• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bisnis Proses BSN

Dalam dokumen Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 10); (Halaman 113-120)

D. Misi 4: Layanan Infrastruktur TIK Terpadu dan Teramankan

24 Pemanfaatan Sertifikat Elektronik

5.3. Bisnis Proses BSN

Definisi proses bisnis menurut Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 adalah sekumpulan kegiatan yang terstruktur dan saling terkait dalam pelaksanaan tugas dan fungsi instansi pusat dan pemerintah daerah masing-masing. Integrasi proses bisnis dilakukan dengan cara di antaranya sebagai berikut (Peraturan Menteri PAN-RB No. 5 tahun 2018):

a. Penyesuaian dan penyatuan antar proses bisnis unit kerja/perangkat daerah tertentu sehingga mencapai kesatuan proses bisnis Instansi Pusat/Pemerintah Daerah dengan seluruh tugas dan fungsinya.

b. Integrasi proses bisnis dilakukan antar proses bisnis Instansi Pusat, antar Pemerintah Daerah, dan/atau antar Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah dalam membangun hubungan alur kerja antar Instansi Pusat, antar Pemerintah Daerah, dan/atau antar Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah Dalam mendesain proses bisnis terintegrasi di Badan Standardisasi Nasional perlu diperhatikan bagaimana proses bisnis yang menunjang tugas dan fungsi instansi tersebut yang nantinya akan terintegrasi baik di internal instansi Badan Standardisasi Nasional maupun terintegrasi dengan instansi luar yang terkait jika dibutuhkan. Untuk mendesian proses bisnis terintegrasi perlu dipahami apa saja tugas dan fungsi terkait Badan Standardisasi Nasional. Tugas dan fungsi Badan Standardisasi Nasional diamantakan melalui beberapa peraturan perundang-undangan diantaranya sebagai berikut:

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian.

2. Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2018 tentang Badan Standardisasi Nasional.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2018 tentang Sistem Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian Nasional.

5—101 4. Peraturan Badan Standardisasi Nasinal Nomor 10 Tahun 2018 tentang

Organisasi dan Tata Kerja Badan Standardisasi Nasional.

Berdasarkan peraturan perundang-undangan diatas tugas fungsi Badan Standardisasi Nasional yang diamanatkan diantaranya sebagai berikut:

1. Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian

Standardisasi merupakasan proses merencanakan, merumuskan, menetapkan, menerapkan, memberlakukan, memelihara dan mengawasi Standar yang dilaksanakan secara tertib dan bekerjasama dengan Pemangku Kepentingan. Sedangkan Penilaian Kesesuaian ini merupakan kegiatan untuk menilai bahwa Barang, Jasa, Sistem, Proses atau personal telah memenuhi Persyaratan Acuan. Penilaian Kesesuain ini dilakukan oleh Lembaga Penilaian Kesesuaian yang telah di Akreditasi KAN. Untuk kebijakan dan Skema Penilaian Kesesuaian terkait mekanisme Penilaian Kesesuaian dilakukan oleh Badan Standardisasi pada Deputi yang membidangi Penerapan Penilaian Kesesuaian .

2. Akreditasi

Badan Standardisasi memiliki fungsi di bidang penyelenggaraan akreditasi lembaga penilaian kesesuaian dengan melaksanakan tugas sebagai penyususn dan pelaksanaan kebijakan di bidang penyelenggaraan akreditasi lembaga penilaian kesesuaian.

3. Pengelolaan Standar Nasional Satuan Ukuran

Pengelolaan standar nasional satuan ukuran merupakan kegiatan dalam ketertelusuran ke sistem satuan internasional yang dilakukan Badan Standardisasi Nasional.

4. Penelitian dan Pengembangan

Badan Standardisasi Nasional dan atau kementerian/lembaga melakukan penelitian dan pengembangan standardisasi dalam rangka perencanaan, perumusan, penerapan dan pemberlakuan serta pemeliharaan

5—102 Standar Nasional Indonesia. Penelitian dan Pengembangan Standardisasi ini merukan proses pendukung dari fungsi utama BSN.

Penggambaran Value Chain yang menggambarkan rantai nilai Badan Standardisasi Nasional:

Gambar 5-8 Value Chain Badan Standardisasi Nasional

Desain Proses Bisnis terintegrasi Badan Standardisasi Nasional lingkup eksternal (antar Instansi) dan internal (antar unit kerja) baik pada proses bisnis utama maupun pada proses bisnis pendukung dijelaskan sebagai berikut.

