• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek Finansial Model Tanaman Paludikultur

Dalam dokumen LAPORAN TIM PELAKSANA (Halaman 143-166)

V. Analisis Profitabilitas dan Keekonomian Tanaman Paludikultur

5.2. Analisis Profitabilitas dan Keekonomian Komoditas Paludikultur

5.2.4. Hasil Analisis

5.2.4.3. Aspek Finansial Model Tanaman Paludikultur

Dalam analisis finansial suatu usaha atau budidaya tanaman, beberapa aspek yang dihitung antara lain : biaya produksi, penerimaan dan pendapatan, NPV, IRR, BC ratio. Dalam penelitian ini, lahan yang digunakan seluas 4 hektar dengan pengembangan 4 model paludikultur yaitu Meranti-Nanas, Meranti-Cabe, Jelutung-Nanas dan Jelutung-Cabe dengan masing-masing pembagian lahan sebesar 1 hektar.

1) Model Paludikultur Meranti – Nanas dan Meranti – Cabe Skala 1 Hektar Pada model paludikultur campuran dalam pilot project, tanaman meranti di campur dengan nanas dan cabe dengan luash lahan yang digunakan seluas 1 ha. Meranti di campurkan dengan nanas seluas 1 ha dan meranti dicampurkan dengan cabe seluas 1 ha.

Kajian Profitabilitas dan Keekonomian Komoditi Ramah Gambut Kab. OKI 130

Perhitungan aspek finansial untuk model paludikultur ini menggunakan asumsi seperti dijasikan dalam Tabel 5.10. dan 5.11.

Tabel 5.10. Asumsi yang Digunakan dalam Analisis Finansial Model Paludikultur Meranti-Nanas Tahun 2018

No Asumsi Satuan Jumlah/Nilai Keterangan 1 Periode proyek tahun 10

2 Produksi dan Harga a. Kayu Meranti Penjarangan M3 64 Pemanenan M3 159 b. Nanas Panen 1 7161 Panen2 6445 Panen3 5800 3 Harga a. Kayu Meranti Penjarangan Rp/M3 400,000 Pemanenan Rp/M3 400,000 b. Nanas Panen 1 Rp/Kg 6,000 Panen2 Panen3

4 Biaya Tenaga Kerja HOK/Hari 60,000 5 Kebutuhan bahan baku Jumlah Bahan Baku a. Bibit Meranti Buah 423 b. Bibit Nanas Buah 8,235 Harga Bahan Baku a. Bibit Meranti Rp/Buah 8,000 b. Bibit Nanas Rp/Buah 250 6 Kebutuhan Bahan penolong Jumlah Bahan Penolong a. Herbisida Round Up Liter/Ha 4 b.Biofungsisida Liter/Ha 2 d. Dolomit Kg/Ha 100 e. Urea Kg/Ha 150 f. NPK Kg/Ha 50

Kajian Profitabilitas dan Keekonomian Komoditi Ramah Gambut Kab. OKI 131

7 Harga Bahan Penolong a. Herbisida Rp/liter 100,000 b. Biofungsisida Rp/liter 110,000 d. Dolomit Rp/Kg 6,000 e. Urea Rp/Kg 15,000 f. NPK Rp/Kg 11,000 8 Discount Factor/suku bunga % 6 9 Luas Lahan M2 10,000 Luas kanal M2 1,164 Luas Lahan Meranti M2 8,836 10 Jarak Tanam Meranti Jarak Tanam Meranti meter 3 x 8 Jarak Tanam Nanas meter 1 x 1 11 Jumlah Tanaman M2 1,164 Meranti Pohon 368 Nanas Pohon 5,170

