• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek Dukungan dan Hambatan

Dalam dokumen PETA DAKWAH. ÌéÖ<`i KOTA BATAM א א (Halaman 92-107)

REALITAS KEHIDUPAN UMAT

10. Aspek Dukungan dan Hambatan

Dukungan Masyarakat terhadap Kegiatan Dakwah

Opsion Jawaban Frekuensi %

A B C   D Sangat memberi dukungan Memberi dukungan Kurang memberi dukungan Tidak memberi dukungan 225 392 13 33 34% 59% 2% 5% Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013

Masalah dukungan masyarakat terhadap kegiatan dakwah sebenarnya sangat mendukung ini dapat dilihat dalam opsion jawaban responden pada tabel di atas. Disana tercatat yang sangat memberi dukungan kegiatan dakwah sebanyak 225 responden atau 34 persen. Kemudian responden yang memberikan dukungan 392 responden atau 59 persen dan yang kurang memberi dukungan sebanyak 13 responden atau 2 persen. Selanjutnya yang tidak memberi dukungan sebanyak 33 responden atau 5 persen.

Pada umumnya masyarakat sangat memberikan dukungan dan memberi dukungan

א

terhadap kegiatan dakwah. Ini membuktikan bahwa umat sangat mengharapkan kehadiran mubaligh dalam menyampaikan pesan Allah kepadanya. Melalui pesan-pesan Allah yang disampaikan oleh para mubaligh sedikit banyaknya dapat menangkal segala macam gangguan dan godaan yang datang kepadanya, sehingga mereka terhindar dari kesesatan dan kenistaan. Dan itu semua tergantung dari setiap pribadi muslim itu sendiri mau atau tidak mereka untuk melaksanakan pesan-pesan Allah yang telah disampaikan oleh para juru dakwah kepada mereka.

Bentuk Dukungan Masyarakat terhadap Kegiatan Dakwah

Opsion Jawaban Frekuensi %

A B C Tenaga Pikiran Harta 66 431 166 10% 65% 25% Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013

Dukungan yang diberikan masyarakat boleh berupa apa saja, yang mampu menambah spirit mubaligh dalam menyampaikan dakwah islamiyah. Dukungan boleh saja dalam bentuk materi, pikiran, tenaga, dan lain sebagainya.

א

Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel di atas, bahwa bentuk dukungan berupa tenaga sebanyak 66 responden atau 10 persen. Dan yang memberikan dukungan dalam bentuk pikiran sebanyak 431 responden atau 65 persen, kemudian yang memberikan dukungan dalam bentuk materi atau harta sebanyak 166 responden atau 25 persen.

Semua dukungan yang dikemukakan di atas sesungguhnya sangat diharapkan oleh para mubaligh. Tanpa dukungan itu semua para mubaligh tidak dapat berbuat banyak. Dukungan dalam bentuk tenaga sangat membantu mubaligh andaikata mubaligh melakukan dakwahnya di lapangan atau di tempat-tempat terbuka dan tempat-tempat lain yang membutuhkan tenaga. Dukungan dalam bentuk pikiran dapat dilaksanakan oleh siapa saja dan sangat dibutuhkan sekali, karena dukungan dalam bentuk pikiran akan mengeluarkan ide-ide baru yang cemerlang untuk perkembangan dakwah islamiyah di masa berikutnya. Dalam berdakwah tidak boleh monoton, akan tetapi harus mencari metode-metode baru yang dapat menarik masyarakat muslim lebih memahami ajaran Islam secara menyeluruh. Kemudian dukungan dalam bentuk materi atau harta sangat diperlukan di

א

dalam melaksanakan program dakwah islamiyah. Untuk masyarakat muslim yang mempunyai kelebihan dalam bidang materi atau harta diharapkan sumbangannya untun kegiatan dakwah islamiyah pada masyarakat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya.

Hambatan-hambatan dalam Pelaksanaan Dakwah Islamiyah

Opsion Jawaban Frekuensi % A

B Ada Tidak ada 237 426 36% 64%

Jumlah 663 100%

Data Lapangan 2013

Masalah hambatan sebenarnya ada saja dalam kegiatan dakwah, terutama hambatan yang bersifat alami. Untuk mengetahui ada tidaknya menurut responden sebagai dituangkan dalam tabel di atas, bahwa yang menyatakan ada saja hambatan dalam melaksanakan dakwah sebanyak 237 responden atau 36 persen. Sedangkan yang menyatakan tidak ada hambatan dalam menyampaikan dakwah sebanyak 426 responden atau 64 persen.

