BAB II TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA
ASUHAN KEBIDANAN
3. Kunjungan III (24 Hari PP)
4.1 Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Trimester III
Tabel 4.1 Distribusi data subjektif dan objektif dari variable ANC Ny. “S” di BPM Kunti Amd.Keb. Desa Gudo, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang
Tanggal ANC Riwayat Pelaksanaan
5 Agustus 2017 19 Oktober 2017 13 Desember 2017 28 Desember 2017 22 Januari 2017 6 Februari 2017 10 Januari 2016
UK 11 minggu 17 minggu 25 minggu 27 minggu 34 minggu 35 minggu 37 minggu
Anamnesa Pusing Mual Tidak ada
keluhan
Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan Tidak ada keluhan TD 100/70 mmHg 120/80 mmHg 110/70 mmHg 120/80 mmHg 120/80 mmHg 120/80 mmHg 120/80 mmHg BB 49 kg 52 kg 55 kg 55 kg 57 kg 60 Kg 60 Kg
TFU WHO - Pertengahan
simpisis-pusat
Setinggi pusat 2 jari atas pusat Pertengahan pusat-px Pertengahan px -pusat 2 jari di bawah px Mc. Donald - - 21 cm 24 cm 25 cm 27 cm 29 cm Terapi Triocid, omedom
Triocid, folaxin Fe, Kalk Terapi dilanjutkan Kalk, Fe Kalk, Fe Kalk, Fe
Penyuluhan Makan sedikit
tapi sering
ANC Terpadu Makan makanan
yang sehat
Istirahat cukup Istirahat cukup Menjelaskan
tanda bahya
kehamilan
Jalan-jalan pagi
1. Data Subjektif
a. Umur
Dari pengkajian yang dilakukan pada Ny ”S” didapatkan bahwa Ny ”S” berumur 37 tahun. Menurut pendapat peneliti usia Ny”S” adalah usia yang beresiko karena Ny”S” hamil di usia > 35 tahun dan bisa menyebabkan peningkatam komplikasi pada kehamilan, perdarahan pada saat persalinan, dan cacat kromosom pada BBL, hal ini sesuai dengan pendapat Manuaba (2007) menyatakan bahwa usia reproduksi yang baik untuk kehamilan adalah antara usia 20-35 tahun.
Berdasarkan fakta dan teori tersebut usia kehamilan Ny ”S” ditemukan kesenjangan antara fakta dan teori.
b. Jarak Kehamilan
Jarak kehamilan Ny ”S” yaitu 7 tahun, menurut peneliti jarak kehamilan ini dalam rentang batas normal, karena jarak kehamilan yang aman itu adalah 2-10 tahun, hal ini sesuai dengan pendapat Kemenkes (2015), jarak kehamilan yang baik adalah 2-10 tahun dari kehamilan sebelumnya. Karena persalinan ≥10 tahun seolah-olah menghadapi kehamilan/persalinan yang pertama lagi.
Berdasarkan hal diatas, maka ditemukan adanya kesenjangan antara fakta dan teori.
c. Jarak kontrol ANC
Intensitas kontrol Ny “S” selama kehamilan TM I 2 kali, TM II 2 kali, TM III 3 kali dan ibu sudah melakukan ANC Terpadu, menurut peneliti kontrol ANC Ny.”S” lebih dari standarnya karena ibu ingin
dan wajib dilakukan ibu hamil, karena dalam pemeriksaan tersebut dilakukan pemantauan secara menyeluruh baik mengenai kondisi ibu maupun janin yang sedang dikandungnya. Jarak kontrol ANC minimal haruslah sesuai dengan ketentuan yang yaitu TM I 1 kali, TM II 1 kali, TM III 2 kali, hal ini sesuai dengan pendapat kemenkes (2015), standar minimal kontrol ANC, meliputi : TM I minimal 1 kali, TM II minimal 1 kali, dan TM III minimal 2 kali.
