REALITAS KEHIDUPAN UMAT
6. Realitas Dakwah
tidak berizin jika terjadi, maka sangat sukar sekali untuk dipertahankan secara hukum. Oleh sebab itu semua masyarakat harus tahu benar bagaimana aturan dalam membangun rumah ibadah maupun yang lainnya. Maka harus melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat, agar segala macam aturan itu terserap oleh semua kalangan masyarakat, baik dari tingkat yang paling bawah sampai masyarakat paling tinggi. Melakukan sosialisasi memakan waktu yang cukup lama dan kadang hasilnya kurang maksimal.
6. Realitas Dakwah
Rutinitas Masyarakat sebagai Sasaran dan Wilayah Dakwah
Opsion Jawaban Frekuensi %
A B C D Sangat Rutin Rutin Ragu-ragu Tidak rutin 33 292 33 305 5% 44% 5% 46% Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013
Masyarakat merupakan sasaran dan wilayah dakwah yang harus dipelihara dan dipertimbangkan keberadaannya. Ini dibuktikan
א
dengan kegiatan dakwah yang dilakukan oleh lembaga-lembaga dakwah yang ada di kota Batam. Sebagimana terlihat pada tabel diatas rutinitas kegiatan dakwah yang dilakukan oleh para da’i. Menurut pengetahuan responden bahwa 33 responden atau 5 persen saja yang menyatakan sangat rutin, sedangkan yang menyatakan rutin sebanyak 292 responden atau 44 persen. Responden yang menyatakan ragu terhadap kegiatan dakwah sebanyak 33 responden atau 5 persen saja, sedangkan yang menyatakan kegiatan kepada masyarakat tidak dilaksanakan secara rutin, dengan jumlah jawaban sebanyak 305 responden atau 46 persen.
Respon Responden terhadap Materi yang Diberikan Mubaligh
Opsion Jawaban Frekuensi %
A B C D Sangat kesulitan Kesulitan Ragu-ragu Tidak kesulitan 14 26 26 597 2% 4% 4% 90% Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013
Pada umumnya responden memberikan pernyataan, bahwa materi yang disampaikan oleh para mubaligh atau da’i tidak sulit untuk
א
dipahami dan dimengerti oleh jamaah. Ini dapat diperhatikan didalam alternatif jawaban yang diberikan sebanyak 597 responden atau 90 persen. Kemudian yang mengatakan sulit sebanyak 14 responden atau 2 persen dan yang menyatakan kesulitan sebanyak 26 responden atau 4 persen. Selanjutnya yang menyatakan ragu-ragu untuk memberikan pernyataan terhadap materi yang diberikan mubaligh sulit atau tidak terdapat 26 responden atau 4 persen.
Dengan demikian ada di antara masyarakat yang sulit untuk memahami materi yang disampaikan oleh mubaligh. Ketidaktahuannya disebabkan oleh beberapa kemungkinan antara lain, latar belakang pendidikan yang dimiliki oleh masyarakat yang tidak memahami istilah-istilah yang ada didalam agama, sedang tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan istilah-istilah tersebut. Kurang nyambung karena mubaligh sedang ceramah ada juga jamaah ngobrol sendiri, akibatnya tidak tahu apa yang disampaikan oleh guru di depan kita. Berikutnya daya tangkap mereka yang sudah tumpul sehingga daya tangkapnya kurang. Datang kemajlis ta’lim bukan memahami kaji yang disampaikan, tetapi sekedar kumpul dan bercerita tanpa satupun dapat memahami apa
א
yang di sampaikan mubaligh kepada masyarakat. Akan tetapi pada umumnya masyarakat memahami dan menyatakan tidak sulit dalam memahami materi yang disampaikan oleh mubaligh.
Metode Dakwah yang Dilakukan Mubaligh
Opsion Jawaban Frekuensi %
A B C D Ceramah Diskusi Rihlah Dan lain-lain 278 266 119 0 42% 40% 18% 0 Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013
Dalam masalah metode yang digunakan oleh mubaligh dalam menyampaikan dakwahnya kebanyakannya adalah menggunakan metode ceramah dengan jumlah jawaban 278 responden atau 42 persen. Dan ada juga yang menggunakan metode diskusi sebanyak 266 responden atau 40 persen dan yang menggunakan metode rihlah sebanyak 119 responden atau 18 persen.
