• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Penyediaan Air Minum

5.6.4 Unit Distribusi

5-88

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018 tengah-tengah daerah distribusi. Bila topografi naik turun maka reservoir

diusahkan diletakkan pada daerah tinggi sehingga dapat mengurangi pemakaian pompa dan menghemat biaya.

4. Pemakaian pompa

Jumlah pompa dan waktu pemakaian pompa harus bisa mencukupi kebutuhan pengaliran air.

5. Konstruksi reservoir

 Ambang bebas dan dasar bak

 Ambang bebas minimum 30 cm di atas muka air tertinggi.

 Dasar bak minimum 15 cm dari muka air terendah.

 Kemiringan bak adalah 1/1000 – 1/1500 ke arah pipa penguras  Inlet dan outlet

 Posisi dan jumlah inlet ditentukan berdasarkan pertimbangan bentuk dan struktur tangka sehingga tidak ada daerah aliran yang mati.

 Pipa outlet dilengkapi dengna saringan dan diletakkan minimum 10 cm di atas lantai atau pada muka air terendah.

 Perlu memperhatikan penempatan pipa yang melalui dinding reservoir, harus dapat dipastikan dinding kedap air dan diberi flexible joint.

 Pipa intlet dan outlet dilengkapi dengan gate valve.

 Pipa peluap dan penguras memiliki diameter yang mampu mengalirkan debit air maksimm secara gravitasi dan saluran outlet harus terjaga dari kontminan luar.

 Ventilasi dan manhole

 Reservoir dilengkapi dengan ventilasi, manhole, dan alat ukur tinggi muka air.

 Tinggi ventilasi ± 50 cm dari atap bagian dalam.

 Ukuran manhole harus cukp untuk dimasuki petugas dan kedap air.

5.6.4 Unit Distribusi

Sistem distribusi merupakan hal yang sangat penting dalam upaya penyediaan air minum, karena tujuan dari sistem distribusi adalah menyalurkan air minum dari instalasi pengolahan air minum ke masyarakat dengan kualitas, kuantitas,

5-89

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018 dan kontinuitas yang diinginkan serta tekanan yang mencukupi. Pentingnya

sistem distribusi karena masyarakat akan menilai baik buruknya penyediaan air bersih dengan melihar sistem distribusinya. Dari sistem distribusinya masyarakat akan menilai mengenai kualitas dan kuantitas air yang sampai kepada mereka.

Untuk kelancaran sistem pendistribusian air minum, perlu diperhatikan mengenai faktor-faktor berikut:

1. Tersedianya tekanan yang cukup pada jaringan pipa distribusi, sehingga air masih bisa mengalir ke konsumen dengan sisa tekanan yang cukup. 2. Kuantitas air yang mencukupi kebutuhan penduduk/konsumen.

3. Kontinuitas air dapat melayani dari waktu ke waktu.

4. Kualitas air bersih terjamin mulai dari pipa distribusi sampai ke konsumen. 5. Meminimalisasi terjadinya kehilangan air yang bersifat insidental seperti

kebocoran pada pipa dan sebagainya.

Sistem distribusi air bersih merupakan jaringan perpipaan yang mengalirkan air bersih dari sumber/instalasi ke daerah pelayanan. Sistem distribusi ini meliputi jaringan perpipaan primer dan sekunder, hidran, valve, reservoir, meter air, reducer, dan perlengkapan lainnya yang terhubung mulai dari air meninggalkan reservoir hingga ke konsumen. Sistem distribusi ini melayani daerah yang kebutuhan airnya bervariasi setiap waktunya. Variasi-variasi tersebut dapat ditangani dengan pemanfaatan reservoir atau pompa.

Terdapat beberapa meode pengaliran air pada sistem jaringan distribusi. Metode tersebut yaitu sistem pengaliran secara gravitasi, sistem pemompaan, atau gabungan antara sistem gravitasi dan sistem pemompaan baik dengan atau tanpa reservoir distribusi.

1. Sistem Gravitasi

Sistem gravitasi digunakan bila elevasi sumber air baku atau pengolahan jauh berada di atas elevasi daerah pelayanan dan sistem ini dapat memberikan energi potensial yang cukup tinggi hingga pada daerah pelayanan terjauh. Sistem ini merupakan yang paling menguntungkan karena pengoperasian dan pemeliharaannya mudah dilakukan. Selain itu, sistem gravitasi pun merupakan sistem pengaliran yang paling ekonomis.

5-90

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018 2. Sistem Pompa

Sistem pompa digunakan apabila beda elevasi antara sumber air atau instalasi dengan daerah pelayanan tidak dapat memberikan tekanan air yang cukup, sehingga air yang akan didistribusikan dipompa langsung ke jaringan distribusi. Kelemahan sistem ini yaitu dalam hal biaya yang besar karena dibutuhkan pompa untuk pengalirannya. Keuntungan pengaliran dengan sistem ini adalah daerah pelayanan yang lebih besar, pengaliran yang lebih jauh, dan head yang tersedia dapat mencapai 50-60 m. 3. Sistem Gabungan

Sistem gabungan merupakan sistem pengaliran di mana air baku dari sumber air atau instalasi pengolahan dialirkan ke jaringan pipa distribusi dengan menggunakan pompa atau reservoir distribusi, baik dioperasikan secara bergantian ataupun bersama-sama dan disesuaikan dengan keadaan topografi daerah pelayanan.

Pola jaringan perpipaan sistem distribusi air bersih umunya dapat diklasifikasikan menjadi sistem jaringan melingkar (loop system), sistem jaringan cabang (Branch System) dan sistem kombinasi dari keduanya. Bentuk sistem jaringan perpipaan tersebut tergantung pada pola jalan, topografi, tingkat dan tipe perkembangan daerah pelayanan serta lokasi instalasi pengolahan.

