NILAI-NILAI LKC 1. Disiplin
A. Bimbingan Rohani Pasien
I. Bentuk Layanan Bimbingan Rohani Pasien yang ada di Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Ciputat
Dari hasil penelitian tentang bentuk layanan Bimbingan Rohani Pasien bagi pasien dalam membantu proses kesembuhan pasien di Layanan Kesehatan Cuma-Cuma Ciputat adalah sebagai berikut :
1. Bimbingan Rohani Pasien bagi pasien Rawat Inap di LKC.
Bimbingan Rohani pasien Rawat Inap ini merupakan bimbingan reguler untuk pasien rawat inap di LKC biasa disebut juga model cluster karena bimbingan ini dilakukan di tiap cluster bagi pasien yang rawat inap biasanya satu cluster di dampingi oleh satu pembina Rohani, biasanya satu cluster sama dengan satu bed.1
Bimbingan ini dilakukan setiap hari oleh ustadz pada jam 15.00-17.00, Bimbingan ini diberikan dalam bentuk motivasi dan pelaksanaan ibadah (shalat) saat sedang sakit dan dibuatkan, bimbingan bukan diberikan hanya kepada pasien tetapi juga kepada keluarga yang menunggu.2 Seperti yang dipaparkan oleh ustadz Yazid berikut ini:
“yaa yang pertama bimbingan untuk rawat inap, khususnya di
LKC ini ya karena kan disini itu khusus untuk dhuafa jadi
minimnya pengetahuan tentang agama makanya disinilah perlunya
1
Wawancara pribadi dengan bapak Iwan, LKC, pada tanggal 15 April 2011, pukul 15.00
2
57
bimbingan rohani, karena ketika mereka mendapat musibah atau penyakit mereka bingung bagaimana untuk melakukan shalat , nah dari sini kita bimbingan agama selain itu juga memberi motivasi kepada keluarga yang menunggu agar lebih tabah, tapi itu tadi
yang lebih penting ke rohaniahnya3
Adapun langkah-langkah dalam kegiatan Bimbingan Rohani Pasien Rawat Inap adalah sebagai berikut :
Pra pelayanan:
a. Perhatikan pakaian dan peralatan lain yang dibutuhkan
b. Bawalah buku bimbingan rohani yang akan diserahkan ke pasien c. Jagalah hubungan baik dengan pihak rumah sakit
d. Saat menuju ruang pasien ucapkan salam kepada para pengunjung atau keluarga pasien dengan tersenyum
e. Ketuk pintu dengan lembut dan perkenalkan diri dengan singkat dan ramah
f. Mohon izin kepada keluarga atau penunggu pasien untuk bersilaturahmi dengan pasien
g. Apabila pasien dalam keadaan siap dan tidak mengganggu pelayanan dapat dimulai
h. Usahakan sudah dapat mengetahui nama pasien Proses pelayanan:
a. Perkenalkan diri secara khusus kepada pasien,
b. Lakukan wawancara singkat tentang penyakit atau aktifitas pasien dengan bersahabat dan penuh empati
c. Tidak larut dalam kesedihan pasien
3
58
d. Catatlah hal-hal yang dianggap perlu pada lembaran yang telah dipersiapkan
e. Berikan sentuhan-sentuhan tangan terhadap pasien sebagai rasa empati
f. Berikan pengertian untuk tetap sabar dalam menghadapi cobaan (tetapi tidak menggurui)
g. Anjurkan untuk tetap melaksanakan sholat (praktekan tata cara tayamum dan sholat sekemampuan pasien)
h. Bacakan beberapa ayat al-Qur’an dengan suara lembut
i. Bacakan do’a dengan bahasa Arab dan Indonesia untuk kesembuhan pasien.
j. Berikan buku bimbingan rohani Islam
k. Proses pelayanan bimbingan minimal 10 menit dan maksimal 15 menit
l. Apabila memungkinkan pasien menandatangani lembar kunjungan (dapat diwakilkan oleh keluarganya atau suster yang merawat) m. Mohon diri dengan santun dan ucapkan salam.4
Seperti yang telah dijelaskan diatas, dari pra pelayanan sampai proses pelayanan metode yang digunakan dalam model ini adalah metode direktif kenapa direktif karena pendekatan yang digunakan secara langsung, jadi kita langsung dateng pasien kemudian kita beri bimbingan dan
4
BRP-LPM Dompet Dhuafa Republika, Kiat – Kiat Dalam Menghadapi dan Mengatasi Problem Pasien di Rumah Sakit, Ciputat, 2010, h. 3-4.
