D. Mitra Strategis
1.5. Format Dokumen
1.5.2. Metode penyusunan
Pada prinsipnya metodologi penyusunan Arsitektur dan Peta Rencana SPBE Badan Standardisasi Nasional 2020 – 2024 ini mencakup antara lain:
1. Penganalisaan Terhadap Kondisi Saat Ini (Current Condition). Penganalisaan ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi yang memadai mengenai kondisi penerapan teknologi informasi saat ini di Badan Standardisasi Nasional. Termasuk dalam hal ini adalah penganalisaan terhadap aplikasi bisnis yang telah ada, infrastruktur jaringan, SDM pendukung, computer literacy, peraturan-peraturan (regulasi) internal yang ada dan terkait dengan penerapan teknologi informasi.
2. Penganalisaan Terhadap Kondisi Ideal (Future State). Penganalisaan ini dimaksudkan untuk menyusun kondisi atau konsep ideal bagi Badan Standardisasi Nasional dalam penerapan TIK untuk mendukung keseluruhan aspek bisnisnya. Penganalisaan difokuskan pada bagaimana teknologi informasi dapat mendukung tercapainya visi dan misi Badan
1—23 Standardisasi Nasional. Dalam hal ini juga dilakukan penganalisaan terhadap kondisi internal yaitu SDM pendukung dan peraturan internal yang terkait dengan teknologi informasi serta pengaruh-pengaruh external, khususnya perkembangan TIK itu sendiri.
3. Pengembangan Transition Plan. Dalam pengembangannya dilakukan penganalisaan terhadap kendala-kendala yang ada (gap analysis), yaitu kesenjangan yang ada antara kondisi ideal yang ingin dicapai, kondisi dimana TIK akan dapat dipergunakan secara optimal dalam mendukung visi dan misi Badan Standardisasi Nasional, dengan kondisi yang ada saat ini. Dari hasil penganalisaan ini akan dapat diketahui posisi saat ini untuk mencapai kondisi ideal yang diharapkan, dan mengacu kepada hal ini akan dikembangkan pula langkah-langkah kedepan, berikut dengan penyusunan prioritas kegiatan sehingga kondisi ideal yang diharapkan dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu.
1.5.3. Format Dokumen
Format dokumen yang akan disusun adalah sebagai berikut: Bab 1 Pendahuluan
Bab 2 Kondisi terkini Bab 3 Analisa
Bab 4 Kebijakan Strategis Bab 5 Desain
Bab 6 Implementasi Bab 7 Penutup Lampiran
2—24
BAB 2 KONDISI TERKINI
Layanan Standardisasi Nasional memerlukan layanan TIK yang cepat, akurat, efisien dan efektif dalam rangka mendukung akurasi, serta terciptanya pemerintahan yang baik dan benar. TIK selain dimanfaatkan untuk layanan SPBE, juga digunakan sebagai pengelolaan data Standardisasi dan akreditasi terintegrasi antar institusi. Perkembangan teknologi yang pesat memberikan kemudahan di berbagai bidang. SPBE adalah pemanfaatan TIK untuk mewujudkan pemerintahan yang efisien, efektif, transparan serta lebih cepat dalam transaksi informasinya.
Dorongan penerapan SPBE di Indonesia sebagai berikut: (a) adanya harapan terhadap penerapan tata kelola kepemerintahan yang baik; (b) sebagai upaya untuk mempermudah akses pelayanan; (c) sebagai amanah terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi; (d) tuntutan transparansi pengelolaan anggaran instansi; (f) tuntutan atas akuntabilitas; (g) sebagai sarana membangun kepercayaan masyarakat; (h) untuk mendorong produktifitas organisasi, dan lain sebagainya. Indikator manajemen dan pengelolaan SPBE sendiri, terdiri atas: perencanaan TI, manajemen belanja / investasi TI, realisasi TI, infrastruktur, hardware dan software, pengoperasian TI, pemeliharaan TI, serta monitoring dan evaluasi. Penyelenggaraan SPBE atau SPBE merupakan langkah ke 5 dari 9 langkah reformasi birokrasi.
