BAB VII PENUTUP
B. REKOMENDASI
1) Kesenjangan angka Indeks Pembangunan Manusia antar Pemerintah Daerah di Sulawesi Tenggara menunjukkan terdapat ketidakmerataan pembangunan dan distribusi hasil-hasil pembangunan di Sulawesi Tenggara. Kota Kendari memiliki IPM yang tinggi, sementara ada juga Pemerintah Daerah yang masih masuk dalam kriteria menengah bawah. Kondisi ini agar menjadi perhatian Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara untuk segera melakukan langkah-langkah yang sistematis dalam penyelesaiannya. Ketimpangan yang lebar berpotensi menimbulkan masalah-masalah sosial di dalam masyarakat seperti urbanisasi dan rendahnya produktivitas. Salah satu langkah penanganan yang dapat ditempuh adalah dengan mempercepat pembangunan pada daerah-daerah kepulauan, membuka akses yang lebih luas bagi daerah-daerah terisolir dan mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk daerah-daerah yang masih tertinggal.
2) Pemerintah perlu terus mendorong peningkatan pendapatan negara dan pendapatan daerah dari sektor-sektor lain di luar pajak sehingga dapat menjaga
kesinambungan penerimaan pemerintah apabila terjadi penurunan penerimaan dari sektor perpajakan. Penerimaan Negara Bukan Pajak agar dapat terus didorong pertumbuhannya secara signifikan karena Sulawesi Tenggara mempunyai potensi sumber daya alam yang sangat berlimpah. Potensi di sektor kelautan dan perikanan serta pertambangan dan penggalian dalam wilayah Sulawesi Tenggara merupakan potensi PNBP yang masih dapat terus digali dan ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya, akan tetapi harus tetap memperhatikan dan menjaga aspek kelestarian, kesinambungan dan azas keadilannya bagi masyarakat.
3) Rendahnya rasio PAD dibandingkan dengan total pendapatan daerah dalam APBD seluruh Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara menunjukkan bahwa tingkat kemandirian fiskal Pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota di Sulawesi Tenggara masih relatif rendah. Kondisi ini perlu terus diperbaiki dengan cara mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah sehingga lebih mendorong kemandirian daerah dan mengurangi ketergantungan pada Dana Perimbangan. Optimalisasi pajak daerah dan retribusi daerah perlu dimaksimalkan dengan lebih mengedepankan pada perluasan objek pajak, penambahan jenis pajak baru, serta optimalisasi tarif pajak yang dipungut berdasarkan diskresi masing-masing daerah.
4) Rasio belanja pegawai terhadap total belanja secara keseluruhan perlu dikurangi, sebaliknya prosentase atau rasio belanja modal terhadap total belanja perlu terus ditingkatkan. Belanja modal dalam APBN dan APBD merupakan komponen belanja yang bernilai strategis karena realisasi belanja modal memiliki efek multiplier (pengganda) yang sangat besar dalam menggerakkan roda perekonomian.
5) Potensi dan keunggulan yang dimiliki oleh Sulawesi Tenggara perlu terus dioptimalkan pengelolaan dan pemanfaatannya terutama pada sektor Pariwisata, sektor Kelautan dan Perikanan, sektor Pertanian, Kehutanan dan Peternakan serta sektor Pertambangan dan Penggalian, sehingga sumber-sumber Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara dapat terus ditingkatkan.
6) Pengembangan sektor pertambangan dan penggalian di Sulawesi Tenggara perlu dikawal dan dievaluasi dengan baik dan ketat oleh Pemerintah Daerah, sehingga sumbangan dari sektor pertambangan dan penggalian terhadap penerimaan negara dan atau penerimaan daerah ini tidak membawa dampak negatif bagi Sulawesi Tenggara kedepannya seperti terjadinya perusakan lingkungan, perubahan iklim, pencemaran lingkungan ataupun dibayarnya biaya rekonstruksi lingkungan pasca eksplorasi oleh negara.
100
7) Optimalisasi penggunaan Dana Desa perlu dilakukan untuk mempercepat pembangunan desa di Sulawesi Tenggara dan mengurangi angka kemiskinan di pedesaan secara signifikan melalui skema one village one product, yaitu dengan cara mengembangkan masing-masing desa berdasarkan keunggulan komparatif dan atau keunggulan kompetitif yang dimilikinya. Desa wisata, desa perikanan, desa pertanian, desa industri, desa perkebunan ataupun desa jasa dikembangkan dengan konsep yang berbeda-beda sesuai potensi dan sumber daya yang dimilikinya. Konsep tersebut memberikan nilai tambah yang tinggi dan efek multiplier yang besar dalam pembangunan desa dan pengembangan wilayah. 8) Pemerintah Daerah perlu terus mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi
Tenggara pada tingkat pertumbuhan yang tinggi agar dapat menurunkan angka kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mengatasi kesenjangan distribusi pendapatan yang masih tinggi di Sulawesi Tenggara, melalui upaya-upaya yang langsung menyentuh pelaku usaha dan ekonomi seperti pemberdayaan UMKM, perluasan implementasi mekanisme cash for work, mempertajam program-program bantuan sosial, meningkatkan proyek-proyek padat karya maupun meningkatkan anggaran pada sektor-sektor produktif.