59
arahan.5Seperti kegiatan yang dilakukan awal sebelum bimbingan dimulai. Yang ada dalam kutipan dibawah ini:
“hmmm pendekatannya ya biasa aja, datengin perkamar kita data,
kemudian kita tanya keluhannya, bertanya tentang kabar hari ini, perkembangannya sudah sejauh mana, nanty dari jawaban itu kan bisa di lihat disebut positif atau secara kejiwaan. Nah setelah itu
baru kita kasih bimbingan.”6
Selain menggunakan metode direktif model ini juga menggunakan Metode dzikir, Seperti yang dibilang oleh pembina Rohani di dalam melakukan bimbingan.
“Yaa biasanya kita lebih menekankan ke ibadah shalatnya dan
ibadah kepada Allah seperti dzikir, karena kita kan kita tahu yaa kalau dengan dzikir dan selalu mengingat Allah itu bisa membuat kita lebih tenang dan merasa lebih dekat dengannya, ketika kita sedang sakit sebenernya kita kan sedang diuji sama Allah, disitulah kita seharusnya lebih bisa mendekatkan diri kepada
Allah.”7
Pendekatan dalam model ini lebih condong ke Pendekatan psikodiagnostik adalah memahami kepribadian pasien melalui penafsiran terhadap tanda-tanda tingkah laku, gerak tubuh, sikap, penampilan, suara dll. Dengan tujuan untuk dapat memberikan pertolongan dengan lebih tepat.8 Seperti dalam kutipan wawancara dibawah ini:
”Yaa sebelum bimbingan kita kan mendengarkan keluhan pasien,
kemudian tanya perkembangan keadaan pasien, nah dari jawaban itu kemudian kita bisa tahu kondisi pasien tersebut baru deh kita
kasih bimbingan.”9
Materi yang digunakan Dalam kegiatan Bimbingan Rohani mencakup pada aspek rohani yaitu:
5
Wawancara pribadi dengan bapak Iwan, LKC, pada tanggal 15 April 2011, pukul 15.00
6
Wawancara pribadi dengan ust. Yazid, Ciputat, 13 April 2011, pukul 14.00. 7
Wawancara pribadi dengan ust. Yazid pada, Ciputat, 13 April 2011, pukul 14.00
8
Muhammad Rofiq Lubis, Tehnik Berkomunikasi dengan Pasien, Ciputat 2008.
9
60
a. Bimbingan ibadah wajib
b. Bimbingan membaca al-Quran/ surat-surat pendek. c. Bimbingan fiqih sakit
d. Bimbingan Akhlaq.10
2. Bimbingan Rohani Pasien bagi Rawat Jalan
Selain Bimbingan Rohani pasien bagi pasien rawt inap ada juga Bimbingan bagi pasien rawat jalan, yaitu Bimbingan Rohani yang diberikan kepada pasien tidak menginap di LKC atau yang hanya berobat jalan. Terdapat poli Bimbingan Rohani Pasien setiap Selasa dan Kamis jam 08.00-10.00 WiB, dilaksanakan oleh ustadz atau pembinaan aspek rohani atau spiritual, dapat mendaftar langsung atau rujukan dari poli umum atau spesialis.11Tetapi sekarang ini sudah tidak berdasarkan jadwal yang ditentukan karena rawat jalan ini:
“Sesekali pas gak ada pasien rawat inap atau setelah bimbingan rawat
inap selesai, saya keliling dibawah bagian pendaftaran sambil mereka menunggu, saya kasih bimbingan rohani, jadi bimbingan rohani ini bukan untuk yang rawat inap saja ya, tapi yang berobat jalan juga kita kasih, sebenernya kalu rawat jalan itu temporer saja kalu ada orang yang butuh bimbingan dan konsul kita di panggil oleh dokter kemudian kita datengin
pasiennya.”12
Dalam kegiatan Bimbingan Rohani Pasien bagi pasien Rawat Jalan diadakan pengajian member LKC. Pengajian member LKC ini adalah salah satu program Bimbingan Rohani bagi pasien rawat jalan yang dilakukan di luar atau non reguler yang berkerja sama dengan
10
