VW V II EVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
JML 13 Koperasi dan 1.749 UKM 36.452.023.333,-
4. Bidang Pariwisata
Pengunjung Hotel/ Penginapan di Kabupaten Muara Enim sebagai berikut: a) Pengunjung Hotel/Penginapan Domestik Tahun 2011 berjumlah 91.440
orang pada Tahun 2012 jumlah Pengunjung meningkat menjadi 150.695 orang atau meningkat 86,6 %.
b) Pengunjung Hote/Penginapan wisatawan Manca Negara Tahun 2011 berjumlah 125 orang pada Tahun 2012 jumlah pengunjung meningkat menjadi 185 orang atau meningkat 67,5%.
m. Urusan Wajib Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri
Urusan wajib Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri diselenggarakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah. Pada tahun anggaran 2012 alokasi dana untuk membiayai urusan wajib ini sebesarRp.15.601.288.819,78,- terealisasi sebesar Rp.14.409.767.585,- atau 92,36%, dengan rincian realisasi belanja sebagai berikut :
a. Badan Kesatuan Bangsa, Politik & Perlindungan Masyarakat
1. Belanja tidak langsung direncanakan sebesar
Rp.1.605.922.631,65terealisasi sebesar Rp.1.508.516.807,-atau 93,93 %, diarahkan untuk membiayai belanja gaji dan tunjangan PNS, Tambahan Penghasilan PNS berdasarkan Pertimbangan Objektif Lainnya (Uang makan dan tunjangan kesejahteraan tahunan).
2. Belanja langsung dialokasikan anggaran sebesar Rp.2.545.372.400,- terealisasi sebesar Rp.1.992.343.950,-atau 78,27 %, diarahkan untuk menyelenggarakan 9 Program dan 32 kegiatan antara lain : Penyediaan jasa surat menyurat, Penyediaan jasa komunikasi. Sumber daya air dan listrik, Penyediaan jasa kebersihan, Penyediaan jasa perbaikan peralatan kerja, Penyediaan ATK, Penyediaan barang cetakan dan penggandaan, Penyediaan komponen instalasi listrik/Penerangan bangunan kantor,
"#" IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
Penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor, Penyediaan Bahan Bacaan dan Peraturan Perundang-Undangan,Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah, Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Dalam Daerah,Penyediaan Jasa Administrasi Lelang, Pengadaan Peralatan Kebersihan, Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor, Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/Operasional, Pendidikan dan Pelatihan Formal, Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja SKPD, Penyusunan laporan Keuangan Semesteran, Penyusunan Pelaporan Keuangan Akhir Tahun, Penyusunan RKA dan DPA SKPD, Peningkatan Kerjasama Dengan Aparat Keamanan Dalam Tekhnik Pencegahan Kejahatan, Peningkatan Kapasitas Aparat Dalam Rangka Pelaksanaan Siskamswakarsa di Daerah, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan, Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam Kehidupan Beragama, Peningkatan Rasa Solidaritas dan Ikatan Sosial di Kalangan Masyarakat , Penelitian Khusus terhadap Calon Kepala Desa, Fasilitasi Pencapaian Halaqoh dan Berbagai Forum Keagamaan lainnya Dalam Upaya Peningkatan Wawasan Kebangsaan, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat, Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan Ketahanan Perekonomian Daerah, Penyuluhan Kepada Masyarakat, forum-Forum Diskusi Politik, Tim Penelitian dan Pemeriksaan Persyaratan Administrasi, Pengajuan, Penyerahan dan Penggunaan Bantuan Keuangan kepada Partai Politik Kabupaten Muara Enim.
3. Realisasi Keuangan yang tidak mencapai 85 % untuk urusan wajib Badan Kesatuan Bangsa,Politik dan Perlindungan Masyarakat antara lain sebagai berikut :
• Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber Daya Air dan Listrik dialokasikan dana sebesar Rp.39.000.000,- terealisasi sebesar Rp.9.626.776,- atau 24,68 % . Hal ini direncanakan untuk membiayai 2 (dua) gedung kantor dalam satu komplek yaitu Badan Kesbang, Pol & Linmas dan Exs Kantor Ketahanan Pangan pada saat ini ditempati Bagian SDA Setda sehingga pembayaran tersebut dilakukan oleh Bagian SDA dan sesuai dengan rekening tagihan pemakaian.