Berdasarkan hal diatas, maka tidak ditemukan adanya kesenjangan antara fakta dan teori.
d. Terapi
Terapi yang didapatkan oleh Ny “S” pada tiap trimester adalah sebagai berikut, yaitu pada TM I Ny “S” mendapatkan terapi triocid dan floaxin untuk mual dan muntah yang dirasakan. Ny “S” juga mendapatkan Fe dan kalk digunakan untuk mencukupi zat besi agar tidak kekurangan selama kehamilan sehingga terhindar dari anemis dan kalsium selama hamil untuk memperkuat tulang. kemudian pada TM II Ny “S” tetap mendapatkan terapi Fe dan Kalk. Pada TM III Ny ”S” mendapatkan obat yang sama seperti TM I dan II. Menurut peneliti terapi yang dapat tepat dan mengurangi resiko munculnya masalah baik itu pada kehamilan dengan kasus, kehamilan normal dan juga usia yang terlalu tua maupun pada persalinan dan bayi. Pemberian tablet Fe sangat dibutuhkan selama masa kehamilan. Hal ini sesuai dengan pernyataan Kemenkes (2015) yang menyatakan
1x1
Berdasarkan hal diatas maka tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.
2. data Obyektif
a. Pemeriksaan umum
1) Tekanan darah
Hasil tekanan darah pada Ny ”S” pada kunjungan ANC pertama 120/80 mmHg dan pada kunjungan ANC kedua 120/80 mmHg. Menurut peneliti tekanan darah Ny ”S” adalah tekanan darah yang normal, karena tekanan darah ibu masih rentang batas normal yaitu 120/80-140/90 mmHg, hal ini sesuai dengan pendapat (Kemenkes, 2015) Tekanan darah dikatakan tinggi bila lebih dari 140/90 mmHg atau lebih, dan diastolic 15 mmHg atau lebih dapat berlanjut menjadi preeklampsi dan eklampsi Pada kasus Ny ”S” dengan sistol 120 mmHg dan diastol 80 mmHg maka dikatakan sebagai tekanan darah normal.
Berdasarkan penyataan diatas maka tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori
2) LILA (Lingkar Lengan Atas)
Berdasarkan hasil pemeriksaan didapatkan data bahwa lingkar lengan atas Ny ”S” 28 cm. Menurut peneliti lingkar lengan Ny “S” dapat disimpulkan sebagai acuan bahwa status nutrisinya baik, karena lingkar lengan tersebut bisa digunakan sebagai acuan mengukur status gizi ibu hamil, hal ini sesuai dengan pendapat (Kemenkes, 2015) yaitu nilai status gizi ibu dilihat dari peningkatan berat badan ibu dan kecukupan istirahat ibu, serta
untuk melahirkan anak Berat Badan Lahir Rendah (BBLR).
Berdasarkan pernyataan diatas maka disimpulkan tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.
b. Pemeriksaan fisik
Perubahan fisik yang terjadi pada Ny ”S” saat hamil trimester III yaitu wajah tidak edema, sclera putih, konjungtiva merah muda, pada muka ada cloasma gravidarum, tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada bendungan vena jugularis, pada payudara tampak lebih besar dan hyperpigmentasi aerola dan pada perut ibu terjadi pembesaran sesuai TFU dan terdapat striae gravidarum, genetalia bersih dan anus tidak ada hemoroid serta ekstermitas yang normal. Menurut peneliti kondisi tersebut merupakan kondisi kehamilan yang normal, karena tidak ada indikasi yang mengarah ke patologi pada saat pemeriksaan fisik, hal ini sesuai dengan pendapat Romauli (2011) yang menyatakan bahwa perubahan normal yang terjadi pada ibu hamil adalah sclera putih, konjungtiva merah muda, tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada bendungan vena jugularis, putisng susu menonjol dan pada perut ibu terjadi pembesaran yang membujur. Berdasarkan fakta dan teori tersebut maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada kesenjangan antara fakta dengan teori.
1) TFU
Hasil pengukuran tinggi fundus uteri terakhir pada Ny ”S” menurut leopod adalah 2 jari di bawah px dan menurut Mc Donal adalah 29 cm . Menurut peneliti TFU Ny ”S” adalah sesuai dengan Usia Kehamilan. Hal ini sesuai dengan pendapat Romauli (2011) yang mengatakan TFU lebih dari 40 cm dilakukan rujukan karena
menggunakan tekhnik Mc Donald adalah menentukan umur kehamilan berdasarkan minggu, dan hasilnya bisa dibandingkan dengan hasil anamnesis Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT) dan kapan gerakan janin mulai dirasakan.
