SPAM yang Dilayani oleh PDAM
PELANGGAN 2011 2012 2013 TAHUN 2014 2015 2016 2017
3.1.2 Aspek Teknis
PDAM Kabupaten Serang menjalankan pengelolaan air melalui sistem individu
maupun sistem integrasi yang seluruhnya terdiri dari 18 Unit Pengolahan Air Minum Ibu Kota Kecamatan (PAM IKK) di 29 kecamatan, dan 2 Unit Produksi Pengolahan. Jumlah pelanggan (Unit Sambungan Langsung) PDAM Kabupaten Serang pada tahun 2016 adalah 30.359 pelanggan. Jumlah peningkatan secara drastis pelanggan PDAM Kabupaten Serang terjadi pada tahun 2013 ke tahun 2014. Hal tersebut disebabkan oleh kejaran program 100-0-100 yang dibuat oleh PU Cipta Karya. Peningkatan juga terjadi pada tahun 2016 sebesar 2,0% dari 30.359 sambungan menjadi 31.494 sambungan. TABEL 3.1 menunjukkan rincian pelanggan PDAM Kabupaten Serang dari tahun 2011-2017.
TABEL 3.1 Pelanggan PDAM Kabupaten Serang tahun 2013-2016
JENIS PELANGGAN 2011 2012 2013 TAHUN 2014 2015 2016 2017 Rumah Tangga 21.343 21.867 22.814 28.368 29.272 29.765 30.329 Niaga 858 869 848 880 612 744 709 Industri 24 26 26 26 25 26 26 Sosial 365 381 399 360 390 388 380 Kran Umum 83 80 69 93 58 55 49 Pelanggan khusus 4.558 4.902 5.356 - - - - Niaga khusus 1 1 1 1 2 1 1 JUMLAH 25.446 27.320 28.126 29.513 29.728 30.359 31.494
Sumber: PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang, 2017
3.1.2 Aspek Teknis
3.1.2.1 Kondisi Sumber Air Baku
Sumber air yang dimanfaatkan PDAM Kabupaten Serang berasal dari mata air, irigasi, sumur dalam, dan sumber dari mitra kerja (PT SBS dan PT STR). Sumber-sumber tersebut antara lain adalah Mata Air Citaman, Mata Air Baros, Irigasi Pamarayan Barat, Irigasi Pamarayan Timur, Bendung Kroya, Sungai-Bendung Ciwaka, Sungai-Bendung Cidurian, Mata Air Padarincang, Sungai Cisirih, Sungai Cisangkui, Mata Air Cilamojan, Sungai Cikeneng, dan Sumur Dalam Ciomas-Pasuruan. Rincian mengenai sumber air yang digunakan untuk sistem penyediaan air bersih di Kabupaten Serang dapat dilihat pada TABEL 3.2.
3-3
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018
TABEL 3.2 Sistem Penyediaan Air Bersih di Kabupaten Serang WILAYAH NO.