9) Dalam rangka menjaga posisi Sulawesi Tenggara sebagai salah satu lumbung padi dan daging sapi nasional untuk mewujudkan kedaulatan pangan, maka diperlukan langkah-langkah pembinaan dan pendampingan dari Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan dan soft skill petani atau peternak melalui pembentukan kelompok-kelompok tani mandiri, pelatihan penggunaan teknologi tepat guna, bimbingan tata kelola usaha pertanian modern maupun penerapan program-program kerjasama usaha dan pemasaran.
10) Sektor perdagangan merupakan sektor yang memiliki jumlah debitur KUR paling banyak dan nilai penyaluran paling besar di Provinsi Sulawesi Tenggara, untuk lebih mengoptimalkan peran KUR maka pemerintah seyogyanya mendorong perbankan penyalur KUR untuk lebih banyak menyalurkan KUR pada sektor-sektor produktif non perdagangan melalui regulasi dan kebijakan yang mengatur prioritas penyaluran KUR, pembatasan dan limitasi penyaluran KUR pada masing-masing sektor, pemberian kemudahan persyaratan pengajuan KUR bagi calon-calon debitur diluar sektor perdagangan, pembinaan khusus bagi calon debitur KUR potensial diluar sektor perdagangan agar bankable dan bisa diakses oleh perbankan maupun memfasilitasi pembentukan kelompok-kelompok usaha bersama agar lebih mudah mengajukan bantuan permodalan melalui skema KUR.
DAFTAR PUSTAKA
Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah.
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2017 Tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2018.
Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2017 Tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2018.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 226/PMK.07/2017 Tentang Perubahan Rincian Dana Desa Menurut Daerah Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2018.
Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Provinsi. Potret Pembangunan Sulawesi Tenggara Tahun 2014. Kendari : Surya Indotama Persada, 2014.
Pelabuhan Perikanan Samudera, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. Profil Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari. Kendari : Pelabuhan Perikanan Samudera, 2016.
Perbendaharaan, Direktorat Jenderal. Tantangan Dan Strategi Pengelolaan Keuangan Negara yang Efektif Mewujudkan Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Pengentasan Kemiskinan. Jakarta : Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan RI, 2016.
Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal. Buku Pintar Dana Desa : Dana Desa Untuk Kesejahteraan Rakyat. Jakarta : Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan RI, 2017.
Perimbangan Keuangan, Direktorat Jenderal. Buku Saku Dana Desa : Dana Desa Untuk Kesejahteraan Rakyat. Jakarta : Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan, Kementerian Keuangan RI, 2017.
Perbendaharaan, Direktorat Jenderal. Treasury Policy Brief : Penguatan Implementasi Dana Desa Melalui Peningkatan Peran Ditjen Perbendaharaan. Jakarta: Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan RI, 2017.
Perbendaharaan, Direktorat Jenderal. Desa : Membangun Indonesia Dari Pinggiran : Sinkronisasi Pelaksanaan Anggaran Pusat – Daerah - Desa. Jakarta : Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Kementerian Keuangan RI, 2017.
Provinsi Sulawesi Tenggara, Badan Pusat Statistik. Data Hasil Pendaftaran Usaha / Perusahaan Sensus Ekonomi 2016 Provinsi Sulawesi Tenggara. Kendari : Badan Pusat Statistik Sulawesi Tenggara, 2017.
Perbendaharaan, Direktorat Jenderal. Laporan Pelaksanaan APBN TA. 2017 Dan Kebijakan APBN TA. 2018. Kendari : Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kementerian Keuangan RI, 2018.
Perbendaharaan, Direktorat Jenderal. Knowledge Sharing. Kendari : Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kementerian Keuangan RI, 2018.
Perbendaharaan, Direktorat Jenderal. Dua Dekade Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara. Kendari : Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kementerian Keuangan RI, 2018. Anggaran, Direktorat Jenderal. Informasi APBN 2018 : Pemantapan Pengelolaan Fiskal
untuk Mengakselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Berkeadilan. Jakarta : Direktorat Jenderal Anggaran, Kementerian Keuangan RI, 2018.
Provinsi Sulawesi Tenggara, Kantor Perwakilan Bank Indonesia. Statistik Ekonomi Keuangan Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Kendari : Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara, 2018.
Brixi, H. P. dan Schick. A, Government At Risk : Contingent Liabilities And Fiscal Risk. New York : A Copublication of the World Bank and Oxford University Press, 2002. Djalal, Nachrowi dan Hardius Usman. Penggunaan Teknik Ekonometrik. Jakarta : Raja
Grafindo Persada (2008).
Anata, Firdaus, Pengaruh Tingkat Pengangguran Terbuka, PDRB Per Kapita, Jumlah Penduduk dan Index Williamson Terhadap Tingkat Kriminalitas. Malang : Universitas Brawijaya, 2013.
Ramadyanto, W., Risiko Fiskal Daerah : Apa dan Bagaimana : Menjaga Kesehatan Fiskal dan Kesinambungan Pembangunan. Solo : Era Adicitra Intermedia, 2013. Siswanto, A. D., Identifikasi Sumber-Sumber Risiko Fiskal Daerah : Menjaga Kesehatan
Fiskal dan Kesinambungan Pembangunan. Solo : Era Adicitra Intermedia, 2013. Suseno Triswan dan Endang Mulyani.2012. Konsep Pengembangan Wilayah Sulawesi
Tenggara Berbasis Komoditas Unggulan Sektor Pertambangan di https://jurnal.tekmira.esdm.go.id/index.php/minerba/article/view/784