Mereka yang mengemukakan hambatan dalam menyampaikan dakwah Islamiyah kalau kegiatan mubaligh itu keluar dari area kota

א

Batam atau ada di antara mubaligh yang belum punya kendaraan (alat transportasi) sekurang-kurangnya sepeda motor yang dapat menjangkau wilayah yang agak jauh. Hambatan lain kurangnya sambutan para pengurus atau panitia kegiatan dakwah baik di masjid, di lapangan, gedung, atau aula, maka akan menjadi hambatan bagi para mubaligh dalam menyampaikan ceramahnya, karena kurang simpatiknya pengurus terhadap kedatangan mubaligh yang akan memberikan dakwahnya. Banyak lagi hambatan kecil yang kadang dapat menggagalkan kegiatan dakwah islamiyah. Dan mereka yang mengatakan tidak ada hambatan, semua hambatan dianggap bukan hambatan tetapi hanya merupakan ujian yang harus dihadapi oleh seorang mubaligh dalam menyampaikan dakwahnya. Kalau semua hambatan itu dijadikan alasan untuk tidak melaksanakan maka secara otomatis dakwah islamiyah tidak akan berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Hambatan-hambatan itu tidak perlu dihindari tetapi dicari jalan atau solusi yang terbaik, agar kegiatan dakwah islamiyah dapat terus berjalan sesuai dengan yang diharapkan oleh masyarakat dan lembaga dakwah sebagai pengelola kegiatan dakwah.

א

Semua hambatan yang dikemukakan diatas bersifat alamiyah dan tidak begitu berpengaruh terhadap kegiatan dakwah di lapangan. Namun yang harus menjadi perhatian hambatan dari berbagai pihak, baik dari penguasa, tokoh masyarakat, mengkin adanya perbedaan paham atau aliran yang dianut oleh umat Islam. Untuk lebih jelasnya dapat diperhatikan tabel berikut ini.

Sumber-sumber Datangnya Hambatan Opsion Jawaban Frekuens

i % A B C D E Perbedaan paham/aliran Agama lain Penguasa Tokoh dakwah Masyarakat 292 60 13 33 265 44% 9% 2% 5% 40% Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013

Mengenai sumber hambatan dalam melaksanakan kegiatan dakwah sebagaimana dikemukakan didalam tabel di atas. Perbedaan paham/aliran rupanya menjadi penghambat kegiatan dakwah islamiyah dengan opsion jawaban sebanyak 292 responden atau 44 persen.

א

Adanya agama lain menjadi penghambat kegiatan dakwah dengan opsion jawaban sebanyak 60 responden atau 9 persen. Hambatan dari penguasa menurut responden dengan opsion jawaban sebanyak 13 responden atau 2 persen. Kemudian berupa hambatan dari tokoh dakwah menurut sesuai dengan opsion jawabanyang diberikan sebanyak 33 responden atau 5 persen. Dan hambatan dari masyarakat menurut opsion jawaban sebanyak 265 responden atau 40 persen. Berdasarkan tabel di atas yang paling besar adalah berasal dari perbedaan paham/aliran dan hambatan yang berasal dari masyarakat. Hambatan yang datang dari agama lain tidak begitu besar hanya 9 persen saja. Kemudian untuk hambatan yang bersumber dari penguasa kecil sekali yakni 2 persen dan hambatan yang muncul dari tokoh-tokoh dakwah mencapai 5 persen. Dengan demikian dapat diketahui besarnya hambatan yang harus dihadapi dalam melaksanakan kegiatan dakwah Islam. Namun semua hambatan itu tidaklah menyebabkan dakwah islamiyah itu berhenti, akan tetapi bagaimana mencermati sekaligus mencarikan jalan keluarnya agar kegiatan dakwah islamiyah tetap lancar di tengah-tengah masyarakat muslim di kota Batam.

