• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bersih dan Melayani

Dalam dokumen Beranda - FIAUI (Halaman 86-92)

I. Peran KASN dalam Menjaga dan Mengawal Pelaksanaan Sistem Merit

Berbagai kasus jual beli jabatan ASN, dan masih belum optimalnya meritokrasi birokrasi publik, menjadikan KASN keberadannya sangat diperlukan. Sistem merit menjadi sebuah kebutuhan dalam negara demokrasi seperti Indonesia. KASN memiliki peran signiikan untuk menjaga dan mengawal pelaksanaan Sistem Merit. Sembilan prinsip sistem merit yaitu: (1) melakukan rekrutmen dan seleksi berdasarkan kemampuan (ability), pengetahuan (knowledge), dan keterampilan (skills) melalui kompetisi secara terbuka dan adil; (2) memberlakukan Pegawai ASN secara adil dan setara; (3) memberi renumerasi yang sesuai untuk pekerjaan-pekerjaan yang setara dan menghargai kinerja yang lebih tinggi; (4) menerapkan standar yang tinggi untuk integritas, perilaku dan kepedulian bagi kepentingan masyarakat; (5) mengelola Pegawai ASN secara efektif dan eisien; (6) mempertahankan Pegawai ASN yang berpotensi melakukan koreksi bagi Pegawai yang kurang berprestasi; (7) memberikan kesempatan kepada Pegawai ASN untuk mengembangkan kompetensi; (8) melindungi Pegawai ASN dari pengaruh-pengaruh politik yang membuat tidak netral; dan (9) memberikan perlindungan kepada Pegawai ASN (KASN, 2017).

Seleksi terbuka merupakan salah satu bentuk penerapan sistem merit dalam kebijakan dan manajemen ASN. Oleh karena itu, KASN bekerjasama dengan USAID sedang merangcang business process

terkait tugas dan fungsi KASN dalam mengelola sistem merit, terutama seleksi terbuka JPT yang melibatkan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

II. Model Sistem Informasi Jabatan Pimpinan Tinggi (SIJAPTI) KASN sedang mempersiapkan implementasi aplikasi sistem merit yang terintegrasi secara nasional yaitu Sistem Informasi Jabatan Pimpinan Tinggi (SIJAPTI). Dengan sistem informasi yang terintegrasi secara nasional, memudahkan bagi KASN untuk mempercepat proses kinerja KASN dari sebelumnya yang masih menggunakan cara manual untuk laporan, pengaduan, penyelidikan, juga dalam proses monitoring dan evaluasi pemberian rekomendasi, serta laporan hasil pengisian JPT. SIJAPTI merupakan wujud nyata dari proses e-government KASN, yang diharapkan dapat beroperasi secara optimal dan efektif sehingga mengurangi perjalanan dinas pemerintah daerah ke KASN (KASN, 2017).

Tujuan penerapan SIJAPTI adalah meningkatkan eisiensi, efektivitas, profesionalisme, kinerja serta akses dalam penyampaian dokumen rencana dan laporan hasil seleksi juga pengawasan pelaksanaan pengisian JPT. SIJAPTI adalah suatu sistem teknologi informasi komunikasi yang memproses dan mengintegrasi seluruh alur proses pengisian JPT di instansi pemerintah. Sistem tersebut melipuri pula konsultasi, penyampaian dokumen rencana seleksi dan laporan hasil seleksi serta dokumentasi database JPT (Korpri online, 2017).

Fungsi utama SIPJATI yaitu input basis data jabatan pimpinan termasuk nomenklatur dan nama pejabatnya kemudian konsultasi kepegawaian dan proses pengisian JPT. Data yang tersaji dalam sistem seperti tingkatan JPT, Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK), standar kompetensi, nama pejabat, SK untuk seorang pejabat, periode menjabat termasuk pula proses pengakatan dan daftar panitia yang melakukan seleksi. Basis data untuk JPT menghadirkan mekanisme review oleh Petugas KASN setiap data diinput. Dengan demikian pengelola kepegawaian di daerah tidak harus datang ke Kantor KASN di Jakarta hanya untuk meminta masukan kepada KASN (Korpri online, 2017). III. Pengelolaan E-Government Pemerintah Daerah

Pemerintah Kota Surabaya saat ini memiliki Government Resources Management System (GRMS) yang merupakan suatu sistem terintegrasi

mulai dari perencanaan kegiatan, penganggaran, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Penerapan GRMS dalam pekerjaan sehari-hari mempermudah pencapaian target kinerja, dan mencegah terjadinya penyimpangan yang tidak diinginkan serta sebagai upaya percepatan reformasi birokrasi.

Pelaksanaan e-Government tersebut menjadikan Pemkot Surabaya memperoleh BKN Award 2016 dalam dua kategori yaitu Terbaik I Kategori Badan Kepegawaian Daerah Inovatif Pemerintah Kabupaten/ Kota dan Terbaik III Kategori Pengelola Kepegawaian Pemerintah Kabupaten/Kota. Menurut Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Surabaya, inovasi e-SDM merupakan aplikasi untuk melakukan pengelolaan data pegawai, peremajaan data secara mandiri, dan pelayanan administrasi kepegawaian, yang meliputi: kenaikan pangkat, satya lencana karya satya, usulan pensiun dan penyimpanan arsip secara digital. E-SDM memudahkan pencarian data kearsipan, memperkecil kemungkinan hilangnya data dan eisiensi waktu dalam pencarian data pegawai. Selain itu, e-SDM dapat memberikan pelayanan kepegawaian yang cepat, mudah dan tranparan (Hasil Wawancara dengan Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian dan Diklat Kota Surabaya serta Kepala BKD Kota Surabaya, 5 September 2017).

