Berdasarkan proyeksi jumlah penduduk usia kerja dan tingkat partisipasi angkatan kerja seperti diuraikan di atas diproyeksikan jumlah angkatan kerja sampai dengan tahun 2024. Pada 2024, jumlah angkatan kerja diproyeksikan meningkat menjadi 145,4 juta orang pada 2024. Selama periode 2020-2024, jumlah angkatan kerja diproyeksikan bertambah 12,4juta orang atau rata-rata 2,48 juta orang per tahun dengan rincian seperti pada Gambar 3.3 berikut ini.
Gambar 3.3. Peningkatan jumlah Angkatan Kerja 2020-2024
juta orang
Sumber : Proyeksi Kementerian Ketenagakerjaan.
Perkiraan jumlah angkatan kerja dirinci menurut karakteristik penduduk yang terdiri dari jenis kelamin, kelompok umur dan tingkat pendidikan; dan menurut provinsi. Proyeksi jumlah angkatan kerja menurut karakteristik penduduk disajikan pada Tabel 3.6.
Peningkatan jumlah angkatan selama periode 2020-2024 terdiri dari 7,1 juta orang angkatan kerja perempuan dan 5,3 juta orang angkatan kerja laki-laki. Peningkatan TPAK perempuan yang terjadi selama periode tersebut menyebabkan jumlah penduduk perempuan yang masuk ke pasar kerja 1,3 kali lebih banyak dari penduduk laki-laki. 145,39 132,99 2,27 2,38 2,49 2,58 2,69 120 125 130 135 140 145 150 2019 2020 2021 2022 2023 2024 2024
Pusrennaker
Barenbang
70 Pusat Perencanaan Ketenagakerjaan
Peningkatan jumlah angkatan kerja terjadi pada semua kelompok umur kecuali kelompok umur 15-19. Selama periode 2020-2024, jumla angkatan kerja kelompok umur 15-19 diproyeksikan berkurang 363 ribu orang. Jumlah angkatan kerja pada kelompok umur 20-24 sampai dengan kelompok umur 55-59 tahun diproyeksikan bertambah masing-masing antara satu juta sampai 1,4 juta orang. Peningkatan jumlah terbesar terjadi pada angkatan kerja kelompok umur 60 tahun ke atas yang diproyeksikan bertambah 2,6 juta orang.
Tabel 3.6 Proyeksi jumlah angkatan kerja menurut jenis kelamin dan umur
2018-2024 Ribu orang Uraian 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Jenis Kelamin Laki-laki 80.399 81.219 82.189 83.208 84.270 85.364 86.498 Perempuan 50.606 51.774 53.069 54.430 55.855 57.340 58.893 Kelompok Umur 15-19 6.186 6.111 6.027 5.948 5.875 5.810 5.748 20-24 14.644 14.851 15.078 15.322 15.578 15.845 16.128 25-29 15.842 16.065 16.311 16.574 16.852 17.141 17.446 30-34 15.561 15.781 16.023 16.281 16.553 16.838 17.138 35-39 15.883 16.107 16.354 16.618 16.895 17.186 17.492 40-44 15.425 15.643 15.882 16.139 16.408 16.690 16.988 45-49 14.109 14.308 14.527 14.762 15.009 15.266 15.538 50-54 11.844 12.011 12.195 12.392 12.599 12.815 13.044 55-59 9.028 9.230 9.483 9.705 9.931 10.154 10.365 60+ 12.484 12.883 13.377 13.898 14.425 14.960 15.505 Total 131.006 132.993 135.258 137.638 140.125 142.704 145.392
Sumber : BPS, Sakernas Agustus 2018; Proyeksi Kementerian Ketenagakerjaan Catatan : Data 2018 adalah angka aktual berdasarkan Sakernas bulan Agustus.
