• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hati-hati berteman dengan Surur

halaman 56. Untuk lebih jelasnya lihat buku Al Qaulul Baligh oleh Syaikh At Tuwaijiri) Apakah kelompok seperti mereka dapat dikatakan Ahlus Sunnah?

III. Kesaksian Ustadz Muhammad as-Sewed tentang Muhammad Khalaf Kemudian saya (Ustadz Muhammad Umar as-Sewed) menambahkan apa yang saya ketahu

2.7. Hati-hati berteman dengan Surur

Ingatlah wahai saudaraku dengan sabda Rasul :

حاوارا

دونج

ةدنجم

امف

فااعت

اهنم

فلتءا

امو

انت

رك

اهنم

ففلتخا

“Ruh-ruh adalah bala tentara yang berkumpul, maka mana saja dari ruh itu saling berta’aruf berarti telah serupa dan mana saja dari ruh itu saling tidak mengenal (saling mengingkari) berarti telah berbeda” (HR. Bukhari dan Muslim)

رملا

ء

يلع

نيد

هليلخ

فرظنيلف

مكدحأ

نم

اخي

ثيدح(لل

فهلسلسلا:حيحص

ةحيحصلا

لل

ىنبل

:مق

927

“Seseorang itu berada di atas agama temannya, maka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat (terlebih dahulu) siapa yang ia temani” (Silsilah Ash-Shahihah, no.927).

Dalam sebuah atsar disebutkan:

“Musa bin Uqbah Ash-Shuri datang ke negeri Baghdad, kemudian ditanyakan orang tentang keadaannya kepada Imam Ahmad bin Hanbal Rahimahullah, maka beliau menjawab:’Lihatlah oleh kalian kepada siapa dia bertempat dan kepada siapa dia berdiam’”(Lamudduril Mantsur, hal.53)

Sulaiman bin Daud berkata:”Janganlah kamu menghukumi seseorang dengan suatu (hukum) sampai kamu lihat siapa yang digauli”(ibid)

Maka disinilah maksud dan tujuan kami menyusun tulisan ini disertai bukti, fakta dan ulasan, walau kadang menyakitkan sebagian pihak. Sengaja kami menilai seseorang, institusi, instansi, yang bercampur aduk didalamnya, membicarakannya, memperingatkan darinya, agar kita bisa menghindarinya, karena pentingnya seorang teman bergaul, yang dapat mempengaruhi hati dan sikap hidup kita sehari-hari. Cukup dengan kalimat dia teman saya, dia sahabat karib saya, maka seseorang banyak kita jumpai membela teman, karibnya, sahabatnya, saat rekannya didholimi. Nah, untuk itulah kita memperjelas fakta tentang pada dai yang berkecimpung dengan atas nama Ahlussunnah, Salafi, apakah mereka jujur dengan pengakuannya, ucapannya dan teliti mengambil teman akrabnya ?

“Kita telah diuji di zaman ini dengan manhaj-manhaj dakwah yang datang kepada kita yang mencampur-adukkan kebenaran dengan kebatilan, Sunnah dengan bid’ah, serta ma’ruf dengan mungkar, bahkan kadang memoles kesyirikan lalu menjadikannya sebagai bagian dari Dien untuk beribadah kepada Allah dengannya” (Al-Maurid, Syaikh Ahmad bin Yahya An- Najmi, Maktabah Al-Furqan, hal.21, 1421H/2000M).

Betapa populer di zaman ini kalimat “Persatuan dan Kesatuan”, “Kasih-Sayang dan Persaudaraan” digunakan oleh golongan pemecah-belah persatuan, kelompok yang mencabik- cabik persaudaraan. Begitu sering dan gencar mereka menyebarkan kalimat ini -kata-kata yang manis tersebut- sehingga banyak diantara kaum Muslimin yang terkecoh dan terpedaya

olehnya apabila mereka tidak mengetahui apa yang tersembunyi di balik tabir mereka dari tipu muslihai, kelicikan, desas-desus dan kedustaan.

Diantara mereka adalah paham Sururiyyah. Benarkah Sururiyyah itu Ahlus Sunnah dan bagaimana sikap mereka terhadap ulama?

Sururiyyah adalah bentuk penisbatan kepada Muhammad Surur Zainal Abidin, seorang yang bermukim di Birmingham, Inggris setelah dia meninggalkan negeri Islam. Sururiyyah memiliki manhaj (jalan) yang telah menyempal dari manhaj Ahlus Sunnah.

