Investasi Modal Kerja
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
8. Bukti Fisik (Physical Evidence)
Produk kredit pemilikan rumah (KPR) merupakan salah satu produk dari BTN yang sebenarnya adalah produk jasa kredit. Oleh karena itu, bukti fisik disini adalah dokumen-dokumen dalam pelayanan KPR ataupun terkait dengan eksterior dan interior dari sisi bangunan gedung BTN dan BTN Syariah Cabang Solo yang
menjadi cerminan bagi KPR BTN. Begitupun dari sisi penampilan karyawannya.
4.2.3. Perbedaan antara BTN Cabang Solo dan BTN Syariah Cabang Solo
Terdapat beberapa perbedaan yang signifikan antara BTN Cabang Solo dengan BTN Syariah Cabang Solo, dimana yang sangat terlihat adalah pada sistem pembayarannya. Pada BTN Cabang Solo, sistem pembayaran angsuran KPR berdasarkan tingkat suku bunga yang mengikuti kondisi pasar (floating rate). Sedangkan pada BTN Syariah Cabang Solo, sistem pembayaran berdasarkan prinsip jual-bei (murabahah) dengan skim Bai’ Al-Murabahah, yaitu mekanisme transaksi dimana bank syariah melakukan akad dengan nasabah kemudian bank membeli produk yang dibutuhkan kepada developer secara tunai, setelah itu bank menjual kembali kepada nasabah dengan pembayaran angsuran. Skema Bai’ Al-Murabahah dapat dilihat pada gambar 6 berikut :
Gambar 6. Skema Bai’ Al-Murabahah (Sumber : Antonio, 2001)
Selain itu terdapat beberapa perbedaan lain antara BTN Cabang Solo (yang mewakili sistem konvensional) dan BTN Syariah Cabang Solo (yang mewakili sistem syariah), untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 5 berikut :
53
Tabel 5. Perbedaan signifikan antara BTN Cabang Solo dan BTN Syariah Cabang Solo
No Aspek BTN Cabang Solo
(mewakili sistem konvensional)
BTN Syariah Cabang Solo (mewakili sistem
syariah)
1. Mulai Beroperasinya
Tahun 1990 Tahun 2006 2. Sistem Pembayaran Berdasarkan suku bunga
yang menarik dan mengikuti kondisi pasar (floating rate).
Berdasarkan prinsip jual-beli (murabahah) dengan skim Bai’ Al- Murabahah.
3. Segmen Sasaran Bagi seluruh konsumen (nasabah) terutama yang sangat sensitif terhadap perbedaan harga, varietas produk, bonafiditas bank dan juga kualitas pelayanan. Dalam hal ini biasa disebut dengan pasar rasional.
Bagi seluruh konsumen
(nasabah) yang menginginkan
pembiayaan
berdasarkan prinsip syariah, terutama yang memiliki pertimbangan halal-haram, didorong oleh kekhawatiran akan praktek riba dan konsiderasi ukhrawi lainnya. Dalam hal ini biasa disebut dengan pasar emosional.
4. Daya Tarik Nasabah
Melalui pelayanan dan suku bunga yang menarik
Melalui content yang terbentuk dari prinsip- prinsip syariah dan keunikan yang merangkum aspek komperhensif
(mencakup seluruh aspek kehidupan, baik ritual atau ibadah maupun sosial atau muamalah) dan universal.
