• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek Sarana dan Metode Dakwah

Dalam dokumen PETA DAKWAH. ÌéÖ<`i KOTA BATAM א א (Halaman 72-80)

REALITAS KEHIDUPAN UMAT

7. Aspek Sarana dan Metode Dakwah

masyarakat yang telah memeluk agama tertentu. Tindakan semacam ini, menimbulkan masalah yang lebih besar dan konflik antar agama yang akan melibatkan banyak pihak.

7. Aspek Sarana dan Metode Dakwah  

Tempat-tempat Pelaksanaan Dakwah

Opsion Jawaban Frekuensi %

A B C D Masjid Mushala Lapangan Gedung aula 577 33 13 40 87% 5% 2% 6% Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013

Pada umumnya pelaksanaan dakwah itu dilaksanakan di masjid, berdasarkan opsion jawaban sebanyak 577 responden atau 87 persen dan terdapat 33 responden atau 5 persen menyatakan bahwa dakwah itu dilaksanakan di mushala. Kemudian terdapat sekitar 13 responden atau 2 persen menatakan dakwah dilaksanakan di lapangan terbuka dan terdapat opsion jawaban sebanyak 40 responden atau 6 persen menyatakan dakwah dilaksanakan di gedung atau aula.

א

Sesungguhnya dakwah itu bisa saja dilaksanakan dimana saja asalkan tempat itu bersih dan ada orang yang akan didakwahi, di kantor baik, di gedung juga bagus, di tanah lapang juga tidak dilarang, di masjid dan mushala lebih baik. Namun pada umumnya di kota Batam ini dakwah dilaksanakan di masjid dan mushala, karena di masjid dan mushala orang mudah berkumpul, tidak begitu formal dan yang mendengarkan dakwah lebih rileks dibandingkan tempat-tempat lain yang harus menyediakan waktu tersendiri.

Harapan Responden terhadap Dana Dakwah

Opsion Jawaban Frekuensi %

A B C D Pemerintah Organisasi dakwah Perorangan Masyarakat 345 318 0 0 52% 48% 0 0 Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013

Dalam masalah penanggulangan dana dakwah merupakan tanggung jawab semua komponen masyarakat, namun responden memberikan perrnyataan bahwa tanggung jawab dana dakwah itu adalah pemerintah, sebagaimana yang tertuang di dalam tabel di atas, menunjukkan 345 responden atau 52 persen. Dan

א

terdapat 318 responden atau 48 persen menyatakan bahwa tanggung jawab dana dakwah adalah organisasi dakwah itu sendiri.

Di sini kelihatan bahwa masyarakat tidak punya tanggung jawab apa-apa kecuali lembaga pemerintah dan lembaga dakwah yang mengelola dakwah tersebut. Sebenarnya tidak demikian, tanggung jawab untuk pendanaan dakwah tanggung jawab semua umat Islam terutama bagi para orang kaya. Lembaga dakwah tidak punya uang yang punya uang adalah masyarakat, untuk itu lembaga dakwah dan pemerintah mendapat uang dari masyarakat, tanpa sokongan masyarakat lembaga dakwah dan pemerintahan tidak akan pernah jalan. Jadi sesungguhnya pendanaan kegiatan dakwah itu pada prinsipnya kewajiban seluruh umat muslim dimana saja, terutama mereka yang telah diberi nikmat oleh Allah Swt yang berlimpah ruah. Kurang pantaslah dana dakwah itu terlalu dibebankan kepada lembaga dakwah dan pemerintah, sedangkan masyarakat lepas tangan.

א

Bantuan Pemerintah terhadap Lembaga-lembaga Dakwah

Opsion Jawaban Frekuensi %

A B C D Sangat memadai Memadai Kurang memadai Tidak memadai 0 152 133 378 0 23% 20% 57% Jumlah 633 100% Data Lapangan 2013

Bantuan pemerintah terhadap lembaga-lembaga dakwah sangat dibutuhkan melalui anggaran pendapatan daerah atau pendapatan Negara. Negara sekurang-kurangnya memberikan motivasi kepada umat beragama dan khususnya bagi umat Islam melalui dana bantuan dakwah. Pesan-pesan pemerintah dapat disampaikan melalui dakwah, sehingga program pemerintah dapat tersosialisasi secara luas kepada masyarakat. Dengan demikian bantuan pemerintah kepada lembaga dakwah dapat dilihat dalam pernyataan responden di atas. Terdapat 152 responden atau 23 persen mengatakan bantuan pemerintah kepada lembaga dakwah memadai, namun terdapat 133 responden atau 20 persen menyatakan kurang memadai. Selanjutnya terdapat sekitar 378 responden atau 57 persen belum memadai.

