BAB II PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN APBN DI TINGKAT REGIONAL
B. PENDAPATAN PEMERINTAH PUSAT TINGKAT PROVINSI
Grafik 2. 2 Komposisi Pendapatan di wilayah Sulawesi Tenggara
Pendapatan pemerintah pusat terdiri dari penerimaan perpajakan, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Pendapatan negara di wilayah Sulawesi Tenggara dalam kurun waktu 3 tahun memiliki tren yang selalu meningkat. Porsi penerimaan perpajakan tahun 2018 mencapai 79,21% atau sebesar Rp2,274 triliun. Pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tenggara dalam 3 (tiga) tahun terakhir mengalami fluktuasi. Pada tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai 6,42%, lebih rendah dari tahun 2017. Meskipun lebih rendah dibandingkan dengan tahun 2017, pertumbuhan ekonomi tersebut tetap dapat mendongkrak penerimaan sektor perpajakan di Provinsi Sulawesi Tenggara.
Sumber: Monev PA, OMSPAN DJPb, Simtrada-DJPK, KPPBC Kendari, dan KPP Pratama lingkup Sultra (diolah)
2.429,34 2.475,14 2.588,41 22.941,43 22.713,44 23.536,69 -20.512,09 -20.238,30 -20.948,28 -25.000,00 -20.000,00 -15.000,00 -10.000,00 -5.000,00 0,00 5.000,00 10.000,00 15.000,00 20.000,00 25.000,00 30.000,00 2016 2017 2018
Perkembangan Pagu (dalam miliar)
Pendapatan Belanja Surplus/Defisit
2.067,49 2.168,94 2.870,34 21.062,67 21.513,93 23.023,04 -18.995,18 -19.344,99 -20.152,70 -25.000,00 -20.000,00 -15.000,00 -10.000,00 -5.000,00 0,00 5.000,00 10.000,00 15.000,00 20.000,00 25.000,00 30.000,00 2016 2017 2018
Perkembangan Realisasi (dalam miliar)
Pendapatan Belanja Surplus/Defisit
Sumber: OMSPAN DJPb, KPP Pratama lingkup Sultra (diolah)
0,00 500,00 1000,00 1500,00 2000,00 2500,00 2016 2017 2018 Perpajakan PNBP Hibah
1. Pendapatan Perpajakan Pemerintah Pusat Tingkat Provinsi
Pada tahun 2018 Penerimaan Perpajakan Pemerintah Pusat di Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai Rp2,274 triliun, naik sebesar 37,89% dibandingkan dengan tahun 2017. Pajak Dalam Negeri memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap total penerimaan perpajakan yang mencapai 79,81%, sedangkan pendapatan Pajak Perdagangan Internasional berkontribusi sebesar 20,19%. Namun demikian, penerimaan Pajak Perdagangan Internasional menyumbang kontribusi yang signifikan terhadap agregat penerimaan perpajakan Sulawesi Tenggara sebesar 320,36% dari tahun 2017.
Tabel 2. 2 Penerimaan Perpajakan di wilayah Sulawesi Tenggara
Penerimaan sektor perpajakan masih menjadi kontributor utama dalam struktur penerimaan dalam negeri, hal ini tak lepas dari upaya pemerintah membawa Indonesia berpindah strategi, dari negara yang mengandalkan industri ekstraktif berbasis sumber daya alam (SDA) menuju negara yang modern dengan perpajakan menjadi motor utama penggerak pembangunan.