4.3. Kegiatan Promosi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) 4.3.1. Kegiatan Promosi KPR di BTN Cabang Solo
PT Bank Tabungan Negara merupakan sebuah bank yang berfokus pada pembiayaan perumahan, harus mengetahui cara-cara tepat untuk mengenalkan dan memasarkan produknya. KPR BTN merupakan produk unggulan dari BTN itu sendiri. Dengan melihat fakta yang ada, persaingan yang semakin ketat terjadi dalam bisnis perumahan menyebabkan BTN Cabang Solo sebagai salah satu unit atau cabang dari BTN Pusat, harus mampu mempertahankan pangsa
pasar dengan kegiatan promosi yang baik. Berdasarkan hasil wawancara dengan perwakilan pihak manajemen pemasaran BTN Cabang Solo dan observasi yang dilakukan serta disesuaikan dengan teori yang ada, diketahui bahwa kegiatan promosi yang dilakukan BTN Solo adalah mencakup bauran promosi, yang terdiri atas :
1. Periklanan (Advertising)
Periklanan merupakan suatu bentuk penyajian dan promosi dari gagasan, barang dan jasa yang dibiayai oleh suatu sponsor tertentu yang bersifat non personal (Kotler, 2000). Kegiatan periklanan yang dilakukan oleh BTN Cabang Solo adalah :
a. Periklanan yang bersifat nasional
Periklanan yang bersifat nasional ditangani oleh BTN Pusat, baik dalam hal anggaran, maupun dalam hal pelaksanaannya. Periklanan yang bersifat nasional ini misalnya iklan melalui media televisi, iklan di Majalah Property dan majalah perumahan lainnya, brosur yang dicetak secara nasional, pemasangan billboard, baliho serta melalui media internet. Untuk media televisi, diiklankan atas nama BTN secara keseluruhan dan untuk semua produk layanan BTN, tidak dikhususkan untuk produk KPR serta dengan intensitas iklan yang tidak terlalu sering. Sedangkan brosur, dicetak oleh pusat dan didistribusikan ke cabang-cabang yang berada diseluruh Indonesia dan media internet, dengan membuat website BTN dengan alamat www.btn.co.id. Penggunaan media internet ini memiliki jangkauan yang sangat luas dan dapat diakses oleh semua masyarakat yang menginginkan informasi lebih jauh mengenai BTN. Tujuan dari periklanan yang bersifat nasional ini adalah untuk mempromosikan nama BTN secara nasional ke seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
55
b.Periklanan yang bersifat lokal
Periklanan yang bersifat lokal dilakukan oleh BTN Cabang Solo untuk kepentingan kantornya sendiri. Adapun alat atau media promosi yang digunakan adalah :
1. Media elektronik, yaitu melalui radio lokal seperti Solo Pos FM, Pass FM, RRI Programa 2. Radio masih menjadi pilihan karena iklan radio bermanfaat mendobrak blank spot area, yaitu wilayah yang belum bisa sepenuhnya menangkap siaran televisi, seperti diwilayah-wilayah terpencil didaerah Boyolali dan Wonogiri. Kekuatan komunikasi lokal (bahasa jawa) yang disiarkan mampu membangun kesadaran masyarakat akan brand image BTN dan mengingatkan kembali akan produk KPR BTN kepada masyarakat.
2. Media cetak, yaitu melalui koran lokal seperti Solo Pos. Penggunaan media cetak ini juga mampu membangun jumlah jangkauan yang tinggi melalui proses pembentukan pembaca yang lumayan tinggi oleh masyarakat kota Solo. 3. Advertensi cetak (print advertising), yaitu berupa brosur-
brosur mengenai informasi KPR terbaru, dengan lokasi dan tipe rumah (kavling) yang ditawarkan. Brosur dapat mempermudah dalam menginformasikan produk kepada konsumen. Dengan melihat brosur tentang produk KPR, maka konsumen akan mengetahui secara garis besar apa saja produk KPR yang ditawarkan BTN. Jika konsumen merasa lebih tertarik, maka bank yang diwakili oleh tenaga personal selling akan menjelaskan secara terperinci tentang produk yang ditawarkan.
4. Advertensi didalam ruangan (in door), seperti banner, yang diletakkan setelah pintu masuk BTN Cabang Solo dan ditempat atau ruangan pelayanan kredit perumahan.
5. Advertensi diluar ruangan (out door), seperti spanduk dan baliho yang terletak diluar, didepan gedung BTN Cabang Solo.