• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Wilayah Prioritas Penanganan SPAM PDAM

Wilayah Prioritas Penanganan SPAM PDAM

4.1.1 Konsep Wilayah Prioritas Penanganan SPAM PDAM

4-46

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018

4 – WILAYAH PRIORITAS

PENANGANAN

Wilayah Prioritas Penanganan SPAM PDAM

4.1.1 Konsep Wilayah Prioritas Penanganan SPAM PDAM

Prioritas penanganan SPAM PDAM dilakukan berdasarkan Survey Kebutuhan Nyata yang dilakukan PDAM Kabupaten Serang Tahun 2016 . Survey dilakukan di 18 Kecamatan, Kabupaten Serang yang bertujuan untuk mengukur kondisi realita yang berada di masyarakat. Dalam pengembangan Rencana Induk Sistem Penyediaan Air Minum pemilihan alternatif pembangunan meninjau beberapa aspek sebagai acuan, yaitu sebagai berikut.

1. Aspek teknis

Analisis aspek teknis meliputi kajian tentang ketersediaan sumber baik secara kuantitas maupun kualitas dan juga pertimbangan teknis distribusi sumber air ke daerah pelayanan.

Indikator untuk pembobotan adalah semakin lama jangka waktu ketersediaan air pada suatu kawasan maka semakin besar nilainya. Nilai yang digunakan berada pada kisaran 1-4, dengan nilai tertinggi adalah gambaran kondisi terbaik. TABEL 4.1 menunjukkan indikator pembobotan untuk aspek teknis dalam ketersediaan sumber air.

TABEL 4.1 Indikator Pembobotan Aspek Teknis dalam Ketersediaan Sumber Air

INDIKATOR BOBOT

Kekurangan 1

Jangka pendek (2018) 2

Jangka Menengah (2022) 3

4-47

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018 2. Aspek Sosial dan lingkungan

Aspek Sosial dan lingkungan melakukan kajian keinginan masyarakat terhadap pelayanan air minum termasuk penerimaan kelompok masyarakat, dan juga pertimbangan keinginan dari masyarakat terhadap pengembangan master plan air minum.

Indikator untuk pembobotan adalah semakin tinggi peminatan terhadap air minum. Nilai yang digunakan berada pada kisaran 1-4, dengan nilai tertinggi adalah gambaran kondisi terbaik. TABEL 4.2 menunjukkan indikator pembobotan untuk aspek sosial dalam peminatan air minum.

TABEL 4.2 Indikator Pembobotan Aspek Sosial dalam Peminatan Air Minum

INDIKATOR BOBOT < 25 % 1 25 % - 50 % 2 50 % - 75 % 3 >76 % 4 3. Aspek ekonomi

Aspek Ekonomi mengkaji tentang kelayakan pengembangan air minum ditinjau dari sisi kemampuan masyarakat dalam membeli air sehingga bisa diperkirakan investasi dan harga ekonomis air. Pertimbangan ini sangat penting karena air adalah kebutuhan vital sehingga pertimbangan akan kemampuan masyarakat sangat penting agar tidak merugikan kepentingan masyarakat.

Indikator untuk pembobotan adalah semakin tinggi nilai nominal kemampuan membayar terhadap air minum. Nilai yang digunakan berada pada kisaran 1-4, dengan nilai tertinggi adalah gambaran kondisi terbaik. TABEL 4.3 menunjukkan indikator pembobotan untuk aspek ekonomi dalam kemauan membayar.

TABEL 4.3 Indikator Pembobotan Aspek Ekonomi dalam Kemauan Membayar

INDIKATOR BOBOT

< Rp. 30.000 1

Rp.30.000-Rp 60.000 2

Rp.60.000-Rp.80.000 3

4-48

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018 Acuan ini menjadi standar kelayakan untuk menentukan prioritas pembangunan

berdasarkan hasil dari survei kebutuhan nyata dan pertimbangan teknis. Pertimbangan teknis menjadi acuan yang paling penting karena ketika aspek teknis tidak bisa disubstitusi, sementara aspek sosial dan ekonomi masih memungkinkan untuk dilakukan penyesuaian sesuai kebutuhan.

