• Tidak ada hasil yang ditemukan

VI. KELAYAKAN USAHA PENGOLAHAN DAN PEMANFAATAN

6.5 Aspek Finansial

Aspek finansial merupakan penilaian kelayakan usaha apakah secara biaya dan manfaat akan menguntungkan selama umur proyek. Selai itu, aspek finansial juga menilai kapan proyek akan mengembalikan biaya investasi yang telah dikeluarkan, dan sampai seberapa jauh proyek dapat memberikan keuntungan jika terjadi perubahan-perubahan pada proses produksi.

6.5.1 Komponen Biaya

Biaya-biaya yang dikeluarkan oleh PT. X mencakup biaya investasi dan biaya operasional, dimana biaya operasional dibagi menjadi biaya tetap dan biaya variabel.

6.5.1.1 Biaya Investasi

Biaya investasi adalah biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan peralatan maupun lahan untuk mendukung kegiatan produksi. Biaya investasi meliputi investasi lahan, bangunan, laboratorium, pembelian alat/mesin dan kendaraan. Selain itu, karena kegiatan yang berkaitan dengan limbah harus memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan kerja (K3), PT. X juga mengeluarkan biaya-biaya untuk perlengkapan keselamatan (safety tools) seperti rompi, helm, sepatu boots, masker, dan kacamata pelindung. Biaya-biaya investasi diperlihatkan pada Tabel 12.

Tabel 12 Biaya investasi pengolahan dan pemanfaatan limbah B3 PT. X

No Komponen Harga Satuan (Rp) Jumlah Total (Rp) Umur teknis

1 Lahan dan

bangunan

2 150 000 3.259 m2 7 000 000 000 20 tahun

2 Laboratorium 2 unit 135 000 000 10 tahun

3 Incinerator 7 800 000 000 1 unit 7 800 000 000 20 tahun

4. Mesin penjernih solvent 150 000 000 1 unit 150 000 000 15 tahun 5. Mesin press batako 35 000 000 5 unit 175 000 000 5 tahun

6. Mixer 5 500 000 1 unit 9 000 000 5 tahun 7. Crusher 9 000 000 1 unit 9 000 000 5 tahun 8. Mesin cetak

kertas

225 000 000 14 unit 3 150 000 000 8 tahun

9. Alat berat 1 500 000 000 1 unit 1 500 000 000 20 tahun

10. Alat transportasi (Colt Diesel)

250 000 000 175 unit 43 750 000 000 20 tahun

11. Bak kempu 2 000 000 4 unit 8 000 000 1 tahun

12. safety tools dan perlengkapan lain

8 950 000 1 set 8 950 000 1 tahun

53

6.5.1.2 Biaya Tetap

Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan oleh pelaku usaha, yang dikeluarkan secara berkala, bersifat tetap, dan tidak dipengaruhi oleh jumlah produksi yang dihasilkan.Untuk kegiatan pengolahan limbah dan pemanfaatan menjadi produk, biaya tetap meliputi tenaga kerja/karyawan tetap, pajak, cicilan hutang, sewa kantor pemasaran, dan biaya maintanance. Biaya-biaya yang dikeluarkan untuk keperluan operasional yang bersifat tetap ini dijelaskan pada Tabel 13.

Tabel 13 Biaya tetap pengolahan dan pemanfaatan limbah B3 PT. X

No Komponen Harga Satuan (Rp) Jumlah Total (Rp)

1. Upah karyawan tetap 2 447 450 250 orang 611 862 500

2. Sewa Kantor Pemasaran 115 000 000 1 tahun 115 000 000

3. Cicilan Hutang 3 650 162 899 1 tahun 3 650 162 899

4. Biaya maintanance: a. incinerator

b.mesin penjernih solvent c. pencetak kertas d. mesin press batako

200 000 000 11 350 000 10 000 000 800 000 1 x 1 tahun 1 x 1 tahun 1 x 1 tahun 1 x 3 bulan 200 000 000 11 350 000 10 000 000 3 200 000 Sumber: PT. X (2014) 6.5.1.3 Biaya Operasional

