Bab ini menyajikan hasil kegiatan penetapan area berisiko sanitasi dan hasil analisis posisi pengelolaan sanitasi saat ini dan penyebab risiko utama di masing-masing area berisiko. Suatu daerah disebut beresiko tinggi dalam sanitasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut ;
Tingkat ancaman kesehatan yang tinggi di masa yang akan datang
Infrastruktur sanitasi yang buruk
Perilaku PHBS relatif rendah
Manajemen penanganan sanitasi yang lemah/rendah
Pemahaman masyarakat relatif rendah
Area Berisiko Sanitasi
Proses penentuan area beresiko dilakukan dengan pengumpulan data pada setiap kelurahan/desa sampel yaitu 10 desa/kelurahan yang berada pada 6 kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Area beresiko sanitasi di Kabupaten Labuhanbatu Utara ditetapkan melalui elaborasi data sebagai berikut :
1. Data sekunder yang dikumpulkan dari masing-masing instansi terkait Kabupaten Humbang Hasundutan, data sekunder yang digunakan antara lain ;
Kepadatan penduduk
jumlah keluarga (KK) miskin
akses air bersih
jumlah jamban pribadi dan luas genangan.
2. Persepsi Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) yang terlibat dalam Kelompok Kerja (Pokja) Sanitasi Kabupaten Humbang Hasundutan
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014
Buku Putih Sanitasi
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014 Tabel 5.1 Area berisiko sanitasi komponen air limbah domestik
No Area Beresiko*) Wilayah prioritas
Air Limbah
1. Risiko 4 Kelurahan Tanjung Leidong
2. Risiko 3 Desa Sidua-dua
Kelurahan Kampung Mesjid Desa Lubo Rampah
Catatan: *) Hanya untuk wilayah dengan risiko 4 dan 3
Untuk area beresiko sanitasi komponen air limbah domestik, yang menjadi wilayah prioritas ada 2 (dua) kelurahan yaitu kelurahan Tanjung Leidong dan Kelurahan Kampung Mesjid di Kecamatan Kualuh Leidong dan Kecamatan Kualuh Hilir. Dan yang menjadi wilayah prioritas ada 3 (tiga) desa yaitu desa Sidua-dua Kecamatan Kualuh Selatan, Kelurahan Kampung Mesjid Kecamatan Kualuh Hilir, dan Desa Lubo Rampah Kecamatan Marbau. Kelima daerah ini merupakan daerah yang padat penduduknya.
v
Tabel 5.2 Area berisiko sanitasi komponen persampahan
No Area Beresiko*) Wilayah prioritas
Persampahan
1. Risiko 4 Kelurahan Tanjung Leidong
2. Risiko 3 Desa Adian Torop
Desa Siamporik Desa Sei Sentang Desa Air Hitam Desa Lubo Rampah Desa Sipare-pare Hilir Kelurahan Aek Kota Batu Catatan: *) Hanya untuk wilayah dengan risiko 4 dan 3
Untuk area beresiko sanitasi komponen persampahan, yang menjadi wilayah prioritas ada 6 (enam) desa yaitu desa Adian Torop di Kecamatan Aek Natas, desa Siamporik di Kecamatan Kualuh Selatan, desa Sei Sentang di Kecamatan Kualuh Hilir, desa Air Hitam di Kecamatan Kualuh Leidong, dan desa Lubo Rampah dan desa Sipare-pare Hilir di Kecamatan Marbau.