Berdasarkan pengkajian yang telah dilakukan pada Ny ”S” tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.
2) Pemeriksaan DJJ
Pada pengkajian yang dilakukan terhadap Ny ”S” didapatkan bahwa presentasi janin kepala, denyut jantung janin berkisar 140x/menit. Menurut peneliti DJJ janin Ny ”S” adalah normal. Hal ini sesuai dengan pendapat (Kemenkes,2015) yaitu dilakukannya pemeriksaan presentasi janin, untuk mengetahui bagian terendah janin dan dapat dilakukannya pemeriksaan DJJ yaitu untuk mengetahui apakah bayi dalam keadaan sehat, bunyi jantungnya teratur dan frekuensi berkisar antara 120 – 160 kali/ menit.
Berdasarkan pernyataan diatas maka tidak ditemui
kesenjangan antara fakta dan teori.
3) Pemeriksaan BB dan tinggi badan
Pada saat pemeriksaan BB dan TB pada Ny ”S” didapatkan data bahwa berat badan Ny ”S” sebelum hamil adalah 49 Kg dan setelah hamil menjadi 60 Kg atau naik 11 kg. Sedangkan untuk tinggi badan Ny. ”S” 157 cm. Menurut peneliti BB dan TB Ny ”S” dalam keadaan normal. Hal ini sesuai dengan pendapat (Kemenkes, 2015) yang mengatakan kenaikan berat badan ibu sebelum dan sesudah hamil, dihitung mulai dari trimester I sampai trimester III
kehamilan trimester III yang tergolong normal adalah 0,4-0,5 kg). Pengukuran tinggi badan ibu hamil dilakukan untuk mendeteksi faktor resiko terhadap kehamilan yang sering berhubungan dengan keadaan rongga panggul minimal 145 cm.
Berdasarkan kondisi tersebut BB pada masa hamil bertambah sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan janin dan tinggi badan dalam keadaan normal.
Berdasarkan pernyataan diatas maka tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.
3. Analisa data
Analisa data pada Ny ”S” adalah GIIIPIIA0, hamil 37 minggu, janin tunggal hidup. Menurut peneliti berdasarkan pemeriksaan kebidanan dan teori tersebut maka dapat disimpulkan bahwa analisa data kebidanan pada kehamilan Ny “S” sudah sesuai dengan standart analisa data kebidanan. Hal ini sesuai dengan pendapat Kemenkes (2015), diagnosis kehamilan dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan dalam suatu penelitian dengan G....P....A...
Berdasarkan hal tersebut, tidak dijumpai adanya penyimpangan antara fakta dan teori.
4. Penatalaksanaan
Asuhan pada masa hamil penulis melakukan penatalaksanaan seperti KIE tentang tanda bahaya ibu hamil dengan kasus jarak kehamilan terlalu jauh, tanda-tanda persalinan, persiapan persalinan dan keluhan pada ibu hamil seperti kenceng-kenceng, dan sebagainya, kolaborasi pemberian suplemen serta obat yang sesuai dengan kasus usia yang terlalu tua untuk
terlalu tua, dan kontrol ulang untuk melakukan ANC secara rutin. Menurut peneliti asuhan yang diberikan sesuai dengan kasus keluhan dan KIE yang diberikan pada ibu hamil normal dan juga kehamilan dengan usia terlalu tua. Hal ini sesuai dengan pendapat Kemenkes (2015), asuhan yang diberikan diantaranya KIE tentang keluhan pada ibu hamil seperti kenceng-kenceng, dan sebagainya, tanda bahaya ibu hamil, tanda-tanda persalinan, persiapan persalinan, kolaborasi pemberian suplemen, dan kontrol ulang.
Berdasarkan hal tersebut, tidak dijumpai adanya penyimpangan antara fakta dan teori.
