BAB IV PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Perum Pegadaian
4.1.4 Bidang Usaha Perum Pegadaian
Perum Pegadaian adalah suatu lembaga yang menjalankan operasional aktif dalam bidang perkreditan dengan menerima jaminan barang bergerak sebagai agunan atau yang disebut kredit cepat aman, untuk mengenal produk pegadaian ada produk jasa yang ditawarkan. Adapun Produk-produk layanan pegadaian yang ditawarkan saat ini adalah :
A. Produk Layanan Pegadaian 1. Kredit cepat aman (KCA) 2. Kredit Syariah (KRESYARI) 3. Kredit Angsuran Fidusia (KREASI) 4. Kredit Angsuran Gadai (KRASIDA) 5. Kredit Usaha Rumah Tangga (KRISTA) 6. Ar-RahnUsaha Mikro(ARRUM)
7. Gadai Efek (INVESTA)
8. Kiriman uang cepat dan aman (KUCICA) 9. Murabahah Logam Mulia (MULIA) 10. Jasa Taksiran dan Titipan
B. Produk Jasa yang ditawarkan Perum Pegadaian 1. Jasa Kredit cepat aman (KCA)
Merupakan Kredit jangka pendek guna memenuhi kebutuhan nasabah yang yang merupakan fasilitas pinjaman berdasarkan hukum gadai dengan prosedur yang cepat, aman dan murah. Pada operasionalnya, jenis barang bergerak adalah perhiasan, barang elektronik, kenderaan barang-barang rumah tangga, mesin dan tekstil yang dapat dijadikan agunan. Dalam hal pelunasan kredit perlu diketahui bahwa kredit tersebut dapat diliunasi sebelum jatuh tempo. Apabila kredit tidak ditebus sampai batas jangka waktu yang diberikan maka barang jaminan tersebut akan dilelang satu sampai dua minggu dari tanggal jatuh tempo dan saat itu masih diberikan kesempatan untuk menebus barang jaminan, apabila masih belum juga ditebus sampai batas waktu ditentukan dilelang di depan umum.
2. Jasa Taksiran
Jasa yang diberikan kepada masyarakat selain jasa kredit cepat aman (KCA) adalah jasa taksiran. Jasa taksiran ini diberikan kepada masyarakat dimulai pada tahun 1994. Pegadaian melayani masyarakat yang ingin mengetahui keaslian serta mutu dari perhiasannya. Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah, pegadaian melakukan berbagai cara dan upaya untuk mewujudkan pelayanan yang mantap dan terbaik seperti:
a. Penyediaan, pelatihan karyawan untuk menghasilkan penaksir yang benar-benar ahli dan terampil dalam menaksir nilai suatu barang berharga.
b. Penyediaan sarana-sarana lain eperti mempergunakan teknologi yang lebih baik untuk membantu juru taksir dalam menentukan nilai suatu barang.
Barang-barang yang ditaksir terbatas hanya barang-barang berharga seperti emas, perak, berlian dan lain-lain.
3. Jasa Titipan
Jasa titipan ini dibrikan kepada masyarakat yang menginginkan keamanan barang mereka selama mereka berpergian untuk waktu yang lama. Penitipan barang-barang ini berlaku seperti surat berharga dan barang-barang-barang-barang berharga lainnya.
Jasa titipan adalah suatu bentuk layanan penyimpanan barang untuk dititipkan sementara di cabang pegadaian. Yang dimaksud dengan titipan adalah:
1. Barang berharga yang berdasarkan ketentuan yang berlaku diterima sebagai barang gadaian.
2. Surat-surat berharga atau dokumen lain yang oleh pemiliknya dianggap berharga.
Syarat-syarat penitipan barang berdasarkan ketetapan yang dibuat oleh pihak Perum Pegadaian adalah:
1. Barang pegadaian tidak menngusut atau tidak bertanggung jawab atas asal usul barang titipan, status barang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemilik.
2. Perum Pegadaian tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau penyusutan yang diakibatkan oleh proses alamiah barang itu sendiri.