א

Kelemahan Dakwah Islamiyah

Opsion Jawaban Frekuensi %

A B C D E Sumber Daya Manusia Ekonomi Sarana dan Prasarana Manajemen Persatuan 166 113 166 139 79 25% 17% 25% 21% 12% Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013

Kelemahan dakwah Islam selama ini sebagaimana dalam tabel di atas berpuncak dari kelemahan Sumber Daya Manusia(SDM) dengan opsion jawaban sebanyak 166 responden atau 25 persen. Kelemahan berikutnya menurut responden digambarkan di atas adalah masalah ekonomi, dengan opsion jawaban sebanyak 113 responden atau 17 persen. Selanjutnya kelemahan dalam bidang sarana dan prasarana dengan opsion jawaban sebanyak 166 responden atau 25 persen. Kemudian kelemahan dalam bidang manajemen dengan opsion jawaban sebanyak 139 responden atau 21 persen dan lemah dalam bidang persatuan sebanyak 79 responden atau 12 persen.

א

Inilah yang menjadi kendala bagi lembaga-lembaga dakwah sekarang. Banyaknya mubaligh yang tidak atau kurang menguasai materi pembahasan dalam menyampaikan ceramahnya di depan jamaah. Semua itu terkait pengetahuan yang dimiliki oleh para mubaligh itu sendiri. Untuk meningkatkan mutu dari mubaligh yang akan diterjunkan kelapangan harus ada usaha dari pihak lembaga meningkatkan Sumber Daya Manusia melalui pelatihan-pelatihan dan kursus yang ditata oleh lembaga-lembaga dakwah sebagai pengelola. Masalah ekonomi juga menjadi salah satu titik kelemahan dakwah Islamiyah, karena banyak para mubaligh kita yang berkehidupan pas-pasan, sehingga honor menjadi mubaligh sangat diharapkan bahkan ada yang hidup hanya mengandalkan hasil sebagai mubaligh. Hal seperti ini pun harus menjadi perhatian bagi pengelola lembaga dakwah agar mubaligh hidup lebih layak.

Sarana dan prasarana, manajemen pengelolaan belum menjadi prioritas untuk memantapkan lembaga dakwah Islamiyah. Akibatnya lembaga dakwah mengalami kesulitan dalam menjalankan misinya sebagai pengelola lembaga dakwah. Sarana dan prasarana kurang bahkan tidak ada. Semua itu dikarenakan kurang

א

mampunya memenej lembaga dakwah yang ada disamping kurangnya rasa persatuan antara mubaligh dan pengurus dakwah selama ini.

Masalah-masalah Sosial yang Dominan

Opsion Jawaban Frekuensi %

A B C D Korban HIV Korban narkoba Kenakalan remaja Perdagangan anak 0 168 477 0 0 28% 72% 0 Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013

Berdasarkan pada data di atas, menunjukkan bahwa masalah sosial yang dominan terjadi didalam masyarakat adalah masalah korban narkoba, dengan opsion jawaban sebanyak 168 responden atau 28 persen. Kemudian yang paling tinggi adalah masalah kenakalan remaja dengan opsion jawaban sebanyak 477 responden atau 72 persen. Sedang masalah korban HIV dan Perdagangan anak tidak mendapat perhatian bagi responden.

Masalah kenakalan remaja sering melanda berbagai tempat baik di kota maupun di desa-desa. Semua ini muncul dikarenakan

א

beberapa faktor. Pengangguran dan kemiskinan, faktor media massa baik cetak maupun elektronik yang sering menampilkan tayangan yang berbau kekerasan, kemusyrikan, dan pembangkit birahi (sex), faktor menonton film-film porno, peredaran narkoba yang begitu gencarnya dilakukan bandar-bandar narkoba, yang sasarannya adalah para remaja. Untuk mengatasi hal semacam ini diperlukan bimbingan kepada para remaja diberbagai tempat baik di masjid, mushala, di sekolah, dan di dalam perkumpulan remaja yang dakwatul islamiyahnya bisa masuk. Para pengelola lembaga dakwah harus peka terhadap persoalan kenakalan remaja, selanjutnya para pengurus lembaga dakwah memikirkan dan mengirimkan para mubalighya ke daerah yang tingkat kenakalan remajanya tinggi. Seharusnya pembinaan remaja itu bukan setelah mereka rusak tetapi sebelum mereka dihinggapi oleh virus kenakalan, sebagaimana telah disebutkan di atas. Masalah remaja adalah masalah bersama dan harus diobati bersama apabila penyakit itu muncul ditengah kehidupan remaja.