Asy-Syaikh Zaid bin Muhammad mengatakan:

“Tidaklah bisa Quthbiyyun (sebuah manhaj yang dikembangkan mengikuti pemikiran Sayyid Quthb) dan Sururiyyun dikatakan sebagai Ahlus Sunnah karena banyaknya penyelewengan kedua kelompok ini dalam permasalahan-permasalahan yang sangat berbahaya, diantaranya memiliki manhaj takfir tanpa ada dalil pembolehan sedikitpun baik secara akal maupun nash. Memiliki kesalahan yang sangat keji dan fatal yang terkait dengan perkara yang paling besar permasalahannya di dalam agama yaitu permasalahan i’tiqad dan mengumumkan perang yang dahsyat kepada Ahlus Sunnah baik sebagai rakyat atau pemerintah dan mereka menuduh dan mencela dengan berbagai macam celaan. Sementara Ahlus Sunnah bara’ (berlepas diri) dari mereka” (As-Siraj Al-Waqqad fil Bayan Tash-hih Al-I’tiqad, hal.100 dalam Asy-Syari’ah no.12/1/1425, hal.21).

Sururiyyun adalah anak kandung partai politik Ikhwanul Muslimin yang sudah dewasa dan matang, kemudian menyusup ke dalam barisan Ahlus Sunnah-Salafiyyah dan ditebarkan (terutama) di negeri-negeri yang tersebar di dalamnya dakwah Salafiyyah. Bergabungnya dua kekuatan jahat, partai politik Ikhwanul Muslimin dan dinar Hizbiyyah, menjadikannya pisau tajam yang mengiris-iris, mencabik-cabik dan merobek-robek persatuan dan kasih sayang barisan dakwah Salafiyyah di seluruh dunia!! Maka pergilah -dari dakwah yang agung ini- orang-orang yang teriris-iris jiwa kerdilnya karena lebih memilih Dinar Hizbiyyah celaka! Larilah orang-orang yang tercabik-cabik nuraninya karena menggadaikan manhajnya demi perasaannya! Dan menjauhlah manusia yang terobek-robek hatinya karena lebih memilih persatuan Hizbiyyah daripada istiqamah menempuh dakwah Salafiyyah! Kesemuanya pergi – terusir secara hina- dari dakwah yang mulia ini, maka tinggallah orang-orang yang memang dikehendaki kebaikannya oleh Allah untuk terus mengemban amanat dakwah Salafiyyah teriring keyakinan bahwa bagi orang-orang yang beriman telah dibeli oleh Allah dengan surgaNya. Adapun mereka? Ternyata lebih memilih untuk menjual dakwahnya kepada dinar Hizbiyyah dan pemahaman Ikhwaniyyah.

Seorang penyair pernah berkata :

Ad-Dirham akhiruhu ham (kegundahan)! Ad-Dinar akhiruhu nar!

Ya, kejahatan keji yang terorganisir secara rapi, teratur, terstruktur dengan dukungan finansial dan aset yang sangat besar! Suatu kemampuan yang hanya bisa digerakkan oleh jaringan Hizbiyyah Internasional. Boleh jadi serdadu bayarannya adalah orang-orang lokal di masing-masing negara, tetapi apakah anda percaya bahwa ratusan da’inya (yang ditanggung segala kebutuhan hidup keluarganya) mendapatkan dukungan dana dari dalam negeri semata?! Berpuluh-puluh Markaz Dakwah Hizbiyyah tegak berdiri angkuh dengan segala kelengkapan dan fasilitasnya di Indonesia (yang tersebar dari Sabang sampai Merauke), percayakah Anda bahwa dana tersebut mampu dikumpulkan dan direalisasikan oleh donatur dari dalam negeri semata?!

Begitulah kehendak mereka, tetapi Allah tentu tidak akan lalai memperhitungkan segala makar yang mereka rencanakan dan lakukan. Sesungguhnya dakwah ini, agama ini adalah milik Allah, adakah Allah ridha agamaNya mereka cabik-cabik?!