Berdasarkan Tabel 5.10, periode proyek mengikuti masa daur tanaman meranti yaitu 10 tahun. Produksi kayu meranti penjarangan di asumsikan 30 persen dari jumlah panen yaitu 64 m3 dan 159 m3 saat akhir daur atau pemanenan kayu. Sedangkkan nanas, pemanenan dilakukan sebanyak 3 kali dalam kurun waktu 1 tahun, panen ke-1 produksi di asumsikan sebanyak 7.161 kg/ha, panen ke-2 produksi diasumsikan sebanyak 6.445 kg/ha dan produksi ke-3 di asumsikan sebanyak 5.800 kg/ha. Dengan harga jual kayu meranti dari penjarangan sebesar Rp 400.000/m3 dan harga kayu meranti tebang sebesar Rp 400.000 m3 sedangkan harga jual nanas sebesar Rp 6.000/kg. Biaya tenaga kerja diasumsikan sebesar Rp 60.000/HOK. Pembelian bibit meranti di asumsikan sebnyak 423 bibit/ha dan bibit nanas sebnyak 8.235 bibit/ha dengan jarak tanam meranti 8 x 3 m sedangkan nanas 1 x 1 m.Untuk pemeliharaan tanaman campuran meranti-nanas, pemupukan menggunakan pupuk NPK sebnyak 50kg/ha, urea sebanyak 150kg/ha dan dolomit sebanyak 100kg/ha dan pestisida yang digunakan yaitu herbisida dan biofungisida. Jumlah tanaman meranti diasumsikan sebanyak 368 pohon/ha sedangkan nanas sebnyak 5.170 buah/ha. Discount factor diasumsuikan 6 persen dalam penelitian ini.

Tabel 5.11. Asumsi yang Digunakan dalam Analisis Finansial Model Paludikultur Meranti-Cabe Tahun 2018

No Asumsi Satuan Jmlh/Nilai Keterangan 1 Periode proyek tahun 10

2 Produksi dan Harga

a. Kayu Meranti

Penjarangan M3 48 Pemanenan M3 159

Kajian Profitabilitas dan Keekonomian Komoditi Ramah Gambut Kab. OKI 132 b. Cabe kg 2,000 3 Harga a. Kayu Meranti Penjarangan Rp/M3 400,000 Pemanenan Rp/M3 400,000 b. Cabe Panen 1 Rp/Kg 17.644 4 Biaya Tenaga Kerja HOK/Hari 60,000 5 Kebutuhan bahan baku

Jumlah Bahan Baku

a. Bibit Meranti Buah 401 b. Bibit Cabe Buah 12,150 Harga Bahan Baku

a. Bibit Meranti Rp/Buah 8,000 b. Benih Cabe Paket 100 6 Kebutuhan Bahan penolong

Jumlah Bahan Penolong

a. Herbisida Liter/Ha 4 b.Biofungsisida Liter/Ha 2 d. Dolomit Kg/Ha 30 e. Pupuk Kandang Ton/Ha 5 f. NPK atau SP 36 Kg/Ha 50 g. Urea Kg/Ha 10 7 Harga Bahan Penolong

a. Herbisida Rp/liter 100,000 b.Biofungsisida Rp/liter 110,000 d. Dolomit Rp/Kg 6,000 e. Pupuk Kandang Rp/Kg 10,000 f. NPK atau SP 36 Rp/Kg 11,000 g. Urea Rp/kg 15,000 8 Peralatan a. Tray Penyemaian Buah 243

1 tray = 50 lubang tanam; untuk 12150 tanaman b. Ember Buah 5 c. Handsprayer Buah 1 d. Cangkul Buah 5 e. Pemotong rumput Buah 2 f. Parang Buah 5 g. Mulsa Meter 310

Kajian Profitabilitas dan Keekonomian Komoditi Ramah Gambut Kab. OKI 133

Harga Peralatan

a. Tray Penyemaian Rp/Buah 13.500 b. Ember Rp/Buah 10.000 c. Handsprayer Rp/Buah 350.000 d. Cangkul Rp/Buah 100.000 e. Pemotong rumput Rp/Buah 800.000 f. Parang Rp/Buah 100.000 g. Mulsa Rp/Paket 3.000 8 Discount Factor/suku bunga % 6 9 Luas Lahan M2 10,000 Luas kanal M2 1,164 Luas Lahan Meranti M2 8.836 10 Jarak Tanam Meranti

Jarak Tanam Meranti meter 3 x 8 Jarak Tanam Cabe meter 1 x 1 11 Jumlah Tanaman M2 1,164