• Rapat-Rapat Koordinasi dan Konsultasi ke Luar Daerah dialokasikan dana sebesar Rp.380.645.000,- terealisasi sebesar Rp.249.254.000,- atau 65,% , karena pada dana alokasi tersebut termasuk biaya perjalanan dinas luar daerah peserta yang akan diikutkan untuk mengikuti kegiatan diklat Intelijen Tingkat Dasar bagi Aparatur.
$%$ IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
• Pemeliharaan Rutin/Berkala Gedung Kantor dialokasikan dana sebesar Rp.16.610.000,- terealisasisebesar Rp.12.610.000,- atau 75,92 % karena adanya efisiensi pada pos jasa upah tukang.
• Pendidikan dan Pelatihan Formal dialokasikan dana sebesar Rp.229.000.000,- diperuntukan mengikuti diklat dan bintek sebesar Rp.55.000.000,- dan kegiatan diklat Intelijen Tingkat Dasar sebesar Rp.174.000.000,- hanya terealisasi sebesar Rp.29.500.000,- atau 12,88 %. Hal ini disebabkan karena pendidikan pelatihan dilakukan atas permintaan dari Pemerintah Pusat sedangkan untuk mengikuti diklat Intelijen Tingkat Dasar tidak terealisasi karena tidak tercapainya kesepakatan penjadwalan pelaksanaan dari Badan Intelijen dengan batas akhir realisasi APBD Kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2012. • Peningkatan Kerjasama Dengan Aparat Keamanan Dalam Tekhnik
Pencegahan Kejahatan dialokasikan dana sebesar Rp.215.658.000,- terealisasi sebesar Rp.177.642.309,-atau 82,37 %. Dan Peningkatan Kapasitas Aparat Dalam Rangka Pelaksanaan Siskamswakarsa di Daerah dialokasikian dana sebesar Rp.133.700.000,- terealisasi sebesar Rp.112.363.265,- atau 84,04 %. Hal ini terjanjinya efisiensi karena diterbitkannya Permendagri No.16/2011 bahwa tim pembina dihapuskan dan adanya perubahan jam lembur, semula 6 jam perhari kerja menjadi 4 jam perhari kerja.
• Penelitian Khusus terhadap Calon Kepala Desa dialokasikan dana sebesar Rp.84.782.500,- terealisasi sebesar Rp.67.974.410,- atau 80,18 %. Adapun dana yang tidak terealisasi adalah Belanja Uang Lembur PNS, Hal ini hanyalah semata-mata upaya efisiensi dalam melakukan penyelesaian pekerjaan dengan mengoptimalkan pejabat di SKPD Badan Kesbang, Pol dan Linmas sehingga keterlibatan pejabat dari SKPD lain dapat diminimalisir.
• Koordinasi forum-Forum Diskusi Politik dialokasikan dana Anggaran sebesar Rp.60.905.000,- tidak terealisasi atau 0 %. Karena semula direncanakan untuk melakukan koordinasi antar partai politik, LSM dan Ormas dalam menciptakan kehidupan berdemokrasi secara kelembagaan baik administrasi, keuangan yang akuntabel maupun implementasi ditengah masyarakat sehingga tercipta suasana yang kondusif namun setelah dilakukan permintaan kesediaan peserta dari partai politik, LSM dan Ormas sebanyak 3 kali dan sampai dengan akhir tahun anggaran hanya terdaftar sebanyak 19 orang dari target 100 orang peserta.
&'& IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
b. Satuan Polisi Pamong Praja
1)
Belanja Tidak Langsung direncanakan sebesar Rp.1.967.409.609,66 terealisasi sebesar Rp.1.911.909.885,00,- atau 97,18%, diarahkan untuk membiayai belanja gaji dan tunjangan PNS, tambahan Penghasilan PNS berdasarkan Pertimbangan Objektif Lainnya (Uang Makan dan Tunjangan Kesejahteraan Tahunan).2)
Belanja Langsung dialokasikan Anggaran sebesar Rp.3.360.448.000,- terealisasi Rp.3.249.126.482,- atau 96,69% yang diarahkan untuk menyelenggarakan 8 Program dan 28 kegiatan antara lain : Kegiatan Pelayanan Administrasi Perkantoran, Kegiatan Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencengahan Tindakan Kriminal, Peningkatan Kerjasama dengan Aparat Keamanan dalam Teknik Pecegahan Kejahatan, Kerjasama Pengembangan Kemampuan Aparat Pol PP dengan TNI / POLRI, Kejaksaan dan Penyuluhan Pecegahan Peredaran Minuman Keras dan Narkoba.3)
Realisasi Keuangan yang tidak mencapai 85% untuk urusan Wajib Badan Satuan Polisi Pamong Praja antara lain sebagai berikut :• Kegiatan Jasa Komunikasi Sumber Daya Air dialokasikan dana sebesar Rp.18.000.000,- terealisasi sebesr Rp.9.417.782,- atau 52,32%, hal ini disebabkan pembayaran rekening air menggunakan anggaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah, sedangkan untuk pembayaran rekening listrik dan telepon disesuaikan dengan kebutuhan.
• Kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Perundang-undangan dialokasikan dana sebesar Rp.124.900.000,- terealisasi sebesar Rp.62.250.000,- atau 49,84%. Alokasi dana tersebut merupakan pencadangan dana untuk peningkatan SDM dan minimnya realisasi disebabkan Instansi Penyelenggaraan Pelatihan seperti Depdagri dan Polri pada Tahun 2011 tidak mengadakan Diklat PPNS tingkat dasar pola 300– 400 Jam, sehingga tidak ada pegawai yang dikirim untuk mengikuti Diklat PPNS dan penggunaan anggaran disesuaikan dengan kebutuhan.
()( IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
c. Badan Penanggulangan Bencana Daerah
1)
Belanja Tidak Langsung dialokasikan Anggaran sebesar Rp.1.059.521.478.47,- terealisasi sebesarRp.1.008.182.487,- atau 95,15% yang diarahkan untuk membiayai belanja gaji dan tunjangan PNS, tambahan penghasilan PNS berdasarkan pertimbangan objektif lainnya (uang makan dan tunjangan kesejahteraan tahunan).2)
Belanja langsungdialokasikan Anggaran sebesar Rp.5.062.614.700,- terealisasiRp.4.739.687.974,- atau 93,62% yang diarahkan untuk menyelenggarakan 7 program 31 kegiatan, antara lain Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur, Program Peningkatan Disiplin Aparatur, Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan, Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Program Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam.3)
Realisasi Keuangan yang capaian yang kurang dari 85%:• Penyediaan Jasa Surat menyurat yang dianggarkan sebesar Rp.5.000.000,00, terealisasi sebesar 61,54 % atau sebesar Rp.3.077.000,00, ini dikarenakan dalam pelaksanaan konsultasi dan koordinasi kedinasan lebih banyak dilakukan melalui Koordinasi, komunikasi melalui telpon dan faximile.
• Penyediaan Jasa Komunikasi, Sumber daya Air dan Listrik yang dianggarkan sebesar Rp.57.000.000,00 terealisasi 26,63 % atau sebesar Rp.15.178.515,00. Kegiatan ini digunakan untuk biaya jasa komunikasi, sumber daya air dan listrik untuk 3 rekening. Realisasi ini dikarenakan pembayaran dilakukan berdasarkan pembayaran rekening yang diterima setiap bulan.
• Penyediaan Jasa Perbaikan Peralatan kerja yang dianggarkan sebesar Rp.22.300.000,00 terealisasi 53,36%, atau sebesar Rp.11.900.000,00. Kegiatan ini dialokasikan untuk biaya perbaikan peralatan kerja, kegiatan tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan tingkat kerusakan peralatan kerja.
• Pendidikan dan Pelatihan Formal yang dianggarkan sebesar Rp.50.000.000,00 terealisasi 80,40% atau sebesar Rp.40.200.000,00. Kegiatan ini dialokasi untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan formal
*+* IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia, yang dalam pelaksanaannya dilakukan secara selektif hanya diperkenankan untuk pelatihan yang dilaksanakan oleh institusi pemerintah atau lembaga pemerintah yang bekerja sama/direkomendasikan oleh Departemen Terkait, sesuai dengan edaran Bupati Muara Enim tanggal 18 Mei 2009 Nomor: 900/474/PPKAD/2009.