Maka setiap orang yang mengenal kelicikan mereka, apalagi yang berdiri menghadapi mereka, menentang mereka; lihatlah bahwa mereka selalu berteriak menyerukan persatuan dan kasih sayang. Betapa seringnya menyebut firman Allah :

اوُعيِطأأأو

أهّللا

ُهألوُسأرأو

أ لأو

اوُعأزاأنأت

اوُل أشْفأتأف

أبأهْذأتأو

ْمُكُحيِر

اوُرِبْصاأو

ّنِإ

أهّللا

أعأم

أنيِرِباّصلا

﴿

٤٦

:لافأنلا[

٤٦

]

[46] Dan ta`atlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Jauh dari kaidah-kaidah persatuan yang diajarkan oleh Islam. Berbeda dengan kasih-sayang yang dipraktekkan dan diamalkan oleh Salafush-Shalih, semoga keridhaan Allah atas mereka semuanya. Amin.

Ketika topeng kepalsuan Hizbiyyun-Sururiyyun-Ikhwaniyyun mulai tersibak, akrobat Hizbiyyah dan petualangan manhaj para da’inya semakin diketahui oleh umat, kebohongan yang selama ini ditutup rapat-rapat terus terungkap, maka teriakan persatuan dan kasih sayang itupun semakin nyaring mereka perdengarkan. Dua kalimat indah yang digunakan sebagai “make-up” dan “lipstik” untuk menutupi kenyataan Hizbiyyah yang terkuakkan. Kalimat itu adalah kalimat yang indah tetapi digunakan untuk menyebarkan dan melindungi kebatilannya, sebagaimana jawaban yang diucapkan oleh Ali ketika salah seorang Khawarij berteriak: “La hukma illa lillah (tidak ada hukum kecuali hukum Allah). Mendengar ucapan itu Ali berkata:”Kalimatul haq urida bihal bathilu, na’am la hukma Illa lillah” (Kalimat Haq yang diucapkan untuk membela yang batil, benar tidak ada hukum kecuali hukum Allah).

Ingatlah –wahai Hizbiyyun- bahwa berbohong (taqiyyah) dengan berselubung ketaqwaan adalah simbol firqah Syi’ah!!

Memang, persatuan itu suatu hal yang mungkin saja terjadi jika mereka –Hizbiyyun- menghendakinya. Begitu pula kasih sayang dapat terwujud jika mereka menginginkannya. Persatuan dan kasih sayang haruslah berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah dengan manhaj Salaf di atas bimbingan para ulama.

أنيِذّلا

اوُنأماأء

اوُعيِطأأ

أهّللا

اوُعيِطأأأو

ألوُسّرلا

يِلوُأأو

ِرْمأ لا

ْمُكْنِم

ْنِإأف

ْمُتْعأزاأنأت

يِف

ٍءْي أش

ُهوّدُرأف

ىألِإ

ِهّللا

ِلوُسّرلاأو

ْنِإ

ْمُتْنُك

أنوُنِمْؤُت

ِهّللاِب

ِ مْوأيْلاأو

ِرِآخا

أكِلأذ

ٌرْيأآ

ُنأسْحأأأو

ً ليِوْأأت

﴿

٥۹

:ءاسنلا[

٥۹

]

[59] Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [QS An Nisa’: 59]

Mari kita tinggalkan perselisihan dan kita bereskan semua perbedaan. Mari kita bersatu! Tetapi...

Berhentilah kalian dari mencabik-cabik Salafiyyin di seluruh dunia dengan dinar Hizbiyyah kalian!!

Berhentilah kalian dari membela Jum’iyyah Hizbiyyah pemecahbelah-umat!

Dan berhentilah kalian menyesatkan umat dengan memberi nama organisasi penyesat itu sebagai “Jam’iyyah Khairiyyah”!! Organisasi Kebajikan yang banyak membantu dan menolong dakwah Salaf dan menjamin kehidupan para da’inya!!

Tidaklah terbantu oleh oganisasi “Money Politic” ini, kecuali Hizbiyyun dan dakwah Hizbiyyahnya!! Dakwah mereka menjadi disambut, pengikut mereka menjadi banyak, orang awam tertipu dan pada akhirnya ummat mengira bahwa dakwah hizbiyyah tersebut sebagai dakwah al Haq. Maka kesesatan pun tersebar, pudarlah kebenaran, inilah tujuan syaithan. Wal ‘iyadzubillah.

Bertaubatlah kalian dari pembelaan kalian terhadap petinggi-petinggi Quthbiyyin-Sururiyyin- Turotsiyyin-Ikhwaniyyin, Abdurrahman Abdul Khaliq, Syarif Hazza’2), Muhammad Khalaf3) dan kroni-kroninya di Indonesia!!