Meranti Pohon 368 Nanas Pohon 11,045

12 Periode Tanam Cabe Bulan 6 Mei-Oktober

Berdasarkan Tabel 5.11 menunjukkan periode proyek mengikuti masa daur tanaman meranti yaitu 10 tahun. Produksi kayu meranti penjarangan di asumsikan 30 persen dari jumlah panen yaitu 48 m3 dan 159 m3 saat akhir daur atau pemanenan kayu. Sedangkkan cabe, pemanenan dilakukan sebanyak 6 kali dalam kurun waktu 1 bulan, total produksi cabe di asumsikan sebanyak 2.000kg/ha. Dengan harga jual kayu meranti dari penjarangan sebesar Rp 400.000/m3 dan harga kayu meranti tebang sebesar Rp 400.000.m3 sedangkan harga jual cabe sebesar Rp 20.000/kg. Biaya tenaga kerja diasumsikan sebesar Rp 60.000/HOK. Pembelian bibit meranti di asumsikan sebanyak 401 bibit/ha dan benih cabe sebnyak 12.150 benih/ha dengan jarak tanam meranti 8 x 3 m sedangkan cabe sama seperti nanas yaitu 1 x 1 m. Untuk pemeliharaan tanaman campuran meranti-cabe, sama seperti campuran Meranti-nanas, pemupukan menggunakan pupuk NPK sebnyak 50kg/ha, urea sebanyak 10kg/ha, pupuk kandang sebanyak 5kg/ha dan dolomit sebanyak 30kg/ha dan pestisida yang digunakan yaitu herbisida dan biofungisida. Jumlah tanaman meranti diasumsikan sebanyak 368 pohon/ha sedangkan nanas sebnyak 11.045 pohon/ha. Discount factor diasumsuikan 6 persen dalam penelitian ini. Karena tanaman cabe rentan dikelilingi gulma, maka guludan akan ditutupi oleh plastik mulsa seluas 310 meter.

b. Analisis Ekonomi dan Profitabilitas Meranti – Nanas dan Meranti – Cabe Skala 1 Hektar

Kajian Profitabilitas dan Keekonomian Komoditi Ramah Gambut Kab. OKI 134 • Biaya Investasi dan Operasional

Pada hakekatnya biaya produksi pengembangan model paludikultur terdiri dari biaya investasi dan biaya operasional. Biaya Investasi merupakan sejumlah uang yang digunakan pengusaha/investor usaha kerajinan purun sebagai modal awal dalam kegiatan ini. Jadi, secara umum segala bentuk modal yang digunakan untuk berbagai kegiatan yang dilakukan selama belum menghasilkan produk maka modal tersebut disebut investasi. Investasi ini merupakan komponen biaya tetap sesuai dengan umur ekonomisnya. Investasi usaha ditentukan selama 10 tahun. Perhitungan investasi dilakukan untuk 10 tahun dengan pertimbangan bahwa tanaman meranti siap dipanen pada usia 10 tahun sedangkan 30 tahun dengan pertimbangan bahwa tanaman jelutung siap dipanen pada usia 30 tahun. Model Paludikultur yang dikembangkan yaitu Meranti – Nanas dan Meranti – Cabe. Rincian biaya tersebut dapat dilihat pada Tabel 5.12. dan Tabel 5.13.

Tabel 5.12. Biaya Investasi Model Paludikultur Campuran Meranti-Nanas Tahun 2018

No. Uraian Rotasi

Setahun Jumlah Satuan

Harga/Satuan (Rp/satuan) Total Biaya (Rp/th) Penyusutan (Rp/th) 1. Tenaga Kerja 51 HOK 60,000 4,980,000 -Meranti -Nanas 2. Saprodi 1 7,440,000 3. Biaya Lahan 1 1 Ha 4. Peralatan 2,950,000 5. Biaya Bibit Meranti 423 Bibit 8,000 3,385,600 6. Biaya Pondok Kerja 1 Paket 5,000,000 5,000,000 7. Pembuatan Kanal Blocking 1 2 Paket 10,000,000 20,000,000 8. Pembuatan Saluran Kanal 1 30 HOK 60,000 1,800,000 9. Pemasangan waring untuk pagar 1 40.000 meter 5,000 200,000,000 10. Kontingensi (10%) 4,894,120 Total (Rp) 50.111.169 983,333

Kajian Profitabilitas dan Keekonomian Komoditi Ramah Gambut Kab. OKI 135

Berdasarkan Tabel 5.12, biaya investasi model campuran Meranti – nanas dengan biaya tenaga kerja sebesar Rp 4.980.000 per tahun dan jumlah yaitu sebanyak 51. Total biaya saprodi sebesar Rp 2.920.000/ tahun. Saprodi yang digunakan terdiri dari Herbisida sebanyak 4 liter dengan harga Rp 100.000 per liter, Biofungisida sebanyak 2 liter dengan harga Rp 110.000 per liter, Dolomit sebanyak 100 kg dengan harga Rp 6.000 per kg, pupuk urea sebanyak 150 kg dengan harga Rp 15.000 per kg, pupuk kandang sebanyak 5 kg dengan harga Rp 10.000 per kg dan NPK sebanyak 50 kg dengan harga Rp11.000/kg.

