• Tidak ada hasil yang ditemukan

ALAT DAN BAHAN A Alat

Dalam dokumen LAPORAN AKHIR MIKROBIOLOGI DAN VIROLOGI (Halaman 68-76)

UJI SENSITIFITAS MIKROBA TERHADAP ANTIBIOTIK ( METODE KIRBY BAUER )

UJI SESITIFITAS MIKROBA TERHADAP ANTIBIOTIK ( METODE KIRBY BAUER )

II. ALAT DAN BAHAN A Alat

1) Cawan petri 2) Jangka sorong 3) Gelas ukur 10 ml 4) Paper disk

5) Erlenmeyer 50 ccuntuk wadah sterilisasi media 6) Pinset

7) Pipet dan pro pipet

B. Bahan

1) Medium nutrien agar

2) Sampel bahan yang akan ditentukan kadarnya 3) Antibiotik

III. CARA KERJA

Media yang telah disterilkan dicairkan dan ditunggu sampai suhunya kurang lebih 40⁰C, dicampurkan suspense bakteri uji

Tuangkan ke cawan petri steril masing-masing 10 ml dan ditunggu sampai membeku ↓

Pasang paper disk di atas permukaan medium yang telah membeku ↓

Tetesi sebanyak 0,1 µl larutan antibiotik ↓

Diinkubasikan selama 24 jam pada suhu 37⁰C ↓

Ukur diameter hambatan masing-masing antibiotik dengan mikroba uji ↓

Interpretasikan hasil dengan antibiogram

VI. HASIL

Hasil yang didapat oleh kelompok lain dengan bakteri E. coli Zona hambat Bakteri S. aureus Vancomisin = D1 = 10, 4 mm D2 = 9, 65 mm D3 = 9, 2 mm D4 = 10, 1 mm  D = 10, 4 + 9, 65 + 9, 2 + 10, 1 4 = 39, 35 4 = 9, 83 mm = 9, 83 – 6 = 3, 83

Penicillin tidak ada zona hambat ( resisten ) Kesimpulan bakteri

Bakteri E. coli

D2 = 33, 5 mm D3 = 34 mm D4 = 34 mm  D = 133, 5 4 = 33, 375 – 6 = 27, 375 mm

Penicillin tidak ada zona hambat ( resisten )

V. PEMBAHASAN

Praktikum kali ini berjudul ” Uji Sensitifitas Terhadap Antibiotik ( Metode Kirby Bauer ) “, yang bertujuan agar setelah dilakukannya praktikum mahasiswa diharapkan dapat melakukan uji sensitifitas terhadap antibiotik dengan metode Kirby Bauer, serta menentukan mikroba uji termasuk sensitif atau resisten terhadap antibiotik yang diujikan. Antibiotik merupakan suatu senyawa antimikroba yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang bisa membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain. Antibiotik pertama kali ditemukan oleh sarjana Inggis dr. Alexander Fleming (penisilin) pada tahun 1928, tetapi penemuan ini baru dikembangkan dan digunakan dalam terapi ditahun 1941 oleh dr. Florey.

Mekanisme kerja antibiotik 1. Penghambatan sintesis dinding sel

2. Antibiotik yang memiliki mekanisme penghambatan sintesis dinding sel: 3. Perusakan membran plasma

4. Penghambatan sintesis protein 5. Penghambatan sintesis asam nukleat 6. Penghambatan sintesis metabolit esensial

Saat ini banyak digunakan antibiotik untuk mengobati penyakit yang ditimbulkan oleh mikroba patogen. Antibiotik yang digunakan dalam medis bertujuan untuk menghilangkan infeksi oleh mikroba atau mencegah penyebaran infeksi. Antibiotik harus mampu menghambat atau membunuh mikroba penyebab infeksi tetapi tidak toksis terhadap inangnya. Penentuan antibiotik yang cocok untuk mengobati infeksi tertentu sangat penting dalam klinik. Penggunaan antibiotik yang tidak efektif melawan mikroba patogen merupakan tindakan yang tidak baik.

Metode Kirby Bauer adalah metode yang digunakan untuk mengetahui sensitifitas suatu mikroba terhadap antibiotik tertentu. Diameterhambatan pertumbuhan mikroba oleh antibiotik diukur dan diinterpretasikan dengan menggunakan antibiogram.

Antibiotik dibagi menjadi dua golongan yaitu antibiotik berspektrum sempit yang merupakan antibiotik yang hanya mampu menghambat satu golongan bakteri saja, contohnya hanya mampu menghambat atau membunuh bakteri Gram posotif atau Gram negatif saja, contoh obatnya antara lain gentamisin, streptomisin, klindamisin dll. Dan yang kedua adalah antibiotik berspektrum luas yang merupakan antibiotik yang dapat menghambat atau membunuh bakteri dari golongan Gram positif maupun Gram negatif, contoh antibiotik golongan ini antara lain sefalosporin, neomisin, eritromisin dll.