Bertaubatlah kalian dari parade dan unjuk gigi kolaborasi Sururiyyah-Ikhwaniyyah yang kalian umumkan secara terbuka tiada malu kepada umat!!

2 Orang upahan Ihya’ut Turots inilah yang menyatakan bahwa bolehnya membai’at para pemimpin jama’ah-jama’ah

dakwah dan ketika salah seorang Ikhwan Salafiyyun mendebatnya maka Syarif membantah bahwa hal ini (bai’at) adalah permasalahan yang jelas. Ketika ditanya dalil dalam permasalahan tersebut dia berkata:”Hal ini tidak perlu dalil, apabila saya berkata kepadamu: ini adalah siang hari, apakah dibutuhkan dalil?”. Pendusta besar ini pula yang menyatakan bahwa:”(Syaikh Rabi’) yang membantah Sayyid Quthb, dan bahwasanya dia mengkafirkan masyarakat, Syarif berkata:” bahwasanya perkataan ini tidak benar karena Sayyid Quthb tidak mengatakan demikian”. ..Syaikh Rabi’ berkata:”Karena dia adalah Quthbiy! Karena dia dari golongan Quthbiyyah!”(Transkrip Dialog Syaikh Rabi’ dengan Ustadz Usamah). Maka inilah hakekat dari Syaikhnya Abu Nida’, Ahmas Faiz, Abu Mush’ab dan petinggi-petinggi Ihya’ lainnya!! Maka berhati-hatilah dari jaringan Hizbiyyah mereka wahai saudaraku kaum Muslimin.

Berlepas dirilah kalian dari tuan-tuan dinar Hizbiyyah, organisasi-organisasi Hizbiyyah yang telah ditahdzir oleh Masyayikh Salafiyyin!! Dan sampaikan juga kepada umat bahwa kalian bara’ terhadap mereka sebagaimana ketika kalian secara terang-terangan memerangi Salafiyyin!!

Jelaskan pula bahwa Muassasah (organisasi, red) Hizbiyyah tersebut serta kaki-tangan mereka adalah musuh bagi umat, pemecah-belah kaum Muslimin sebagaimana kalian juga secara terbuka ketika membela dan atau menjadi kaki tangan mereka!!4

Dari persatuan diatas al Haq, mari kita teruskan dengan kasih-sayang di atas perjanjian bahwa kebohongan, dan tipu daya haruslah kalian tinggalkan seluruhnya secara nyata! Kalian harus meyakini seyakin-yakinnya bahwa dusta adalah suatu perbuatan dosa yang dapat mengantarkan pelakunya ke dalam neraka. Na’udzubillah.

3

Kesaksian Syaikh Abdullah bin Umar bin Mar’i tentang Muhammad Ibn Ibrahim al Khalaf Mengenai pendiri Yayasan Al-Sofwa, Muhammad Kholaf, silakan dengarkan kesaksian Abu Abdirrahman bin Umar bin Mar’i yang pernah mengenalinya langsung dari dekat di Unaizah, al-Qosim, King Saudi Arabia. Persaksian itu sebagai berikut :

Beliau berkata :

Segala pujian hanya milik Allah Ta’ala Rabb sekalian alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad dan keluarganya.

Amma ba’du.

Seorang al-akh meminta saya agar menulis tentang Muhammad Kholaf tentunya sesuai dengan apa yang saya ketahui. Semoga Allah menunjukinya.

Maka dari itu dengan memohon pertolongan-Nya, saya akan memulainya. Saya katakan:

Saya mengetahuinya di Unaizah dan ketika itu saya berjumpa dengannya di perpustakaan Maktabatul Ummah. Saya pernah mendengar tentang dirinya dari pembicaraan ikhwah Indonesia dan dari seorang yang mengetahuinya disana. Tak lama kemudian saya menanyakan tentang dirinya (juga) kepada beberapa ikhwan yang tinggal di Unaizah. (Ternyata) lebih dari satu ikhwan kita yang salafy di kota Qosim memberitahukan bahwa ia adalah termasuk salah seorang yang mempunyai hubungan sangat dekat dengan Salman al-Audah. Hubungan dekatnya dengan salman membuatnya (mudah) mendapatkan bantuan-bantuan (dana) darinya. Mayoritas bantuan tersebut ia peroleh dari al- Jam’iyah Ihyaut Turots, sebagian bantuan lainnya ia kumpulkan dari para Syaikh Kerajaan Saudi dengan rekomendasi dari Salman. Hubungan dekatnya dengan Syaikh Utsaimin beberapa waktu lamanya (nampaknya juga) merupakan faktor yang membuat ia mudah mengumpulkan bantuan (dana) dari Jam’iyah Ihyaut Turots. Ditambah lagi dia seorang penduduk Qosim dan seorang guru di Riyadl. Saya pikir banyak yang mengetahui hal itu.