Biaya pembelian peralatan dengan total sebesar Rp 2.950.000, umur ekonomis peralatan yaitu 3 tahun. Bibit yang dibeli untuk awal penanaman sebanyak 423 bibit dengan harga Rp 5.000 per bibit. Pembuatan pondok untuk tempat perirstirahatan petani yang mengurus lahan sebesar Rp 5.000.000, pembuatan kanal blocking sebanyak 2 paket dengan biaya sebesar Rp 10.000.000 untuk biaya HOK petani pembuatan kanal sebesar Rp 60.000 dengan jumlah HOK sebanyak 30. Pemsangan waring untuk pagar agar hewan liat tidak memasuki kawasan lahan yang telah ditanami seluas 40.000 meter dengan biaya sebesar Rp 5.000 per meter. Dengan suku bunga per tahunnya sebesar 10 persen. Sehingga total biaya investasi untuk model campuran Meranti-Nanas sebesar Rp 50.111.169per tahun.

Selanjutnya berdasarkan Tabel 5.13. biaya investasi model campuran Meranti – Cabe dengan biaya tenaga kerja sebesar Rp 5.100.000 per tahun dan jumlah HOK sama seperti model campuran Meranti – Nanas yaitu sebanyak 73. Total biaya saprodi sebesar Rp 2.920.000/ tahun. Saprodi yang digunakan terdiri dari Herbisida sebanyak 4 liter dengan harga Rp 100.000 per liter, Biofungisida sebanyak 2 liter dengan harga Rp 110.000 per liter, Dolomit sebanyak 100 kg dengan harga Rp 6.000 per kg, pupuk urea sebanyak 150 kg dengan harga Rp 15.000 per kg, pupuk kandang sebanyak 5 kg dengan harga Rp 10.000 per kg dan NPK sebanyak 50 kg dengan harga Rp 11.000 per kg.

Tabel 5.13. Biaya Investasi Model Paludikultur campuran Meranti-Cabe Tahun 2018

No. Uraian Rotasi

1th Jmlh Satuan Harga/Satuan (Rp) Total Biaya (Rp/th) Penyusutan (Rp/th)

A. Tenaga Kerja 73 HOK 60,000 5,100,000

-Meranti -Cabe B. Bahan-bahan 2,920,000 C. Biaya Lahan 1 1 Ha 0.00 0 D. Peralatan 2,950,000 E. Biaya Bibit Meranti 401 Bibit 8,000 3,205,400

Kajian Profitabilitas dan Keekonomian Komoditi Ramah Gambut Kab. OKI 136 F. Biaya Pondok Kerja 1 Paket 5,000,000 5,000,000 G. Pembuatan Kanal Blocking 1 2 Paket 10,000,000 20,000,000 F. Pembuatan

Saluran Kanal 1 30 HOK 60,000 1,800,000

G. Pemasangan waring untuk pagar 1 40.000 meter 5,000 200,000,000 D. Kontingensi (10%) 3,965,540 Total 43,620,940 983,333

Total biaya pembelian peralatan dengan total sebesar Rp 2.950.000, umur ekonomis peralatan yaitu 3 tahun. Bibit yang dibeli untuk awal penanaman sebanyak 401 bibit dengan harga Rp 5.000 per bibit. Pembuatan pondok untuk tempat peristirahatan petani yang mengurus lahan sebesar Rp 5.000.000, pembuatan kanal blocking sebanyak 2 paket dengan biaya sebesar Rp 10.000.000 untuk biaya HOK petani pembuatan kanal sebesar Rp 60.000 dengan jumlah HOK sebanyak 30. Pemasangan waring untuk pagar agar hewan liat tidak memasuki kawasan lahan yang telah ditanami seluas 40.000 meter dengan biaya sebesar Rp 5.000 per meter. Dengan suku bunga per tahunnya sebesar 10 persen. Sehingga total biaya investasi untuk model campuran Meranti-Nanas sebesar Rp 43.620.940 per tahun.

Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan yang dipengaruhi oleh faktor produksi. Biaya operasional yang digunakan pada demplot paludikultur pilot project terdiri dari model Meranti-Nanas dan Meranti-Cabe . Rincian untuk biaya operasional model campuran Meranti-Nanas dapat dilihat pada Tabel 5.14.

Tabel 5.14. Biaya Operasional Model Paludikultur campuran Meranti-Nanas Tahun 2018 No Biaya Total 1 Pemeliharaan tahun – 1 11,358,787 2 Pemeliharaan tahun 2 – 9 14,618,787 3 Pemeliharaan tahun – 10 13,160,000 Total 39,137,575

Berdasarkan Tabel 5.14. model paludikultur campuran Meranti-Nanas dilakukan pemeliharaan hingga masa daur tanaman. Dimana pada pemeliharaan tanaman meranti pada tahun pertama dilakukan pemupukan sebanyak 2 kali, pemberian pestisida sebanyak 2 kali, penyiangan sebanyak 2 kalu dan penyulaman selama kurun waktu satu tahun jika ada tanaman yang mati. Sedangkan nanas hanya dilkukan

Kajian Profitabilitas dan Keekonomian Komoditi Ramah Gambut Kab. OKI 137

penyulaman pada tahun pertama. Bibit tahun pertama bibit nanas ditanam sebanyak 8.235 bibit. Biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan campuran Meranti-Nanas tahun 1 sebesar Rp 11.358.787.

Pemeliharaan pada tahun 2 – 9 tanaman meranti dilakukan pemupukan, pemberian pestisida dan penyiangan masing-masing dilakukan sebanyak 2 kali dalam kurun waktu setahun. Untuk tanaman nanas, lahan untuk ditanami nanas dibersihkan dan dibuat guludan serta membuat ajir sebagai media tanam nanas. Biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan campuran Meranti-Nanas tahun 2-9 sebesar Rp 14.618.787. Pemeliharaan tahun 10 tanmaan meranti, tetap diberikan pupuk dan pestisida serta dilakukan penyiangan terhadap tanaman meranti masing-masing dilakukan sebanyak 2 kali hingga kayu sipa untuk dipanen dan diangkut untuk dijual ke pengepul. Biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan campuran Meranti-Nanas tahun 10 sebesar Rp 13.160.000, sehingga total biaya yang dikeluarkan untuk pemeliharaan campuran Meranti-Nanas sebesar Rp 39.137.575 selama 10 tahun atau rata-rata Rp 3.913.757,5 per tahun.

Tabel 5.15. Biaya Operasional Model Paludikultur campuran Meranti-Cabe Tahun 2018 No Biaya Total 1 Pemeliharaan tahun – 1 11,946,050.00 2 Pemeliharaan tahun 2-9 9,134,950.00 3 Pemeliharaan tahun – 10 12,000,000.00 Total 33,081,000

Berdasarkan Tabel 5.15, model paludikultur campuran Meranti-Cabe dilakukan pemeliharaan hingga masa daur tanaman meranti. Dimana pemelihraan pada tahun 1 sama seperti model sebelumnya dimana pada pemeliharaan tanaman meranti pada tahun pertama dilakukan pemupukan sebanyak 2 kali, pemberian pestisida sebanyak 2 kali, penyiangan sebanyak 2 kalu dan penyulaman selama kurun waktu satu tahun jika ada tanaman yang mati. Sedangkan penanaman cabe, tahun 1 dibuat guludan dan ajir sebagai media tanam cabe. Agar cabe tidak di kelilingi gulma, maka guludan ditutupi dengan mulsa sebanyak 310 meter. serta dilakukan penyulaman jika ada bibit cabe yang mati. Benih cabe yang ditanam sebanyak 12.150 benih. Biaya yang dikelurkan pada tahun 1 sebesar Rp 11.946.050. Pemeliharaan ahun 2-9 sama seperti tahun sebelumnya, tanaman meranti dilakukan pemupukan, pemberian pestisida dan penyiangan masing-masing dilakukan sebanyak 2 kali dalam kurun waktu setahun. Untuk cabe, pemanenan sudah bisa dilakukann pada tahun ke 2 sebnyak 3 kali dalam rotasi satu tahun. Biaya yang dikelurkan pada tahun sebesar Rp 9.134.950.Pemeliharaan tahun 10, tetap diberikan pupuk dan pestisida serta dilakukan penyiangan terhadap tanaman meranti masing-masing dilakukan sebanyak 2 kali