Tax Ratio
Grafik 2. 3 Perkembangan Tax Ratio Sulawesi Tenggara
Untuk melihat kinerja perpajakan suatu daerah, maka digunakan tax
ratio yang merupakan perbandingan
antara jumlah penerimaan pajak dibandingkan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) suatu negara. Sedangkan untuk
(dalam miliar rupiah)
TARGET REALISASI % TARGET REALISASI % TARGET REALISASI %
A PAJAK PENGHASILAN 1.263,07 801,32 63,44 1.171,61 757,42 64,65 1.200,99 943,32 78,54 1 PPh NON MIGAS 1.263,07 801,01 63,42 1.171,61 756,81 64,60 1.200,99 942,90 78,51 2 PPh MIGAS - 0,32 - - 0,61 - - 0,42 -B PPN dan PPnBM 836,23 737,54 88,20 895,29 717,82 80,18 728,64 777,82 106,75 1 PPN 836,15 736,54 88,09 893,79 717,95 80,33 727,87 777,13 106,77 2 PPnBM 0,08 0,99 1.241,99 1,50 - 0,13 - 8,60 0,77 0,69 89,48 C PBB 15,04 37,40 248,70 21,64 34,32 158,63 32,98 59,07 179,12 D Pajak Lainnya 31,15 25,95 83,32 25,50 30,17 118,31 47,76 33,41 69,95 E Pendapatan Cukai 0,25 0,71 286,18 - 0,02 - 1,47 1,11 75,76 F Pendapatan Pajak Internasional 2,50 0,02 0,98 66,97 109,18 163,03 154,19 458,96 297,66 JUMLAH (A + B + C + D + E + F) 2.148,23 1.602,94 74,62 2.181,00 1.648,93 75,60 2.166,03 2.273,69 104,97
Sumber: OMSPAN-DJPb, KPPBC Kendari, dan KPP Pratama lingkup Sultra (diolah)
JENIS PENERIMAAN
18
Tax Ratio Sultra tahun 2018: 2,57% menguat dibandingkan tahun 2017.mengukur di daerah dibandingkan dengan PDRB. Pada tahun 2018, target rasio pajak nasional ditetapkan sebesar 11,6%. Adapun capaian Rasio Pajak Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2018 meskipun menguat 0,58% dibandingkan dengan tahun 2017 akan tetapi masih berada di bawah target nasional yaitu sebesar 2,57%. Hal ini mengindikasikan bahwa kinerja penerimaan perpajakan di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara berbanding lurus dengan pertumbuhan PDRB Sulawesi Tenggara.
Meski capaian Rasio Pajak masih di bawah target nasional, akan tetapi penerimaan sektor perpajakan Provinsi Sulawesi Tenggara telah mengarah ke track yang baik dan berhasil memenuhi target yang ditetapkan pada tahun 2018. Berbagai upaya yang dilakukan oleh Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Sulselbartra, termasuk sosialisasi door
to door telah mampu meningkatkan penerimaan pajak penghasilan di wilayah kerjanya.
Sementara Direktorat Bea dan Cukai terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan ekspor secara langsung dari wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara tanpa harus transit terlebih dahulu di daerah lain. Upaya ini juga terbukti mampu mendongkrak penerimaan Pajak Perdagangan Internasional di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Perbandingan Realisasi Perpajakan 2017 dan 2018
Peningkatan penerimaan perpajakan tahun 2018 terjadi hampir di seluruh jenis pajak. Hanya penerimaan PPh Migas yang mengalami penurunan seiring dengan menurunnya harga jual migas di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, kenaikan terbesar penerimaan perpajakan adalah Pendapatan Pajak Perdagangan Internasional berupa bea masuk dan bea keluar. Hal ini menandakan bergeraknya kegiatan ekspor langsung barang/jasa melalui wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara, khususnya sektor pertambangan dan penggalian, serta di sisi lain kegiatan import barang/jasa juga semakin meningkat.
Perbandingan Penerimaan Pajak Versi SPAN dan Versi KPP Pratama lingkup Sulawesi Tenggara
Perbedaan data penerimaan perpajakan antara aplikasi OMSPAN dengan KPP Pratama lingkup Sulawesi Tenggara disebabkan perbedaan sudut pandang pencatatan antara Direktorat Jenderal Perbendaharaan selaku Kuasa BUN yang mencatat realisasi pajak berdasarkan pendapatan pajak yang diterima di wilayah setempat dengan Direktorat Jenderal Pajak selaku fiskus yang mencatat realisasi pajak berdasarkan lokasi KPP penerbit NPWP.
Kondisi ini menggambarkan adanya potensi penerimaan perpajakan yang lebih besar, mengingat banyak perusahaan besar yang beroperasi dan/atau melakukan kegiatan di wilayah Sulawesi Tenggara mempunyai NPWP yang terdaftar di DKI Jakarta.
Tabel 2. 3 Data Penerimaan Pajak Versi SPAN dan Versi KPP Pratama lingkup Sulawesi Tenggara
2. Penerimaan Negara Bukan Pajak Pemerintah Pusat Tingkat Propinsi
Grafik 2. 4 Perbandingan Target dan Realisasi PNBP 2016 s.d. 2018 lingkup Sulawesi Tenggara
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara ditargetkan sebesar Rp422,40 miliar, meningkat jika dibandingkan dengan target PNBP tahun 2017. Realisasi PNBP Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2018 adalah sebesar Rp596,64 miliar atau 141,25% dari target yang telah ditetapkan. Dari sisi capaian penerimaan, maka persentase tahun 2018 mengalami penurunan dibandingkan presentase realisasi penerimaan tahun 2017.
