Beban usaha Perseroan terdiri atas beban penjaminan, beban administrasi dan umum, serta beban pengembangan usaha. Beban usaha tercatat meningkat sebesar Rp 37,6 miliar, atau 74,2%, dari Rp 50,7 miliar pada tahun 2012 menjadi sebesar Rp 88,3 miliar di 2013. Peningkatan tersebut terutama berasal dari kenaikan signifikan pada beban penjaminan sebesar Rp 27,1 miliar dan kenaikan beban administrasi dan umum sebesar Rp 9,4 miliar. Beban penjaminan tumbuh 197,6% menjadi sebesar Rp 40,8 miliar, yang mewakili 46,2% dari total beban usaha Perseroan di tahun 2013. Kenaikan pada beban penjaminan terutama mencerminkan timbulnya beban penyisihan penurunan nilai sebesar Rp 13,4 miliar serta biaya konsultan sebesar Rp 8,1 miliar, pada tahun 2013, dimana Perseroan membukukan pengakuan biaya atas beban tangguhan, yaitu biaya-biaya project advisory yang telah dikeluarkan dan akan diakui saat tercapai Perjanjian Penjaminan ataupun financial close pada proyek-proyek yang ditangani. Beban administrasi dan umum tumbuh 28,8% menjadi sebesar Rp 42,0 miliar, atau 47,6% dari total beban usaha tahun 2013. Komponen terbesar pada beban administrasi dan umum adalah beban pegawai sebesar Rp 25,0 miliar, yang mewakili 59,5% dari total beban umum dan administrasi, dan mencatat kenaikan 22,0% seiring dengan adanya penambahan jumlah pegawai pada tahun 2013. Komponen-komponen lain yang mencatat kenaikan signifikan adalah beban perjalanan dinas dan beban pelatihan pegawai. Beban perjalanan dinas meningkat 139,7% menjadi sebesar Rp 3,4 miliar, sementara beban pelatihan pegawai naik 177,9% menjadi sebesar Rp 2,0 miliar, pada tahun 2013.
Beban pengembangan sementara itu meningkat 22,6% menjadi sebesar Rp 3,2 miliar di tahun 2013. Kenaikan tersebut terutama mencerminkan dibukukannya biaya pembentukan IIGF Institute sebesar Rp 0,9 miliar, serta kenaikan pada biaya iklan dan promosi dari Rp 0,6 miliar di tahun 2012 menjadi sebesar Rp 1,1 miliar di tahun 2013.
Operating Expenses
The Company’s operating expenses comprises underwriting expenses, general and administrative expenses, and development expenses. Operating expenses recorded an increase of Rp 37.6 billion or 74.2%, from Rp 50.7 billion in 2012 to Rp 88.3 billion in 2013. The increase resulted mainly from significant increase in the underwriting expenses of Rp 27.1 billion and an increase in general and administrative expenses of Rp 9.4 billion.
Underwriting expenses grew by 197.6% to Rp 40.8 billion, representing 46.2% of total operating expenses in 2013. The increase in underwriting expenses mainly reflects the impairment cost of Rp 13.4 billion and consultancy fee of Rp 8.1 billion in 2013, in which the
Company recognized expenses on deferred charges, namely projects advisory costs which has been expensed and will be recognized upon the signing of guarantee of the project or its financial close.
General and administrative expenses grew by 28.8% to Rp 42.0 billion, or 47.6% of the Company’s total operating expenses in 2013. The largest component in general and administrative expenses is personnel expenses of Rp 25.0 billion, representing 59.5% of total general and administrative expenses, and increased by 22.0% in line with additional employees recruited in 2013. The other major components are business travels expenses and employee training expenses. Business travels expenses increased by 139.7% to Rp 3.4 billion, while employee training expenses increased by 177.9% to Rp 2.0 billion, in 2013.