1. Sistem jaringan melingkar

GAMBAR 5.2 Sistem Jaringan Melingkarmenunjukkan sistem jaringan melingkar. Sistem jaringan perpipaan melingkar terdiri dari pipa-pipa induk dan pipa cabang yang saling berhubungan satu sama lainnya membentuk loop, sehingga terjadi sirkulasi air ke seluruh jaringan distribusi. Dari pipa induk dilakukan penyambungan oleh pipa cabang dan selanjutnya dari pipa cabang dilakukan pendistribusian untuk konsumen. Pada sistem jaringan melingkar pada pipa induk tidak ada titik mati (dead end) dan air akan mengalir ke suatu titik yang dapat melalui beberapa arah. Sistem jaringan perpipaan melingkar digunakan untuk daerah dengan karakteristik sebagai berikut:

 Bentuk dan perluasannya menyebar ke seluruh arah.

5-91

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018  Elevasi tanahnya relatif datar

GAMBAR 5.2 Sistem Jaringan Melingkar

Sistem jaringan loop atau melingkar memiliki kelebihan dan kekurangan dibandingkan dengan metode lainnya. Kelebihan dari metode loop yaitu:

 Kemungkinan terjadinya penimbunan kotoran dan pengendapan lumpur dapat dihindari (air dapat disirkulasi dengan bebas).  Bila terjadi kerusakan, perbaikan, atau pengambilan untuk

pemadam kebakaran pada bagian sistem tertentu, maka suplai air pada bagian air tidak terganggu.

 Distribusi air lebih merata.

 Dapat melayani banyak tempat dan kemungkinan akan berkembang bila ada penambahan pelanggan.

 Jika ada pemakaian puncak, aliran air dari daerah lain dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

Sedangkan kerugian dari sistem loop dibandingkan dengan sistem-sistem lainnya yaitu:

 Sistem perpipaan yang rumit.

 Perlengkapan pipa yang dipakai sangat banyak.  Kurang ekonomis.

 Tekanan dalam pipa cukup rendah sehingga bila ada kebakaran air tidak dapat dialirkan secara serentak.

5-92

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018  Alirannya belum tentu satu arah, dapat bolak-balik pada waktu

tertentu. Namun, pada saat dimensional aliran dihitung searah. 2. Sistem jaringan cabang

Sistem jaringan bercabang terdiri dari pipa induk utama (main feeder) disambungkan dengan pipa sekunder, lalu disambungkan lagi dengan pipa cabang lainnya, sampai akhirnya pada pipa yang menuju konsumen. Pada sistem ini air hanya mengalir dari satu arah dan pada setiap ujung pipa akhir daerah pelayanan terdapat titik akhir (dead-end). GAMBAR 5.2 Sistem Jaringan Melingkarmenunjukkan sistem jaringan berccabang. Sistem jaringan cabang digunakan untuk daerah pelayanan dengan karakteristik sebagai berikut:

 Bentuk dan arah perluasan memanjang dan terpisah.  Pola jalur jalannya tidak berhubungan satu sama lainnya.  Luas daerah pelayanan relatif kecil.

 Elevasi permukaan tanah mempunyai perbedaan tinggi dan menurun secara teratur.

GAMBAR 5.3 Sistem jaringan cabang

Sistem cabang atau branch memiliki keuntungan dan kerugian dibandingkan dengan sistem-sistem lainnya. Keuntungan dari sistem cabang atau branch adalah sebagai berikut:

5-93

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018  Pemasangan pipa lebih mudah

 Penggunaan pipa lebih sedikit karena pipa distribusi hanya dipasang pada daerah yang paling padat penduduknya.

 Cukup ekonomis.

 Cara pengoperasiannya tergolong mudah.

 Perkembangan sistem dapat disesuaikan dengan perkembangan kota.

Sedangkan kerugian dari sistem cabang/branch dibandingkan dengan sistem- sistem lainnya yaitu:

 Jika terjadi kerusakan akan terdapat blok daerah pelayanan yang tidak mendapatkan suplai air, karena tidak adanya sirkulasi air.  Timbulnya rasa, bau, akibat adanya ‘air mati’ pada ujung-ujung

pipa cabang. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan pengurasan secara berkala dan menyebabkan kehilangan air yang cukup banyak.

 Jika terjadi kebakaran, suplai air pada hidran kebakaran lebih sedikit karena alirannya satu arah.

 Kemungkinan tekanan air yang diperlukan tidak cukup jika ada sambungan baru.

 Keseimbangan sistem pengaliran kurang terjamin, terutama jika terjadi tekanan kritis pada bagian pipa yang terjauh.

 Keadaan puncak untuk setiap cabang berbeda-beda untuk setiap situasi.

3. Sistem kombinasi

Sistem jaringan perpipaan kombinasi merupakan gabungan dari sistem melingkar dan sistem cabang. GAMBAR 5.2 Sistem Jaringan Melingkarmenunjukkan sistem jaringan kombinasi. Sistem gabungan atau sistem kombinasi cocok diterapkan untuk daerah pelayanan dengan karakteristik sebagai berikut:

 Kota yang sedang berkembang.

 Bentuk perluasan kota yang tidak teratur, demikian pula jaringan jalannya tidak berhubungan satu sama lain pada bagian tertentu.

5-94

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018  Terdapat daerah pelayanan yang terpencil dan elevasi tanah yang

bervariasi.

GAMBAR 5.4 Sistem jaringan kombinasi