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014 prioritas persampahan belum memiliki TPS (Tempat Pembuangan Sementara) di daerahnya. Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara belum memiliki TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
Tabel 5.3 Area berisiko sanitasi komponen drainase
No Area Beresiko*) Wilayah prioritas
Drainase
1. Risiko 4 Desa Sidua-dua
Kelurahan Tanjung Leidong
2. Risiko 3 Desa Siamporik
Kelurahan Kampung Mesjid Desa Lubo Rampah
Catatan: *) Hanya untuk wilayah dengan risiko 4 dan 3
Untuk area beresiko sanitasi komponen drainase, yang menjadi wilayah prioritas ada 3 (tiga) desa dan 2 (dua) kelurahan yaitu Desa Sidua-dua, Desa Siamporik, Desa Lubo Rampah, Kelurahan Tanjung Leidong dan Kelurahan Kampung Mesjid. Wilayah prioritas drainase diatas merupakan daerah yang sering tergenang air banjir di Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014 STUDI KOMUNIKASI DAN MEDIA
Kegiatan studi komunikasi dan media terkait sanitasi yang ada pada Kabupaten Labuhanbatu Utara telah dilaksanakan dalam suatu forum diskusi (Focus Discussion Group) yang terdiri dari beberapa kelompok masyarakat, yang terdiri dari :
1. Kelompok wanita dewasa berjumlah 10 orang 2. Kelompok pria dewasa berjumlah 10 orang
3. Kelompok remaja laki-laki dan perempuan berjumlah 10 orang
Kelompok-kelompok dalam Focus Discussion Group mewakili setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Acara Focus Discussion Group dilaksanakan oleh anggota pokja sanitasi Kabupaten Labuhanbatu Utara di kantor Bappeda Kabupaten Labuhanbatu Utara. Hal ini dilakukan karena data sekunder terkait komunikasi dan media yang menggambarkan ”pengalaman dan kapasitas” Kabupaten Labuhanbatu Utara tentang pemasaran ”isu – isu sanitasi” tidak lengkap. Berikut ini adalah hasil dari kegiatan Focus Discussion Group terkait studi komunikasi dan media mengenai sanitasi di Kabupaten Labuhanbatu Utara :
Gambar 1 Sumber Informasi atau Berita
Berdasarkan hasil Focus Discussion Group dapat dilihat bahwa masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu
Utara paling banyak mendapatkan informasi atau berita dari surat kabar atau koran sebesar 30% dan 30% 7% 27% 23% 13% 0% 1 Surat Kabar 2 Radio 3 Televisi 4 Papan Pengumuman 5 Spanduk/Poster 6 Tidak Tahu
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014 sebesar 7%. Olehkarena itu, sebaiknya jika pihak pemerintah ingin menyampaikan informasi ataupun berita terkait promosi sanitasi dan hygene akan lebih efektif menggunakan media surat kabar.
Gambar 2 Surat Kabar yang Paling Sering Dibaca
Ada beberapa surat kabar yang terbit di Kabupaten Labuhanbatu Utara, beberapa diantaranya yang paling sering dibaca oleh masyarakat adalah : (1) surat kabar waspada sebesar 30%, (2) surat kabar sinar indonesia baru sebesar 27%, (3) surat kabar analisa sebesar 20%, (4) surat kabar metro sebesar 13%, dan sisanya sebesar 10% tidak pernah ataupun jarang membaca surat kabar. Umumnya jenis/merek surat kabar yang paling sering dibaca oleh kelompok wanita ataupun pria dewasa ditentukan oleh instansi tempat mereka bekerja, karena mereka lebih sering membaca surat kabar dikantor.
30% 0% 13% 0% 27% 20% 10% 1 Waspada 2 Medan Bisnis 3 Metro 4 Realitas
5 Sinar Indonesia Baru 6 Analisa
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014
Gambar 3 Stasiun Radio yang Paling Sering Didengar
Hasil dari focus discussion group kelompok wanita dan pria dewasa biasanya mendengarkan radio pada saat jam kerja atau istirahat. Dan stasiun radio yang paling sering didengar adalah mars sebesar 47%, stasiun radio one sebesar 10%, dan stasiun radio ras sebesar 7%. Sedangkan 37% diantaranya tidak pernah atau jarang mendengarkan radio.