Di rinci menurut tingkat pendidikan, peningkatan pasokan tenaga kerja selama periode 2020-2024 didominasi oleh tenaga kerja berpendidikan sekolah menengah atas. Angkatan kerja berpendidikan tersebut bertambah 10,4 juta orang yang terdiri dari 6,4 juta orang berpendidikan Sekolah Menengah Kejuruan dan 4,0 juta orang berpendidikan sekolah menengah umum. Angkatan kerja berpendidikan tinggi bertambah sebesar 2,7 juta orang, yang terdiri dari 1,0 juta orang lulusan diploma dan 1,7 juta orang sarjana. Angkatan kerja berpendidikan tamat SLTP diproyeksikan hanya bertambah sekitar 250 ribu orang, sedangkan angkatan kerja berpendidikan maksimal tamat sekolah dasar diproyeksikan akan berkirang sekitar satu juta orang. Walaupun terjadi penurunan jumlah angkatan kerja berpendidikan maksimal tamat sekolah dasar, persentase angkatan kerja berpendidikan rendah masih sangat
Pusrennaker
71 Pusat Perencanaan Ketenagakerjaan
dominan. Pada 2024, angkatan kerja berpendidikan maksimal tamat sekolah dasar masih sekitar 35 persen. Secara keseluruhan angkatan kerja berpendidikan rendah (maksimal tamat SLTP) masih di atas 50 persen. Namun demikian, komposisi pendidikan angkatan kerja diproyeksi semakin baik. Persentase angkatan kerja berpendidikan SLTA ke atas meningkat dari 42,5 persen pada 2018 menjadi 49,0 persen pada 2024. Peningkatan persentase terutama terjadi pada kelompok angkatan kerja berpendidikan SMK yang diproyeksikan meningkat dari 11,8 persen pada 2018 menjadi 15,7 persen pada 2024.
Tabel 3.7 Proyeksi jumlah angkatan kerja menurut pendidikan 2018-2024
Ribu orang Pendidikan 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Maksimum SD 51.715 51.444 51.259 51.073 50.882 50.678 50.465 SLTP 23.556 23.463 23.518 23.572 23.623 23.668 23.708 SLTA Umum/SMU 24.267 25.027 25.798 26.592 27.408 28.241 29.093 SLTA Kejuruan/SMK 15.413 16.486 17.604 18.797 20.069 21.421 22.860 Akademi/Diploma 3.671 3.858 4.047 4.246 4.453 4.670 4.896 Universitas 12.383 12.714 13.032 13.358 13.690 14.027 14.369 Total 131.006 132.993 135.258 137.638 140.125 142.704 145.392
Sumber : BPS, Sakernas Agustus 2018; Proyeksi Kementerian Ketenagakerjaan Catatan : Data 2018 adalah angka aktual berdasarkan Sakernas bulan Agustus.
Pertumbuhan angkatan kerja menurut provinsi selama periode 2020-2024 sangat bervariasi dengan laju pertumbuhan rata-rata pertahun berkisar antara 1,1 sampai dengan 3,5 persen. Secara rata-rata, angkatan kerja nasional tumbuh 1,8 persen per tahun. Secara umum, pertumbuhan angkatan kerja di luar Jawa lebih tinggi dari rata-rata nasional. di antara wilayah-wilayah di luar Jawa, hanya Sulawesi yang pertumbuhan angkatan kerjanya sama dengan pertumbuhan angkatan kerja nasional.
Dari 34 provinsi di Indonesia, pada 24 provinsi di antaranya angkatan kerja tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan angkatan kerja nasional. Dari enam provinsi di Jawa, Jawa Barat dan Banten diproyeksikan mengalami pertumbuhan angkatan kerja lebih tinggi dari rata-rata nasional. Pada dua provinsi tersebut, angkatan kerja diproyeksikan tumbuh masing-masing 1,9 dan 2,5 persen per tahun. Provinsi – provinsi di luar Jawa yang pertumbuhan angkatan kerjanya tumbuh lebih rendah dari pertumbuhan angkatan kerja nasional adalah Lampung, Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Angkatan kerja di tiga provinsi (Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Bali)tumbuh dengan yang sama dengan pertumbuhan angkatan kerja nasional.