UPAM
SPAM SUMBER AIR BAKU KAPASITAS
(L/S)
I I.1 Kota Serang Irigasi Pamarayan Barat 50 I.2 Baros MA Sukacai dan Citaman 50 I.3 Kasemen Irigasi Pamarayan Barat 150 II II.1 Anyer MA Cilamojan & Sungai Ciseres 20
II.2 Cikoneng Sungai Cikoneng 10 II.3 Cinangka Sungai Cisanggur 20 II.4 Padarincang Sumur dalam 30 II.5 Ciomas&Pabuaran Sumur dalam 30 III III.1 Pulo Ampel Irigasi Pamarayan Barat 40 III.2 Bojonegara PT. S&S 50 III.3 Kramatwatu Irigasi Pamarayan Barat 20 III.4 Waringin Kurung Irigasi Pamarayan Barat 20 IV IV.1 Ciruas Irigasi Pamarayan Barat 15+40
IV.2 Pontang Bendung Ciwaka 20 IV.3 Tirtayasa Bendung Ciwaka 50 IV.4 Lebak Wangi Irigasi Pamarayan Barat 40 IV.5 Tanara Bendung Cidurian 30 V V.1 Carenang Irigasi Pamarayan Timur 50 V.2 Binuang Sungai Cidurian 20 V.3 Cikande Irigasi Pamarayan Timur 40+15 V.4 Kibin Irigasi Pamarayan Timur 40+15 VI VI.1 Cikeusal Irigasi Pamarayan Barat 3x20
VI.2 Petir Irigasi Pamarayan Barat 3x20 VI.3 Tunjung Teja Irigasi Pamarayan Barat 3x20 VI.4 Pamarayan Bendung Pamarayan 40 VI.5 Bandung Irigasi Pamarayan Timur 80 VI.6 Jawilan Irigasi Pamarayan Timur 80 VI.7 Kopo Sungai Cidurian 40 Sumber: Bisnis Plan PDAM Tirta Albantani 2012-2017
1. Mata air sukacai
Mata air Sukacai merupakan mata air yang berada pada dataran tertinggi dibandingkan mata air lain yang digunakan oleh PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang. Mata Air Sukacai berada pada ketinggian 316 MDPL. Mata Air Sukacai berlokasi di Kampung Sukacai, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang sudah dimanfaatkan dari tahun 1970-an dengan produksi awalnya sebesar 30 liter/detik. Pada awalnya pengolahan dilakukan dengan klorinasi sebelum didistribusikan. Keluhan bau kaporit yang tidak diterima masyarakat sekitar menyebabkan pembubuhan kaporit dihentikan dan menyebabkan air dari sumber langsung di distribusikan melalui pipa transmisi.
Mata Air Sukacai memiliki broncaptering. Dari broncaptering, air mengalir pada saluran terbuka, dimana sebelumnya terdapat tandon yang tepat berada di luar
3-4
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018
bangunan pelindung yang ditunjukkan pada GAMBAR 3.1. Akibat erosi dan
penggundulan hutan, tandon sudah tidak berfungsi karena mata air tidak memproduksi air sebanyak dulu.
GAMBAR 3.1 Tandon pada Mata Air Sukacai
Sumber: Hasil Dokumentasi Tim RISPAM, 2018
Overflow dari broncaptering masuk menuju desa sekitar melalui saluran terbuka yang terpisah. Saluran terbuka Mata Air Sukacai dapat dilihat pada GAMBAR 3.2. Sistem transmisi tertanam dibawah dengan jenis pipa ACP berdiameter 400 mm. Penurunan kapasitas produksi yang sampai hingga pada pelanggan terjadi akibat kebocoran yang tinggi. Hal tersebut disebabkan oleh umur pipa yang sudah tua dan seharusnya dilakukan pergantian pipa. Untuk operasionalnya, dipekerjakan masyarakat sekitar untuk menjaga broncaptering dan bangunan pelindung mata air.
GAMBAR 3.2 Saluran Terbuka Mata Air Sukacai
3-5
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018
Kualitas Mata Air Sukacai secara keseluruhan telah memenuhi baku mutu
berdasarkan Baku Mutu mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Kualitas air Mata Air Sukacai dapat dilihat pada TABEL 3.3.