Gambar 4 Stasiun TV yang Paling Sering Ditonton 47% 10% 7% 0% 37% 1 Mars.fm 2 One.fm 3 Ras.fm 4 Lainnya 5 Tidak/jarang dengar radio 33% 37% 3% 3% 0% 20% 0% 3% 1 RCTI 2 Indosiar 3 SCTV 4 Metro TV 5 Trans TV 6 TV One 7 Lainnya 8 Tidak/jarang nonton TV
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014
Gambar 5 Jenis Acara TV yang Paling Sering Ditonton
Berdasarkan hasil studi komunikasi media dalam focus discussion group jenis acara TV yang paling sering ditonton masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu Utara yaitu acara musik sebesar 47% yang mayoritas adalah kelompok remaja laki-laki dan perempuan. Dan untuk jenis acara berita sebesar 33% yang paling sering ditonton oleh kelompok pria dewasa. Sedangkan untuk jenis acara sinetron dan infotainment masing-masing sebesar 10% yang paling banyak ditonton oleh kelompok wanita dewasa.
Gambar 6 Sumber Informasi Tentang Sanitasi Selain Media Massa
Sumber informasi tentang sanitasi selain dari media massa, masyarakat Kabupaten Labuhanbatu Utara juga mendapat informasi tentang sanitasi dari lingkungan sekitar. Umumnya masyarakat paling banyak
10% 47% 0% 33% 10% 0% 0% 1 Sinetron 2 Musik 4 Kuis 5 Berita 6 Infotainment 7 Lainnya 8 Tidak Tahu 0% 0% 30% 27% 23% 10% 7% 0% 0% 0% 3% 1 RT 2 RW 3 Lurah/staf kelurahan 4 Kader posyandu 5 Petugas Puskesmas 6 Spanduk 7 Poster 8 Billboard 9 Selebaran 10 Lainnya
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014 langsung maupun dari undangan kegiatan mengenai sanitasi ke rumah-rumah masyarakat. Dan kelompok wanita dewasa mengetahui informasi tentang sanitasi dari kader posyandu sebesar 27% dan dari petugas puskesmas sebesar 23%. Sisanya mengetahui informasi tentang sanitasi dari spanduk sebesar 10% dan dari poster sebesar 7%. Dan sebesar 3% tidak mendapatkan informasi terkait sanitasi selain dari media massa.
Gambar 7 Sumber Informasi yang Dipercayai Tentang Sanitasi
Sumber informasi terkait sanitasi yang paling dipercayai oleh masyarakat Kabupaten Labuhanbatu Utara yang paling besar dari penyuluh kesehatan sebesar 57% karena masyarakat menganggap bahwa penyuluh kesehatan memiliki pengetahuan yang lebih banyak dibanding masyarakat umum lainnya mengenai sanitasi yang baik dan sehat. Sumber informasi kedua yang dipercayai masyarakat tentang sanitasi adalah media massa sebesar 30%. Untuk media papan pengumuman/ spanduk sebesar 10% dari masyarakat dipercayai sebagai sarana penyampaian informasi terkait sanitasi. Dan untuk pihak kelurahan, RT, RW hanya sebesar 3% dipercayai masyarakat sebagai sumber informasi tentang sanitasi.
3% 57% 30% 10% 1 Tokoh Agama 2 Kelurahan, RT, RW 3 Penyuluh Kesehatan 4 Guru/Sekolah anak 5 Media massa 6 Papan pengumuman/spanduk 7 Lainnya
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014
Gambar 8 Jenis Pertemuan yang Pernah Diikuti
Untuk jenis pertemuan yang pernah diikuti masyakat Kabupaten Labuhanbatu Utara adalah acara pengajian sebesar 40% dan acara arisan sebesar 27% , kedua jenis pertemuan ini adalah acara rutin yang diikuti masyarakat. Dan masyarakat yang mengikuti penyuluhan kesehatan sebesar 33%.
