andal dibandingkan nilai wajar aset tetap yang diserahkan.

b. Jika pertukaran tidak memiliki substansi komersial, atau nilai wajar dari

aset tetap yang diserahkan atau diterima tidak dapat diukur secara andal, maka diukur sebesar nilai tercatat aset tetap yang diserahkan.

3.351. Pembayaran sewa minimum adalah pembayaran selama masa sewa yang harus dibayar oleh lessee atau lessee dapat dituntut untuk membayar, tidak meliputi rental kontinjen, biaya jasa, dan pajak yang dibayar oleh dan diberikan gantinya kepada lessor, ditambah dengan jumlah yang dijamin oleh lessee atau oleh pihak yang terkait dengan lessee.

3.352. Biaya pinjaman dikapitalisasi jika memenuhi persyaratan sesuai Bab IV paragraf 4.17–4.24.

3.353. Hibah pemerintah yang terkait dengan perolehan suatu aset diakui sebagai pengurang biaya perolehan aset.

Biaya setelah perolehan awal

3.354. Biaya-biaya yang terjadi setelah perolehan awal diakui sebagai beban pada periode terjadinya, termasuk biaya pemakaian dan pengembangan aset, misalnya:

1. biaya-biaya yang terjadi ketika suatu aset telah mampu beroperasi sebagaimana dimaksudkan oleh manajemen namun belum dipakai atau masih beroperasi di bawah kapasitas penuhnya;

2. kerugian awal operasi, seperti ketika permintaan terhadap keluaran/ output masih rendah; dan

3. biaya relokasi atau reorganisasi sebagian atau seluruh operasi entitas.

3.355. Biaya-biaya yang terjadi setelah perolehan awal diakui sebagai penambah nilai tercatat aset tetap (dikapitalisasi) jika memenuhi syarat kualitatif dan kuantitatif berikut ini:

1. syarat kualitatif yaitu:

a. memperpanjang umur manfaat aset tetap; atau

b. kemungkinan besar memberikan manfaat ekonomis di masa datang dalam bentuk peningkatan kapasitas produksi, peningkatan mutu produksi, atau peningkatan standar kinerja;

2. syarat kuantitatif yaitu jumlah batasan biaya yang dapat dikapitalisasi;

a. batasan jumlah tersebut ditentukan oleh kebijakan masing-masing entitas;

b. Kebijakan tersebut didasarkan pada pertimbangan bisnis yang rasional.

3.356. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk memelihara aset tetap yang tidak menambah umur manfaat atau biaya-biaya yang mengembalikan aset tetap ke kondisi normalnya, maka biaya-biaya tersebut dibebankan pada periode terjadinya. Misalnya, biaya pemeliharaan rutin.

3.357. Aset tetap tanah tidak disusutkan, kecuali:

1. kondisi kualitas tanah tidak layak lagi digunakan dalam operasi utama; 2. sifat operasi utama meninggalkan tanah dan bagunan begitu saja jika

proyek selesai;

3. prediksi manjemen atas kepastian perpanjangan atau pembaruan hak atas tanah kemungkinan besar atau pasti tidak diperoleh.

3.358. Beban pengurusan legal hak atas tanah pada saat perolehan tanah diakui sebagai biaya perolehan tanah. Beban pengurusan untuk perpanjangan atau pembaruan legal hak atas tanah diakui sebagai aset tidak berwujud yang diamortisasi selama masa hak atas tanah atau umur ekonomis tanah, mana yang lebih pendek.

Perubahan estimasi akuntansi

3.359. Entitas melakukan review atas umur manfaat, metode penyusutan, dan nilai residu aset tetap secara periodik. Apabila ada perubahan, maka perubahan tersebut berlaku secara prospektif.

Penurunan nilai

3.360. Pada setiap tanggal pelaporan harus dilakukan review adanya indikasi penurunan nilai aset. Jika terdapat indikasi penurunan nilai aset, maka entitas harus menaksir jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset tersebut.

3.361. Dalam mengidentifikasi terdapat atau tidaknya penurunan nilai aset tetap, paling tidak harus mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

1. Informasi dari luar:

a. selama periode tertentu, nilai pasar aset telah turun secara signifikan melebihi penurunan akibat proses normal depresiasi;

b. telah terjadi dalam periode tertentu atau akan terjadi dalam waktu dekat perubahan memburuk yang signifikan dalam teknologi,

c. selama periode tertentu, tarif diskonto pasar atau tingkat kembalian investasi pasar telah meningkat, dan peningkatan ini cenderung akan menurunkan nilai aset yang dapat diperoleh kembali secara material.

2. Informasi dari dalam:

a. terdapat bukti mengenai keusangan atau kerusakan fisik aset;

b. telah terjadi atau akan terjadi dalam waktu dekat perubahan signifikan yang bersifat merugikan sehubungan dengan cara penggunaan aset;

c. terdapat bukti dari pelaporan internal yang menunjukkan bahwa kinerja ekonomi aset tidak memenuhi harapan atau akan lebih buruk dari yang diperkirakan; dan

d. aset yang pada tahun terakhir sebelumnya disajikan sebesar nilai pakainya, dimana aliran kas sesungguhnya secara material lebih kecil dari aliran kas taksiran, sebelum diperhitungkan diskonto.

