• Tidak ada hasil yang ditemukan

BELANJA PEMERINTAH PUSAT TINGKAT PROVINSI

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL (Halaman 44-47)

BAB II PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN APBN DI TINGKAT REGIONAL

C. BELANJA PEMERINTAH PUSAT TINGKAT PROVINSI

Grafik 2. 5 Perbandingan Pagu dan Realisasi Belanja Pemerintah Pusat 2016 s.d. 2018 lingkup Sulawesi Tenggara

Alokasi belanja negara lingkup Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2018 mengalami peningkatan cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2017. Pada tahun 2017 alokasi belanja tercatat sebesar Rp6,764 triliun, dan naik menjadi Rp7,502 triliun pada tahun 2018. Adapun serapan anggaran tahun 2018 mencapai 94,89%, atau di atas capaian rata-rata nasional yang sebesar 90,66%. Penyerapan anggaran Provinsi Sulawesi Tenggara ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2017 yang hanya sebesar 91,99%.

1. Perkembangan Pagu Dan Realisasi Berdasarkan Organisasi (Bagian Anggaran/

Kementerian/Lembaga)

Grafik 2. 6 Tingkat Penyerapan 10 Kementerian Negara/Lembaga dengan Alokasi Anggaran Terbesar lingkup

Sulawesi Tenggara

Sepuluh Kementerian Negara / Lembaga lingkup Sulawesi Tenggara yang memperoleh alokasi anggaran terbesar pada DIPA tahun 2018 secara akumulasi mencapai 81,44% dari total alokasi anggaran. Kinerja anggaran sepuluh K/L tersebut memberi kontribusi signifikan terhadap tingkat penyerapan anggaran di Provinsi Sulawesi Tenggara. Kinerja penyerapan anggaran sepuluh K/L tersebut sebagian besar di atas 93%, kecuali Badan Pengawasan Pemilu dengan realisasi 69,19 %, dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebesar 77,88%.

Kinerja penyerapan anggaran K/L lingkup Sulawesi Tenggara mencapai 94,89%. Akan tetapi, masih terdapat 3 (tiga) K/L yang belum menyelesaikan proses revisi pagu minus Belanja Pegawai, sehingga capaian lebih dari 100%. Ketiga K/L tersebut adalah

(dalam miliar rupiah)

Sumber: Monev PA - Data per tanggal 15 Februari 2019 (diolah)

94,55 103,92 97,34 93,75 93,90 98,87 95,53 69,19 99,81 77,88 50,00 100,00 150,00 200,00 250,00 300,00 0,00 200,00 400,00 600,00 800,00 1.000 ,00 1.200 ,00 1.400 ,00 1.600 ,00 1.800 ,00 2.000 ,00

PAGU REALISASI PERSENTASE

(dalam miliar rupiah)

Sumber: Monev PA - Data per tanggal 15 Februari 2019 (diolah)

0,00 1.000,00 2.000,00 3.000,00 4.000,00 5.000,00 6.000,00 7.000,00 8.000,00 2016 2017 2018 6.766,09 6.763,72 7.502,06 5.846,96 6.222,03 7.118,54 Pagu Realisasi

Alokasi anggaran bidang Pariwisata perlu lebih ditingkatkan untuk mendukung perkembangan potensi destinasi wisata

Kepolisian Negara Republik Indonesia, Mahkamah Agung, dan Kementerian Hukum dan HAM. Hampir seluruh K/L penerima anggaran di wilayah Sulawesi Tenggara menunjukkan kinerja penyerapan yang sangat positif di atas 90%. Namun terdapat lima K/L yang persentase realisasi di bawah 84% dengan capaian terendah pada Badan Pengawas Pemilihan Umum sebesar 69,19%.