• Penyediaan Jasa Pendukung Administrasi/ tekhnis perkantoran yang dianggarkan sebesar Rp.50.400.000,00 terealisasi 77,38% atau sebesar Rp.39.000.000,00, disebabkan karena semula kegiatan ini direncanakan untuk membayar belanja jasa upah penjaga malam sebanyak empat orang akan tetapi terealisasi hanya tiga orang dikarenakan satu orang menggundurkan diri.
n. Urusan Wajib Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan
a. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Belanja Tidak Langsung direncanakan sebesar Rp.10.813.091.400,- terealisasi Rp.10.365.948.367,- atau 95,86%, diarahkan untuk membiayai belanja tetap dan tunjangan pimpinan dan anggota dewan.
b. Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Belanja Tidak Langsung Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, direncanakan sebesar Rp.621.745.595,95,- terealisasi sebesar Rp.617.636.051,- atau 99,34%, diarahkan untuk membiayai belanja gaji, tunjangan dan operasional Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.
c. Sekretariat Daerah
1)
Belanja Tidak Langsung, direncanakan sebesar Rp.9.983.205.710,14,- terealisasi sebesar Rp.9.647.083.533,- atau 96,63% yang diarahkan untuk membiayai belanja gaji dan tunjangan PNS, Tambahan Penghasilan PNS berdasarkan Petimbangan Objektif Lainnya (uang makan dan tunjangan kesejahteraan tahunan).,-, IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
2)
Belanja Langsung, dialokasikan anggaran sebesar Rp.50.472.438.450,- terealisasi Rp.43.344.637.159,- atau 85,88% yang diarahkan untuk membiayai 14 program dan 82 kegiatan antara lain : pelayanan administrasi perkantoran, peningkatan sarana dan prasarana aparatur, peningkatan disiplin aparatur, peningkatan kapasitas sumber daya aparatur, peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan, peningkatan pelayanan kedinasan kepala daerah/wakil kepala daerah, peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian pelaksanaan kebijakan KDH, optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi, peningkatan kerjasama antar pemerintah daerah, penataan peraturan perundang-undangan, penataan daerah otonomi baru, pembinaan dan pengembangan aparatur, dan pengembangan lembaga-lembaga sosial keagamaan dan lembaga pendidikan keagamaan.3)
Dari seluruh kegiatan yang direncanakan, terdapat kegiatan yang realisasi anggarannya kurang dari 85 %, dengan penjelasan sebagai berikut :• Kegiatan penyediaan jasa surat menyurat, dialokasikan sebesar Rp.142.531.000,- terealisasi sebesar RP.106.161.000,- atau 74,48%, hal ini disebabkan efisiensi anggaran khususnya pada biaya perangko dan biaya tagihan pajak izin frekunsi radio SSB.
• Kegiatan penyediaan jasa peralatan dan perlengkapan kantor, dialokasikan sebesar Rp. 174.900.000,- terealisasi sebesar Rp. 79.945.032,- atau 45,71%, kurang optimalnya realisasi anggaran tersebut disebabkan biaya sewa tenda, sewa sound system dan sewa generator direalisasikan sesuai dengan kegiatan yang dilaksanakan.
• Kegiatan penyediaan jasa jaminan barang milik daerah, dialokasikan sebesar Rp. 1.210.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 920.132.750,- atau 76,04%, kegiatan dialokasikan untuk membiayai asuransi kendaraan dan gedung, akan tetapi dalam pelaksanaanya, untuk biaya asuransi gedung Hotel Swarna Dwipa tidak bisa dilaksanakan karena pengelolaan hotel tersebut dilakukan oleh pihak perusda. • Kegiatan penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan
bangunan kantor, dialokasikan anggaran sebesar Rp. 300.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 242.645.000,- atau 80,88%, hal ini disebabkan biaya belanja lampu taman dan lampu hias tidak teralisasi, karena kegiatan tersebut telah dialihkan ke Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Muara Enim.
./. IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
• Kegiatan penyediaan peralatan dan perlengkapan kantor, dialokasikan sebesar Rp. 335.100.000,- terealisasi sebesar Rp. 265.750.357,- atau 79,30%, hal ini disebabkan belanja komponen peralatan SSB tidak direalisasikan karena anggaran tidak mencukupi yang disebabkan kenaikan harga pada saat pelaksanaan kegiatan tersebut.
• Kegiatan penyediaan makanan dan minuman, dialokasikan sebesar Rp. 2.476.500.000,- terealisasi sebesar Rp. 1.879.741.200,- atau 75,90%, hal ini disebabkan biaya makanan dan minuman rapat direalisasikan sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan rapat.