4.1.2 Wilayah Prioritas Penanganan SPAM PDAM

Penentuan wilayah prioritas penanganan penyediaan air minum untuk SPAM PDAM meninjau tiga aspek, yaitu aspek teknis, aspek sosial dan lingkungan, dan aspek ekonomi. Wilayah prioritas ditujukan agar rencana penyediaan air minum ke depannya dapat diprioritaskan pada kecamatan yang memiliki berbagai keterbatasan dalam sumber daya air baku, peminatan terhadap air minum, dan kemampuan membayar. Oleh karenanya, untuk menjamin pembangunan terhadap pelayanan dasar air minum, maka wilayah tersebut perlu diprioritaskan.

TABEL 4.4 menunjukkan hasil Analisis Kebutuhan Nyata dalam aspek kualitas air konsumsi, peminatan air minum dan tingkat kemauan dan kemampuan membayar masyarakat.

TABEL 4.4 Analisis Kebutuhan Nyata dalam Pengembangan RISPAM

NO KECAMATAN KUALITAS

AIR (%) PEMINATAN (%) KEMAUAN DAN KEMAMPUAN MEMBAYAR (%)* I II III IV 1 Padarincang 89,30% 93,85% 30,95% 61,90% 0,00% 0,00% 2 Ciomas 82,12% 92,69% 52,03% 52,03% 0,00% 0,00% 3 Baros 78,96% 92,39% 39,01% 58,51% 0,00% 0,00% 4 Pamarayan 78,04% 89,30% 74,75% 18,69% 0,00% 0,00% 5 Cikande 78,01% 88,64% 46,92% 35,19% 11,73% 0,00% 6 Kibin 75,98% 86,58% 35,72% 17,86% 35,72% 17,86% 7 Kragilan 74,15% 78,96% 57,72% 28,86% 14,43% 0,00% 8 Waringinkurung 72,15% 78,04% 77,71% 25,90% 0,00% 0,00% 9 Mancak 71,96% 71,96% 45,38% 45,38% 0,00% 0,00% 10 Anyar 70,18% 68,07% 59,22% 39,48% 0,00% 0,00% 11 Bojonegara 69,29% 66,78% 47,97% 47,97% 0,00% 0,00% 12 Kramatwatu 66,30% 61,90% 33,15% 44,20% 22,10% 0,00% 13 Ciruas 61,90% 58,51% 25,33% 50,65% 25,33% 0,00%

4-49

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018

NO KECAMATAN KUALITAS

AIR (%) PEMINATAN (%) KEMAUAN DAN KEMAMPUAN MEMBAYAR (%)* I II III IV 14 Pontang 52,69% 55,25% 55,61% 37,08% 0,00% 0,00% 15 Cinangka 51,80% 52,69% 70,18% 35,09% 0,00% 0,00% 16 Pulo Ampel 22,69% 52,64% 79,04% 26,35% 0,00% 0,00% 17 Carenang 22,26% 51,80% 89,03% 0,00% 0,00% 0,00% 18 Tirtayasa 18,69% 37,37% 69,29% 23,10% 0,00% 0,00%

*Keterangan alternatif skema kemampuan membayar I = < Rp. 30.000

II = Rp 30.000-Rp. 60.000 III = Rp.60.000- Rp 80.000 IV = Rp.80.000- Rp 110.000

Sumber: Survey Kebutuhan Nyata PDAM Tirta Albantani, 2017

Hasil survey masyarakat dalam aspek kualitas air konsumsi menunjukkan wilayah Kecamatan Kibin memiliki persentase terbesar, yaitu 89,30%, Kecamatan Cikande 82,12%, dan Kecamatan Anyar 70,96%. Kualitas air baku di Kabupaten Serang yang berupa air permukaan masih cukup baik kualitasnya, namun hanya masalah kekeruhan yang paling menonjol terutama pada saat musim penghujan. Dari data di atas terlihat bahwa hanya 3 kecamatan yang kualitas airnya di bawah 50%. Hal tersebut dikarenakan air yang didistribusikan agak keruh. Berdasarkan data, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kualitas air yang kurang baik. Selain itu, pengembangan sumber air memungkinkan untuk menggunakan interkoneksi dari Serang bagian Timur.

Analisis peminatan masyarakat didapatkan hasil dengan daerah tertinggi, yaitu pada kecamatan Cikande sebesar 93,85%, Kecamatan Pontang 92,69%, dan Kecamatan Tirtayasa 92,39%. Secara keseluruhan, 9 Kecamatan menyatakan minat terhadap air minum lebih dari 50%, sedangkan Kecamatan Pamarayan hanya 37,37%. Hal ini dikarenakan adanya kekecewaan masyarakat terhadap kualitas air yang didistribusikan oleh PDAM. Terlepas dari hal tersebut di 17 kecamatan yang lain, masyarakat memiliki keinginan yang tinggi untuk mendapatkan akses air minum. Berdasarkan survey lapangan, penduduk Kabupaten Serang sangat membutuhkan air minum karena selama ini mereka

4-50

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018 kesulitan mendapatkan air minum terutama di daerah Serang bagian barat.