Adapun manhajnya maka ia adalah seorang Sururi. Karena ia sangat kental hubungannya dengan Salman al-Audah dan orang-orang yang sejalan dengannya.

Terdapat beberapa hal yang menunjukkan demikian antara lain:

1. Hubungan sangat kental dengan Salman Al-Audah dan orang-orang yang sejalan dengannya di negeri Saudi ataupun di luar negeri tersebut.

2. Beberapa risalahnya yang telah dicetak semisal Dalilit Thalibah al Mukminah (petunjuk Bagi Wanita Pelajar) dan selainnya (lihat persaksian Ustadz Muhammad)

3. Ia mempunyai perpustakaan bernama Maktabatul Ummah yang berada di Unaizah, terdapat padanya kitab dan majalah.(yang bermanhaj Sururi-pent)

4. Kitab-kitab yang ia bagikan, sebarkan dan cetak mayoritas memuat keinginan pencetak dan pemikirannya (Muhammad Ibn Ibrahim al Kholaf)

5. Warga Salafiyin yang sedaerah dengannya yang berdomisili di Unaizah menyaksikan keadannya yang demikian. Dan merekalah orang-orang yang tahu tentang dirinya dan aktivitasnya. Dr.Abdullah al-Musallam, SEORANG DOSEN PADA MATA KULIAH SYAR’iYAH DAN USHULUDDIN DI UNIVERSITAS AL-IMAM,QOSIM MENGATAKAN BAHWA IA SEORANG SURURI BAHKAN TERMASUK TOKOHNYA, al-Ustadz Umar al-Harakan, seorang pengajar di Ma’had Ali di kota Buraidah, banyak dari kalangan ikhwan Salafiyin seperti al-Akh Muhammad at-Turki, Abdurrahman al-Amir, Umar al-Hathlani, Rafiq Zaki,dan selain mereka menyaksikannya berbuat demikian. Merekalah saksi-saksi hidup. Datang dan mintalah keterangan tentang masalah ini pada mereka.

6. Salman Al-Audah, Jam’iyah At-Turots dan beberapa orang yang berdomisili di Riyadh adalah pendukung- pendukungnya. Hal ini menunjukkan apa yang telah disebutkan di muka (ia seorang sururi bahkan petingginya –pent) dan inilah perkara-perkara yang dapat dipersaksikan dari kejauhan sebelum mendekatinya.

Barangkali (insya Allah –pent) yang telah saya sebutkan di atas sudah mencukupi. Allahu a’lam. Jika tidak demikian maka disana masih terdapat banyak hal lain (yang masih belum disebutkan). Namun tidak sepantasnya apa yang diketahui disebutkan. Allahu a’lam.

Adapun mengenai ahlak dan pergaulannya dengan teman-temannya maka inilah perkara yang sudah jelas.

Sungguh saya pernah bergaul langsung dengannya. Akan tetapi saya belum pernah duduk-duduk bersamanya selain beberapa saat saja. Padanya ada perkara-perkara yang tidak sepantasnya seorang Muslim yang mengamalkan keislamannya, terlebih bagi seorang thalibul ilmi dan da’i, (untuk mengorek semua kejelekannya). Semoga Allah

Tidaklah mungkin persatuan dan kasih sayang itu terwujud jika kalian tidak bertaubat dari semua pemahaman Hizbiyyah dan semua kebohongan yang kalian lancarkan terhadap umat dan ulama kami.

Kalian harus bertaubat kepada Allah atas tikaman-tikaman keji yang telah kalian arahkan kepada para ulama pewaris para Nabi dengan taubat yang sungguh-sungguh harus kalian buktikan kepada seluruh kaum Muslimin!!

Ya, sekali lagi kita tegaskan bahwa persatuan dan kasih sayang itu hanya mungkin terwujud jika kalian meninggalkan desas-desus dan kelicikan yang selama ini kalian hadapkan kepada kaum Muslimin.