• Kegiatan penyediaan jasa administrasi lelang, dialokasikan sebesar Rp. 53.220.000,- terealisasi sebesar Rp. 39.953.500,- atau 75,07%, hal ini disebabkan efisiensi pada biaya lembur pada pelaksanaan kegiatan lelang.
• Kegiatan pengadaan peralatan rumah jabatan/dinas, dialokasikan sebesar Rp. 500.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 386.173.120,- atau 77,23%, kegiatan ini diarahkan untuk membiayai kebutuhan inventaris rumah jabatan Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim, terhadap sisa anggaran tersebut merupakan efisiensi anggaran yang direalisasikan sesuai dengan kebutuhan.
• Kegaitan pengadaan tanah, dialokasikan sebesar Rp. 352.895.000,- terealisasi sebesar Rp. 233.328.446,- atau 66,12%, kegiatan ini diarahkan untuk pembebasan lahan yang terkena pelebaran jalan negara dari simpang GOR sampai ke Jembatan Kepur, terhadap sisa anggaran tersebut merupakan belanja pegawai berupa honorarium panitia pengadaan tanah dan tim survey.
• Kegiatan pemeliharaan rutin/berkala rumah jabatan dialokasikan dana Rp. 190.000.000,-, terealiasasi sebesar Rp. 52.203.500,- atau 27,28%, alokasi anggaran kegiatan ini diarahkan untuk pemeliharaan rutin dan berkala rumah jabatan /dinas dan realisasi kegiatan tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang terjadi dan sisa anggaran yang ada dalam rangka efisiensi anggaran.
• Kegiatan pemeliharaan rutin/berkala gedung kantor, dialokasikan dana Rp. 59.594.700,- terealisasi sebesar Rp. 19.102.500,- atau 32,05%, kegiatan ini diarahkan untuk pemeliharaan rutin dan berkala gedung kantor Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan untuk merealisasikannya disesuaikan dengan tingkat kerusakan yang terjadi dan sisa anggaran yang ada dalam rangka efisiensi anggaran. • Kegiatan pemeliharaan rutin/berkala mobil jabatan, dialokasikan sebesar Rp. 163.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 100.425.000,- atau 61,61%, rendahnya realisasi kegiatan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan merupakan upaya efisiensi anggaran.
010 IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
• Kegiatan pemeliharaan rutin/berkala kendaraan dinas/operasional, dialokasikan sebesar Rp. 699.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 570.704.600,- atau 81,65%, kegiatan ini diarahkan untuk membiayai pemeliharaan kendaraan dinas lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Muara Enim, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, realisasi disesuaikan dengan kebutuhan.
• Kegiatan pemeliharaan rutin/berkala peralatan gedung kantor, dialokasikan dana sebesar Rp. 133.500.000,- dan terealisasi sebesar Rp. 88.966.000,- atau 66,64%, kegiatan tersebut diarahkan untuk membiayai kegiatan pemeliharaan instalasi listrik, instalasi air, pemeliharaan AC, dan pemeliharaan komputer, rendahnya penyerapan anggaran kegiatan tersebut merupakan upaya efisiensi pelaksanaan anggaran, yang disesuaikan dengan kebutuhan biaya pemeliharaan peralatan gedung kantor.
• Kegiatan pendidikan dan pelatihan formal, dialokasikan dana sebesar Rp. 100.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 79.250.000,- atau 79,25 %, hal ini disebabkan terbatasnya jumlah pelatihan/bimbingan teknis yang diselenggarakan oleh pemerintah, kegiatan pendidikan dan pelatihan yang diikuti dilakukan secara selektif dan harus dilaksanakan oleh institusi pemerintah atau lembaga non pemerintah yang bekerjasama/ direkomendasikan oleh Departemen terkait, sesuai dengan Surat Edaran Bupati Muara Enim tanggal 18 Mei 2009 Nomor : 900/474/PPKAD/2009.
• Kegiatan penerimaan kunjungan kerja pejabat
negara/departemen/lembaga pemerintah non departemen/luar negeri, dialokasikan sebesar Rp. 91.104.000,- terealisasi sebesar Rp. 67.058.105,- atau 73,61%, kegiatan ini diarahkan untuk pelayanan kepada tamu (pejabat negara) yang melakukan kunjunga kerja ke wilayah Muara Enim, dalam realisasinya sesuai dengan kebutuhan yaitu frekuensi dan jumlah tamu yang datang.