Dengan demikian dapat diketahui bahwa kebanyakan mubaligh dalam menyampaikan dakwahnya dengan menggunakan metode ceramah dan terdapat pula yang menggunakan metode diskusi, karena metode ceramah
א
merupakan metode yang paling gampang untuk dilaksanakan oleh para mubaligh. Namun ada juga mubaligh menyenangi metode diskusi, sebab melalui metode ini masyarakat akan lebih memahami materi yang disampaikan oleh mubaligh. Disisi lain mubaligh menggunakan metode rihlah.
Sikap Responden terhadap Perbedaan Pendapat di Kalangan Umat Islam
Opsion Jawaban Frekuens i % A B C D Wajar-wajar saja Tidak setuju perbedaaan pendapat Tidak peduli
Berpihak pada yang sesuai 617 0 46 0 93% 0 7% 0 Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013
Masalah perbedaan pendapat di kalangan umat Islam sudah ada semenjak masa sahabat sampai tabi’ tabiin. Dalam Islam berbeda itu rahmat bagi kita. Oleh karena responden yang menyatakan wajar sebanyak 617 responden atau 93 persen. Kemudian terdapat 46 responden atau 7 persen.
א
Perbedaan pendapat bukan perkara baru di dalam Islam, namun perbedaan pendapat di dalam Islam merupakan rahmat asalkan didasari oleh ilmu pengetahuan dan tetap berlandaskan pada kitab Al-Qur’an serta sunah Nabi Muhammad Saw. Perbedaan pendapat yang tidak berlandaskan pada Al-Qur’an dan sunah rasullullah serta adanya pengetahuan seseorang maka akan menimbulkan malapetaka dan bencana pada masyarakat tersebut. Jadi boleh berbeda pendapat asal punya pengetahuan serta laksanakan pendapat tersebut sesuai dengan pendapat anda. Perbedaan pendapat itu merupakan sesuatu yang lumrah dan perbedaan pendapat bukan berarti kita berpecah belah, walaupun kita berbeda dalam pendapat maka kesatuan umat pecah karena perbedaan tersebut. Kita setuju untuk sepakat dalam perbedaan sesuai dengan argument yang dimiliki (ilmu seseorang) sehingga tidak ada permusuhan antara kita, yang ada adalah persaudaraan. Dengan demikian kehidupan yang harmonis di dalam tubuh uamt Islam tetap terjaga dan terpelihara dengan baik.
א
Tanggapan Responden terhadap Kegiatan Dakwah di Masyarakat oleh Para Mubaligh
Opsion Jawaban Frekuensi %
A B C D Sangat baik Baik Kurang baik Tidak baik 159 478 13 13 24% 72% 2% 2% Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013
Masalah kegiatan dakwah di dalam masyarakat yang dilakukan oleh para mubaligh itu baik dengan melihat jawaban yang diberikan oleh responden sebanyak 478 responden atau 72 persen menyatakan baik. Kemudian terdapat 159 responden atau 24 persen memberikan pernyataan sangat baik. Selanjutnya terdapat sekitar 13 responden atau 2 persen menyatakan kurang baik dan 13 responden atau 2 persen menyatakan tidak baik.
Baik tidak baiknya sebenarnya kegiatan dakwah tergantung dari sudut pandang apa atau dari kacamata apa melihatnya. Kalau melihat dari segi pengelolaannya mungkin, dari kacamata penyampaian materi atau cara berkomunikasi mubaligh dengan jamaah dan lain sebagainya. Pada umumnya di Kota Bata mini, pengelolaan lembaga dakwah sudah termasuk baik, namun
א
perlu untuk ditingkatkan kualitasnya baik sarana maupun pembinaan para mubaligh, agar menjadi lembaga dakwah professional diterima di tengah-tengah masyarakat Islam.
Pengaruh Penyebaran Agama lain Terhadap Umat Islam
Opsion Jawaban Frekuensi %
A B C D Sangat berpengaruh Berpengaruh Kurang berpengaruh Tidak berpengaruh 13 152 132 366 2% 23% 20% 55% Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013
Penyebaran agama di tengah-tengah masyarakat Muslim, telah terjadi semenjak lama. Namun penyebaran tersebut sedikit banyaknya berpengaruh terhadap umat Islam itu sendiri. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh penyebaran agama lain terhadap umat Islam dapat dilihat pada tabel tersebut di atas. Responden yang menyatakan sangat berpengaruh sebanyak 13 responden atau 2 persen, yang menyatakn berpengaruh sebanyak 152 responden atau 23 persen. Selanjutnya yang menyatakan kurang berpengaruh sebanyak 132 responden
א
atau 20 persen dan yang menyatakan tidak berpengaruh sebanyak 366 responden atau 55 persen.