Kelebihan metode Kirby Bauer :

1) Metode ini mudah dilakukan karena tidak rumit dalam pengerjaannya dan efisien karena dalam satu pembenihan agar dapat menguji maksimal 12 macam antibiotik.

2) Tidak membutuhkan alat dan bahan yang banyak. Kekurangan metode Kirby Bauer :

1) Tidak dapat diketahui secara tepat tingkat resistensi atau kepekaan bakteri terhadap antimikroba.

Sebelum melakukan praktikum terlebih dahulu menyiapkan alat – alat dan bahan – bahan yang akan digunakan. Alat – alatnya antara lain cawan petri steril yang digunakan sebagai tempat medium nutrien agar yang akan dibiakkan mikroba untuk uji sensitifitasnya terhadap antibiotik yang diberikan, jangka sorong yang digunakan untuk mengukur diameter zona hambat, tabung reaksi yang digunakan untuk tempat biakan bakteri dalam medium cair, erlenmeyer yang digunakan sebagai tempat medium nutrien agar yang akan dicairkan, kertas paper disk yang digunakan untuk menampung antibiotik, inkubator yang digunakan untuk menginkubasi pada suhu tertentu, pipet dan pro pipet yang digunakan untuk memindahkan cairan, pinset yang digunakan untuk membantu dalam menaruh kertas paper disk, gelas ukur yang digunakan untuk mengukur volume bahan yang akan digunakan, bunsen yang digunakan untuk proses aseptis, LAF (Laminar Air Flow) yaitu alat yang digunakan untuk bekerja secara aseptis karena LAF mempunyai pola pengaturan dan penyaring aliran udara sehingga menjadi steril.

Sedangkan bahan-bahan yang digunakan yaitu medium nutrien agar, kultur E. coli dan B. subtilis ( pada kelompok kami menggunakan S. aureus ) dalam media nutrien cair berumur 24 jam, antibiotik ( penicillin dan vancomisin ), sampel bahan yang akan ditentukan kadarnya, suspensi bakteri uji dalam kaldu nutrien yang ditanam sehari sebelumnya.

Hal yang pertama yang dilakukan adalah mencairkan media yang telah disterilkan, kemudian tunggu sampai suhunya kurang lebih 40⁰C dan hingga semua mediumnya mencair, setelah agak dingin kemudian campurkan suspense bakteri S. aureus uji dan homogenkan, tuangkan ke dalam cawan petri steril masing-masing 10 ml, dan tunggu hingga beku lalu pasang paper disk di atas permukaan yang telah beku, kemudian teteskan sebanyak 10 µl larutan ke dalam paper disk. Inkubasi pada suhu 24 jam pada suhu 37⁰C, kemudian ukur diameter hambatan masing-masing, kemudian interpretasikan hasil dengan antibiogram.

VI. KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum yang telah dilakukan adalah :

1. Setelah melakukan praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat :

a) Melakukan uji sensitifitas terhadap antibiotik dengan metode Kirby Bauer.

b) Menentukan mikroba uji termasuk sensitif atau resistenterhadap antibiotik yang diujikan.

2. Antibiotik merupakan suatu senyawa antimikroba yang dihasilkan oleh mikroorganisme yang bisa membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme lain.

a) Penghambatan sintesis dinding sel

b) Antibiotik yang memiliki mekanisme penghambatan sintesis dinding sel: c) Perusakan membran plasma

d) Penghambatan sintesis protein e) Penghambatan sintesis asam nukleat f) Penghambatan sintesis metabolit esensial

4. Metode Kirby Bauer adalah metode yang digunakan untuk mengetahui sensitifitas suatu mikroba terhadap antibiotik tertentu. Diameterhambatan pertumbuhan mikroba oleh antibiotik diukur dan diinterpretasikan dengan menggunakan antibiogram.

5. Antibiotik yang digunakan adalah penicillin dan vancomisin

6. Diameter zona hambat yang didapat dari paper disk vancomisin adalah 3, 83 mm dan penicillin tidak terdapat zona hambat ( resisten )

VII. DAFTAR PUSTAKA

Pleizar, Michael dan E.S.C Chan. 1986. Dasar-dasar Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Universitas Indonesia PRESS

Santoso, Nindia. 2001. Farmakologi untuk SMF. Jakarta : DEPKES RI

Tjay, Fanhoan dan Kirana Rahardja. 2007. Obat-Obat Penting. Jakarta: Elex Media Kumputindo

Dalam dokumen LAPORAN AKHIR MIKROBIOLOGI DAN VIROLOGI (Halaman 68-76)

Dokumen terkait