Biaya operasional adalah biaya yang berubah-ubah karena dipengaruhi oleh jumlah produksi yang dihasilkan, Untuk pengolahan limbah dengan incinerator, biaya operasional ini meliputi pemakaian listrik serta pemakaian solar sebagai bahan bakar incinerator. Untuk pembuatan paving block, biaya operasionalnya meliputi altras, semen, tenaga kerja dengan sistem borongan, sedangkan biaya operasional pembuatan produk low grade paper adalah biaya upah karyawan pencetak kertas.Biaya-biaya tersebut ditampilkan pada Tabel 14. Tabel 14 Biaya operasional pengolahan dan pemanfaatan limbah B3 PT. X

No Komponen Harga Satuan (Rp) Jumlah per tahun Total (Rp)

1. Listrik untuk Plant 5 337 500/bulan 12 bulan 64 050 000

2. Listrik untuk kantor pemasaran

3 837 885/bulan 12 bulan 46 054 620

Pengolahan Limbah dengan Incinerator

3. Solar 6500/liter 1.123.200 liter 7 300 800 000

Pemanfaatan Limbah Batu Bara (fly ash) menjadi Paving Block

4. Semen 60 000/sak 93600 sak 5 616 000 000

5. Altras 800 000/7m3 15.288 m3 Rp1.248.000.000

6. Karyawan Borongan 175/pcs 4.680.000 pcs 819 000 000

Pemanfaatan Limbah sludge menjadi Low grade paper

7. Karyawan 2 000 000/orang/bulan 6 orang 144 000 000

54

6.5.2 Komponen Manfaat

Komponen arus penerimaan (inflow) yang diperoleh adalah merupakan penjumlahan manfaat-manfaat yang diterima oleh PT. X. Manfaat-manfaat tersebut adalah dengan biaya pemusnahan produk dengan incinerator, pembayaran jasa untuk penyimpanan limbah fly ash/bottom ash, dan sands foundry, pembayaran jasa penyimpanan limbah sludge dan karbit, pengolahan limbah solvent, penjualan produk paving block, dan penjualan produk low grade paper.

6.5.2.1Pemusnahan produk dengan incinerator

Setiap limbah yang diangkut untuk dimusnahkan dengan incinerator dibayar dengan harga Rp 1700/kg limbah padat dengan jumlah limbah yang masuk sebanyak 3600 kg, dan Rp 1500/liter limbah cair dengan jumlah limbah cair sebanyak 1200 liter per harinya. Sehingga total penerimaan dari pemusnahan produk dengan incinerator adalah jumlah limbah yang masuk dikalikan dengan harga jasanya. Total penerimaan dari pengolahan limbah cair dan padat ini adalah sebesar Rp 7 920 000 per harinya, atau sebesar Rp 2 471 040 000 setiap tahunnya.

6.5.2.2Jasa penyimpanan limbah fly ash/bottom ash dan sands foundry

Setiap limbah fly ash/bottom ash, dan sands foundry yang diangkut dibayar dengan harga Rp 200/kg. Sehingga total penerimaan dari pemusnahan produk dengan penyimpanan fly ash/bottom ash adalah jumlah limbah yang masuk setiap harinya sebanyak 210 ton, dikalikan dengan harga jasanya yaitu sebesar Rp 13 104 000 000 pertahunnya.

6.5.2.3Penyimpanan limbah sludge IPAL kertas, scrap shaving, trimming

shaving,dan karbit

Setiap limbah sludge dan karbit yang diangkut dan disimpan dibayar dengan harga Rp 600/kg. Sehingga total penerimaan dari penyimpanan sludge dan karbit adalah jumlah limbah yang masuk yaitu berkisar 75 ton per hari dikalikan dengan harga jasanya, yakni sebesar Rp 45 000 000 setiap harinya, atau Rp 14 040 000 000 setiap tahunnya.

55

6.5.2.4Pengolahan limbah solvent

Setiap limbah solvent yang diolah dengan mesin destilasi/penjernih dibayar dengan harga Rp 1500/L. Setiap harinya, jumlah limbah yang masuk untuk diolah dengan mesin penjernih adalah 200 L. Sehingga total penerimaan pengolahan limbah solvent adalah jumlah limbah yang masuk dikalikan dengan harga jasanya yaitu Rp 300 000 per harinya, atau sebesar Rp 93 600 000 per tahun.