Markaz Al-Albani masih berdiri sebagai saksi nyata atas kedustaan dan tikaman-tikaman keji Abdurrahman At-Tamimi terhadap Salafiyyin Indonesia!!

menunjukinya.

Terakhir, inilah catatan yang saya tuangkan di sini mengenai al-akh tersebut. Saya katakan dan saya ingatkan ( kepada semua pihak yang berkepentingan) bahwa haruslah bagi seorang Salafy Sunni mempunyai hubungan (kenal) dengan para Ulama Sunnah Salafiyah. (Saya perhatikan) ia bukanlah orang yang mempunyai sifat demikian sekalipun dengan ulama negeri Saudi, yang mana orang-orang dari segenap penjuru dunia, dari segala manhaj dan tarekat berhubungan dengan mereka dengan ramah dan dekat. Hal tersebut tidak terjadi pada dirinya. Menunjukkan padamu jauhnya ia dari ilmu dan ahlinya (ulama). Allahul musta’an.

Kita memohon kepada Allah Azza wa Jalla agar mengokohkan agama kita dan memberikan ilmu tentang syariat kita ini. Dan segala pujian hanyalah milik Allah semata.

Dammaj, Sha’dah, pagi hari, 3/2/1420 H

Diterjemahkan di Degolan pada pagi hari 17 Juni 1999 M

III. Kesaksian Ustadz Muhammad as-Sewed tentang Muhammad Ibn Ibrahim al Khalaf

Kemudian saya (Ustadz Muhammad Umar as-Sewed) menambahkan apa yang saya ketahui tentang dirinya di Unaizah, Qosim yaitu :

1. Saya selama kira-kira satu tahun hampir tidak pernah absen duduk di majelis Syaikh Ibnu Utsaimin, tidak pernah sekalipun saya melihat Muhammad Khalaf di majelis tersebut. Saya hanya sekali melihatnya dalam ceramah umum yang disampaikan Syaikh Utsaimin

2. Ia memiliki toko buku Al-Ummah yang khusus menjual buku-buku kecil (kutaib) dan semua buku-buku tokoh-tokoh sururi terdapat disini, sedangkan buku-buku yang membantahnya dari tulisan Syaikh Rabi’ dan selain beliau susah didapat.

3. Pernah toko tersebut dititipi majalah oleh sales dari distributor majalah Al-Ashalah dan Salafiyah yang jelas pengasuh dan penulisnya adalah Salafiyun dan Ulama Ahlussunnah. Disinilah saya pertama kalinya saya mengenal majalah tersebut. Ternyata setelah saya baca, saya sangat mengaguminya. Maka saya kembali ke toko tersebut untuk memiliki lebih banyak lagi untuk dikirim ke beberapa kawan di Indonesia. Ternyata apa yang terjadi? Majalah tersebut lenyap dari etalase, saya menanyakan kepada penjaganya (waktu itu Ahmad Bahrudin) ternyata majalah tersebut disimpan dan tidak boleh dijual (dicekal). Bahkan beberapa temannya mencela (menurut persaksian dia) majalah tersebut dengan ucapan-ucapan jelek : ”Pengasuh majalah ini (Assalafiyah) adalah munafikun”. “Ini bukan majalah Salafiyah tapi Thalafiyah (kerusakan)”, ganti huruf sin-nya dengan huruf (ta”). Bahkan saya sendiri mendengar dari soerang yang juga merupakan groupnya (memang ternyata toko itu milik “group”) mengatakan, sambil menunjuk majalah al-Bayan,” ini yang namanya majalah bukan itu, ”Yakni bukan majalah al-Ashalah”.

4. Dengan data-data yang lengkap, makin jelaslah, saya berusaha untuk bertanya kepada syaikh Rabi’ tentang al- Sofwa dan Muhammad Khalaf serta al-Muntada yang ada di London. Dengan demikian lengkaplah sudah gambaran Muhammad Khalaf dan al-Sofwa. (Lihat ucapan Syaikh Rabi’ di Mukadimah)

5. Terakhir saya menemui Muhammad Khalaf sepulang dari Madinah dengan maksud menegur dan memperingatkan sekaligus melihat apakah duia bergabung dengan Sururiyin dan menyebarkan paham Sururiyah itu dengan sadar atau tertipu.

