(Dongeng Anakalang)
(Dari bahasa Sumba Anakalang ke bahasa Indonesia:
oleh: Drh. Umbu Nggiku)
“Pergilah membersihkan kebun jagung,” kata kakeknya Godi Gadu.
Tetapi Godi Gadu mencabut semua rumput dan jagung. Kakeknya mencari ubi, tetapi Godi Gadu yang membakar dan memakannya semua.
Ia hanya memberikan sepotong bambu kepada kakeknya itu.
Sementara Godi Gadu menjaga kebun, kakeknya membawakannya seekor anjing, supaya dikasih makan jagung muda. Godi Gadu memberikan anjing itu makanan, tetapi ia menyumbat pantat anjing itu sehingga mati.
Kakek itu memberikan pula seekor kuda kepada Godi Gadu: “supaya diberikan daun jagung muda, dan rendam kepalanya di sungai,” kata
Dongeng-dongeng & Cerita Rakyat Asli Sumba
14
kakeknya kepada Godi Gadu. Lalu Godi Gadu merendam kuda itu di air sampai mati.
Marahlah kakeknya itu lalu menombak Godi Gadu supaya mati. “bawalah saya ke dalam hutan agar saya digantung, kakek tikam saya pada waktu malam supaya kakek tidak melihat cucumu ini,” kata Godi Gadu kepada kakeknya. Maka kakeknya membawanya ke dalam hutan lalu larilah ia ke kampung lain.
Godi Gadu bertemu dengan seorang tua yang sedang luka kakinya. Ia memasukannya ke dalam lubang lalu rumahnya dia bakar. Godi Gadu menjumpai seorang wanita tua yang buta. “Mari saya taruh obat,” kata Godi Gadu lalu ditaruhnya lombok merah pada mata perempuan itu.
Ia menjumpai seorang laki-laki yang memiliki kebun kelapa, lalu digosokkannya orang itu dengan daun yang gatal, sehingga mengeleparlah laki-laki itu karena gatal, lalu Godi Gadu memetik semua buah kelapa orang itu dan membakar kebunnya.
Ketika ia berlari-lari, jatuhlah ia ke dalam sebuah gua dan tidak bisa naik kembali. Lalu datanglah seekor kerbau.“Turun cepat ke sini karena nanti tanah akan longsor, supaya tidak tertimbun,” katanya kepada kerbau itu. Turunlah kerbau itu ke dalam gua dan naiklah si Godi Gadu melalui badan kerbau itu.
Pulanglah si Godi Gadu untuk membersihkan kebun kakeknya. Ia pergi mengambil air dan buaya menangkap kakinya. “Yang ini kakiku supaya kamu tangkap” katanya kepada buaya itu sambil menyorong sebatang bambu, sehingga buaya itu pun menangkap bambu itu dan melepaskan kaki Godi Gadu.
Sekali waktu buaya itu memberi tahu teman-temannya. Mereka naik ke darat. Godi Gadu menyuruh buaya itu tidur di atas sampah rerumputan untuk menyergap Godi Gadu. Godi Gadu menyulutkan api rerumputan itu sehingga larilah buaya-buaya itu.
Sekali waktu Godi Gadu pergi menghadiri pesta di kampung di seberang sungai. Ketika sudah akan pulang sungai itu banjir. “Kamu berjejer supaya saya menyeberang di atas punggung kalian. Nanti saya akan berikan daging kerbau kepada kalian,” katanya kepada para buaya di sungai itu.
Ketika ia sudah menyeberang, ia tidak memberikan daging kepada buaya-buaya itu. Sekali waktu ia tertangkap buaya lagi. “Ada babi-babi yang banyak dan gemuk-gemuk, supaya kamu makan,” katanya kepada buaya-buaya itu. Ia membawa mereka ke darat. “Kamu sembunyi di bawah rerumputan, supaya kamu gampang menyergap babi-babi itu” katanya kepada mereka. Lalu Godi Gadu membakar sekeliling semak-semak itu dengan api. Berlarianlah buaya-buaya itu kembali ke sungai, sebagiannya ada yang mati.
4c. Mr. Godi Gadu
( Anakalang Fable)
(From Indonesian to English by Umbu P. Woha)
"Go to clean the maize garden," said Godi Gadu’s grandfather. But Godi Gadu went to abstract both the maizes and the grasses. The grandfather look for luwa (tuber), but Godi Gadu had burnt and ate them all. He gave his grandfather only a rasher of bamboo.
While Godi Gadu took care the garden, the grandfather brought to him a dog, to be feed with young maize. Godi Gadu gave the dog that food, but he corked the dog’s bottom causing the dog dead.
The grandfather gave Godi Gadu a horse. “Feed this horse with young maize leaf, and soak the horse’s head in the river," said the grandfather to Godi Gadu. Then Godi Gadu soaked the horse in the water until death.
The grandfather beeing very angry then harpooned Godi Gadu so that he will dead. But Godi Gadu said: "Bring me into forest so that I am hung, you stab me when night so that you can't see your grandchild," said Godi Gadu to the grandfather. Hence the grandfather brought him into forest then Godi Gadu fleed away to other village.
Godi Gadu met an oldman with a hurt on his leg. He put the oldman into a hole then burnt his house. Godi Gadu met a blind oldwoman. "Let me put drug at your eyes," Godi Gadu said then he put red chili at the woman’s eye.
He met a man who had a coconut garden, then he rubbed that man with itching leaf, so that man floundered because itching, then Godi Gadu plucked all the fruit of that man’s coconuts trees and burnt the garden.
When he was running, he fell into a cave and could not getting up above. Then came a buffalo. "Downward quickly to this place because soon the ground will slide, so that will not be piled up," he said to the buffalo. The buffalo came downward into the cave and so Godi Gadu could getting up above over the buffalo’s body.
Then Godi Gadu returning home to clean grandfather’s garden. He went to take water in the river and a crocodile catched his foot. "This one is my foot so catch it,” he said to the crocodile while shoveed one bamboo stick, so the crocodile catched the bamboo and discharged Godi Gadu’s foot.
Once, the crocodile informed his friends. They went ashore. Godi Gadu ordered the crocodiles to sleep above the grass garbage for attacking Godi Gadu. Then Godi Gadu put fire on the grass causing the crocodiles run away panickly.
At one time, Godi Gadu went to attend a party in a village across the river. When he returned home the river was flooding. "You come to make a row so that I can cross the river on your backs. Later I will give buffalo meat to all of you," he said to the crocodiles in the river.
Dongeng-dongeng & Cerita Rakyat Asli Sumba
16
When he had crossed, he didn't give meat to the crocodiles. So at another time he had been caught again by a crocodile. "There are pigs whith many flesh and fat, so you can eat," he said to the crocodiles. He brought them to uplands. "You hide under the brush woods, so that you can easily attacked the pigs,” he said to them. Then Godi Gadu burnt around the brush woods with fires. The crocodiles run away to return to the river, part of them dead.