Kajian Profitabilitas dan Keekonomian Komoditi Ramah Gambut Kab. OKI 138

hingga kayu sipa untuk dipanen dan diangkut untuk dijual ke pengepul. Biaya yang dikelurkan pada tahun 10 sebesar Rp 12.000.000. Sehingga total biaya pemeliharaan camuran Meranti-Cabe dalam kurun waktu 10 tahun sebesar Rp 33.081.000 atau rata-rata Rp 3.308.100 per tahun.

Perkiraan Produksi dan Penerimaan

Penerimaan yang diperoleh dari demplot paludikutur Meranti-Nanas dan Meranti-Cabe dapat dilihat pada Tabel 5.16.

Tabel 5.16. Perkiraan Produksi dan Penerimaan Model Paludikultur campuran Meranti-Nanas Tahun 2018

Komponen Harga Jual

(Rp/kg) Jumlah Total (Rp/thn) Produksi Kayu Meranti

-Penjarangan Rp 400.000 64 m3 -Pemanenan Rp 400.000 159 m3 Nanas Rp 6.000 17.466 kg Penerimaan

Penerimaan Kayu Meranti Rp 89.126.531 Penerimaan Nanas Rp 53.621.568

Berdasarkan Tabel 5.16, sebelum kayu meranti ditebang terlebih dahulu dilakukan penjarangan sebesar 30 persen dari jumlah kayu yang akan dipanen yaitu 64m3 dengan harga jual kayu penjarangan Rp 400.000/ m3 sedangkan pada saat pemanenan kayu, masa akhir daur meranti tahun ke 10 sebesar 159 m3 denga harga jual kayu Rp 400.000/ m3. Sedangkan produksi nanas hingga tahun ke 10 sebesar dengan asumsu 90 persen nanas dapat dipanen dari jumlah total keseluruhan tanaman yaitu 17.466 kg dengan harga jual nanas Rp 6.000/kg. Sehingga total penerimaan kayu meranti sebesar Rp 89.126.531/ m3, sedangkan total penerimaan nanas sebesar Rp 53.621.568 selama 10 tahun atau Rp 5.362.156,8/ tahun.

Tabel 5.17. Perkiraan Produksi dan Penerimaan Model Paludikultur campuran Meranti-Cabe Tahun 2018

Komponen Harga Jual

(Rp/kg) Jumlah/satuan/tahun Total Produksi Kayu Meranti

-Penjarangan Rp 400.000 48 m3 -Pemanenan Rp 400.000 159 m3 Cabe Rp 20.000 2.000 kg Penerimaan

Kajian Profitabilitas dan Keekonomian Komoditi Ramah Gambut Kab. OKI 139

Penerimaan Kayu Meranti Rp 82.829.986 Penerimaan Cabe Rp 40.000.000

Berdasarkan Tabel 5.17, sebelum kayu meranti di tebang terlebih dahulu dilakukan penjarangan sebesar 48 m3 dengan harga jual kayu Rp 400.000/ m3 sedangkan pada saat pemanenan kayu, masa akhir daur meranti tahun ke 10 sebesar 159 m3 denga harga jual kayu Rp 400.000/ m3. Sedangkan produksi cabe sebanyak 2000 kg dengan harga jual Rp 20.000/ kg. Sehingga total penerimaan kayu meranti sebesar Rp 82.829.986/ m3, sedangkan total penerimaan cabe sebesar Rp 40.000.000 selama 10 tahun atau p 4.000.000/ tahun.

Hasil Analisis Ekonomi dan Profitabilitas

Pada analisis kelayakan ekonomi, semua elemen kegiatan fsktor produksi diatas dimasukkan kedalam perhitungan cash flow, sehingga didapat benefit bersih. Dasar perhitungan dilakukan mulai dari tahun -0 dengan discount factor 6 persen. Discount factor diperlukan untuk menggambarkan proyeksi nilai nominal arus kas pada tahun-tahun selanjutnya ke nomilal saat ini ( present value). Luas lahan pilot project dalam penelitian ini seluas 4 ha dengan pembagian per model paludikultur campuran masing-masing 1 ha. Rincian arus kas model paludikultur campuran meranti nanas dan meranti-cabe dapat dilihat pada Tabel 5.18. dan 5.19.