Saya mendapatkan beberapa catatan penting yaitu ;

a. Dia mengakui memang orang-orang al Muntada adalah teman-temannya. Sehingga dia selalu berkonsultasi dengan mereka dalam dakwahnya di Indonesia, sedangkan kita tahu adanya hadits Rasulullah yang berbunyi : Al Mar’u ala dini kholilihi, “Agama seseorang itu bersama teman-teman dekatnya”.

b. Dia tidak suka dengan mahasiswa Madinah sehingga dia meminta saya mencarikan da’i untuk as-Sofwa dari mahasiswa Indonesia yang ada di Jamiatul Imam, Riyadh. Dan menjadi rahasia umum kalau Jami’atul Imam Riyadl

dikuasai orang-orang hizbi, IM. Maka saya katakan, Saya memiliki banyak teman-teman Salafy di Jamiah Islamiyah Madinah yang kita tahu banyak didominasi Salafiyun. Dia menjawab dengan tegas dan jelas :” Saya tidak suka dengan anak-anak(mahasiswa) Madinah”.

Demikianlah apa yang saya ingat dengan yakin tentang Muhammad al-Khalaf. Sedangkan yang tidak jelas dan saya masih ragu tidak perlu dituliskan disini. Wallahu a’lam.

Yogyakarta, 3 Juli 1999

Disusun oleh Ustadz Muhammad Umar as-Sewed (Cirebon).

Situs Mahad Ali Al Irsyad Surabaya, Salafi.or.id masih beroperasi (akhirnya mati, berganti baju menjadi Salafindo.com) sebagai saksi yang menyebarkan berita dan tikaman dustanya ke seluruh penjuru dunia!!

Terjemah Tafsir Ibnu Katsir yang diterbitkan oleh Pustaka Imam Syafi’i menjadi saksi kolaborasi Sururiyyah-lkhwaniyyah Nasional شنثقثة !!

Masjid Al-Irsyad Surabaya masih berdiri kokoh sebagai saksi nyata bagaimana “Gubernur” Ikhwanul Muslimin (Rofi’ Munawar, Lc. 5) terus kalian beri kesempatan untuk menceramahi umat dalam khutbah Jum’ah-nya!!

Al-Sofwa alias Al-Muntada masih terus beroperasi menebarkan dinar Hizbiyyah, memenuhi kebutuhan hidup anak buahnya serta sebagai fasilitator dan promotor berbagai akrobat manhaj Hizbiyyah-Sururiyyah-Ikhwaniyyah-Ba’asyiriyyah-Turotsiyyah!!6

Ihya’ut Turots Al-Kuwaity dan kaki tangannya di Indonesia semacam Majelis At-Turots Al-Islamy masih tegak berjalan menebarkan dinar Hizbiyyah celaka untuk mencabik-cabik umat!!

4 Tulisan ini juga untuk memaparkan bukti-bukti dari dampak buruk muammalah Hizbiyyah dengan yayasan Hizby

semacam Ihya’, Al-Haramain, Al-Sofwa Al-Muntada dan sejenisnya serta untuk membuktikan kebohongan pernyataan Firanda:”Yang tampak, kemudharatan-kemudharatan yang dikhawatirkan saat bermuamalah dengan yayasan tadi tidaklah terjadi, alhamdulillah.”(Lerai Pertikaian, Pustaka Cahaya Islam, Pebr.2006, hal.242). Sebagaimana Abu Abdirrahman Ath-Thalibi, Abu Abdil Muhsin Firanda juga ingin berperan sebagai sosok hakim adil yang berusaha mendamaikan kedua belah pihak yang bertikai di negeri ini akibat “money politics” Ihya’ut Turots dan organisasi sejenis. Hanya saja dia menggunakan “palu hakim” (baca: buku propaganda) yang dibuat dan disebarkan oleh Kantor Pusat Jum’iyyah Ihya’ut Turots yang berkedudukan di Qurtuba-Kuwait sebagai rujukan utama bukunya (lihat Lerai Pertikaian, catatan kaki no.203, hal.226) untuk memvonis Salafiyyin!! Menyedihkan, untuk mengaburkannya dia tidak mencantumkan penerbitnya tetapi cukup menuliskan judul buku:”Syahaadaat Muhimmah li Ulama’al Ummah fi Manhaj wa A’maal wa Isdaraat Jum’iyyah Ihyaa’ at-Turots al-Islami!! Allahul Musta’an.

Silakan anda merujuk pada terjemah Fatwa Para Ulama Ahlus Sunnah terhadap Ihya’ut Turots dan bantahan yang