Penyebaran agama lain di tengah-tengah umat Islam, memang menyakitkan hati umat Islam, namun umat Islam tidak bisa begitu saja menyalahkan mereka, karena umat Islam sendiri kurang waspada dan tidak begitu peduli terhadap sesamam umat Islam itu sendiri terutama kepada mereka yang lemah. Lemah yang dimaksud disini adalah lemah iman, lemah ekonomi dan lemah sumber daya manusianya. Mereka yang lemah seperti ini sangat mudah di pengaruhi oleh ajaran agama lain yang menurut mereka lebih baik dalam bidang kesejahteraannya.
א
Sikap Responden terhadap Penyebaran agama lain yang Mempengaruhi Umat Islam Opsion Jawaban Frekuen
si % A B C D Melaporkan ke pihak yang berwajib Melakukan komplain Bersifat apatis Menyelesaikan secara baik-baik 225 79 66 293 34% 5% 10% 44% Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013
Untuk melihat sikap responden terhadap penyebaran agama lain yang mempengaruhi umat Islam dapat dilihat pada tabel di atas. Sikap responden terhadap penyebaran agama lain, yang mempengaruhi umat Islam diketahui bahwa responden tidak setuju maka, masyarakat melaporkan kepada yang berwajib dengan jumlah pilihan sebanyak 225 responden atau 34 persen. Kemudian sebagian melakukan komplain sebanyak 79 responden atau 5 persen. Namun ada responden memberikan jawaban, bahwa masyarakat bersifat apatis dengan jawaban sebanyak 66 responden atau 10 persen.
א
Kemudian yang ingin menyelesaikan dengan cara baik-baik dengan jumlah responden yang memberikan jawaban sebanyak 293 responden atau 44 persen.
Sebagian masyarakat lebih menghendaki melalui jalan damai dengan cara musyawarah kepada para penyebar agama di wilayah umat Islam yang mayoritas, sebab perbuatan semacam itu akan menimbulkan konflik yang dapat membahayakan keamanan Negara. Cara lain dapat membantu persoalan penyebaran agama di tengah-tengah kelompok yang mayoritas Islam, lewat jalur hukum. Umat Islam merasa tidak senang kalau ada umat agama lain melakukan penyebaran agama , di perkampungan umat Islam. Maka umat Islam yang merasa terganggu melaporkan kepada pihak berwajib , untuk menindak mereka yang menyebarkan agama dan mempengaruhi umat yang telah memeluk suatu agama tertentu, sesuai hukum yang berlaku di negeri ini. Namun ada masyarakat tidak ambil peduli dengan apa yang terjadi di lingkungannya. Ini yang disebut dengan masyarakat yang apatis terhadap keadaan yang ada di lingkungannya. Dan ada masyarakat secara spontan melakukan suatu gerakan menentang terhadap mereka yang menyebarkan agama di tengah-tengah
א
masyarakat yang telah memeluk agama tertentu. Tindakan semacam ini, menimbulkan masalah yang lebih besar dan konflik antar agama yang akan melibatkan banyak pihak.
7. Aspek Sarana dan Metode Dakwah
Tempat-tempat Pelaksanaan Dakwah
Opsion Jawaban Frekuensi %
A B C D Masjid Mushala Lapangan Gedung aula 577 33 13 40 87% 5% 2% 6% Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013
Pada umumnya pelaksanaan dakwah itu dilaksanakan di masjid, berdasarkan opsion jawaban sebanyak 577 responden atau 87 persen dan terdapat 33 responden atau 5 persen menyatakan bahwa dakwah itu dilaksanakan di mushala. Kemudian terdapat sekitar 13 responden atau 2 persen menatakan dakwah dilaksanakan di lapangan terbuka dan terdapat opsion jawaban sebanyak 40 responden atau 6 persen menyatakan dakwah dilaksanakan di gedung atau aula.