Tabel 5.18. Analisis Finansial Model Paludikultur campuran Meranti-Nanas Tahun 2018

Komponen Jumlah Total

Produksi Kayu Meranti

-Penjarangan 64 m3

-Pemanenan 159 m3

Nanas 17.466 kg

Penerimaan Kayu Meranti Rp 89.126.531 Penerimaan Nanas Rp 53.621.568 Pendapatan Rp 56.849.292 NPV Rp 264.290.684 IRR 74,37% PP 2,1 Gross BC 2,69 Net BC 6,25

Tabel 5.19 lebih lanjut menjelaskan bahwa, sebelum kayu meranti di tebang terlebih dahulu dilakukan penjarangan sebesar 30 persen dari jumlah kayu yang akan dipanen yaitu 64m3 dengan harga jual kayu penjarangan Rp 400.000/ m3 sedangkan pada saat pemanenan kayu, masa akhir daur meranti tahun ke 10 sebesar 159 m3

Kajian Profitabilitas dan Keekonomian Komoditi Ramah Gambut Kab. OKI 140

dengan harga jual kayu Rp 400.000/ m3. Sedangkan produksi nanas hingga tahun ke 10 sebesar dengan asumsu 90 persen nanas dapat dipanen dari jumlah total keseluruhan tanaman yaitu 17.466 kg dengan harga jual nanas Rp 6.000/kg.

Sehingga total penerimaan kayu meranti dalam skala 1ha sebesar Rp 89.126.531 ketika diameter pohon sudah mencapai 28,2 cm/ 10 tahun sedangkan tinggi pohon sudah mencapai 1.310 cm. Total penerimaan nanas dalam skala 1 ha yang dicampurkan dengan meranti sebesar Rp 53.621.568 mengikuti masa daur meranti hingga tahun ke 10. Sehingga rata-rata pendapatan yang diterima selama 10 tahun sebesar Rp 56.849.292. Nilai NPV pada kelayakan ekonomi model paludikultur campuran Meranti-Nanas bernilai positif menunjukkan pengembangan model paludikultur Meranti-Nanas memberikan keuntungan, nilai IRR sebesar 74,37% lebih besar dari discount factor yang dipakai dalam penelitian yaitu 6 % artinya pengembangan paludikultur Meranti-Nanas akan memberikan pendapatan yang sama dengan biaya yang dikeluarkan jika tingkat suku bunga sebesar 74,37%, nilai Net BC sebesar 6,25 jika nilai Net BC > 1 maka usaha tersebut menguntungkan.

Selanjutnya berdasarkan Tabel 5.19, perkiraan produksi kayu meranti dengan skala 1 hektar mampu menghasilkan kayu 48 m3 dengan harga jual kayu hasil penjarangan sebesar Rp 400.000/m3 sedangkan kayu tebang 159m3 dengan harga jual kayu Rp 400.000/m3. Produksi cabe yang dicampur dengan tanaman jelutung mampu menghasilkan 2.000 kg/ha/thn dengan harga jual Rp 20.000/kg.

Tabel 5.19. Analisis Finansial Model Paludikultur campuran Meranti-Cabe Tahun 2018

Komponen Jumlah Total

Produksi Kayu Meranti

-Penjarangan 48 m3

-Pemanenan 159 m3

Cabe 2.000 kg

Penerimaan Kayu Meranti Rp 82.829.986 Penerimaan Cabe Rp 40.000.000 Pendapatan Rp 43.893.635 NPV Rp 209.459.294 IRR 64,67% PP 2,3 Gross BC 2,85 Net BC 5,63

Sehingga total penerimaan kayu meranti dalam skala 1 ha sebesar Rp 625.342.211 ketika diameter pohon sudah mencapai 28,2 cm/ 10 tahun sedangkan tinggi pohon sudah mencapai 1.310 cm. Total penerimaan cabe dalam skala 1 ha yang dicampurkan dengan meranti sebesar Rp 40.000.000 mengikuti masa daur meranti

Kajian Profitabilitas dan Keekonomian Komoditi Ramah Gambut Kab. OKI 141

hingga tahun ke 10. Sehingga rata-rata pendapatan yang diterima selama 10 tahun sebesar Rp 43.893.635. Nilai NPV pada kelayakan ekonomi model paludikultur campuran Meranti-Cabe bernilai positif menunjukkan pengembangan model paludikultur Meranti-Cabe memberikan keuntungan, niai IRR sebesar 64,67% lebih besar dari discount factor yang dipakai dalam penelitian yaitu 6 % artinya pengembangan paludikultur Meranti-Cabe akan memberikan pendapatan yang sama dengan biaya yang dikeluarkan jika tingkat suku bunga sebesar 64,67%, nilai Net BC yaitu 5,63 jika nilai Net BC > 1 maka usaha tersebut menguntungkan.