Tabel 4.2 Distribusi data subjektif dan objektif dari variable INC Ny. “S” di BPM Kunti Amd.Keb. Desa Gudo, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang INC
KALA I KALA II KALA III KALA IV
KELUHAN Mengatakan perutnya mules di sertai kenceng-kenceng sejak jam 19.00 WIB tanggal 29 april 2017. Jam 17.30 BPM Kunti TD : 120/70 mmHg RR : 24x/menit N : 82x/menit S : 36,8 C
His : Tidak teratur (1x lamanya 10 detik dalam 10 menit) DJJ : 140 x/menit Palpasi WHO : 3 jari di bawh px VT : pembukaan 1cm eff 25%, ketuban negatif, presentasi kepala, denominator,UUK kiri depan, hodge I, moulase 0. Jam 08.00 BPM Kunti TD : 120/80 mmHg RR : 20x/menit N : 84x/menit S : 36,7 C Episiotomi –
Bayi lahir spontan jam 08.10 WIB Jam 08.35 BPM Kunti TD : 140/70 mmHg RR : 20x/menit N : 80x/menit S : 36,5 C Episiotomi – Plasenta lahir spontan jam 08.45 Jam 09.00 BPM Kunti Perdarahan pada saat persalinan dan 2 jam post PP ± 150 cc TFU : 2 jari bawah pusat UC : baik, konsistensi keras
Sumber : Data Primer 2017
Berdasarkan data diatas, maka dapat dilakukan analisa sebagi berikut, yaitu: 1. Data subjektif
Keluhan utama yang disampaikan oleh Ny “S” adalah perutnya mules disertai kenceng-kenceng sejak jam 19.00 WIB. Kondisi tersebut menurut peneliti adalah normal karena itu menunjukkan adanya tanda-tanda persalinan. Hal ini sesuai dengan pernyataan (Sulistyawati 2013) yang menyatakan bahwa tanda-tanda awal dari persalinan adalah munculnya rasa mules-mules dan rasa sakit di perut oleh karena adanya his yang datang lebih kuat, sering dan teratur. Jadi dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada kesenjangan antara kenyataan dengan teori.
Data yang didapatkan pada saat asuhan persalinan pada Ny “S” adalah sebagai berikut, yaitu wajah tidak oedem, konjungtiva merah muda, sclera putih, mukosa bibir lembab, payudara bersih, putting susu menonjol, dan pemeriksaan meliputi; Abdomen: TFU 3 jari bawah px, Mc: 29cm, puki, letak kepala, kepala sudah masuk PAP, DJJ: 140x /menit, TBJ: (29 – 11 ) x 155 = 2.790 gram, His: Tidak teratur (lamanya 10 detik dalam 10 menit), Genetalia: Tidak oedema, tidak ada keputihan, tidak ada condiloma, Pemeriksaan VT : ф : 1cm dan eff: 25%, ekstremitas atas dan bawah: simetris, tidak oedema.
Menurut peneliti pemeriksaan yang dilakukan masih dalam batas normal dan fisiologis. Sesuai dengan pendapat sulistiyawati (2013) pemeriksaan meliputi: TFU Mc. Donald (cm) sesuai dengan umur kehamilan, pemeriksaan Leopold (Leopold I, II, III, dan IV), DJJ (normalnya 120-160x/menit).
Berdasarkan hal tersebut, tidak dijumpai adanya penyimpangan antara fakta dan teori.
3. Analisa Data
Berdasarkan fakta analisa data Ny ”S” adalah G3P2A0 UK 40 minggu dengan persalinan normal. Menurut peneliti ibu mengalami kehamilan yang aterm atau cukup bulan, berdasarkan pemeriksaan kebidanan dan teori tersebut maka dapat disimpulkan bahwa analisa data kebidanan pada kehamilan Ny “S” sudah sesuai dengan standart kebidanan Hal ini sesuai dengan pendapat Kemenkes (2015), penulisan analisa data pada ibu bersalin yaitu G...P...A... UK... inpartu kala I fase laten atau aktif.