TABEL 3.3 Hasil Uji Laboratorium Mata Air Sukacai, Kecamatan Baros
NO PARAMETER SATUAN HASIL
ANALISA
BAKU MUTU
METODA ACUAN FISIKA
1 Padatan Terlarut Total (TDS) mg/L 124,00 500 SNI 06-6989.27-2005
KIMIA
1 pH mg/L 6,9 6,0-8,5 SNI 06-6989.11-2004 2 Nitrat (NO3-N) mg/L <0,0031 50 SNI 6989.79:2011 3 Amonia (NH3-N) mg/L <0,0200 1,5 SNI 06-6989.30-2005 4 Arsen (As) mg/L <0,0021 0,01 APHA 3114-C-2012** 5 Barium (Ba) mg/L 0,04636 0,7 USEPA Methode No. 200.7-2001 6 Boron (B) mg/L <0,01973 0,5 USEPA Methode No. 200.7-2001 7 Selenium (Se) mg/L <0,0013 0,01 APHA 3114-C-2012** 8 Kadmium (Cd) mg/L <0,00928 0,003 USEPA Methode No. 200.7-2001 9 Tembaga (Cu) mg/L <0,01674 2 USEPA Methode No. 200.7-2001 10 Besi (Fe) mg/L <0,01693 0,3 USEPA Methode No. 200.7-2001 11 Timbal (Pb) mg/L <0,00978 0,01 USEPA Methode No. 200.7-2001 12 Mangan (Mn) mg/L 0,04174 0,4 USEPA Methode No. 200.7-2001 13 Air Raksa (Hg) mg/L <0,0004 0,001 SNI 6989.78:2011 14 Seng (Zn) mg/L <0,01856 3 USEPA Methode No. 200.7-2001 15 Klorida (Cl-) mg/L 18,49 250 SNI 6989.19:2009 16 Sianida (CN-) mg/L <0,0050 0,07 SNI 6989.77-2011 17 Flourida (F-) mg/L 0,2935 1,5 SNI 06-6989.29-2005 18 Nitrit (NO2-N) mg/L 0,0074 3 SNI 06-6989.9-2004 19 Sulfat (SO42-) mg/L 109,1108 250 SNI 6989.20:2009 20 Deterjen (MBAS) mg/L <0,0087 0,05 SNI 06-6989.51-2005
MIKROBIOLOGI
1 Fecal Coliform Jml/100 ml 11^ 0 APHA 9221-E-2012** 2 Coliform Jml/100 ml 33^ 0 APHA 9221-B-2012**
Baku Mutu mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 Tahun 2010
Keterangan
a. Logam berat merupakan logam terlarut (*)
b. American Public Health Association, Standard Method Edisi ke 22 Tahun 2012 (**) c. Huruf yang tercetak tebal menunjukkan parameter yang tidak terakreditasi d. Tidak memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan (^)
3-6
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018
Berdasarkan hasil uji laboratorium, air yang berasal dari Mata Air Sukacai
memenuhi baku mutu Permenkes No. 492 Tahun 2010 untuk parameter Fisik maupun parameter kimiawi. Namun, untuk paramater mikrobiologi air Mata Air Sukacai mengandung Fecal coliform dan coliform yang mengindikasikan tercemarnya air oleh limbah domestik (kotoran manusia).
2. Mata Air Citaman
Mata Air Citaman berlokasi lebih rendah dari Mata Air Sukacai yang berada pada ketinggian 295 MDPL dekat dengan Desa Citaman, Kecamatan Baros. Kapasitas Mata Air Citaman awalnya sebesar 30 liter/detik. Sama halnya dengan Mata Air Sukacai, penurunan air yang diterima pelanggan terjadi akibat kebocoran yang besar. Hal tersebut dikarenakan kondisi transmisi dan distribusi pada perpipaan yang kurang layak dan butuh pergantian pipa baru. Terdapat tandon yang sudah tidak berfungsi sebagai penampung air untuk di distribusikan oleh PDAM Tirta Albantani. Tandon tersebut ditunjukkan pada GAMBAR 3.3.
GAMBAR 3.3 Tandon Mata Air Citaman
Broncaptering Mata Air Citaman dapat dilihat pada GAMBAR 3.4. Broncaptering Mata Air Citaman tidak dijaga dengan ketat sehingga aktivitas mandi masih dilakukan masyarakat sekitar mata air. Untuk aktivitas mencuci dengan detergen dan buang air besar sembarangan (BABS) dilarang pada bagian broncaptering.
3-7
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018
GAMBAR 3.4 Broncaptering Mata Air Citaman
Overflow yang terjadi pada broncaptering akan masuk melalui saluran terbuka dan ditujukkan kepada masyarakat sekitar untuk menjadi konsumsi air bersih sehari-hari. Tidak dilakukan pengolahan apapun dimana air yang telah masuk pipa transmisi langsung masuk pada sistem jaringan distribusi untuk dikonsumsi oleh pelanggan.