Sejalan dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi informasi dan komunikasi, serta meningkatnya tuntutan mutu pelayanan kepada masyarakat yang lebih efektif dan efisien dalam rangka mewujudkan BSN menuju Smart
Governance, perlu adanya kerangka acuan pengembangan penyelenggaraan SPBE
di BSN dalam bentuk rencana induk Penyelenggaraan SPBE. BSN didorong untuk melakukan inovasi dan pembaruan khususnya untuk pelayanan masyarakat yang berbasis TIK. Inovasi tersebut meliputi semua bentuk pembaruan dalam penyelenggaraan koordinasi antar institusi terkait standardisasi dan akreditasi. Kebijakan ini mengacu kepada prinsip: peningkatan efisiensi, perbaikan efektivitas, perbaikan kualitas pelayanan, tidak adanya konflik kepentingan, berorientasi kepada kepentingan publik, dilakukan secara terbuka, memenuhi nilai-nilai
2—25 kepatutan dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan.
Dari hasil penggalian data dan informasi dengan melihat langsung ke beberapa titik layanan infrastruktur TIK maka didapat resume atas semua catatan perkembangan penyelenggaraan SPBE di BSN sampai dengan akhir tahun 2018 adalah sebagai berikut:
2.1. Kelembagaan
Saat ini urusan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dikelola oleh Pusat Data dan Informasi (Pusdatin). Setiap unit kerja telah mengembangkan sistem informasinya sendiri melalui koordinasi dengan Pusdatin, pengembangan layanan Infrastruktur TIK telah sepenuhnya dikendalikan oleh Pusdatin. Pusdatin telah memiliki kemampuan untuk melayani semua kebutuhan unit kerja, sehingga unit kerja tidak memiliki alasan untuk belanja sendiri kebutuhan TIK nya. Belanja barang TIK di laksanakan oleh Bagian Pengadaan Barang dan Jasa dengan keterlibatan dari Pusdatin, hal ini dalam rangka mereduksi risiko pada kontrol pengadaan barang dan jasa TIK agar sesuai dengan yg dibutuhkan. Beberapa unit kerja memiliki SDM TIK nya sendiri, sementara SDM TIK yang ada di Pusdatin sudah cukup memadai jumlah dan kualitas pengetahuan kompetensi TIK.
Berikut bagan organisasi pengelola TIK Badan Standardisasi Nasional:
2—26
2.2. Kebijakan
Sudah ada kebijakan strategis SPBE, sudah mulai disusun kebijakan strategis berupa peraturan kepala untuk penyelenggaraan SPBE di BSN yang sesuai dengan Visi dan Misi pembangunan BSN. Selama ini kebijakan yg dijalankan sudah sampai level taktis berupa surat edaran dari eselon 1 maupun eselon 2, sedangkan kebijakan operasional berupa SOP sudah cukup banyak yang disusun berdasarkan standar nasional. Adapun kebijakan yang sudah ada diantaranya adalah: Kebijakan Strategis yaitu Keputusan Kepala Badan Standardisasi Nasional Nomor 114A/KEP/BSN/5/2018 Tentang Tim Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Badan Standardisasi Nasional, sedangkan Kebijakan Operasional (SOP) sudah ada di beberapa sistem elektronik yang dimiliki BSN.
2.3. Infrastuktur
Saat ini infrastruktur TIK di BSN sudah terpadu satu pintu, meskipun belum ada kebijakan manajemen terpadu penyelenggaraan infrastruktur TIK, semua infrastruktur TIK BSN dikendalikan oleh BSN baik sewa akses maupun belanja perangkat TIK lainnya. Secara global untuk Topologi WAN antar Site seperti berikut:
2—27 Pada masing – masing site, menggunakan koneksi internet sendiri secara terpisah (provider maupun ip publik yang digunakan) dengan besaran bandwidth yang berbeda (100 Mbps, 130 Mbps, 50 Mbps, 20 Mbps). Namun untuk semua site terhubung ke Site Pusat (Gedung BPPT) dengan Metro E masing – masing sebesar 100 Mbps, sehingga interkoneksi antar site tidak perlu akses ke internet. Hal ini memungkinkan pertukaran data antar site bisa lebih cepat dan handal.
