• Tidak ada hasil yang ditemukan

63Rp 1.189,5 miliar, sementara investasi pada

portofolio reksadana relatif tidak berubah dan tercatat sebesar Rp 101,5 miliar.

Kewajiban

Jumlah kewajiban Perseroan tercatat turun 2,5%, dari Rp 49,7 miliar pada akhir tahun 2012 menjadi sebesar Rp 48,5 miliar di akhir tahun 2013. Penurunan pada jumlah kewajiban terutama mencerminkan penurunan pada akun biaya yang masih harus dibayar, yang dikompensasi oleh kenaikan pada komponen hutang usaha, hutang pajak dan liabilitas imbalan kerja.

Biaya yang masih harus dibayar turun dari Rp 21,4 miliar menjadi sebesar Rp 9,8 miliar, terutama berasal dari penurunan pada komponen beban advisory dari Rp 13,3 miliar menjadi sebesar Rp 1,4 miliar.

Komponen utama lainnya pada kewajiban Perseroan adalah akun pendapatan tangguhan sebesar Rp 22,3 miliar, yaitu bagian dari arranging fee proyek PLTU Jawa Tengah yang akan diakui sebagai pendapatan pada saat financial close.

Ekuitas

Total ekuitas tercatat sebesar Rp 5.148,0 miliar di akhir tahun 2013, meningkat sebesar 4,7% dari Rp 4.917,1 miliar setahun sebelumnya.

Peningkatan ekuitas tersebut berasal dari kenaikan pada saldo laba ditahan dari laba bersih tahun 2013. Rasio-Rasio Keuangan Financial Ratios (dalam persentase) (in percentage) 2013 2012

Marjin Laba Operasi Operating Profit Margin 77.6% 83.8%

Marjin Laba Bersih Net Profit Margin 63.6% 68.3%

Return on Equity Return on Equity 4.96% 5.47%

PENGUNGKAPAN LAIN-LAIN Kemampuan Membayar Hutang

Sampai dengan akhir tahun 2013, Perseroan tidak memiliki hutang jangka panjang yang digunakan

remained relatively unchanged and amounted to Rp 101.5 billion.

Liabilities

The Company’s total liabilities recorded a decline of 2.5%, from Rp 49.7 billion at year end 2012 to Rp 48.5 billion at year-end 2013. The decrease in total liabilities mostly reflected a decrease in in accrued expenses, set off by an increase in account payables, tax payables, and employee benefit liabilities.

Accrued expenses decreased from Rp 21.4 billion to Rp 9.8 billion, primarily from a decrease in the component of advisory expenses from Rp 13.3 billion to Rp 1.4 billion.

The other major component of the Company’s liability accounts is the unearned income account of Rp 22.3 billion, representing part of the arranging fees for the Central Java Power Plant project, which will be recognized as income at the time of financial close of the project.

Equity

Total equity amounted to Rp 5,148.0 billion as at year-end 2013, increased by 4,7% compared to Rp 4,917.1 billion a year earlier. The increase in equity reflected the increase the increase in retained earnings from 2013 net income.

OTHER DISCLOSURES Debt Servicing Ability

Up until year-end 2013, the Company has not incurred any long-term debts to finance its assets.

Laporan Tahunan 2013 • PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)

64

Struktur Modal

Aset Perseroan saat ini sepenuhnya didanai dari ekuitas Perseroan berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) oleh Pemerintah. Berdasarkan hasil keputusan pemegang saham yang dituangkan dalam akta notaris Aryanti Artisari, SH, MKn No. 145 tanggal 30 Agustus 2012, Pemerintah selaku pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar Perusahaan menjadi sebesar Rp 9 triliun (nilai penuh). Pemerintah kemudian melakukan penambahan PMN sebesar Rp 1.000 miliar pada Desember 2012. Pada 31 Desember 2013, modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan tercatat sebesar Rp 4.500 miliar.

Ikatan yang Material Untuk Investasi Barang Modal

Pada tahun 2013, Perusahaan tidak mempunyai ikatan material terkait investasi barang modal. Informasi Keuangan yang Mengandung Kejadian Luar Biasa

Tidak terdapat informasi keuangan yang

mengandung kejadian yang bersifat luar biasa atau jarang terjadi pada tahun 2013.

Peningkatan/Penurunan Material pada Penjualan/Pendapatan

Tidak ada pengungkapan tentang peningkatan atau penurunan yang material atas pendapatan usaha bersih Perseroan yang terjadi pada tahun 2013. Kejadian Penting Setelah Tanggal Neraca Tidak terdapat kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan atas Laporan Keuangan Perseroan tahun 2013.

Kebijakan Dividen

Kebijakan pembagian dividen ditentukan oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Sampai dengan tahun 2013, belum ada kebijakan tertentu mengenai pembagian dividen. Berdasarkan Undang-undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007, Perseroan wajib menyisihkan jumlah tertentu dari laba setiap tahun buku untuk cadangan apabila terdapat saldo laba positif, sampai cadangan tersebut mencapai paling sedikit 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor. Pada tanggal 31 Desember 2013,

Capital Structure

The Company’s assets are currently entirely funded from its equity capital, in the form of State Equity Participation (PMN) by the Government. Based on the shareholders’ resolutions as documented in notarial deed No. 145 dated August 30, 2012, from notary Aryanti Artisari, SH, Mkn., the Government as shareholder approved the increase in the Company’s authorized share capital to Rp 9 trillion (full amount). The Government made additional PMN of Rp 1,000 billion in December 2012. At December 31, 2013, issued and fully paid capital amounted to Rp 4,500 billion.

Material Commitments in Capital Expenditures

In 2013, the Company has no material commitments regarding capital expenditures.

Financial Information with Extraordinary Events

There were no financial information with extraordinary or rare events occurring in 2013.

Material Increase/Decline in Sales/Income

There is no disclosure of the material increase/ decline in the Company’s net income in 2013.

Subsequent Events

There are no events of material importance subsequent to the balance sheet date that need to be disclosed in the 2013 Financial Statements.

Dividend Policy

Dividend policy is determined by the shareholders in the General Meeting of Shareholders. Up to 2013, the Company does not have definite policies regarding the distribution of dividends.

Based on Limited Liability Company Law No. 40 Year 2007, the Company shall appropriate a certain amount of its profit in each year for general reserve if there are available retained earnings, until the general reserve has reached at least 20% of the issued and paid-up capital. As of 31 December

65