3. Bendung Pamarayan Barat
Bendung Pamarayan Barat berlokasi di Jl. Raya Pamarayan-Panyabrangan, Pamarayan, Panyabrangan, Serang, Banten. Anak Sungai Ciujung yang mengalir ke Irigasi Pamarayan Barat terdiri dari Sungai Cisangu, Sungai Ciasem, dan Sungai Cibongor. GAMBAR 3.5 menunjukkan pintu air Irigasi Pamarayan Barat. Setelah melewati pintu air, air yang masuk akan melewati saluran terbuka yang diperlihatkan pada GAMBAR 3.6. Setelah melewati saluran terbuka, air akan tertampung pada tandon yang kemudian masuk menuju saluran terbuka hingga melewati UPAM Kenari.
Alasan dari pengambilan sumber air baku dari irigasi adalah kondisi sungai terdekat UPAM Kenari telah terkontaminasi limbah domestik maupun limbah industri yang berat. Pencemaran air sungai tersebut berdampak pada sulitnya pengolahan yang dibutuhkan dan keamanan konsumsi air yang dimungkinkan tidak aman untuk kesehatan. Kualitas air dari Irigasi Pamarayan Barat dapat dilihat pada TABEL 3.4.
3-8
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018
GAMBAR 3.5 Pintu Air Bendung Pamarayan Barat
Sumber: Hasil Dokumentasi Tim RISPAM, 2018
GAMBAR 3.6 Saluran Terbuka Bendung Pamarayan Barat
Sumber: Hasil Dokumentasi Tim RISPAM, 2018
TABEL 3.4 Hasil Uji Laboratorium Air dari Bendung Pamarayan Barat NO PARAMETER SATUAN ANALISA HASIL BAKU MUTU METODA ACUAN FISIKA
1 Padatan Terlarut Total (TDS) mg/L 102,00 500 SNI 06-6989.27-2005
KIMIA
1 pH mg/L 7,15 6,0-8,5 SNI 06-6989.11-2004 2 Nitrat (NO3-N) mg/L 2,8207 50 SNI 6989.79:2011 3 Amonia (NH3-N) mg/L <0,0200 1,5 SNI 06-6989.30-2005 4 Arsen (As) mg/L <0,0021 0,01 APHA 3114-C-2012** 5 Barium (Ba) mg/L 0,002794 0,7 USEPA Methode No. 200.7-2001 6 Boron (B) mg/L <0,00726 0,5 USEPA Methode No. 200.7-2001 7 Selenium (Se) mg/L <0,0013 0,01 APHA 3114-C-2012** 8 Kadmium (Cd) mg/L <0,00928 0,003 USEPA Methode No. 200.7-2001 9 Tembaga (Cu) mg/L <0,00819 2 USEPA Methode No. 200.7-2001 10 Besi (Fe) mg/L 0,22742 0,3 USEPA Methode No. 200.7-2001
3-9
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018
NO PARAMETER SATUAN ANALISA HASIL BAKU MUTU METODA ACUAN
11 Timbal (Pb) mg/L <0,01039 0,01 USEPA Methode No. 200.7-2001 12 Mangan (Mn) mg/L 0,05677 0,4 USEPA Methode No. 200.7-2001 13 Air Raksa (Hg) mg/L <0,0004 0,001 SNI 6989.78:2011 14 Seng (Zn) mg/L <0,01894 3 USEPA Methode No. 200.7-2001 15 Klorida (Cl-) mg/L 28,99 250 SNI 6989.19:2009 16 Sianida (CN-) mg/L <0,0050 0,07 SNI 6989.77-2011 17 Flourida (F-) mg/L 0,2872 1,5 SNI 06-6989.29-2005 18 Nitrit (NO2-N) mg/L 0,4555 3 SNI 06-6989.9-2004 19 Sulfat (SO42-) mg/L 154,073 250 SNI 6989.20:2009 20 Deterjen (MBAS) mg/L 0,0133 0,05 SNI 06-6989.51-2005
MIKROBIOLOGI
1 Fecal Coliform Jml/100 ml 130^ 0 APHA 9221-E-2012** 2 Coliform Jml/100 ml 430^ 0 APHA 9221-B-2012**
Baku Mutu mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan No. 492 Tahun 2010
Keterangan
a. Logam berat merupakan logam terlarut (*)
b. American Public Health Association, Standard Method Edisi ke 22 Tahun 2012 (**) c. Huruf yang tercetak tebal menunjukkan parameter yang tidak terakreditasi d. Tidak memenuhi baku mutu yang dipersyaratkan (^)
Sumber: Hasil Uji Laboratorium, 2018
Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan, parameter mikrobiologi tidak memenuhi baku mutu berdasarkan Permenkes No. 492 Tahun 2010 tentang Persyaratan Kualitas Air Minum. Air Bendung Pamarayan mengandung Fecal coliform dan coliform yang mengindikasikan adanya pencemaran oleh limbah domestik yang berasal dari feses manusia.