א

Ini membuktikan bahwa bantuan pemerintah kepada lembaga dakwah belum begitu dapat di harapkan. Masih terlalu kecil yang diberikan oleh pemerintah terhadap lembaga dakwah. Pemerintah kurang peka terhadap lembaga-lembaga keagamaan seperti lembaga dakwah. Sesuatu yang agaknya aneh dilakukan oleh pemerintah, mereka menyuruh para mubaligh untuk selalu menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada masyarakat melaui dakwah-dakwahnya, akan tetapi dana tidak pernah dikucurkan kepada lembaga-lembaga tersebut. Sebuah lembaga-lembaga dakwah akan berjalan normal apabila ditopang oleh adanya dana dari semua komponen masyarakat mulai dari para dermawan, orang kaya dan semua lapisan masyarakat yang simpatik terhadap perkembangan dakwah dan lembaga-lembaga dakwah yang sering kekurangan dana.

א

Metode yang Digunakan dalam Melaksanakan Dakwah

Opsion Jawaban Frekuensi %

A B C D Bilisan Bilqalam Bilhal Perpaduan tiga metode di atas 66 40 53 504 10% 6% 8% 78% Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013

Para mubaligh dalam menyampaikan dakwahnya menggunakan berbagai macam metode sebagaimana dalam tabel di atas. Sebagian mubaligh menyenangi metode bilisan atau ceramah, sesuai dengan pilihan responden terdapat sebanyak 66 responden atau 10 persen menyatakan mubaligh menggunakan metode bilisan. Kemudian terdapat 40 responden atau 6 persen mubaligh menggunakan metode bilqalam. Selanjutnya terdapat 53 responden atau 8 persen mubaligh menggunakan metode bilhal dan sebagian besar mubaligh menggabungkan ketiga metode di atas dengan jumlah jawaban responden sebanyak 504 responden atau 78 persen.

Semua metode yang digunakan oleh para mubaligh itu disamping punya kelemahan masing-masing juga memiliki kelebihan. Para

א

mubaligh pada umumnya berusaha bagaimana jamaah bisa memahami topik pembahasan di dalam ceramahnya. Maka disamping menggunakan ceramah bilisan digunakan juga dialog dan memberikan contoh agar jamaah yang dijadikan sasaran dapat memahaminya. Namun ada pula mubaligh dalam berdakwah menggunakan metode bilhal. Metode bilhal ini lebih baik, tetapi membutuhkan dana, contoh mengajar cara mengafani jenazah yang membutuhakan alat peraga dan lain sebagainya.

Dakwah Bilhal Melalui Pengembangan Aqidah, Sosial & Ekonomi

Opsion Jawaban Frekuensi % A

B Ada Tidak ada 431 232 65% 35%

Jumlah 663 100%

Data Lapangan 2013

Sebagaimana telah diterangkan di atas dakwah bilhal selalu digunakan oleh mubaligh dalam upaya mempraktekan apa yang telah disampaikan melalui lisan ke dalam bentuk yang sesungguhnya. Umpamanya cara aqiqah, cara mencapai kehidupan, cara bermasyarakat, cara berta’ziah dan lain sebagainya. Jamaah diajak

א

secara langsung mempraktikkan cara-cara tersebut sehingga mampu melaksanakannya. Sebagaimana dikemukakan di dalam tabel di atas, responden akan merasakan manfaatnya dakwah bilhal sehingga yang menjawab ada di lakukan dakwah bilhal oleh mubaligh sebanyak 431 responden atau 65 persen. Sedangkan yang menyatakan tidak ada mubaligh menyampaikan dakwah dengan metode bilhal sebanyak 232 responden atau 35 persen.

Sesungguhnya pengembangan aqidah, sosial dan ekonomi dapat dilakukan melalui dakwah bilhal kepada jamaah. Sebab menyampaikan suatu kegiatan di dalam masyarakat melalui konsep agama lebih mudah diterima dan lebih mudah untuk merealisasikan dalam kehidupan masyarakat. Maka sangat layak dakwah bilhal ini dikembangkan dalam memahamkan kepada masyarakat dalam berbagai bidang, seperti bidang ekonomi, sosial, budaya dan lain sebagainya.

א

8. Aspek Lingkungan  

Peranan Dakwah dalam Mengajarkan Doktrin Hubungan Makhluk dengan Kholiq

Opsion Jawaban Frekuensi %

A B C D Sangat berperan Berperan Kurang berperan Tidak berperan 133 550 0 0 17% 83% 0 0 Jumlah 663 100% Data Lapangan 2013

Sesungguhnya dakwah mempunyai peranan cukup penting dalam mengajarkan doktrin hubungan makhluk dengan sang kholiq. Ini dapat kita perhatikan dalam tabel di atas. Terdapat pernyataan responden bahwa penerapan dakwah dengan mengajarkan doktrin hubungan antara makhluk dengan sang kholiq sangat baik. Responden yang memilih opsion ini sebanyak 113 responden atau 17 persen. Dan yang menyatakan baik sebanyak 550 responden atau 83 persen.

Dengan demikian dapat kita pahami bahwa dakwah cukup tepat digunakan untuk menyampaikan doktrin keagamaan kepada umat seperti doktrin hubungan antara makhluk dengan sang kholiq. Melalui dakwah mubaligh bebas

Dalam dokumen PETA DAKWAH. ÌéÖ<`i KOTA BATAM א א (Halaman 72-80)