3. Dalam hal penitip meninggal dunia, barang titipan hanya dapat diambil oleh salah seorang ahli waris dan dengan surat kematian dari yang berwenang.
4. Untuk barang yang rusak sebagian atau seluruhnya yang diakibatkan oleh kesalahan pegadaian akan diganti oleh Pegadaian sesuai dengan peraturan yang berlaku.
5. Perum Pegadaian bertanggung jawab atas keadaan barang titipan sampai jatuh tempo apabila tidak diambil atau tidak ada keterangan perpanjangan dianggap diperpanjang akan dikenakan biaya tambahan sesuai tarif penitipan barang yang berlaku.
Selain dikenakan tarif biaya penyimpanan juga dikenakan biaya asuransi tapi biayatersebut relatif murah, yang dapat dilihat pada tabel I dibawah ini.
Tabel 4.1
Tabel Biaya Penyimpanan dan Asuransi
Golongan Barang Biaya Penyimpanan dan Asuransi
A Tekstil Rp. 200
A Kantong Rp. 200
A Gudang Rp. 400
B Kantong Rp. 1000
B Gudang Rp. 2000
C Kantong Rp. 2000
C Gudang Rp. 2000
D Kantong Rp. 5000
D Gudang Rp. 6000
(Sumber: Perum Pegadaian kantor Daerah I Medan)
Dalam menjalankan operasional usahanya, Pegadaian mempunyai aturan dasar dalam menetapkan barang yang dijadikan sebagai barang jaminan kredit. Bila ditinjau dari segi barang itu sendiri, barang jaminan dapat diklasifikasikan ke dalam 5 golongan yaitu:
1. Barang perhiasan yaitu semua barang yang tergolong ke dalam perhiasan seperti emas, platina, perak, berlian, permata dan lain-lain.
2. Barang rumah tangga yaitu barang-barang yang tergolong ke dalam barang rumah tangga seperti mesin jahit, jam dinding dan lain-lain.
3. Barang elektronik yaitu barang- barang yang termasuk golongan elektronika seperti televisi, komputer, tape recorder, rice coooker, blender dan lain-lain.
4. Barang tekstil yaitu barang-barang yang termasuk golongan kain seperti bakal, kain panjang, kain sarung, songket, ulos dan lain-lain.
5. Kenderaan yaitu barang yang dikategorikan sebagai kenderaan seperti sepeda motor, mobil dan lain-lain.
Syarat-syarat yang ditetapkan Perum Pegadaian sebagai jaminan kredit yaitu:
1. Batas maksimum umur barang.
a. Sepeda motor ≤ 5 tahun.
b. Mobil ≤ 10 tahun.
c. Barang Elektronik ≤ 3 tahun.
2. Memiliki bukti kepemilikan barang.
3. Berada dalam kekuasaan nasabah.
4. Khusus bagi sound system atau tape harus menyertakan loudspeaker.
5. Persyaratan lain yang di atur dalam surat edaran direksi.
Dalam memberikan Kredit gadai kepada nasabah barang jaminan kredit disesuaikan dengan kredit yang diberikan. Perum Pegadaian dalam menjalankan operasional pemberian kredit gadai membuat golongan uang pinjaman, seperti yang terlihat pada tabel 2.
Tabel 4.2
Tabel Penggolongan Uang Pinjaman dan Tarif Sewa Modal
Golongan Uang pinjaman
Sewa (Sumber: Perum Pegadaian Kantor Daerah I Medan)
Adapun prosedur pemberian kredit sebagai berikut:
1. Tahap Permohonan
Nasabah menyerahkan barang yang akan dijadikan sebagai barang jaminan kepada penaksir. Bersamaan dengan penyerahan yang akan digadaikan tersebut nasabah juga wajib menyerahkan bukti kpemilikan atas barang tersebut besrta pengenal. Hal ini merupakan suatu yang wajib dilaksanakan oleh nasabah.