1. Proses bisnis terintegrasi antar unit kerja di Badan Standardisasi Nasional a. Proses bisnis utama Badan Standardisasi Nasional

Proses bisnis utama terintegrasi di Badan Standardisasi Nasional merupakan serangkaian proses bisnis utama yang saling terkait di unit kerja di Badan Standardisasi Nasional. Keterkaitan proses bisnis utama antar unit kerja di BSN dijelaskan pada Gambar 5.4

Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian

Hukum/Organisasi Tata Laksana/Humas Teknologi Informasi

Layanan Publik Barang Milik Negara

Naskah Dinas

Pengelolaan Standar Nasional Satuan Ukuran Pengelolaan Akreditasi

Peneltian dan Pengembangan

Kepegaw aian Pengembangan Standar Monitoring dan Evaluasi Terw uju dnya infra struk tu r m utu na sio nal y an g h anda l u ntu k m en ingka tkan d ay a s ain g d an k ua litas hidup ban gsa. Keuangan Perencanaan dan Penganggaran Pengadaan U T A M A P E N D U K U N G Akuntabilitas Kinerja

5—103

Gambar 5-9 Proses bisnis utama terintegrasi antar unit kerja Badan Standardisasi Nasional

b. Proses bisnis pendukung Badan Standardisasi Nasional

Desain proses bisnis pendukung terintegrasi di Badan Standardisasi Nasional ini digambarkan dengan keterkaitan proses perencanaan dan penganggaran sampai dengan proses monitoring dan evaluasi. Selain itu adanya keterkaitan proses bisnis dengan melalui berbagi pakai data kepegawaian dan data naskah dinas. Keterkaitan proses bisnis pendukung antar unit kerja di Badan Standardisasi Nasional digambarkan pada gambar berikut.

5—104

Gambar 5-10 Proses Bisnis Pendukung Terintegrasi antar unit kerja di BSN

2. Proses Bisnis terintegrasi antar Instansi dengan Badan Standardisasi Nasional a. Proses bisnis utama Badan Standardisasi Nasional

Proses bisnis utama terintegrasi antar instansi di BSN merupakan keterkaitan proses dalam standardisasi dan penilaian kesesuaian. Dalam Pengembangan Standardisasi terdapat proses perencanaan standar yang melibatkan Kementerian/Lembaga, Pemerintah Daerah maupun

stakeholder terkait yang mempunyai kepentingan dalam mengusulkan

Program Nasional Peumusan Standar. Selain itu dalam Perumusan standar dilakukan oleh Komite Teknis yang merupakan perwakilan pemangku kepentingan untuk lingkup tertentu dan bertugas dalam melaksanakan perumusan standar. Dalam perumusan Standar Nasional Indonesia masyarakat dilibatkan untuk dapat memberikan masukan dalam rancangan

5—105 Standar Nasional Indonesia yang sedang dirumuskan. Penyelenggaraan akreditasi dilakukan oleh BSN dan KAN, untuk kebijakan akreditasi dilakukan Deputi bidang Akreditasi BSN, sedangkan yang melakukan akreditasi Lembaga Penilaian Kesesuain dilakukan oleh Komite Akreditasi Nasional. Gambar 4. Menjelaskan keterkaitan proses bisnis utama BSN dengan Instansi, masyarakat maupun stakeholder terkait.

Gambar 5-11 Proses bisnis utama terintegrasi BSN antar Instansi

b. Proses bisnis pendukung Badan Standardisasi Nasional

Proses bisnis pendukung BSN yang terintegrasi antar Instansi terkait dengan sebagai berikut:

i. Keterpaduan proses bisnis pendukung pengelolaan kepegawaian BSN dengan proses manajemen kepegawaian dengan Badan Kepegawaian Nasional.

5—106 ii. Proses bisnis pengelolaan naskah dinas BSN terintegrasi dengan proses kearsipan ANRI. Hal ini dapat dilakukan dengan mengimplementasikan aplikasi berbagi pakai terkait manajemen naskah dinas dan/atau adanya interkoneksi data naskah dinas BSN dengan ANRI sesuai dengan kebutuhan.

iii. Proses bisnis pengelolaan dokumentasi dan informasi hukum BSN terkoneksi dengan proses pengelolaan dokumentasi dan hukum oleh BPHN. Hal ini dapat dilakukan dengan interkoneksi pada Jaringan Dokumendati dan Informasi Hukum Nasional.

5—107

Dalam dokumen Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 10); (Halaman 113-120)