3.1.2.2 Wilayah Pelayanan
Cakupan pelayanan PDAM Kabupaten Serang berdasarkan wilayah area pelayanan mencapai 40,8% pada tahun 2016. Jumlah penduduk yang terlayani oleh PDAM Kabupaten Serang pada tahun 2016 sebanyak 257.673 jiwa atau 12,16% dari jumlah penduduk sebanyak 2.118.474 jiwa. Sedangkan berdasarkan wilayah teknis yang terlayani sebesar 40,80% dari jumlah penduduk yang ada jaringan pipa PDAM. TABEL 3.5 menunjukkan data cakupan pelayanan kinerja PDAM Kabupaten Serang tahun 2013-2016 dan GAMBAR 3.7 menunjukkan peta cakupan pelayanan eksisting PDAM.
3-10
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018
TABEL 3.5 Data Cakupan Pelayanan Kinerja PDAM Kabupaten Serang Tahun 2013-2016
NO. ASPEK 2013 2014 TAHUN 2015 2016
1. Cakupan Pelayanan 33,6% 35,5% 28,9% 40,8%
2. Pertumbuhan Pelanggan 4,9% 5,8% -2,0% 2,0%
3. Tingkat Penyelesaian Pengaduan 100,0% 100,0% 100,0% 100,0%
4. Kualitas Air Pelanggan 90,5% 91,7% 100,0% 100,0%
5. Konsumsi Air Domestik (m3/bulan) 18,4 16,0 16,8 17,0 6. Jumlah Penduduk Administrasi 2.022.396 2.028.972 2.060.127 2.118.474 7. Jumlah Penduduk di Wilayah Pelayanan 738.847 726.079 877.545 631.538 8. Jumlah Penduduk Terlayani 248.238 261.205 253.712 257.673
3-11
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018
3-12
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018
Pada tahun 2014, masyarakat yang menggunakan sumber air untuk minum
maupun mandi/cuci yang berasal dari PAM/PDAM mencapai 12 kecamatan dan 30 desa. Kecamatan yang telah terlayani air bersih dapat dilihat pada TABEL 3.6.
TABEL 3.6 Kecamatan dan Desa yang Menggunakan Air PDAM sebagai sumber air
NO. KECAMATAN KELURAHAN/DESA
1. Baros Curug Agung
Sukamanah Baros 2. Cikeusal Mongpok 3. Pamarayan Pamarayan Kampung Baru 4. Kibin Cijeruk Nambo Ilir Kibin Tambak
5. Anyar Kosambi Ronyok
Grogol Indah
6. Bojonegara Bojonegara
7. Pulo Ampel Mangunreja
8. Kramatwatu Kramatwatu Pamengkang Tonjong Terate Teluk Terate 9. Ciruas Pelawad 10. Pontang Linduk Kubang Puji Pontang Wanayasa Domas 11. Tirtayasa Kebon Pontang Legon Lontar 12. Kasemen Kasemen Banten
Sumber: Podes Kabupaten Serang, 2014
Sedangkan kecamatan-kecamatan yang tidak menggunakan sumber air PAM/PDAM Kabupaten Serang adalah sebagai berikut.