Penerapan teknologi IT pada proses administrasi dan birokrasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperoleh apresiasi dari berbagai pihak. Aplikasi yang dibangun oleh Pemkot Surabaya secara berurut adalah e-procurement, e-delivery, e-budgeting yang di dalamnya terdapat aplikasi e-DPA. Setelah e-SDM berjalan baru dapat menuju ke aplikasi ke e-Performance. E-Performance merupakan akhir dari akumulasi aplikasi e-Government yang sudah ada sebelumnya. E-Performance juga dapat digunakan sebagai alat ukur indikator untuk membantu personil-personil PNS di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya (surabaya.go.id, 2017).

Selanjutnya mengenai pemberian uang kinerja (reward) kepada ASN di Kota Surabaya, terdapat dua mekanisme yaitu belanja langsung dan belanja tidak langsung, dimana evaluasi dilakukan terhadap setiap jabatan.Konsultasi mengenai penerapan e-Performance telah melalui pertimbangan dari KPK, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Badan Kepegawaian Negara. Tambahan penghasilan dilaksanakan secara terukur, konsisten dan dilaksanakan terhadap seluruh pegawai (Hasil Wawancara dengan Kepala BKD Pemerintah Kota Surabaya, 5 September 2017). E-Performance sendiri

merupakan sistem informasi manajemen kinerja dalam rangka penilaian prestasi kinerja pegawai yang lebih objektif, terukur, akuntabel, partisipasif dan transparan, sehingga terwujud manajemen pegawai berdasarkan prestasi kerja dan sistem karier kerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Landasan hukum penerapan e-performace dilaksanakan berdasarkan Peraturan Walikota Nomor. 21 Tahun 2015 tentang Petunjuk Teknis Pemberian Uang Kinerja pada Belanja Langsung kepada PNSD di Lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.

IV. Model Penguatan Kelembagaan, Mekanisme Pengawasan dan Evaluasi Sistem Merit di Indonesia

Keberadaan KASN sebagai penjaga dan pengawas Sistem Merit di Indonesia sangatlah penting. Oleh karena itu dibutuhkan dukungan terhadap penguatan wewenang, tugas dan fungsi KASN agar pelaksanaan reformasi birokrasi dapat berjalan dengan baik. KASN diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja dan perannya untuk melakukan pengawasan sistem merit baik terhadap pemerintah pusat maupun daerah. Inisiasi KASN dan BKN dalam menjalin kerjasama terkait pelaksanaan monitoring dan evaluasi sistem merit diharapkan dapat mengurangi dan menghilangkan praktik jual beli jabatan. Peningkatan sinergitan kelembagaan antara KASN dan BKN diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara KASN dengan BKN tentang Kerjasama Kelembagaan dalam rangka Implementasi Manajemen Aparatur Sipil Negara (KASN, 2017)

Implementasi e-government baik pada KASN dan Pemerintah Daerah menjadi sinergitas yang harus dibangun, untuk memperkuat kelembagaan KASN, agar memudahkan KASN dalam menjalankan tugas. E-government diharapkan dapat mengatasi permasalahan KASN yang dihadapkan pada Sumber Daya Manusia, Anggaran yang terbatas, sementara yang harus dilakukan oleh KASN adalah pengawasan sistem merit di Indoneisa. Selanjutnya, untuk meminimalisir respon gugatan terhadap Hasil Pengawasan KASN di Pengadilan Tata Usaha Negara, KASN diharapkan dapat melakukan advokasi yang komprehensif kepada Lembaga Pengadilan terutama Pengadilan Usaha Negara, khususnya mengenai ketidaktepatan Hasil Pengawasan KASN sebagai Obyek Gugatan Tata Usaha Negara. Selain itu KASN juga diharapkan memiliki Tim Hukum yang kompeten dan terpadu guna mengantisipasi berulangnya kasus di Kota Tegal dan Lampung. KASN juga melakukan

edukasi kepada Civil Society, Perguruan Tinggi, Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah (Hasil Wawancara dengan Rudiarto Sumarwono, 07 September 2017). Pada intinya, fungsi pencegahan seyogyanya dilaksanakan oleh KASN secara optimal guna menciptakan birokrasi pemerintahan yang kompeten, bersih, berintegritas, dan bebas dari intervensi politik sesuai dengan nilai-nilai dalam sistem merit.

V. Arah Rekomendasi Kebijakan ke Depan

Beberapa arah rekomendasi kebijakan ke depan antara lain:

1. Melengkapi Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) ) dalam Pelaksanaan Seleksi Terbuka untuk Jabatan Pimpinan TinggiPT.

2. Penguatan kelembagaan KASN.

3. Melakukan kerjasama (partnership) dengan Perguruan Tinggi, Media, LSM, KPK dan lain sebagainya.

4. Mempercepat sistem informasi talent managementjemen ASN. 5. Panitia seleksisel seharusnyayogyanya menjaring (mengundang)

orang potensial yang berasal dari talent pools. guna menghindari Pelamar.

6. Tersedianya dData informasi panitia seleksiPansel di Tingkat Nasional (Standar Kompetensi dan Sertiikasi Pansel).

7. Sistem terintegrasi antara BKN, KASN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dan Kementerian Dalam Negeri guna pengambilan keputusan. 8. Penguatan sanksi terhadap pelanggaran baik kepada PPK,

Diterbitkan oleh:

Universitas Indonesia-Center for Study of Governance and Administrative Reform (UI-CSGAR)

Dibiayai oleh:

Program Hibah Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia Tahun 2017

Dalam Klaster Riset Policy, Governance and Admininistrative Reform (PGAR)

Dalam dokumen Beranda - FIAUI (Halaman 86-92)