Gambar 2-3 Topologi Manajemen Jaringan BSN
Topologi di atas merupakan topologi network yang diterapkan oleh Badan Standardisasi Nasional dimana ada beberapa site data center yang saling terhubung. Sitenya antara lain:
a) Serpong SNSU
b) Serpong DC BJIK – BPPT c) Gedung BPPT
d) Menara Thamrin
Aspek keamanan jaringan pada masing – masing site sudah diterapkan DMZ terhadap perangkat server dan pemanfaatan firewall (Perangkat Fortinet dan Shopos). Untuk site Menara Thamrin yang sebagian besar diperuntukan untuk akses internet, belum dialokasikan perangkat firewall khusus seperti halnya site lainya,
2—28 namun bisa menggunakan fitur Firewall dari Router Mikrotik yang terpasang. Untuk keamanan jaringan terkait penggunaan wifi, semestinya sudah diterapkan autentifikasi tambahan terhadap perangkat – perangkat yang diizinkan terhubung ke dalam jaringan, bukan hanya mengandalkan password dari masing – masing SSID Akses point saja. Fitur autentifikasi tambahan ini bisa memanfatkan dari perangkat router yang me-manage akses point yang digunakan untuk layanan internet akses.
Pengelompokan network untuk Server dan client, akan mempermudah dalam me-manage terhadap network serta memudahkan dalam maintenance maupun lokalisir IP jika terjadi serangan pada keamanan jaringan. Mungkin yang perlu diperhatikan adalah kabel dari core switch ke distribution switch yang berbeda beda lantai, untuk di pertimbangkan media yang dipakai bisa menggunakan kabel UTP (Unshielded twisted-pair) Cat 5e / 6 keatas atau patchcord fiber optik (disesuaikan dengan dukungan perangkat tentunya) serta pemasangan kabel backup yang bisa dimanfaatkan skaligus untuk aggregation link dan backup link antara core switch dengan distribution switch (disesuaikan dengan fitur dukungan perangkat tentunya).
Selain itu teknologi virtualisasi juga sudah diterapkan, hal ini akan memaksimalkan penggunaan resource server yang dimiliki. Pemanfaatan virtualisasi digunakan di Site Kantor Pusat (Gedung BPPT) dan Colocation di DC BJIK BPPT, yang saat ini juga sudah terhubung dengan jaringan Metro E ke kantor Pusat. Keamanan jaringan dalam virtualisasi juga bisa diterapkan dengan tetap menggunakan IP lokal pada VM (Virtual Machine) server aplikasi / database dengan penggunaan NAT (Network Address Translation) IP publik disisi firewall dan kombinasi firewall pada masing masing VM yang berjalan.
Sebagai hasil evaluasi yang telah dilakukan, maka terdapat beberapa hal yang perlu dicatat dalam dokumen ini sebagai perbaikan, yaitu:
1. Pemanfaatan data center BJIK – BPPT yang berlokasi di Puspiptek Serpong sebagai alternatif pengganti data center BSN yang ada di gedung BPPT 1 lantai 11. Sebagai akibat dari gedung BPPT yang bukan
2—29 milik BSN, maka timbul berbagai permasalahan yang sulit ditangani seperti: masalah genset, pemadam kebakaran, renovasi ruangan. Di mana semua harus seizin pengelola gedung BPPT, dan kesulitan memperoleh izin. Oleh karena itu, server yang ada di data center BSN saat ini sudah dipindah ke data center BJIK-BPPT yang berlokasi di Puspiptek Serpong, dengan sistem sewa rak (colocation).
2. Untuk menyelesaikan masalah kebutuhan storage bagi penyimpanan dokumen seluruh unit kerja di BSN, maka Pusdatin melakukan kerja sama dengan BJIK-BPPT untuk melakukan penyewaan cloud storage sebesar 70 TB. Klausul dalam SMKI menyarankan agar menghindari pemanfaatan perangkat bergerak seperti USB, harddisk eksternal dan lain-lain sebagai sarana penyimpanan dan pertukaran dokumen. Oleh sebab itu disediakan storage untuk masing-masing unit kerja di BSN sebagai sarana penyimpanan dan pertukaran dokumen.
3. Sebagai tindak lanjut evaluasi topologi jaringan di gedung BPPT 1 dan Menara Thamrin, maka telah dilakukan revitaliasi jaringan dan infrastruktur. Tahap awal kegiatan ini ialah melakukan evaluasi dan menyusun desain perbaikan arsitektur jaringan dan infrastruktur di gedung BPPT dan menara Thamrin. Selanjutnya dilakukan revitalisasi jaringan dan infrastruktur berdasar kepada desain yang telah disusun. 4. Pemanfaatan Pusat Data Nasional (PDN) milik Kominfo untuk backup
storage dan aplikasi yang dimiliki oleh BSN.