3-13
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018 1. Kecamatan Padarincang 2. Kecamatan Ciomas 3. Kecamatan Pabuaran 4. Kecamatan Gunung Sari 5. Kecamatan Petir
6. Kecamatan Tunjung Teja 7. Kecamatan Bandung 8. Kecamatan Jawilan 9. Kecamatan Tanara 10. Kecamatan Serang 12. Kecamatan Cikande 13. Kecamatan Kragilan
14. Kecamatan Waringin Kurung 15. Kecamatan Mancak
16. Kecamatan Lebak Wangi 17. Kecamatan Carenang 18. Kecamatan Binuang
3.1.2.3 Kapasitas Produksi, Distribusi, Nilai Air Terjual, dan Tingkat Kehilangan Air
Efisiensi produksi PDAM Kabupaten Serang pada tahun 2016 adalah sebesar 31,6%. Kondisi tersebut menurun jika dibandingkan dengan tahun 2014, yaitu sebesar 50,10%. Menurunnnya efisiensi produksi disebabkan karena peningkatan kapasitas terpasang lebih besar dari peningkatan kapasitas produksi. Tingkat kehilangan air pada tahun 2016 adalah sebesar 24,5%. TABEL 3.7 menunjukkan data teknis kinerja PDAM Kabupaten Serang tahun 2013-2016.
TABEL 3.7 Data Teknis Kinerja PDAM Kabupaten Serang Tahun 2013-2016
NO. ASPEK TAHUN
2013 2014 2015 2016
1. Kapasitas terpasang (L/detik) 457 701 764 912
2. Volume produksi riil (L/detik) 302 351 292 288
3.. Efisiensi Produksi 66,0% 50,10% 38,3% 31,6%
4. Tingkat Kehilangan Air 19,1% 28,90% 24,8% 24,5%
5. Jam Operasi Layanan/hari 22 22 23 22
6. Tekanan Sambungan Pelanggan 35,2% 44,6% 18,7% 21,4%
7. Penggantian Meter Air 0,9% 0,80% 0,90% 0,30%
Sumber: Buku Kinerja PDAM 2014-2017, BPPSPAM
Waktu operasional pelayanan air oleh PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang sudah mencapai 12-24 jam per hari. Akan tetapi masih terdapat beberapa PDAM Unit IKK yang hanya melayani selama 6 jam saja per harinya, seperti IKK Anyer dan IKK Kramatwatu.
3-14
RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018
3.1.2.4 Instalasi Pengolahan Air
PDAM Kabupaten Serang telah memiliki 23 unit sistem penyediaan air bersih. Adapun sistem pengolahan masih didominasi dengan desinfeksi saja untuk untuk sumber air baku yang berasal dari sumur dalam dan mata air. TABEL 3.8 menunjukkan Instalasi Pengolahan Air PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang.
TABEL 3.8 Instalasi Pengolahan Air PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang
NO IKK INSTALASI KAPASITAS TERPASANG (L/DETIK) SISTEM PENGOLAHAN/ DISTRIBUSI WILAYAH PELAYANAN
1 Baros MA Citaman 40 Klorinasi/Perpompaan Sukamanah, Sidomukti
MA Sukacai 30
Kenari 25 WTP: Pengolahan Lengkap Sumur dalam 2,5 Kasemen 10 2 Kramatwatu 20 -/Perpompaan Harjatani, Wanayasa, Kramatwatu, Margasana, Pegadingan, Pamekang, dan Tonjong
3 Anyer MA Cilamujan 10 -/Gravitasi Anyar, Kosambironyok
Cikoneng 10 -/Perpompaan Mekarsai, Cikoneng, Kamasan
Cisirih 10 -/Perpompaan
4 Mancak 5 Saringan Pasir Lambat/Perpompaan Labuan, Angsana, Sangiang, Mancak
5 Padarincang MA Cirahap I 10 -/Perpompaan
Padarincang,
Kalumpang, Cibojong, Citasuk, Batukuwung, Curuggong
6 Ciomas Sumur dalam 10 -/Perpompaan Sukadana, Sukaberes, Pondok kahuru 7 Bojonegara 50 -/Perpompaan Cibaga, Sumuranja Bakri, Ragas, Wadas,
Gedong
8 Waringinkuring 20 -/Perpompaan
9 Ciruas Ciruas I 15 -/Perpompaan Ranjeng, Pelawad, Perum BCP 10 Kragilan Kendayakan 30 -/Perpompaan Kragilan, Sentul, Kandayakan, Cisaat,
Pipitan
11 Cikande Cikande 20 -/Perpompaan
12 Kibin Kibin 20 -/Perpompaan