6.5.2.5Penjualan produk paving block

Limbah fly ash/bottom ash dan sands foundry yang diangkut oleh PT. X dari perusahaan-perusahaan pelanggan adalah menjadi milik PT. X dan PT. X berhak melakukan serangkaian tindakan atas limbah tersebut, termasuk pemanfaatan menjadi paving block. Hal ini menguntungkan bagi PT. X karena selain menerima pembayaran atas jasa pengangkutan, limbah juga dapat dimanfaatkan. Artinya, dapat menghemat bahan baku seperti pasir/altras, jika pembuatan paving block dibuat tanpa limbah-limbah tersebut. Paving block dijual dengan harga maksimal Rp 1500/pcs. Total produksi paving block dalam sehari mencapai 30 000 pcs setiap harinya. Sehingga total penerimaan dari penjualan paving block adalah sebesar Rp 45 000 000 setiap harinya, atau sebesar Rp14.040.000.000 setiap tahunnya

6.5.2.6Penjualan produk low grade paper

Sama halnya dengan limbah fly ash/bottom ash, PT. X juga memanfaatkan limbah sludge IPAL untuk dijadikan kertas, sehingga menjadi tambahan pemasukan bagi perusahaan. Low grade paper dijual dengan harga Rp 500/kg, dan hari mampu menghasilkan 33 ton kertas. Sehingga total penerimaan dari penjualan low grade paper adalah Rp 33 000 000 per harinya atau Rp10 296 000 000 setiap tahunnya.

Berdasarkan identifikasi komponen-komponen manfaat pengolahan dan pemanfaatan B3 oleh PT X, maka diperolehlah penerimaan total PT. X sbesar Rp 54 044 640 000 setiap tahunnya.

56

6.5.3 Arus Biaya-Manfaat

Arus biaya manfaat diperlukan untuk mengetahui seberapa layak investasi usaha pengolahan dan pemanfaatan limbah B3 ini. Karena proyek ini dinilai pada 2014 sementara sudah mulai berjalan pada 2008, maka penilaian analisis finansial ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana kelayakan investasi dalam empat tahun terakhir dan bagaimana perkembangannya untuk beberapa tahun ke depan. Berdasarkan hasil pengolahan data perhitungan kelayakan investasi selama 20 tahun yang terlampir pada Lampiran 1, maka didapatkan hasil pada Tabel 15. Tabel 15 Hasil kriteria investasi pengolahan dan pemanfaatan limbah B3 PT. X

No. Kriteria Hasil

1. Net Present Value Rp 110 997 445 852

2. Net Benefit Cost Ratio 3 3. Internal Rate of Return 17% 4. Payback Period 8

Sumber : Hasil Analisis Data (2014)

Berdasarkan tabel di atas, dengan pertimbangan suku bunga 10,5% diperoleh nilai NPV sebesar Rp 110 997 445 852 yang artinya proyek layak dijalankan, karena nilai NPV yang positif menjelaskan bahwa proyek akan memberikan pengembalian bersih positif Rp 110 997 445 852 selama jangka waktu proyek.

Nilai Net B/C sebesar 3 menunjukkan bahwa setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan akan menghasilkan manfaat bersih sebesar Rp 3. Artinya dengan kriteria Net B/C, proyek ini layak untuk dilanjutkan.

Nilai IRR yang diperoleh adalah sebesar 17%. karena IRR lebih besar dari discout rate yang ditetapkan (10,5%), maka proyek dinilai layak, karena IRR mencerminkan kemampuan usaha untuk memberikan pengembalian modal. Jika IRR lebih besar dari discout rate, artinya IRR akan membuat nilai NPV yang lebih besar dari nol, atau berati proyek akan memberikan manfaat bersih positif selama masa pelaksanaan proyek.

Investasi usaha pengelolaan dan pemanfaatan limbah B3 oleh PT. X akan kembali pada tahun yang dicerminkan dari nilai pay back periode sebesar 8, atau akan memberikan pengembalian atas biaya-biaya investasi pada tahun ke delapan.

57 Sehingga, berdasarkan keempat kriteria penilaian tersebut, pengelolaan dan pemanfaatan limbah B3 oleh PT. X layak untuk tetap dijalankan.

Dokumen terkait