2. Tahap analisa kredit
Pada tahap ini penaksir akan melakukan analisa kredit yang berorientasi kepada barang jaminan. Penaksir yang melakukan besarnya plafon pinjaman yang didasari kepada barang jaminan. Guna menentukan nilai barang jaminan, penaksir berpedoman kepada buku peraturan menaksir dan surat edaran yang berlaku.
3. Tahap Keputusan
Kuasa pemutus kredit (KPK) akan memutuskan besarnya permohonan kredit.
Untuk pinjaman yang dikategorikan ke dalam golongan A dapat diputuskan langsung oleh penaksir. Sedangkan untuk pinjaman yang dikategorikanke dalam golongan B/C/D akan diputuskan oleh KPK atau kacab. Besarnya uang pinjaman yang diperoleh oleh nasabah dapat dilihat pada tabel 4.3.
Tabel 4.3
Persentase Uang Pinjaman Atas Taksiran
Golongan Uang Pinjaman (UP)
A Taksiran x 91% = UP
B Taksiran x 91% = UP
C Taksiran x 89% = UP
D Taksiran x 88% = UP
(Sumber: Perum Pegadaian Kantor Daerah I Medan)
4. Tahap Pengikatan Jaminan
Pengikatan barang jaminan wajib dilakukan guna menjamin keamanan kredit gadai. Barang yang diserahkan diikat dengan cara:
a. Barang secara fisik diserahkan kepada Perum Pegadaian dan secara fisik dikuasai oleh Perum Pegadaian.
b. Hak kepemilikan barang jaminan tetap berada pada pihak pemilik barang tersebut.
5. Tahap Realisasi
Setelah barang ditaksir oleh penaksir dan besarnya pinjaman telah disetujui maka nasabah dapat memperoleh uang pinjaman. Prosedur memperoleh pinjaman biasanya memakan waktu kurang lebih 15 menit dan tanpa dibebani biaya apapun.
Pelunasan uang pinjaman dapat dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu tanggal jatuh tempo kredit karena dengan menunda-nunda akan memperbesar bunga kredit. Penyelesaian pinjaman dapat dilakukan dengan cara:
1. Penebusan /Pelunasan Penuh, hal ini berarti nasabah membayar seluruh uang pinjaman beserta dengan sewa modal /bunga pinjaman uang diterima nasabah.
2. Gadai ulang , artinya nasabah dapat memperbaharui kredit/ pinjaman dengan hanya membayar bunganya saja. Hal ini merupakan kemudahan bahkan keuntungan bagi nasabah. Dengan gadai ulang maka nasabah diberi perpanjangan waktu kredit selama empat bulan kedepan.
3. Mencicil, yaitu nasabah memperbaiki kredit dengan membayar bunga/sewa modal dan dengan mengurangi/mencicil sebagian uang pinjaman. Bila nasabah mencicil uang pinjaman maka perhitungan persentase sewa modal/bunga akan dihitung dari saldo kredit yang baru.
Setiap sampai batas waktu kredit nasabah tidak melunasi, menyicil atau memperpanjang kredit maka barang jaminannya akan dilelang. Prosesnya sebagai berikut:
1. Dua bulan sebelum tahun kalender berakhir setiap kantor cabang diwajibkan mengirimkan daftar lelang untuk tahun berikutnya ke kantor daerah masing-masing.
2. Penentuan pelelangan atas barang jaminan tersebut menurut golongan adalah sebagai berikut:
a. Golongan A dilelang pada awal bulan ke-8.
b. Golongan B, C, dan D dilelang pada awal bulan ke-5.
3. Dalam setiap bulannya lelang dilaksanakan tanggal 5 sampai dengan 15 atau berdasarkan pertimbangan tertentu dan tanggal lelang dapat diundur sepanjang masih dalam bulan tersebut.
4. Pelaksanaan lelang harus diumumkan pada :
a. Papan pengumuman yang ada di kantor cabang Medan.
b. Khusus untuk golongan C dan harus diberitahukan secara tertuli kepada pemilik barang jaminan.