Development expenses meanwhile grew by 22.6% to Rp 3.2 billion in 2013. The increase reflecting the recorded cost of the establishment of IIGF Institute of Rp 0.9 billion, and the increase in the cost of advertisement and promotion from Rp 0.6 billion in 2012 to Rp 1.1 billion in 2013.
Laporan Tahunan 2013 • PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)
62
Laba Bersih
Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 249,7 miliar pada tahun 2013, yang merupakan peningkatan sebesar Rp 36,4 miliar, atau 17,0%, dari laba bersih tahun sebelumnya. Perolehan laba bersih tersebut mencerminkan Return on Equity (ROE) sebesar 4,96%.
Posisi Keuangan
Financial Position (dalam ribuan Rupiah)(in thousand Rupiah)
2013 2012
Kas dan Setara Kas Cash and Cash Equivalent 1,218,009,773 2,746,643,432
Investasi Investment 3,861,052,807 2,142,262,853
Jumlah Aset Total Assets 5,196,468,107 4,966,837,336
Kewajiban Liabilities 48,477,933 49,720,071
Ekuitas Equity 5,147,990,174 4,917,117,265
Jumlah Aset
Pada akhir tahun 2013, jumlah aset Perseroan tercatat sebesar Rp 5.196,5 miliar, meningkat sebesar 4,6% dari posisi setahun sebelumnya sebesar Rp 4.966,8 miliar. Portofolio investasi merupakan komponen terbesar dengan 74,3% dari total aset Perseroan, disusul oleh kas dan setara kas dengan porsi 23,4%.
Posisi kas dan setara kas pada akhir tahun 2013 tercatat sebesar Rp 1.218,0 miliar, atau hanya 55,6% dari posisi setahun sebelumnya. Penurunan pada kas dan setara kas ini sejalan dengan upaya Perseroan untuk mempertahankan tingkat pendapatan yang memadai dengan memprioritaskan penempatan dana pada instrumen investasi yang memberikan imbal hasil lebih tinggi. Untuk mempertahankan likuiditas yang memadai, sekitar 98% dari akun kas dan setara kas Perseroan berupa penempatan pada deposito berjangka.
Portofolio investasi Perseroan tumbuh 80,2% menjadi sebesar Rp 3.861,0 miliar di akhir tahun 2013. Penempatan dana pada deposito berjangka dengan tenor lebih dari 3-bulan mencatat kenaikan 95,2% menjadi sebesar Rp 2.570,0 miliar, yang mewakili 66,6% dari total portofolio investasi Perseroan di akhir tahun 2013. Investasi pada instrumen berpendapatan tetap (obligasi dan sukuk) meningkat 65,0% menjadi sebesar
Net Income
The Company posted Rp 249.7 billion in net income in 2013, which represented an increase of Rp 36.4 billion, or 17.0%, from net income in the preceding year. The net income reflected a Return on Equity of 4.96%.
Total Assets
As at year-end 2013, the Company’s total assets amounted to Rp 5,196.5 billion, an increase of 4.6% over its position a year earlier at Rp 4,966.8 billion. Portfolio investment is the largest component with 74.3% of the Company’s total assets, followed by cash and cash equivalents with a share of 23.4%.
Cash and cash equivalent at year-end 2013 amounted to Rp 1,218.0 billion, or 55.6% from its position a year earlier. The decline in cash and cash equivalents is in line with the Company’s efforts to maintain an adequate level of income by prioritizing placement of funds in investment instruments that give higher yields. To maintain adequate liquidity, around 98% of the Company’s cash and cash equivalent is placed in time deposit placements.
The Company’s portfolio investment grew by 80.2% to Rp 3,861.0 billion at year end 2013. Funds at time deposit placements with maturities of more than 3-month grew 95.2% to Rp 2,570.0 billion, representing 66.6% of the Company’s total portfolio investment at the end of 2013. Investments in fixed income instruments (bonds and sukuk) increased by 65.0% to Rp 1,189.5 billion, while investment in the mutual fund portfolio