a) Perkembangan PNBP menurut Jenis
Tabel 2. 4 Penerimaan Negara Bukan Pajak Sulawesi Tenggara
(dalam miliar rupiah)
TARGET REALISASI VERSI
KPP REALISASI VERSI SPAN KETERANGAN A PAJAK PENGHASILAN 1.200.993.893.000 968.617.511.595 943.317.633.151 1 PPh NON MIGAS 1.200.993.893.000 968.201.706.043 942.897.955.282 2 PPh MIGAS - 415.805.552 419.677.869 B PPN dan PPnBM 728.636.203.000 749.546.102.030 777.818.663.836 1 PPN 727.868.593.145 749.016.575.935 777.131.826.720 2 PPnBM 767.609.855 529.526.095 686.837.116 C PBB 32.980.917.000 48.884.822.754 59.074.690.452 D Pajak Lainnya 47.761.141.000 33.242.456.157 33.410.381.306 E Pendapatan Cukai 1.470.000.000 1.113.711.000 1.113.711.000 F Pendapatan Pajak Internasional 154.189.862.000 462.004.599.000 458.956.488.000 G JUMLAH (A + B + C + D + E + F) 2.166.032.016.000 2.263.409.202.536 2.273.691.567.745
Sumber: OMSPAN-DJPb, KPPBC Kendari, dan KPP Pratama lingkup Sultra (diolah)
2018
(dalam miliar rupiah)
ESTIMASI REALISASI % ESTIMASI REALISASI % ESTIMASI REALISASI % A PENDAPATAN SUMBER DAYA ALAM - - - - 0,001 - - -
-B PENDAPATAN PN-BP LAINNYA 105,41 258,02 244,79 100,98 210,45 208,40 123,23 262,93 213,37
C PENDAPATAN BAGIAN LABA BUMN - - - - - - - -
-D PEN-DAPATAN BA-DAN LAYANAN UMUM 175,70 244,99 139,44 190,31 309,56 162,66 299,17 333,71 111,54
JUMLAH (A + B + C + D) 281,10 503,01 178,94 291,30 520,01 178,52 422,40 596,64 141,25
Sumber: OMSPAN - DJPb (diolah)
2016 2017 2018
(dalam miliar rupiah)
Sumbe r: OMSPAN - DJPb (diola h)
100,00 200,00 300,00 400,00 500,00 600,00 2016 2017 2018 281,10 291,30 422,40 503,01 520,01 596,64 Estimasi Realisasi
20
Penerimaan negara bukan pajak dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu: penerimaan Sumber Daya Alam, Bagian Pemerintah atas Laba BUMN, Penerimaan Bukan Pajak Lainnya serta Pendapatan BLU.
Dari tabel 2.4 di atas, dapat dijelaskan bahwa Penerimaan Negara Bukan Pajak Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2018 secara keseluruhan meningkat Rp76,64 miliar dibandingkan dengan realisasi tahun 2017. Sektor PNBP Lainnya menyumbangkan kenaikan sebesar Rp52,49 miliar, dan sektor PNBP BLU menyumbang sebesar Rp24,15 miliar.
b) Perkembangan PNBP Fungsional
Penerimaan negara bukan pajak dapat dibedakan sesuai dengan fungsi kementerian negara/lembaga yang disebut dengan PNBP Fungsional, yaitu penerimaan yang berasal dari hasil pungutan kementerian negara/lembaga atas jasa yang diberikan sehubungan dengan tugas pokok dan fungsinya dalam melaksanakan fungsi pelayanan kepada masyarakat.
Tabel 2. 5 Penerimaan Negara Bukan Pajak Fungsional
Pendapatan PNBP fungsional tahun 2018 mengalami fluktuasi. Pendapatan Jasa Bandar Udara, Kepelabuhan, dan Kenavigasian, memberi kontribusi peningkatan terbesar mencapai Rp133,27 miliar atau 200,56% dibandingkan pendapatan tahun 2017. Capaian tersebut melebihi estimasi awal yang hanya sebesar Rp58,65 miliar. Kondisi geografis Provinsi Sulawesi Tenggara yang banyak bersinggungan dengan laut, membuat potensi sektor perhubungan laut dan udara di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara sangat menjanjikan.