Panduan Program Pengelolaan Bimbingan Rohani Pasien LKC
11
Panduan Program Pengelolaan Bimbingan Rohani Pasien LKC
12
61
masjid binaan yang ada di kelurahan Ciputat dan sekitarnya, yaitu masjid binaan mitra LKC yang terbagi di 11 kelurahan yaitu Kedaung, Ciputat, Sarua indah, Pisangan, Pondok Pinang , Jombang 1, Jombang 2, Cipayung, Rengas, Pondok Ranji, Cempaka Putih, untuk bina rohani pasien yang dilakukan diluar yaitu pengajian bina rohani pasien yang wajib diikuti oleh member LKC13
Adapun langkah langkah dalam bimbingan rohani bagi pasien rawat jalan ini adalah seperti halnya pengajian biasa atau ceramah agama yang diikuti dengan diskusi yang dilakukan secara rutin setiap sebulan sekali. Setiap member LKC wajib mengikuti pengajian binaan masjid binaan LKC ini. Karena pengajian tersebut merupakan salah satu program dari layanan Bimbingan Rohani Pasien yang ada di LKC. Adapun Rincian kegiatannya sebagai berikut.
1. Pelaksanaan Pengajian satu bulan sekali untuk masing-masing Kelurahan di kecamatan Ciputat, Pamulang dan kelurahan Pondok Pinang
2. Pelaksanan pengajian bulanan dilaksanakan pada hari kerja.
3. Pembicara eksternal LKC yang telah di sepakati oleh pimpinan LKC. 4. Pembina Rohani wajib memakai seragam baju koko LKC.
5. Peserta LKC, pembicara dan Bina Rohani harus memberikan tanda tangan dalam Daftar Hadir sebagai tanda bukti untuk laporan keuangan tiap bulan.
6. Receptionis membagikan kartu pengajian bagi peserta yang belum mendapatkannya, guna optimalisasi kehadiran peserta di Pengajian
13
62
bulanan peserta LKC, untuk kemudian peserta di haruskan membawa kartu pengajiannya setiap kali berobat bersama kartu anggotanya
7. Resepsionis di haruskan menanyakan kartu pengajiannya setiap kali berobat.14
Metode yang digunakan dalam bimbingan ini adalah metode group guidance karena bimbingan rohani ini diberikan secara kelompok bukan dengan perorangan, biasanya dilakukan dengan cara ceramah dan semacam diskusi kepada para member LKC yang mengikuti pengajian binaan di masjid binaan LKC. Seperti yang dikatakan oleh ustad yazid:
“untuk bina rohani pasien yang dilakukan diluar yaitu pengajian bina
rohani pasien yang wajib diikuti oleh member LKC , dalam pengajian tersebut diberikan bimbingan agama dan pelayanan kesehatan, adapun materi yang diberikan adalah materi yang berhubungan dengan agama dalam pemberian materi diberikan waktu satu jam kemudian setelah itu tanya jawab tentang materi yang disampaikan, banyak mereka yang responnya bagus, bahkan kadang-kadang ketika
pengajian itu selesai banyak yang ingin bercerita kepada saya.”15
Adapun pendekatan yang dilakukan juga secara kelompok. Dan lebih mengarah ke pendekatan psikoterapi yaitu proses pengobatan dan penyembuhan penyakit mental, spiritual, moral maupun fisik dengan bimbingan dan pengajaran sesuai dengan petunjuk Al-qur’an dan sunnah.16
Untuk penyampaian materi yang pasti berhubungan dengan agama karena bermaksud untuk menambah pengetahuan agama para member LKC agar hidupnya terarah lebih baik lagi. Dan melihat dari kebutuhan para member yang mengikuti pengajian.
14
LKC, SOP pelayanan terhadap pasien dan keluarga,
15
Wawancara pribadi dengan ust. Yazid pada, Ciputat, 13 April 2011, pukul 14.00
16
63
II. Keadaan Pasien sebelum dan Sesudah mendapat Bimbingan Rohani