2. Perkembangan Pagu Dan Realisasi Berdasarkan Fungsi

Belanja pemerintah dikelompokkan menjadi 11 fungsi mengacu pada standar OECD tentang Classification of The Functions of Government (COFOG). Diantara ke-11 fungsi tersebut, dua fungsi di Sulawesi Tenggara mencapai tingkat penyerapan anggaran paling rendah, yakni fungsi pelayanan umum, dan fungsi kesehatan. Sementara sembilan fungsi lainnya mencapai level penyerapan anggaran yang ideal di atas 90%. Realisasi tiga fungsi dengan pagu terbesar mencapai lebih dari 96,04%, yakni fungsi ekonomi, fungsi pendidikan, dan fungsi ketertiban dan keamanan. Dengan total alokasi sebesar Rp4,930 triliun atau 65,71% dari total alokasi anggaran tahun 2018, kinerja ketiga fungsi tersebut berbanding lurus dengan kinerja pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tenggara. Dengan demikian, pengeluaran pemerintah berkontribusi positif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2018.

Tabel 2. 8 Pagu dan Realisasi berdasarkan Fungsi

Dalam tiga tahun terakhir fungsi pariwisata dan budaya selalu memperoleh alokasi belanja terkecil. Hal ini memberikan gambaran bahwa sektor pariwisata dan budaya di Provinsi Sulawesi Tenggara kurang mendapat perhatian, padahal banyak potensi keanekaragaman budaya dan pariwisata di Provinsi Sulawesi Tenggara yang berkelas dunia, seperti antara lain Pulau Labengki, Taman Nasional Wakatobi, dan Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai. Pulau Labengki yang mendapatkan julukan “Miniatur Raja Ampat” merupakan destinasi wisata yang sedang digandrungi wisatawan dengan spot-spot foto yang menarik. Dengan berbagai keunggulan dan potensi wisata di Provinsi Sulawesi Tenggara, seharusnya pemerintah dapat mengalokasikan anggaran (dalam miliar rupiah)

PAGU REALISASI % PAGU REALISASI % PAGU REALISASI %

1 PELAYANAN UMUM 453,49 370,35 81,67 590,95 456,72 77,29 1.081,27 951,54 88,00 2 PERTAHANAN 291,24 219,45 75,35 237,33 235,69 99,31 268,77 268,26 99,81 3 KETERTIBAN DAN KEAMANAN 973,60 936,70 96,21 1.039,45 1.005,60 96,74 1.120,11 1.148,60 102,54 4 EKONOMI 2.828,57 2.326,77 82,26 2.793,83 2.577,06 92,24 2.602,30 2.414,04 92,77 5 LINGKUNGAN HIDUP 159,59 134,97 84,57 207,10 172,70 83,39 191,94 180,48 94,03 6 PERUMAHAN DAN FASILITAS UMUM 583,41 546,17 93,62 380,31 361,85 95,15 607,96 603,25 99,22 7 KESEHATAN 163,19 113,91 69,80 126,04 115,99 92,03 217,93 178,13 81,73 8 PARIWISATA DAN BUDAYA 2,57 2,50 97,34 1,83 1,83 99,98 2,56 2,55 99,73 9 AGAMA 156,04 146,30 93,75 172,95 154,47 89,32 167,82 166,18 99,02 10 PENDIDIKAN 1.122,17 1.019,36 90,84 1.186,25 1.114,57 93,96 1.207,47 1.172,11 97,07 11 PERLINDUNGAN SOSIAL 32,21 30,48 94,63 27,68 25,55 92,29 33,93 33,40 98,44

6.766,09 5.846,96 86,42 6.763,72 6.222,03 91,99 7.502,06 7.118,54 94,89

Sumber: Monev PA - Data per tanggal 15 Februari 2019 (diolah)

NO FUNGSI 2016 2017 2018

24

Fleksibilitas fiskal untuk membiayai prioritas pembangunan masih sangat terbatas.

yang lebih besar pada sektor pariwisata sehingga dapat menjadi tumpuan dalam menggerakkan perekonomian dan menciptakan lapangan pekerjaan.

3. Perkembangan Pagu dan Realisasi berdasarkan Jenis Belanja

Menurut jenisnya, belanja pemerintah pusat terdiri dari 8 jenis belanja yaitu belanja pegawai, belanja barang, belanja modal, pembayaran bunga utang, subsidi, belanja hibah, belanja bantuan sosial dan belanja lain-lain.