Gambar 9 Penyuluhan atau Sosialisasi yang Pernah Diikuti
Berdasarkan focus discussion group yang diikuti masyarakat Kabupaten Labuhanbatu Utara, penyuluhan atau sosialisasi yang pernah diikuti masyarakat mengenai masalah sampah dan kebersihan lingkungan sebesar 30%. Sosialisasi mengenai CTPS (Cuci Tangan Pakai Sabun) sebesar 23%. Sosialisasi mengenai Stop BABS (Buang Air Besar Sembarangan) sebesar 17%. Untuk penyuluhan tentang penyakit TBC sebesar 13%. Dan 17% diantaranya tidak pernah mengikuti penyuluhan atau sosialisasi.
27% 40% 0% 33% 0% 0% 1 Arisan 2 Pengajian 3 Rapat RT 4 Penyuluhan Kesehatan 5 Lainnya
6 Tidak pernah ikut
30% 17% 0% 23% 13% 17%
1 Masalah sampah dan kebersihan lingkungan 2 Stop BABS
3 saluran air kotor 4 CTPS
5 TBC 6 Tidak ada
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014
Gambar 10 Kesenian Tradisional yang Biasanya Ditonton
Masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu Utara juga sering menonton acara kesenian tradisional yang seharusnya dapat dimanfaatkan pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara untuk menyampaikan informasi terkait sanitasi dan hygene. Kesenian tradisional ‘Endeng-Endeng’ yang paling banyak ditonton sebesar 63%. Acara tari dan nyanyi sebesar 20%, kesenian trasisional kuda kepang sebesar 10%, dan acara komedi/lawak sebesar 7%.
Gambar 11 Kegiatan Lingkungan yang Pernah Dihadiri 63% 10% 7% 20% 0% 0% 1 Endeng-endeng 2 Kuda kepang 3 Komedi/Lawak 4 Tari dan nyanyi 5 Lainnnya 6 Tidak ada 53% 13% 33% 0% 0% 1 Peringatan hari-hari besar 2 Upacara adat 3 Festival daerah 4 Lainnya 5 Tidak ada
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014
I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Studi Environmental Health Risk Assesment (EHRA) atau Studi Penilaian Risiko Kesehatan Lingkungan adalah sebuah survei partisipatif di tingkat kabupaten yang bertujuan untuk memahami kondisi fasilitas sanitasi dan higinitas serta perilaku-perilaku masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan program sanitasi termasuk advokasi di tingkat kabupaten sampai desa/kelurahan. Kabupaten dipandang perlu melakukan Studi EHRA karena :
1. Pembangunan sanitasi membutuhkan pemahaman kondisi wilayah yang akurat
2. Data terkait dengan sanitasi terbatas di mana data umumnya tidak bisa dipecah sampai tingkat kelurahan/desa dan data tidak terpusat melainkan berada di berbagai kantor yang berbeda
3. Isu sanitasi dan higiene masih dipandang kurang penting sebagaimana terlihat dalam prioritas usulan melalui Musrenbang
4. Terbatasnya kesempatan untuk dialog antara masyarakat dan pihak pengambil keputusan
5. EHRA secara tidak langsung memberi “amunisi” bagi stakeholders dan warga di tingkat kelurahan/desa untuk melakukan kegiatan advokasi ke tingkat yang lebih tinggi maupun advokasi secara horizontal kesesama warga atau stakeholders kelurahan/desa.