Pusrennaker
72 Pusat Perencanaan Ketenagakerjaan
Persebaran angkatan angkatan kerja pada 2024 diproyeksikan mengalami sedikit perubahan dibandingkan persebaran angkatan kerja pada 2018. Persentase angkatan kerja di pulau Jawa diproyeksikan akan menurun dari 57,3 persen pada 2018 menjadi 56,5 persen pada 2024. Namun demikian, hampir separuh peningkatan jumlah absolut angkatan kerja selama periode 2020-2024 terjadi di Jawa. Dari 12,4 juta peningkatan jumlah angkatan kerja nasional pada 2020 – 2024, 6,1 juta di antaranya terjadi di Jawa. Dengan kata lain, walaupun persoalan ketenagakerjaan, khususnya persoalan penciptaan lapangan pekerjaan, semakin bergeser ke luar Jawa, kebutuhan penciptaan lapangan kerja di Jawa masih sangat besar.
Tabel 3.8 Proyeksi jumlah angkatan kerja menurut provinsi 2018-2024
Ribu orang Provinsi 2018 2019 2020 2021 2022 2023 2024 Aceh 2.353 2.395 2.449 2.506 2.566 2.629 2.695 Sumatera Utara 7.124 7.221 7.353 7.467 7.599 7.737 7.882 Sumatera Barat 2.552 2.587 2.630 2.675 2.723 2.773 2.825 Riau 3.108 3.185 3.278 3.375 3.473 3.576 3.682 Jambi 1.790 1.825 1.867 1.910 1.955 2.000 2.045 Sumatera Selatan 4.139 4.201 4.275 4.353 4.434 4.518 4.606 Bengkulu 999 1.016 1.038 1.059 1.082 1.106 1.129 Lampung 4.232 4.283 4.346 4.413 4.485 4.559 4.638 Kep. Bangka Belitung 728 743 762 782 802 823 845 Kep. Riau 970 1.002 1.036 1.072 1.109 1.148 1.189 DKI Jakarta 5.042 5.087 5.147 5.214 5.289 5.371 5.462 Jawa Barat 22.628 22.991 23.419 23.865 24.324 24.798 25.290 Jawa Tengah 18.060 18.242 18.458 18.714 18.972 19.242 19.521 DI Yogyakarta 2.192 2.215 2.245 2.277 2.310 2.344 2.381 Jawa Timur 21.300 21.480 21.704 21.942 22.193 22.453 22.722 Banten 5.829 5.944 6.086 6.236 6.393 6.557 6.730 Bali 2.525 2.562 2.606 2.653 2.701 2.750 2.799 Nusa Tenggara Barat 2.237 2.371 2.411 2.454 2.500 2.547 2.597 Nusa Tenggara Timur 2.486 2.530 2.587 2.646 2.706 2.768 2.833 Kalimantan Barat 2.451 2.490 2.537 2.586 2.638 2.691 2.746 Kalimantan Tengah 1.355 1.389 1.427 1.466 1.507 1.549 1.592 Kalimantan Selatan 2.117 2.152 2.195 2.241 2.290 2.339 2.392 Kalimantan Timur 1.733 1.777 1.829 1.883 1.938 1.996 2.054 Kalimantan Utara 341 350 360 371 382 393 405 Sulawesi Utara 1.176 1.190 1.208 1.226 1.245 1.264 1.283 Sulawesi Tengah 1.503 1.527 1.555 1.586 1.617 1.649 1.682 Sulawesi Selatan 3.988 4.036 4.093 4.154 4.217 4.282 4.349 Sulawesi Tenggara 1.248 1.275 1.308 1.343 1.380 1.419 1.460 Gorontalo 579 589 601 613 625 637 650 Sulawesi Barat 640 654 668 684 700 717 735 Maluku 755 767 783 801 818 836 855
Pusrennaker
Barenbang
73 Pusat Perencanaan Ketenagakerjaan
Maluku Utara 541 554 569 584 600 617 633 Papua Barat 446 458 473 487 502 517 533 Papua 1.836 1.903 1.949 1.998 2.046 2.096 2.148
Indonesia 131.006 132.993 135.258 137.638 140.125 142.704 145.392
Sumber : BPS, Sakernas Agustus 2018; Proyeksi Kementerian Ketenagakerjaan Catatan : Data 2018 adalah angka aktual berdasarkan Sakernas bulan Agustus.
~o0o~
Pusrennaker
74 Pusat Perencanaan Ketenagakerjaan