2.4. Sistem Informasi
Sistem informasi yang ada adalah bahwa pengelolaan data terintegrasi masih belum terlaksana karena belum ada kesepahaman dan budaya sharing data penyelenggaraan pemerintahan terintegrasi. Setiap unit kerja sudah menyadari pentingnya pembangunan sistem informasi sebagai bagian dari tuntutan masyarakat dan indikator kinerja ASN BSN, serta sudah menjadi kebutuhan dalam menjalankan tugas layanannya.
2—30
Tabel 2-1 Daftar Aplikasi BSN
No Nama Aplikasi Fungsi Unit Kerja
A Layanan Utama
1 Sistem Informasi Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian http://sispk.bsn.go.id/
Aplikasi layanan publik mekanisme penerbitan SNI, di mulai dari usulan hingga menjadi produk SNI, serta informasi Lembaga Penilaian Kesesuian
Pusdatin
B Situs Layanan internal
1 https://webmail.bsn.go.id email resmi pegawai BSN
Pusdatin
2 http://diklat.bsn.go.id, registrasi pelatihan secara online dan mendapatkan informasi seputar jadwal pelatihan PUSRISBANG 3 http://intranet.bsn.go.id meningkatkan efektifitas penyebaran informasi dan kegiatan internal BSN
Pusdatin
4 https://hadir.bsn.go.id Absensi online Pusdatin/ SDMOH 5 https://dahara.bsn.go.id Daftar hadir rapat
online
Pusdatin/ SDMOH 6 https://rb.bsn.go.id Aplikasi Reformasi
Birokrasi online
SDMOH
7 https://etiket.bsn.go.id Aplikasi Sistem Manajemen Layanan Teknologi Informasi
Pusdatin
8 https://esign.bsn.go.id Aplikasi tanda tangan elektronik
2—31 C Situs Layanan Publik
1 http://bsn.go.id Sarana informasi kegiatan BSN dan layanan kepada masyarakat atau
pemangku kepentingan
Pusdatin
2 http://infolpk.bsn.go.id Informasi umum pencarian LPK
Pusdatin
3 http://sni.bsn.go.id Penjualan dokuman SNl
Pusdatin
4 http://perpustakaan.bsn.go.id Informasi koleksi (jurnal, buku dan repositoiy institusi) BSN
Pusdatin
5 http://kan.bsn.go.id informasi skema akreditasi yang dijalankan oleh KAN beserta informasi kegiatan KAN
ALIS dan AL & LI
6 http://akreditasi.bsn.go.id pendaftaran akreditasi bagi LPK secara online dan mengelola tahapan - tahapan dalam proses registrasi
ALIS dan AL & LI
7 https://live.bsn.go.id streaming video SNI Channel
Pusdatin
8 http://e-training.bsn.go.id informasi akun data peserta training sesuai kebutuhan KAN
ALIS dan AL & LI
9 http://bangbeni.bsn.go.id Pengecekan barang bersertifikasi SNI dan terdapat fasilitas untuk melaporkan jika ada produk yang diindikasikan melanggar ketentuan SNI ALIS dan AL & LI
2—32 10 http://tbt.bsn.go.id informasi regulasi
teknis yang telah dinotifikasi ke TBT WTO
Pusat Kerjasama Standardisasi
11 http://un.bsn.go.id Informasi layanan jasa sponsoring authority, serta melakukan pendaftaran permohonan UN dan pemantauan secara daring Pusat Kerjasama Standardisasi
12 http://sijamas.bsn.go.id informasi kerjasama standardisasi yang mencakup usulan kerjasama sampai dengan implementasi kerjasama Pusat Kerjasama Standardisasi 13 http://sniaward.bsn.go.id Informasi penyelenggaraan SNI Award PPSPK
14 http://eleaming.bsn.go.id untuk mempelajari standardisasi dan penilaian kesesuaian secara online dan mandiri. Peserta dapat mengunduh materi, mengikuti ujian, dan mencetak sertifikat secara mandiri dan gratis
PUSRISBANG
15 http://js.bsn.go.id informasi jurnal standardisasi yang telah terakreditasi oleh LIPI
PUSRISBANG
16 http://repository.bsn.go.id pengelolaan data hasil penelitian - penelitian yang dilakukan oleh puslitbang
2—33 17 http://codexindonesia.bsn.go.id informasi kegiatan
codex Indonesia
SPSPK