6. EHRA adalah studi yang menghasilkan data yang respresentatif di tingkat kabupaten dan kecamatan dan dapat dijadikan panduan dasar di tingkat kelurahan/desa
Studi EHRA berfokus pada fasilitas sanitasi dan perilaku masyarakat, seperti : A. Fasilitas sanitasi yang diteliti mencakup :
1. Sumber air minum
2. Layanan pembuangan sampah 3. Jamban
4. Saluran pembuangan air limbah rumah tangga
B. Perilaku yang dipelajari adalah yang terkait dengan higinitas dan sanitasi dengan mengacu kepada STBM : 1. Buang air besar
2. Cuci tangan pakai sabun
3. Pengelolaan air minum rumah tangga 4. Penglolaan sampah dengan 3R
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014 Studi EHRA dilaksanakan secara penuh oleh Pokja Kabupaten Labuhanbatu Utara dengan bantuan City Facilitator dan/atau Provincy Facilitator, bila diperlukan. Adapun yang menjadi tanggung jawab Pokja Kabupaten Labuhanbatu Utara adalah :
1. Persiapan logistik studi 2. Finalisasi desain studi
3. Penyiapan dan pelatihan Supervisor, Enumerator, dan petugas entri data 4. Pelaksanaan studi serta proses pengumpulan data, entri data dan analisis data 5. Penyusunan laporan dan diskusi publik.
1.2 Tujuan dan Manfaat
Studi EHRA bertujuan untuk mengumpulkan data primer, untuk mengetahui :
1. Gambaran kondisi fasilitas sanitasi dan perilaku masyarakat yang berisiko terhadap kesehatan lingkungan 2. Informasi dasar yang valid dalam penilaian risiko kesehatan lingkungan
3. Memberikan advokasi kepada masyarakat akan pentingnya layanan sanitasi
Manfaat dari Studi EHRA adalah :
Hasil studi digunakan sebagai salah satu bahan penyusunan Buku Putih Sanitasi Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Strategi Sanitasi Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Unit sampling utama (Primary Sampling) adalah penduduk. Unit sampling ini dipilih secara proporsional dan random berdasarkan total penduduk di setiap Desa/Kelurahan yang telah ditentukan menjadi area survei. Jumlah responden per Desa/Kelurahan sebanyak 40 responden. Yang menjadi responden adalah Kepala Rumah Tangga yang dimaksudkan adalah Ibu-Ibu atau anak perempuan yang sudah menikah yamg berumur 18 s/d 65 tahun.
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014
1.3 Waktu Pelaksanaan Studi
Jadwal pelaksanaan Studi EHRA Kabupaten Labuhanbatu Utara direncanakan mulai akhir Mei 2014 sampai awal Agustus 2014.
Tabel 1.1 Jadwal Pelaksanaan Studi EHRA 2014 Kabupaten Labuhanbatu Utara
No Kegiatan
Periode
Mei Juni Juli Agustus
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Pelaksanaan Studi EHRA
1.1 Persiapan Studi EHRA
Rapat persiapan untuk :
Membangun kesepahaman tentang studi EHRA Membentuk Tim Pelaksana studi EHRA Menyiapkan anggaran studi EHRA
1.2 Penentuan area studi
Penentuan Stratifikasi Desa/Kel wilayah studi EHRA Penentuan desa/kelurahan wilayah studi EHRA
Penentuan responden terpilih dalam setiap desa/kelurahan 1.3 Pelatihan supervisor, enumerator, dan petugas entri data
Pemilihan supervisor, enumerator, dan petugas entri data Pelatihan Studi EHRA praktik wawancara bagi enumerator, dan pelatihan entri data
1.4 Pelaksanaan studi EHRA
1.5 Pengolahan, Analisis Data dan penulisan laporan Entri Data
Analisis Data Penulisan Laporan
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014
II. METODOLOGI DAN LANGKAH EHRA 2014
Tujuan dari persiapan Studi EHRA adalah agar tercapainya kesepakatan dan kesamaan persepsi mengenai langkah penyusunan, jadwal kerja, pembagian tugas, dan tanggung jawab setiap anggota Pokja Sanitasi Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam Studi EHRA.