• Kegiatan rapat koordinasi pejabat pemerintah daerah, dialokasikan sebesar Rp. 291.651.000,- terealisasi sebesar Rp. 188.838.000,- atau 64,75%, kegiatan ini pada tahun sebelumnya dilaksanakan pertriwulan, namun untuk tahun 2012 dilaksanakan 1 kali dari 5 dapil, sehingga terdapat sisa transpot peserta, dari kecamatan dan desa/kelurahan sisa anggaran tersebut merupakan efisiensi biaya transport peserta.
232 IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
• Kegiatan kunjungan kerja/inspeksi kepala daerah/wakil kepala daerah, dialokasikan sebesar Rp. 270.894.000,- terealisasi sebesar Rp. 165.422.700,- atau 61,07%. Kegiatan ini diarahkan untuk pelayanan kepala daerah / wakil kepala daerah yang melakukan kunjungan kerja dalam wilayah Kabupaten Muara Enim. Dalam merealisasikannya sesuai dengan kebutuhan riil dan frekuensi kunjungan kerja kepala daerah / wakil kepala daerah ke wilayah Kabupaten Muara Enim.
• Kegiatan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah lainnya, dialokasi sebesar Rp. 1.499.340.000,- terealisasi sebesar Rp. 798.879.300,- atau 53,28 %, kegiatan ini diarahkan untuk membiayai perjalanan dinas luar daerah luar provinsi dan luar negeri KDH dan WKDH, dalam merealisasikannya berdasarkan kepada frekuensi perjalanan dinas yang dilakukan. Rendahnya realisasi keuangan tersebut sebagai upaya efisiensi penggunaan anggaran.
• Kegiatan pemeliharaan rutin/berkala kesehatan KDH dan WKDH, dialokasikan sebesar Rp. 150.000.000,- terealisasi sebesar Rp. 21.577.104,- atau 14,38 %, kegiatan ini diarahkan untuk biaya pemeliharaan kesehatan KDH / Wakil KDH dan dalam merealisasikannya sesuai dengan kebutuhan riil biaya perawatan kesehatan yang dilakukan.
• Kegiatan pengumpulan, penyusunan data dan informasi untuk dokumen kebijakan bidang kehutanan dan perkebunan, dialokasikan sebesar Rp. 66.627.000,- terealisasi sebesar Rp. 54.557.000,- atau 81,88%, kegiatan ini diarahkan untuk monitoring dan evaluasi kebijakan-kebijakan Bupati Muara Enim di bidang kehutanan dan perkebunan, kurang optimalnya penyerapan keuangan tersebut sebagai upaya efisiensi anggaran khususnya biaya perjalanan dinas yang direalisasikan secara rasional dengan mengendepankan azas efisiensi dan efektifitas anggaran.
• Kegiatan biaya operasional sekretariat Unit Layanan Pengadaan (ULP) dialokasikan dana sebesar Rp. 2.494.355.500,- terealisasi sebesar Rp. 1.429.486.320,- atau 57,31 %. Alokasi dana ini sebagai besar dialokasikan untuk biaya cetak dan penggandaan, mengingat pada tahun anggaran 2012, ULP Kabupaten Muara Enim telah
454 IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
melaksanakan lelang melaluie-procurementmencapai 64% kegiatan, sehingga menyebabkan terjadinya efisiensi pada belanja cetak dan penggandaan yaitu, biaya photocopy dan penjilidan dokumen tender. • Kegiatan evaluasi kelembagaan SKPD dalam Kabupaten Muara
Enim, dialokasikan sebesar Rp. 347.551.000,- terealisasi sebesar Rp. 295.040.200,- atau 84,89 %, hal ini disebabkan efisiensi biaya perjalanan dinas luar daerah yang disesuaikan dengan kebutuhan. • Kegiatan monitoring dan evaluasi pelayanan administrasi terpadu
kecamatan (PATEN), dialokasikan dana sebesar Rp. 106.100.000,- terealisasi sebesar Rp. 88.140.000,- atau 83,07 %, hal ini merupakan efisiensi perjalanan dinas dalam daerah yang direalisasikan sesuai dengan kebutuhan.