18 http://lpk.bsn.go.id/ Informasi pencarian laboratorium dan lembaga sertifikasi produk sesuai SNI yang ada. Selain itu juga terdapat
parameter terkait SNI
PSPS
19 http://sipmas.bsn.go.id Komunikasi dengan masyarakat, khususnya terkait dengan keluhan, pengaduan, kritik dan/atau saran kepada BSN demi mewujudkan pelayanan BSN yang lebih baik Inspektorat D Aplikasi e-Office
1 Sistem Informasi Keuangan http://sipakar.bsn.go.id
Sebagai aplikasi yang dimulai dari pengajuan Usulan Kebutuhan Dana (UKD) hingga pertanggungjawaban realisasi anggaran
Rorenkeu & TU
2 Sistem Informasi Perencanaan dan Penganggaran
http://sipp.bsn.go.id
Sebagai aplikasi yang digunakan untuk merencanakan anggaran dan
melaporkan kegiatan setiap periode tertentu. Selain itu juga
berfungsi untuk evaluasi dan
monitoring kineija dan anggaran setiap unit kerja
Rorenkeu & TU
3 Sistem Informasi Legislasi Aplikasi pendayagunaan
Biro Sumber Daya Manusia,
2—34 http://jdih.bsn.go.id bersama atas dokumen
hukum secara tertib, terpadu, dan
berkesinambungan, serta merupakan sarana pemberian pelayanan informasi hukum secara lengkap, akurat, mudah, dan cepat di lingkungan BSN
Organisasi dan Hukum
4 Sistem Informasi Kearsipan http://tnde.bsn.go.id Aplikasi untuk melaksanakan tata persuratan di BSN secara elektronik Rorenkeu & TU
5 Sistem Informasi Umum http://kantaya.bsn.go.id/ Aplikasi untuk melakukan peminjaman dan penjadwalan ruang rapat Rorenkeu & TU 6 Sistem Informasi Kepegawaian http://simpeg.bsn.go.id/ Aplikasi Sistem Informasi Kepegawaian yang dirancang secara terkomputerisasi untuk menangani berbagai hal mulai dari
pengisian, pengolahan dan pemusatan data sehingga dapat menangani berbagai laporan yang berhubungan dengan kepegawaian dan sebagai database dokumen sistem manajemen mutu BSN Biro Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Hukum
7 Sistem Informasi Pengawasan http://sipatlha.bsn.go.id
Aplikasi penyampaian hasil tindak lanjut audit Inspektorat BSN. Pada aplikasi ini, proses dan status tindak lanjut dari data
2—35 yang disampaikan oleh
entitas dapat diketahui dan diakses secara real time
Sistem Informasi dari Instansi Pembina
Tabel 2-2 Sistem Informasi dari Pembina
No Nama Aplikasi Fungsi Unit Kerja
A Sistem Informasi Keuangan
1 Aplikasi SAS (offline)
Aplikasi yang digunakan untuk membuat SPM dan juga beberapa fungsi terpadu lainnya dalam rangka pelaksanaan APBN
Rorenkeu & TU
2 https://simponi.kem enkeu.go.id/
Sistem Informasi PNBP Online. Untuk memberikan kemudahan bagi Wajib Bayar/Wajib Setor untuk membayar/menyetor PNBP dan penerimaaan non anggaran
Rorenkeu & TU
B Sistem Informasi Perencanaan dan Penganggaran
1 Aplikasi RKAKL (offline)
Aplikasi dari Ditjen Anggaran untuk menyusun anggaran kegiatan hingga tingkat MAK pada setiap instansi pemerintah
Rorenkeu & TU
2 krisna.bappenas.go. id
Aplikasi dari Bappenas yang digunakan untuk merencanakan kegiatan dari sasaran, output hingga komponen setiap instansi pemerintah berdasarkan Rencana Kerja Pemerintah Rorenkeu & TU 3 e-monev.bappenas.go .id
Aplikasi dari Bappenas yang digunakan untuk mengevaluasi kegiatan dari sasaran, output hingga komponen setiap instansi
Biro Hukum, Organisasi dan Humas
2—36 pemerintah berdasarkan Rencana
Kerja Pemerintah
4 monev.lkpp.go.id Aplikasi dari KSP dan LKPP yang digunakan untuk mengevaluasi output dan anggaran serta terkait pengadaan
Inspektorat
C Sistem Informasi Aset dan Barang
1 Aplikasi SIMAK-BMN (offline)