antara fakta dan teori. 4. Penatalaksanaan
a. Kala I
Kala I pada Ny”S” terjadi mulai tanggal 30 Mei 2017 dimana Ny “S” mulai merasa mules-mules dan kenceng-kenceng. Hasil pemeriksaan pada jam 17.30 didapatkan pembukaan 1 kepala masuk PAP, ketuban masih utuh, his tidak teratur durasi 10 detik dalam 10 menit. Lama kala 1 fase laten selama 14 jam namun fase aktif hanya berjarak setengah jam, dari jam 07.30 pembukaan 8 cm dan pada jam 08.00 didapatkan hasil pemeriksaan pembukaan 10 cm, kepala masuk PAP, ketuban pecah, his 4x tiap 10 menit, kuat, teratur, durasi 45 detik. Menurut peneliti hal ini sesuai dengan pendapat APN (2008) persalinan kala I pada umumnya, fase aktif berlangsung hampir 4 jam. Hal ini sesuai dengan pernyataan Oxorn (2010) yang menyatakan bahwa lamanya kala I untuk primigravida berlangsung 12 jam sedangkan multigravida sekitar 8 jam. Fase aktif dibagi menjadi tiga fase yaitu fase akselerasi dalam waktu dua jam, pembukaan 3 cm menjadi 4 cm dan fase dilatasi maksimal dalam waktu 2 jam pembukaan berlangsung sangat cepat dari 4 menjadi 9 cm, serta fase deselerasi pembukaan menjadi lambat kembali dalam waktu 2 jam pembukaan dari 9 cm menjadi lengkap 10cm. Sesuai dengan kondisi tersebut penulis menyimpulkan tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.
Pada kala II Ny “S” dimulai dari pembukaan lengkap yaitu pada pukul 08.00 sudah terjadi pembukaan lengkap. Ketuban sudah pecah. His kuat dan spontan serta terjadi lebih sering. Bayi lahir secara spontan pada jam 08.10 WIB, jenis kelamin laki-laki. Tidak dilakukan episiotomi namun dilakukan penjahitan karena terjadi robekan jalan lahir derajat 2. Menurut penulis keadaan yang dialami Ny ”S” dalam keadaan normal dikarenakan adanya tanda-tanda dorongan untuk memeran, dorongan tekanan anus, perineum menonjol dan vulva membuka. Hal ini sesuai dengan pernyataan APN (2008) yang menyatakan bahwa kala II berlangsung dari lahir kala satu, yaitu setelah pembukaan lengkap, sampai lahirnya bayi. Pada akhir kala satu sebelum pasien memasuki kala dua, kontraksi uterus menjadi lebih sering dan diikuti dengan ras nyeri yang paling hebat selama persalinan. Ketuban pecah pada pembukaan mendekati lengkap diikuti keinginan mengejan. His semakin kuat, dengan interval 2-3 menit, durasi 50-100 detik. Lamanya kala II untuk primigrvida 50 menit dan multigravida 30 menit. Berdasarkan data diatas disimpulkan tidak ada kesenjangan yang terjadi antara fakta dan opini.
c. Kala III
Berdasarkan fakta, pada jam 08.10 WIB Ny “S” melahirkan bayi dengan jenis kelamin laki-laki dan dilakukan manajemen aktif kala III. hingga plasenta lahir pada jam 08.45 WIB. Plasenta lahir secara spontan dan intake dalam waktu 30 menit. Menurut peneliti proses persalinan dan kelahiran plasenta Ny ”S” berjalan lancar dan tidak ada
(2008) yang menyatakan bahwa lepasnya plasenta, tanda-tandanya uterus menjadi bundar, uterus terdorong keatas karena plasenta dilepas kesegmen bawah rahim, tali pusat bertambah panjang, terjadi perdarahan. Lahirnya plasenta terjadi dalam dua tahap, yaitu pertama pelepasan plasenta dari dinding uterus ke dalam segmen bawah rahim dan atau vagina dan yang kedua pengeluaran plasenta yang sesungguhnya dari jalan.
Sesuai dengan kondisi tersebut menurut peneliti, proses persalinan plasenta pada Ny “S” berjalan dengan baik dan lancar dengan tanpa komplikasi, dan tidak ada kesenjangan antara fakta dan teori.
d. Kala IV
Pada observasi kala IV Ny “S” didapatkan data bahwa pada saat proses persalinan normal hingga 2 jam post partum terjadi perdarahan kurang lebih 150 cc, TTV: TD: 140/70mmHg, N: 84x/menit, S: 37ºC, RR: 24x/menit, TFU: 2 jari bawah pusat, dilakukan IMD. Sesuai fakta tersebut, menurut pendapat penulis observasi 2 jam post partum sudah dilakukan untuk mengantisipasi adanya komplikasi darurat pada ibu. Hal ini sesuai dengan pendapat APN (2008), Mealanjutkan pemantauan kontraksi, mencegah perdarahan pervaginam dan memeriksa TTV pada Ny ”S. Berdasarkan fakta dan teori diatas dapat di ambil kesimpulan bahwa tidak ditemukan kesenjangan antara fakta dan teori.