Pokja Sanitasi Kabupaten Labuhanbatu Utara yang bertanggung jawab untuk membentuk Tim Studi EHRA, dengan susunan sebagai berikut :
Tabel 2.1 Tim Studi EHRA 2014 Kabupaten Labuhanbatu Utara
No Jabatan Nama Keterangan
1 Penanggungjawab dr. Tembersun Srg, MPH Kepala Bidang PMK Dinkes Labura 2 Koordiantor Studi Burhanuddin Hrp, SKM, M.Kes Kadis Kesehatan Labura
3 Ketua M. Arsad, SKM Kasie Kesehatan Lingungan
4 Wakil Ketua Panji Tri Asmara Kabid Fisik & Ling. Hidup
5 Sekretaris dr. Hj. Yeni Anita Kasie Wabah Bencana
6 Anggota Irfan Ashadi Ritonga
Razimah Yazid, SKM
Septua G. Lumban Gaol, SKM
Bappeda Labura Dinkes Labura Dinkes Labura 7 Koordinator Kecamatan dr. T Mayang dr. Mimi Andayani Zulkarnaen dr. Febyriani Dewi Srg Yusmidar SKM dr. Darma Barus dr. M. Fauzi Hj. Hasinah SKM (Aek Natas) (Kualuh Selatan) (Kualuh Hilir) (Kualuh Hulu) (Kualuh Leidong) (Marbau-Sipare-pare Hilir) (Marbau-Lubo Rampah) (Na IX-X)
8 Supervisor Elya Sari
Rezki Meiyani Zakiah Lia Agustina Tiarma P Limbong Pasmilawati (Aek Natas) (Kualuh Selatan) (Kualuh Hilir) (Kualuh Hulu) (Kualuh Leidong) (Marbau-Sipare-pare Hilir)
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014 Tim Analisis Data Tukijo
Arfan Ritonga Marganda Noor Fadli Eni Erawati Putra
Dinkes Labuhanbatu Utara Dinkes Labuhanbatu Utara Dinkes Labuhanbatu Utara Dinkes Labuhanbatu Utara Dinkes Labuhanbatu Utara Bapeda Labuhanbatu Utara 10 Enumerator Sri Novita
Iin Marlina Mayoseva Efda Yensi Rubbeka H. Gaol Susiyanti Serbawaty Siti Aisyah Hrp Armida Nurmaya Imelda Dewi Pasaribu Nilan Sari Tjg Asni Banjar M Rita Adian Torop Adian Torop Sidua-Dua Sidua-Dua Siamporik Siamporik Sei Sentang Sei Sentang Air Hitam Air Hitam Tanjung Leidong Lobu Rampah Sipare-Pare Hilir Aek Kota Batu Kampung Mesjid
Tim Studi EHRA dan rencana pelaksanaan ditandatangani oleh Ketua Tim Teknis dan Pokja Sanitasi Kabupaten Labuhanbatu Utara Tahun 2014.
2.1 Penentuan Kebijakan Sampel Pokja Sanitasi Kabupaten Labuhanbatu Utara
Metoda penentuan target area studi survei dilakukan secara geografi dan demografi melalui proses yang dinamakan Stratifikasi. Hasil stratifikasi ini juga sekaligus bisa digunakan sebagai indikasi awal lingkungan beresiko. Proses pengambilan sampel dilakukan secara random sehingga memenuhi kaidah “Probality Sampling” dimana semua anggota populasi memiliki peluang yang sama untuk menjadi sampel. Sementara metoda sampling yang digunakan adalah “Stratified Random Sampling”. Teknik ini sangat cocok digunakan di Kabupaten Labuhanbatu Utara mengingat area sumber data yang akan diteliti sangat luas. Pengambilan sampel didasarkan pada daerah populasi yang telah ditetapkan.
Penetapan strata dilakukan berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan oleh Program PPSP (Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman) sebagai berikut :
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014 1. Kepadatan Penduduk yaitu jumlah penduduk per luas wilayah. Pada umumnya tiap Kabupaten/Kota telah mempunyai data kepadatan penduduk sampai dengan tingkat kecamatan dan kelurahan/desa. Ada beberapa kecamatan atau desa/kelurahan yang memiliki kepadatan penduduk relatif tinggi dan lainnya masih sangat rendah karena sebagian besar lahannya berupa perkebunan dan hutan lindung. Dalam Studi EHRA di Kabupaten yang kepadatan penduduknya tidak merata akan diutamakan di Kecamatan dan Desa dengan kepadatan penduduk lebih dari 25 jiwa per Ha.