Aplikasi dari DJKN yang digunakan untuk melakukan inventarisasi data Barang Milik Negara setiap KL/Satker
Rorenkeu & TU
2 LPSE Aplikasi dari LKPP yang dihosting oleh BPPT untuk melakukan proses pengadaan barang/jasa secara lelang dan e-katalog di BSN
Rorenkeu & TU
D Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian
1 https://sapk.bkn.go. id/
Aplikasi dari BKN untuk mewujudkan sistem informasi manajemen kepegawaisin yang akurat. Biro Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Hukum 2 http://sijapti.kasn.g o.id/
Aplikasi dari KASN merupakan sistem informasi yang terintegrasi terkait jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) mulai dari perencanaan sampai dengan hasil seleksi terbuka JPT Biro Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Hukum 3 http://formasi.menp an.go.id/
Aplikasi dari KemenPANRB untuk mengajukan formasi pegawai yang dilengkapi dengan gambaran struktur organisasi, peta jabatan, jumlah pegawai yang ada, jumlah pegawai yang dibutuhkan dan jumlah kekurangan/kelebihan pegawai pada instansi pemerintah baik di lingkungan Kementerian, Lembaga, pemerintah pusat maupun daerah Biro Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Hukum
2—37 4
elapkin-asn.bkn.go.id/
Aplikasi dari BKN yang digunakan untuk menginput laporan kineija individu tahunan yang dilakukan oleh instansi pemerintah baik di lingkungan Kementerian, Lembaga,
pemerintah pusat maupun daerah
Biro Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Hukum 5 https://sscn.bkn.go.i d/
Aplikasi dari BKN yang digunakan untuk pendaftaran pelamar CPNS secara online
Biro Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Hukum 6 https://elhkpn.kpk.g o.id/
Aplikasi dari KPK untuk penyampaian laporan harta kekayaan secara elektronik yang dilakukan oleh Penyelenggara Negara BSN kepada KPK Biro Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Hukum 7 epeneliti.lipi.go.id/ Aplikasi dari LIPI untuk
penyelenggaraan penilaian dan penetapan angka kredit peneliti
Biro Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Hukum 8 https://jafung.bps.g o.id/inpassing
Aplikasi dari BPS untuk panduan inpassing jabatan fungsional pranata komputer. Biro Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Hukum
E Sistem Informasi Pengawasan
1 https://siharka.men pan.go.id/
Aplikasi penyampaian daftar harta kekayaan ASN yang dimiliki dan dikuasai sebagai bentuk
transparansi Aparatur Sipil Negara.
Inspektorat
2 https://eauditee.bpk .go.id/ (SIPTL-BPK)
Aplikasi berbasis informasi teknologi yang digunakan untuk tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK yang disampaikan ke BPK. Melalui sistem ini, proses dan status tindak lanjut dari data yang
2—38 disampaikan oleh entitas dapat
diketahui dan diakses secara real time,
3 http://apip.bpkp.go. id
Aplikasi yang digunakan untuk mengukur kapabilitas APIP di K/L. Di dalam aplikasi ini terdapat 3 aplikasi yaitu Penilaian Mandiri Kapabilitas APIP, Penilaian Mandiri lA-CM dan Aplikasi Reviu PA 6& PBJ
Inspektorat
4 https://www.lapor.g o.id
Aplikasi media sosial pertama di Indonesia yang melibatkan partisipasi publik dan bersifat dua arah, sehingga dalam aplikasi ini masyarakat dapat berinteraksi dengan pemerintah secara interaktif dengan prinsip mudah dan terpadu untuk pengawasan pembangunan dan pelayanan publik
Inspektorat
F Sistem Informasi Legislasi
Aplikasi dari Bappenas yang digunakan untuk menonitoring penyusunan regulasi yang disusun oleh BSN. Biro Sumber Daya Manusia, Organisasi dan Hukum