2) Model Paludikultur Campuran Jelutung-Nanas dan Jelutung-Cabe Skala 1 Hektar

a. Asumsi Pengembangan Model

Perhitungan aspek finansial untuk model paludikultur Campuran Jelutung-Nanas dan Jelutung-Cabe Skala 1 Hektar menggunakan asumsi seperti dijadikan dalam Tabel 5.20.

Tabel 5.20. Asumsi yang Digunakan dalam Analisis Finansial Model Paludikultur Jelutung-Nanas Tahun 2018

No Asumsi Satuan Jumlah/Nilai Keterangan 1 Periode proyek tahun 30

2 Produksi dan Harga

a. Kayu Jelutung Pemanenan M3 159 b. Nanas Panen 1 7.161 Panen2 6.445 Panen3 5.800 c. Getah Jelutung Pemanenan kg/tahun 13,248 8 hingga 12 tahun = 3kg kg/tahun 22,080 13 hingga 30 tahun = 5 kg 3 Harga a. Kayu Jelutung Rp/Kg 30,000 b. Getah Jelutung Rp/kg 6,000 c. Nanas Rp/kg 6,000 4 Biaya Tenaga Kerja HOK/Hari 60,000

Pemupukan HOK/Hari 60,000 Penyadapan dan pengolahan HOK/Hari 65,000

Kajian Profitabilitas dan Keekonomian Komoditi Ramah Gambut Kab. OKI 142

getah

5 Kebutuhan bahan baku

Jumlah Bahan Baku

a. Bibit Jelutung Buah 423 b. Bibit Nanas Buah 8,235 Harga Bahan Baku

a. Bibit Jelutung Rp/Buah 8,000 b. Bibit Nanas Rp/Buah 250 6 Kebutuhan Bahan penolong

Jumlah Bahan Penolong

a. Herbisida Round Up Liter/Ha 4 b.Biofungsisida Liter/Ha 2 c. Asam fosfat Liter/Ha 201.6 d. Dolomit Kg/Ha 100

e. Urea Kg/Ha 150

f. NPK Kg/Ha 50

7 Harga Bahan Penolong

a. Herbisida Rp/liter 100,000 b. Biofungsisida Rp/liter 110,000 c. Asam fosfat Rp/liter 60,000 d. Dolomit Rp/Kg 6,000 e. Urea Rp/Kg 15,000 f. NPK Rp/Kg 11,000 8 Discount Factor/suku bunga % 6 9 Luas Lahan M2 10,000.00

Luas kanal M2 1,164 Luas Lahan Jelutung M2 8,836 10 Jarak Tanam Meranti

Jarak Tanam Jelutung meter 3 x 8 Jarak Tanam Nanas meter 1 x 1 11 Jumlah Tanaman M2 1,164

Jelutung Pohon 368 Nanas Pohon 7,161

Berdasarkan Tabel 5.20, periode proyek mengikuti masa daur tanaman meranti yaitu 30 tahun. Produksi kayu jelutung di asumsikan 159 m3 saat akhir daur atau pemanenan kayu, getah jelutung dapat dipanen setelah berumur 8 tahun dengan asumsi ketika umur 8-12 tahun produksi getah sebanyak 3kg/bulan/pohon dan umur 13-30 tahun diasumsikan produski getah sebanyak 5kg/bulan/pohon berdasarkan penelitian Karyono (2008) dalam Kristiadi (2014). Sedangkkan nanas, pemanenan dilakukan sebanyak 3 kali dalam kurun waktu 1 tahun, panen ke-1 produksi di

Kajian Profitabilitas dan Keekonomian Komoditi Ramah Gambut Kab. OKI 143

Dalam dokumen LAPORAN TIM PELAKSANA (Halaman 143-166)