2. Angka Kemiskinan dengan indikator yang yang datanya mudah diperoleh tapi cukup respresentatif menunjukkan kondisi sosial ekonomi setiap kecamatan dan/atau kelurahan/desa. Sebagai contoh ukuran angka kemiskinan dapat dihitung berdasarkan proporsi jumlah keluarga Pra Sejahtera dan Keluarga Sejahtera 1 dengan formula sebagai berikut :
( ∑ Pra-KS + ∑ KS1 )
Angka Kemiskinan = --- X 100 %
∑ KK
Persentase angka kemiskinan disesuaikan dengan data angka kemiskinan Kabupaten Labuhanbatu Utara atau yang disepakati oleh Pokja.
3. Daerah/wilayah yang dialiri sungai/kali/saluran drainase/saluran irigasi dengan potensi digunakan sebagai MCK (Mandi, Cuci dan Kakus) dan pembuangan sampah oleh masyarakat setempat.
4. Daerah terkena banjir dan dinilai mengganggu ketentraman masyarakat dengan parameter ketinggian air, luas daerah banjir / genangan, lamanya surut yang ditentukan oleh Pokja atau mengacu kepada SPM PU dengan ketinggian genangan lebih dari 30 cm dan lamanya genangan lebih dari 2 jam.
2.2 Penentuan Strata Desa/Kelurahan
Berdasarkan kriteria di atas, stratifikasi wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara menghasikan katagori strata sebagaimana diperlihatkan pada Tabel 2.2. Wilayah (Kecamatan atau Desa/Kelurahan) yang terdapat pada strata tertentu dianggap memiliki karakteristik yang identik/homogen dalam hal tingkat risiko kesehatannya. Dengan demikian, kecamatan/desa/kelurahan yang menjadi area survei pada suatu strata akan mewakili kecamatan/desa/kelurahan lainnya yang bukan merupakan area survei pada strata yang sama. Berdasarkan asumsi ini maka hasil Studi EHRA ini dapat memberikan peta area berisiko Kabupaten Labuhanbatu Utara.
Tabel 2.2 Stratifikasi ( Penetapan Strata ) Desa/Kelurahan Area Studi EHRA Kabupaten Labuhanbatu Utara 2014
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014
4 Aek Kuo Desa Padang Maninjau - - - - 0
5 Aek Kuo Desa Perk Padang
Halaban
- - - - 0
6 Aek Kuo Desa Karang Anyar + - - - 1
7 Aek Kuo Desa Bandar Selamat - - + + 2
8 Aek Kuo Desa Aek Korsik - - - - 0
9 Aek Natas Kel. Bandar Durian - + + + 3
10 Aek Natas Desa Aek Pamienke - - - - 0
11 Aek Natas Desa Rombisan - + + - 2
12 Aek Natas Desa Poldung - + + - 2
13 Aek Natas Desa Adian Torop - - + + 2
14 Aek Natas Desa Simonis - - + + 2
15 Aek Natas Desa Ujung Padang - - + + 2
16 Aek Natas Desa Halimbe - - + + 2
17 Aek Natas Desa Sibito - - + + 2
18 Aek Natas Desa Terang Bulan - - + + 2
19 Aek Natas Desa Pangkalan - - - + 1
20 Aek Natas Desa Kampung Yaman - - + + 2
21 Kualuh Hilir Kel. Kampung Mesjid - + + + 3