Tabel 2. 9 Pagu dan Realisasi berdasarkan Jenis Belanja

Porsi terbesar alokasi anggaran Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2018 adalah anggaran Belanja Barang (52) yaitu 47,30% atau sebesar Rp3,292 triliun kemudian diikuti Belanja Modal (53) sebesar 26,33% atau sebesar Rp1,975 triliun. Komposisi tersebut menunjukkan bahwa 73,54% anggaran belanja negara masih didominasi oleh belanja barang dan belanja pegawai yang sebagian besar bersifat mengikat/wajib, sehingga fleksibilitas fiskal untuk membiayai prioritas pembangunan menjadi terbatas. Dari sisi penyerapan, pada tahun 2018 Belanja Pegawai (51) mempunyai tingkat penyerapan tertinggi yaitu 99,79% atau sebesar Rp1,969 triliun, kemudian Belanja Bantuan Sosial (57) dengan tingkat penyerapan yang sama 99,79% atau sebesar 9,68 miliar. Adapun Belanja Modal (53) di urutan ketiga dengan tingkat penyerapan 93,75% atau sebesar Rp1,852 triliun, sementara Belanja Barang (52) mempunyai tingkat penyerapan terendah yaitu 92,79% atau sebesar Rp3,292 triliun. Penyerapan belanja barang menjadi yang terendah merupakan dampak gerakan efisiensi yang telah dicanangkan oleh Menteri Keuangan sejak tahun 2017.

4. Analisis Belanja Pemerintah Pusat Untuk Pembangunan Manusia

Dalam konteks pembangunan manusia, salah satu indikator utama yang digunakan adalah Human Development Index (HDI) atau Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM sendiri merepresentasikan beberapa aspek yang menggambarkan kesejahteraan masyarakat yakni ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Untuk menganalisis prioritas pemerintah pusat dalam meningkatkan IPM di Sulawesi Tenggara, beberapa kategori

(dalam miliar rupiah)

PAGU REALISASI % PAGU REALISASI % PAGU REALISASI %

1 BELANJA PEGAWAI 1.907,09 1.748,58 91,69 1.904,04 1.795,99 94,33 1.969,00 1.964,80 99,79 2 BELANJA BARANG 2.749,89 2.314,89 84,18 2.723,42 2.455,77 90,17 3.548,30 3.292,40 92,79 3 BELANJA MODAL 2.090,99 1.766,23 84,47 2.120,27 1.955,80 92,24 1.975,06 1.851,66 93,75 4 BELANJA BANTUAN SOSIAL 18,14 17,25 95,13 15,99 14,48 90,56 9,70 9,68 99,79

6.766,09 5.846,96 86,42 6.763,72 6.222,04 91,99 7.502,06 7.118,54 94,89

Sumber: Monev PA - Data per tanggal 15 Februari 2019 (diolah)

NO JENIS BELANJA 2016 2017 2018

Pemerintah terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas belanja melalui realokasi belanja.

belanja pemerintah yang paling representatif dibandingkan dengan total pagu belanja APBN di Sulawesi Tenggara.

Tabel 2. 10 Pagu dan Realisasi berdasarkan Jenis Belanja

Pemerintah memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas belanja negara melalui realokasi belanja pada subsidi energi secara signifikan kepada belanja yang bersifat prioritas dan mandatory, yaitu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Pada tahun 2018 pemerintah meningkatkan alokasi belanja pada sektor pendidikan, dan sektor kesehatan dengan peningkatan masing-masing sebesar 0,02%, dan 0,73%, sedangkan sektor ekonomi menurun sebesar 0,07%. Sektor ekonomi meskipun mengalami penurunan pagu, secara rasio masih di atas rasio nasional. Dalam konteks komparatif, prioritas anggaran pemerintah pusat di Provinsi Sulawesi Tenggara untuk kepentingan pembangunan manusia lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional, sebagaimana tercermin dari kedua rasio belanja pembangunan manusia di Provinsi Sulawesi Tenggara yang sama dengan atau lebih besar dari rata-rata nasional, dan hanya sektor kesehatan yang berada di bawah rata-rata nasional.

Dalam dokumen KAJIAN FISKAL REGIONAL (Halaman 44-47)