Tabel 4.4 Distribusi data subjektif dan objektif dari variable BBL Bayi “S” di
BPM Kunti Salamah Desa Gudo Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang”.
Asuhan BBL 1 Meii 2017
Jam
Nilai
Penilaian Awal 08.10 Menangis spontan, warna kulit merah
muda, reflek baik
Apgar Skor 08.15 8-9
Inj. Vit K 09.44 Sudah diberikan
Salep mata 09.45 Sudah diberikan
BB 08.18 3100 gram
PB 05.19 50 cm
Lingkar kepala 05.20 SOB: 31 cm, , FO: 35 cm, MO: 35 cm
Lingkar dada 05.21 32 cm
BAK - -
BAB 10.00 Mekonium
Sumber: Data Primer 2017
Berdasarkan fakta diatas, dapat diperoleh analisa sebagai berikut : 1. Data subjektif
Bayi Ny ”S” usia 1 jam lahir spontan, menangis kuat, bernaafas tanpa kesulitan, bergerak aktif, jenis kelamin laki-laki dan sudah dilakukan IMD. Menurut penulis hal ini fisiologis karena sudah sesuai dengan asuhan yang harus diberikan pada BBL yaitu IMD 1 jam. Hal ini sesuai dengan pendapat (APN, 2008) IMD harus dilakukan pada BBL dan ASI menjadi lancar karena bayi menghisap kuat pada pemeriksaan dua hari setelah persalinan spontan, keluarnya ASI dengan lancar dapat dipengaruhi oleh reflek hisap bayi, semakin kuat hisapannya semakin lancar ASI yang keluar.
Berdasarkan hal tersebut, tidak dijumpai adanya penyimpangan antara fakta dan teori.
Pada hasil pemeriksaan bayi Ny “S”, berat badan bayi 3900 gram, panjang badan 51 cm, lingkar kepala 36cm lingkar dada 34 cm, menangis spontan, warna kulit merah muda, reflek baik. Menurut penulis hal ini fisiologis sesuai dengan ciri-ciri baru lahir menurut Nanny (2010) bahwa ciri-ciri Bayi Baru Lahir Normal, Berat badan 2500-4000 gram, panjang badan 48-52 cm, lingkar dada 30-38 cm, lingkar kepala 33-35 cm, nilai apgar skor 7-10 normal, kulit kemerah-merahan.
Berdasarkan hal tersebut, tidak dijumpai adanya penyimpangan antara fakta dan teori. Karena kelahiran bayi sesuai dengan usia kehamilan ibu sehingga bayi lahir dengan normal.
3. Analisa data
Pada BBL adalah BBLN usia 1 jam. Menurut peneliti berdasarkan pemeriksaan kebidanan dan teori tersebut maka dapat disimpulkan bahwa analisa data kebidanan pada BBL sudah sesuai dengan standart analisa data kebidanan. Hal ini sesuai dengan pendapat Romauli (2011) penulisan analisa data diagnosa BBL yaitu BBLN dengan …..
Berdasarkan hal tersebut, tidak dijumpai adanya penyimpangan antara fakta dan teori.
4. Penatalaksanaan
Fakta bayi “S” lahir pada jam 08.10 WIB dan pada jam 09.44 WIB melakukan injeksi vit K dan salep mata. Menurut penulis hal itu sudah sesuai dengan pendapat APN (2008) Memberi suntikan vitamin K1 1mg
(IMD) Memberi salep mata antibiotika tetrasiklin 1% pada kedua mata. Berdasarkan hal tersebut, tidak dijumpai adanya penyimpangan antara fakta dan teori karena penolong menolong persalinan sesuai dengan asuhan persalinan normal.