22 Kualuh Hilir Desa Sei Apung - + + + 3
23 Kualuh Hilir Desa Teluk Binjai - - + + 2
24 Kualuh Hilir Desa Sei Sentang - - + + 2
25 Kualuh Hilir Desa Teluk Piai - - + + 2
26 Kualuh Hilir Desa Tanjung Mangedar - - + + 2
27 Kualuh Hilir Desa Kuala Bangka - + + + 3
28 Kualuh Hulu Kel. Aek kanopan + - + + 3
29 Kualuh Hulu Kel. Aek Kanopan Timur + - + + 3
30 Kualuh Hulu Desa Parpaudangan - + + - 2
31 Kualuh Hulu Desa Suka Rame Baru - + - + 2
32 Kualuh Hulu Desa Londut - - + + 2
33 Kualuh Hulu Desa Kuala Beringin - - + + 2
34 Kualuh Hulu Desa Pulo Dogom - - + + 2
35 Kualuh Hulu Desa Perk. Membang Muda
- - - + 1
36 Kualuh Hulu Desa Perk. Hanna - - - + 1
37 Kualuh Hulu Desa Sono Martani - + - + 2
38 Kualuh Hulu Desa Perk. Labuan Haji - - + + 2
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014
40 Kualuh Hulu Desa Perk. Kanopan Ulu - - - - 0
41 Kualuh Leidong Kel. Tanjung Leidong - + + + 3
42 Kualuh Leidong Desa Simandullang - - + + 2
43 Kualuh Leidong Desa Pangkalan Lunang - + + + 3
44 Kualuh Leidong Desa Air Hitam - + - + 2
45 Kualuh Leidong Desa Teluk Pulai Luar - + + + 3
46 Kualuh Leidong Desa Kelapa Sebatang - + + + 3
47 Kualuh Leidong Desa Teluk Pulai Dalam - + + - 2
48 Kualuh Selatan Kel. Gunting Saga - - + + 2
49 Kualuh Selatan Desa Sialang Taji - + + + 3
50 Kualuh Selatan Desa Simangalam - - + + 2
51 Kualuh Selatan Desa Sidua-dua - - - - 0
52 Kualuh Selatan Desa Bandar Lama - + - - 1
53 Kualuh Selatan Desa Hasang - + - + 2
54 Kualuh Selatan Desa Damuli Pekan - - - - 0
55 Kualuh Selatan Desa Damuli Kebun - - - - 0
56 Kualuh Selatan Desa Lobuhuala - - - - 0
57 Kualuh Selatan Desa Gunung Melayu - - - - 0
58 Kualuh Selatan Desa Siamporik - + - - 1
59 Kualuh Selatan Desa Tanjung pasir - + + + 3
60 Marbau Kel. Marbau + - + - 2
61 Marbau Desa Simpang Empat - - - + 1
62 Marbau Desa Babussalam - - + - 1
63 Marbau Desa Bulungihit - + + - 2
64 Marbau Desa Marbau Selatan - + - - 1
65 Marbau Desa Perk Milano - - - - 0
66 Marbau Desa Sipare-Pare Tengah - + + - 2
67 Marbau Desa Perk. Brussel - - - - 0
68 Marbau Desa Perk. Penantian - - - - 0
69 Marbau Desa Aek Tapa - + - - 1
70 Marbau Desa Sumber Mulyo - + - - 1
71 Marbau Desa Sipare-Pare Hilir - + + - 2
Buku Putih Sanitasi
Kabupaten Labuhanbatu Utara, 2014
76 Marbau Desa Belongkut - - + - 1
77 Marbau Desa Perk. Marbau
Selatan
- - - - 0
78 Na IX-X Kel. Aek Kota Batu - - + - 1
79 Na IX-X Desa Sei Raja - + + - 2
80 Na IX-X Desa Pasang Lela - + + - 2
81 Na IX-X Desa Perk. Brangir - - - - 0
82 Na IX-X Desa Simpang Marbau - - - - 0
83 Na IX-X Desa Silumajang - + + - 2
84 Na IX-X Desa Batu Tunggal - + + - 2