• Kegiatan pembinaan monitoring dan kompetisi pelayanan publik, dialokasikan anggaran sebesar Rp. 65.573.000,- terealisasi sebesar Rp. 40.805.000,- atau 62,23%, kegiatan ini dialokasikan untuk mengikuti kompetisi pelayanan publik tingkat nasional, namun dalam pelaksanaannya pada tingkat nasional, pemerintah pusat tidak melaksanakan komptesisi tersebut pada tahun 2012, sehingga terjadi efisiensi anggaran.
• Kegiatan koordinasi kerjasama permasalahan peraturan perundang- undangan, dialokasikan sebesar Rp. 266.233.000,- terealisasi sebesar Rp. 217.973.000,- atau 81,87%, dari dana tersebut sebagian direncanakan dialokasikan untuk bantuan hukum gratis kepada masyarakat yang tidak mampu sebanyak 8 kasus, untuk merealisasikan kegiatan tersebut diperlukan payung hukum berupa Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim tentang Bantuan Hukum Bagi Masyarakat yang Tidak Mampu, Peraturan Daerah tersebut hingga saat ini belum ada.
• Kegiatan fasilitasi percepatan penyelesaian tapal batas wilayah administrasi antar daerah, dialokasikan sebesar Rp. 604.938.500,- terealisasi sebesar Rp. 222.390.000,- atau 36,76 %, hal ini disebabkan untuk batas kabupaten/kota, penjadwalan pelacakan ke lapangan dijadwalkan oleh pemerintah provinsi, sehingga biaya perjalanan dinas dan makan minum kegiatan direalisasikan sesuai dengan kebutuhan.
676 IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
• Kegiatan sertifikasi tanah aset pemerintah dan proda, dialokasikan sebesar Rp. 350.570.000,- terealisasi sebesar Rp. 155.356.194,- atau 44,32 %, hal ini disebabkan luasan tanah aset pemerintah dan tanah masyarakat yang masuk dalam program sertifikasi kurang dari perkiraan awal dikarenakan banyak tanah masyarakat yang tidak memenuhi syarat untuk dibuatkan sertifikat gratis karena luasan tanah yang lebih dari 2 Ha dan sebagian kurang persyaratan, selain itu banyak lokasi aset pemerintah yang berada di Kota Muara Enim sehingga permintaan dana dari Badan Pertanahan Nasional tidak sebanyak yang diperkirakan.
• Kegiatan pemekaran kabupaten, dialokasikan dana sebesar Rp. 309.447.500,- terealisasi sebesar Rp. 179.257.500,- atau 57,93%, hal ini disebabkan honorarium presidium PALI tidak dapat dicairkan.
• Kegiatan lomba keindahan masjid dan kenyamanan masjid tingkat Kabupaten Muara Enim, dialokasikan sebesar Rp. 93.521.000,- terealisasi sebesar Rp. 71.209.000,- atau 76,14 %, hal ini disebabkan efisien biaya perjalanan dinas dalam daerah yang disesuikan dengan kebutuhan.
d. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
1)
Belanja Tidak Langsung, direncanakan sebesar Rp. 2.030.145.539,10,- terealisasi Rp. 1.948.471.744,00,- atau 90,88 %, diarahkan untuk membiayai belanja gaji dan tunjangan PNS, Tambahan Penghasilan PNS berdasarkan Pertimbangan Objektif Lainnya (uang makan dan tunjangan kesehatan tahunan)2)
Belanja Langsung, diarahkan untuk penyelenggaraan program dan kegiatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp.26.848.794.000,- terealisasi Rp.21.916.938.578,- atau 81,63%, untuk membiayai 7 program dan 31 kegiatan3)
Realisasi keuangan Belanja Langsung sebesar 81,63% antara lain disebabkan dalam rangka efisiensi anggaran namun ada beberapa kegiatan yang tidak terlaksana sesuai target capaian kinerja keuangan, diantaranya :898 IIEVALUASI HASIL PELAKSANAAN RKPD TAHUN LALU DAN CAPAIAN KINERJA PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN
•Kegiatan penyediaan jasa surat menyurat dianggarkan sebesar Rp.3.510.000,- terealisasi sebesar Rp.2.160.000,- atau 61,54%, hal disebabkan anggaran untuk perangko pengiriman surat tetapi pelaksanaan pengiriman surat tidak menggunakan perangko.
•Kegiatan penyediaan komponen instalasi listrik/penerangan bangunan kantor, dianggarkan sebesar Rp.90.720.000,- terealisasi Rp.25.545.000,- atau 28,16%, karena penggantian komponen