3.362. Indikasi penurunan nilai aset tetap yang disajikan di atas belum meliputi seluruh indikasi yang mungkin muncul. Entitas mungkin mengidentifikasi hal-hal lain yang secara potensial berpengaruh terhadap penurunan nilai aset tetap dan menjadikan indikasi tersebut sebagai dasar untuk menentukan nilai yang dapat diperoleh kembali.

3.363. Apabila jumlah yang dapat diperoleh kembali lebih rendah dibandingkan jumlah tercatat, maka entitas mengakui kerugian penurunan nilai.

3.364. Seluruh kerugian tersebut diakui pada periode terjadinya. Model pengukuran

3.365. Pedoman ini menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi untuk pengukuran setelah pengukuran awal.

Penyusutan

3.366. Aset tetap harus disusutkan secara sistematis selama masa manfaatnya dengan dasar per kelompok umur manfaatnya. Komponen aset tetap yang jumlahnya signifikan dan umur manfaat berbeda dengan komponen lainnya disusutkan secara terpisah (komponenisasi).

3.367. Metode penyusutan yang digunakan adalah metode garis lurus. 3.368. Umur manfaat untuk setiap kelompok aset tetap adalah sesuai dengan masa ekonomis atas komponen-komponen yang terdapat pada masing-masing jenis asetnya.

Kelompok Aset Tetap Umur Ekonomis

Bangunan

permanen 20 tahun semi permanen 10 tahun kerangka kayu 5 tahun Bangunan Rumah Dinas

permanen 20 tahun semi permanen 10 tahun kerangka kayu 5 tahun Jalan, jembatan, dan saluran air

permanen 16 tahun semi permanen 5 tahun Alat Pengangkutan 5 tahun Alat Pertanian 5 tahun Inventaris 5 tahun

3.369. Untuk pabrik sawit dan gula umur ekonomis atas komponen-komponen masing-masing jenis asetnya dapat dilihat pada daftar komponen-komponenisasi aset tetap (terlampir).

3.370. Jumlah yang dapat disusutkan yaitu biaya perolehan dikurangi nilai residunya.

3.371. Entitas dapat mengubah metode penyusutan dan/atau umur manfaat yang berbeda dengan yang telah ditentukan dalam Pedoman ini jika didukung oleh pendapat ahli.

Perlakuan Akuntansi Pengakuan dan Pengukuran

Penyusutan

3.373. Beban penyusutan untuk setiap periode diakui sebagai beban untuk periode yang bersangkutan.

Penurunan nilai

3.374. Penurunan nilai aset tetap diakui pada periode terjadinya sebagai beban nonusaha. Pemulihan nilai diakui sebagai pendapatan nonusaha. Penghentian pengakuan

3.375. Keuntungan atau kerugian dari penghentian pengakuan diakui pada periode terjadinya sebagai pendapatan atau beban nonusaha.

Penyajian

3.376. Aset tetap disajikan pada kelompok aset tidak lancar. Pengungkapan

3.377. Hal-hal yang harus diungkapkan antara lain: 1. rincian jenis dan jumlah aset tetap;

2. dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan jumlah bruto aset tetap; 3. metode penyusutan yang digunakan;

4. umur manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan;

5. jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan awal dan akhir periode; 6. rekonsiliasi jumlah tercatat awal dan akhir periode yang menunjukkan:

a. penambahan; b. pelepasan;

c. penurunan nilai tercatat; d. penyusutan;

e. perbedaan pertukaran neto yang timbul; f. setiap pengklasifikasian kembali; 7. pengungkapan lainnya.

Ilustrasi Jurnal

1. Pada saat perolehan:

Db. Aset tetap

Kr. Kas dan setara kas/utang usaha/pos yang terkait 2. Pada saat penyusutan

Db. Beban penyusutan

Kr. Akumulasi penyusutan – aset tetap 3. Penggantian komponen aset tetap

a. Pengakuan komponen pengganti

Db. Aset tetap (biaya komponen pengganti) Kr. Kas dan setara kas

b. Penghentian pengakuan komponen yang digantikan

Db. Akumulasi penyusutan komponen aset tetap yang digantikan Kr. Aset tetap (komponen yang diganti)

4. Penurunan nilai

Db. Kerugian penurunan nilai (beban nonusaha) Kr. Akumulasi penurunan nilai

5. Pemulihan nilai

Db. Akumulasi penurunan nilai

Kr. Keuntungan pemulihan nilai (pendapatan nonusaha) 6. Pada saat penghentian pengakuan

Db. Akumulasi penyusutan–aset tetap Kr. Aset tetap

Aset Tidak Berwujud

Dalam dokumen Pedoman Akuntansi Perkebunan BUMN - 05122011 (Halaman 121-131)