Keinginan masyarakat ini juga perlu menjadi perhatian penyedia jasa air minum, karena mereka juga menyampaikan keluhan terhadap pelayanan PDAM sehingga membuat mereka agak ragu-ragu untuk menyatakan minatnya. Selain itu, minat yang tinggi ini juga disebabkan pada musim kemarau air menjadi sangat sulit diperoleh oleh warga.

Pada aspek tingkat kemauan dan kemampuan membayar, hasil survey menunjukkan bahwa hanya masyarakat kecamatan Kibin yang memiliki kemampuan membayar Rp 80.000-Rp 110.000 sebesar 17.86%. Kecamatan yang memiliki kemampuan membayar Rp 60.000-Rp 80.000, yaitu Kecamatan Cikande, Kecamatan Kibin, Kecamatan Kragilan, Kecamatan Ciruas dan Kecamatan Kramatwatu. Kemampuan membayar erat kaitannya dengan tingkat pendapatan di daerah tersebut sehingga nilainya sangat variatif. Berdasarkan data kemampuan masyarakat prioritas pengembangan air minum bisa diarahkan terlebih dahulu ke wilayah yang siap secara ekonomi. Selain itu, untuk kawasan yang lain perlu dibuat skema pembayaran yang tidak memberatkan masyarakat tetapi tetap memperhatikan kualitas layanan yang prima.

TABEL 4.5 menunjukkan matriks pemilihan prioritas RISPAM Kabupaten Sosial dengan bobot masing-masing kriteria teknis 50%, sosial 30%, dan ekonomi sebesar 20%.

TABEL 4.5 Matriks Pemilihan Prioritas RISPAM Kabupaten Serang

NO KECAMATAN TEKNIS SOSIAL EKONOMI TOTAL 50% 30% 20% 1 Padarincang 3 3 2 2,8 2 Ciomas 4 3 2 3,1 3 Baros 3 3 2 2,8 4 Pamarayan 2 4 1 2,8 5 Cikande 4 4 3 3,8 6 Kibin 4 4 3 3,8 7 Kragilan 4 4 1 3,4 8 Waringinkurung 3 1 1 1,6 9 Mancak 3 1 2 1,8 10 Anyar 4 2 1 2,4

4-51

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018

NO KECAMATAN TEKNIS SOSIAL EKONOMI TOTAL 50% 30% 20% 11 Bojonegara 3 1 2 1,8 12 Kramatwatu 3 1 2 1,8 13 Ciruas 4 3 2 3,1 14 Pontang 4 4 1 3,4 15 Cinangka 3 1 1 1,6 16 Pulo Ampel 3 1 1 1,6 17 Carenang 3 3 1 2,6 18 Tirtayasa 4 4 1 3,4

Sumber: Hasil Analisis Pembobotan Survey Kebutuhan Nyata PDAM Tirta Albantani, 2017

Berdasarkan hasil rekapitulasi pembobotan terhadap prioritas pembangunan maka didapatkan rangking kecamatan dari yang mempunyai prioritas pembangunan tinggi hingga ke rendah. Peringkat prioritas tersebut dapat dilihat pada TABEL 4.6, sedangkan peta wilayah prioritas pembangunan dapat dilihat pada GAMBAR 4.1 berikut.

TABEL 4.6 Peringkat Prioritas Pembangunan

NO KECAMATAN TOTAL 1 Cikande 3,8 2 Kibin 3,8 3 Kragilan 3,4 4 Pontang 3,4 5 Tirtayasa 3,4 6 Ciomas 3,1 7 Ciruas 3,1 8 Padarincang 2,8 9 Baros 2,8 10 Pamarayan 2,8 11 Carenang 2,6 12 Anyar 2,4 13 Mancak 1,8 14 Bojonegara 1,8 15 Kramatwatu 1,8 16 Waringinkurung 1,6 17 Cinangka 1,6 18 Pulo Ampel 1,6

4-52

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018

4-53

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018

Wilayah Prioritas Penanganan SPAM Non PDAM

4.2.1 Konsep Wilayah Prioritas Penanganan SPAM Non PDAM