(dalam miliar rupiah)
Uraian Estimasi 2018 Realisasi 2016 Realisasi 2017 Realisasi 2018 +/- % Realisasi
Pendapatan Surat Keterangan, Visa, Paspor - 8,435 2,069 - -100,00 Pendapatan Jasa Kantor Urusan Agama - - 0,047 - -100,00 Pendapatan Jasa Bandar Udara, Kepelabuhan, dan Kenavigasian 58,650 44,555 66,447 199,713 200,56 Pendapatan Pelayanan Pertanahan - - 0,002 - -100,00 Pendapatan Penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) *) 33,09 7,844 6,465 6,799 5,17 Pendapatan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) - 4,916 18,269 13,244 -27,51 Pendapatan Surat Tanda Coba Kendaraan (STCK) - 0,100 0,389 1,686 333,52 Pendapatan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) - 5,105 13,220 16,085 21,67 Pendapatan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) - 3,071 7,898 8,687 9,99 Pendapatan Uji Keterampilan Pengemudi - 0,148 0,134 0,274 104,06 Pendapatan Penerbitan Surat Ijin Senjata Api dan Bahan Peledak - 0,004 0,004 2,321 59.404,62 Pendapatan Perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) - - 3,929 4,329 10,18 Pendapatan Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor Pilihan - - 1,033 1,143 10,65 Pendapatan Penerbitan Surat Mutasi Kendaraan Ke Luar Daerah - 0,048 0,091 0,097 6,03 Pendapatan Penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian **) - 0,400 1,614 - -100,00 Pendapatan Pelayanan Satuan Pengaman - - 0,181 0,115 -36,62 Pendapatan Pengamanan Obyek Vital - - 1,478 3,538 139,30
Sumber : OMSPAN - DJPb (diolah)
*) Estimasi penerimaan seluruh PNBP Fungsional Kepolisian lingkup Sulawesi Tenggara
Tax Ratio dan PNBP Ratio dalam tiga tahun mengalami fluktuasi.
Kinerja rasio PNBP terhadap PDRB dalam tiga tahun terakhir cenderung fluktuatif, sempat sebesar 0,65% pada tahun 2016 kemudian menjadi 0,63% di tahun 2017 dan meningkat mencapai 0,68% pada tahun 2018. Kenaikan ratio PNBP tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tenggara.
3. Analisis Kontribusi Penerimaan Perpajakan dan PNBP Terhadap Perekonomian
Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kemampuan fiskal pemerintah pusat di Provinsi Sulawesi Tenggara terhadap perekonomian yaitu dengan cara membandingkan penerimaan pajak dan PNBP pemerintah pusat terhadap PDRB dan jumlah populasi tiap daerah. Tax Ratio dan PNBP Ratio Provinsi Sulawesi Tenggara dalam tiga tahun mengalami fluktuasi. Tax Ratio dan PNBP Ratio tahun 2018 mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017 sebagaimana tabel berikut:
Tabel 2. 6 Tax Ratio dan PNBP Ratio Sulawesi Tenggara
Selanjutnya untuk melihat kontribusi masing-masing penduduk terhadap penerimaan perpajakan dan PNBP digunakan rasio antara total penerimaan terhadap jumlah populasi daerah. Dalam kurun tiga tahun Pajak Perkapita dan PNBP Perkaita selalu mengalami peningkatan, akan tetapi nilainya masih cukup kecil. Pada tahun 2018 Pajak Perkapita Provinsi Sulawesi Tenggara sebesar Rp855.389,-/orang, dan PNBP Perkapita sebesar Rp224.464,-/orang. Hal ini sebagaimana terlihat pada tabel berikut:
Tabel 2. 7 Pajak Perkapita dan PNBP Perkapita Sulawesi Tenggara
Kondisi di atas menunjukkan bahwa peningkatan PDRB dan pertumbuhan ekonomi belum mampu meningkatkan penerimaan pajak secara signifikan. Pemerintah perlu mengembangkan program unggulan di wilayahnya sehingga penerimaan perpajakan menjadi lebih optimal, serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat/wajib pajak agar melaksanakan kewajiban perpajakan dengan sebaik-baiknya.
Tax Ratio PNBP Ratio Tax Ratio PNBP Ratio Tax Ratio PNBP Ratio
2,06% 0,65% 1,99% 0,63% 2,57% 0,68%
Sumber: OMSPAN-DJPb, KPPBC Kendari, dan KPP Pratama lingkup Sultra (diolah)
2016 2017 2018
(dalam miliar rupiah)
Pajak Per Kapita PNBP Per Kapita Pajak Per Kapita PNBP Per Kapita Pajak Per Kapita PNBP Per Kapita
628.356
197.180 633.622 199.820 855.389 224.464
Sumber: OMSPAN-DJPb, KPPBC Kendari, KPP Pratama lingkup Sultra, BPS Sultra (diolah) *) Jumlah penduduk tahun 2018 diproyeksikan dari laju pertumbuhan penduduk 2010 - 2017