א

Bencana alam yang Paling Dominan

Opsion Jawaban Frekuensi %

A B C D Banjir Tanah longsor Gempa bumi Kemarau dan asap

239 0 0 424 36% 0 0 64% Jumlah 663 100% Data lapangan 2013

Menurut data di atas bahwa bencana alam yang sering melanda daerahnya adalah masalah banjir, sebagaimana opsion jawaban yang diberikan sebanyak 239 responden atau 36 persen, bencana alam lainnya yang sering melanda daerah responden adalah musim kemarau dan asap dengan opsion jawaban sebanyak 424 responden atau 64 persen. Sedangkan opsion tanah longsor dan gempa bumi tidak menjadi perhatian bagi responden.

Masalah banjir saat ini di Riau pada umumnya dan Batam khususnya telah menjadi langganan tetap setiap tahunnya. Setiap banjir datang sering membawa korban manusia dan harta benda yang tidak sedikit jumlahnya. Demikian juga halnya dengan kemarau yang sering melanda daerah responden. Kemarau yang terjadi biasanya diiringi dengan kebakaran lahan yang dilakukan oleh mereka yang berkeinginan

א

membuka kebun dengan cara membakar lahan. Akibatnya asap memenuhi kota dan desa, sehingga banyak warga terinfeksi saluran pernafasan dan tenggorokan serta sesak nafas.

Banjir yang melanda negeri ini disebabkan kecerobohan para pengguna hutan yang tidak peduli dengan kelestarian hutan. Kayunya ditebangi sedang usaha untuk mereboisasi tidak dilakukan, akibatnya apabila musim kemarau kekeringan musim hujan kebanjiran. Kalau hal semacam ini tidak menjadi perhatian bagi pemerintah dan seluruh komponen masyarakat maka lambat laun bencana kekeringan akan lebih parah lagi.

Respon Pemerintah dalam Menanggulangi Bencana Alam

Opsion Jawaban Frekuensi %

A B C D Sangat baik Baik Kurang baik Tidak baik 113 424 93 33 17% 64% 14% 5% Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013

Respon pemerintah dalam penanggulangan bencana alam sangat baik dengan opsion jawaban sebanyak 113 responden

א

atau 17 persen dan yang menyatakan baik sebanyak 424 responden atau 64 persen. Kemudian yang menyatakan kurang baik sebanyak 93 responden atau 14 persen, sedang yang menyatakan tidak baik sebanyak 33 responden atau 5 persen.

Pada umunya responden menyatakan bahwa respon pemerintah dalam menanggulangi bencana alam sangat baik dan baik dengan persentase sebanyak 81 persen. Sebagian kecil responden menyatakan kurang baik dan tidak baik. Dengan demikian dapat dipahami bahwa pemerintah cukup baik dalam menanggulangi segala macam bencana alam yang terjadi di daerahnya, dengan memberi bantuan baik matrial maupun non matrial. Dengan bantuan yang diberikan pemerintah akan mengurangi beban penderitaan para korban bencana alam.

Partisipasi Masyarakat dalam Menanggulangi Bencana Alam

Opsion Jawaban Frekuensi % A B C D Sangat baik Baik Kurang baik Tidak baik 166 372 79 46 25% 56% 12% 7% Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013

א

Data di atas menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat ikut serta dalam penanggulangan bencana alam sudah sangat baik dengan jumlah opsion jawaban sebanyak 166 responden atau 25 persen dan yang menyatakan baik sebanyak 372 responden atau 56 persen. Kemudian yang menyatakan kurang baik sebanyak 79 responden atau 12 persen dan yang menyatakan tidak baik sebanyak 46 responden atau 7 persen.

Pada umumnya partisipasi masyarakat dalam menanggulangi bencana sangat baik dan baik dengan persentase 81 persen. Dan yang menyatakan partisipasi masyarakat terhadap bencana alam kurang baik dan tidak baik persentasenya kecil sekitar 19 persen saja. Dengan demikian dapat diketahui bahwa partisipasi masyarakat dalam ikut serta menanggulangi bencana alam cukup tinggi. Dengan banyaknya memberi bantuan untuk dikirim ke daerah bencana, sehingga beban para korban bencana bisa terkurangi.

א

Dalam dokumen PETA DAKWAH. ÌéÖ<`i KOTA BATAM א א (Halaman 92-107)