• Tidak ada hasil yang ditemukan

Capaian dan Analisis Kinerja

Akuntabilitas Kinerja

B. Capaian dan Analisis Kinerja

Berikut ini akan diuraikan kinerja dari PPATK menurut masing-masing sasaran starategis yang telah ditetapkan

Pada tahun 2011, pencapaian sasaran “Meningkatnya partisipasi pihak terkait dalam upaya pencegahan dan pemberantasan TPPU dan pendanaan terorisme” ditandai dengan adanya beberapa indikasi yang mencerminkan adanya partisipasi seluruh pihak dalam mencegah dan memberantas tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme di wilayah hukum Indonesia. Indikator keberhasilan sasaran, beserta target dan realisasinya adalah sebagai berikut:

Tabel 6

Capaian Kinerja Indikator Utama Sasaran 1

No Indikator Kinerja Target 2011 Realisasi 2011 Capaian (%) 1 Jumlah hasil analisis yang disampaikan

kepada penyidik dan instansi lainnya yang tidak dimintakan klarifikasi kembali.

250 Laporan 442 Laporan 177%

2 Jumlah instansi dan unit intelijen keuangan (Financial Intelligence Unit) yang secara formal melakukan kerjasama dengan PPATK dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU).

6 MoU 19 MoU 317%

3 Jumlah pelaksanaan audit kepatuhan terhadap pihak pelapor.

75 Pelapor 90 Pelapor 120%

4 Jumlah dokumen pendapat dan bantuan hukum terkait masalah TPPU dan pendanaan terorisme maupun masalah terkait lainnya.

25 Dokumen 53 Dokumen 212%

Sasaran : Meningkatnya partisipasi pihak terkait dalam upaya pencegahan dan pemberantasan TPPU dan pendanaan terorisme

5 Jumlah kegiatan operasional dan infrastruktur PPATK dalam mengelola teknologi informasi PPATK yang sesuai dengan jumlah mutu layanan yang baku (service level agreement)

6 Kegiatan 12 Kegiatan 200%

6 Tingkat pencapaian manajemen kualitas sistem TI PPATK sesuai standar

internasional.

2,0 Level 2,68 Level 134%

7 Jumlah pembuatan cetak biru sistem informasi.

1 Dokumen 1 Laporan 100%

8 Jumlah spesifikasi kebutuhan aplikasi (bussines process) yang dilakukan peng-codingan-an.

6 Aplikasi 6 Aplikasi 100%

9 Jumlah piranti lunak (software) aplikasi yang dipelihara.

2 Aplikasi 5 Aplikasi 250%

Dari tabel tersebut, menunjukan bahwa selama tahun 2011, PPATK telah mencapai sasarannya sesuai target yang telah ditetapkan. Adapun penjelasan untuk masing-masing indikator adalah sebagai berikut :

Target jumlah Hasil Analisis (HA) PPATK pada tahun 2011 adalah sejumlah 250 HA. Dari target tersebut PPATK telah berhasil menghasilkan 442 HA atau sebesar 177% selama tahun 2011. Seluruh HA tersebut telah disampaikan oleh PPATK kepada pihak penyidik dan instansi lainnya.

Indikator keberhasilan sasaran, berikut target dan realisasinya adalah sebagai berikut:

HA yang dihasilkan oleh PPATK merupakan hasil analisis terhadap Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM), Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT) dan Laporan Pembawaan Uang Tunai (LPUT) yang disampaikan oleh Pihak Pelapor.

Indikator Kinerja Target 2011 Realisasi 2011 Capaian (%)

Jumlah hasil analisis yang disampaikan kepada penyidik dan instansi lainnya yang tidak dimintakan klarifikasi kembali.

250 Laporan 442 Laporan 177%

Jumlah laporan hasil analisis yang disampaikan kepada penyidik dan instansi lainnya yang tidak dimintakan klarifikasi kembali

22

Selama tahun 2011, jumlah laporan informasi LTKM, LTKT, dan LPUT yang diterima oleh PPATK serta digunakan dalam mendukung proses analisis adalah sebagai berikut:

Grafik 1

Jumlah LTKM, LTKT, dan LPUT per Desember 2011

Secara umum tahapan kegiatan fungsi analisis meliputi:

1) penerimaan informasi dari pihak pelapor berupa LTKM, LTKT, dan LPUT,

2) menganalisis laporan dari pihak pelapor,

3) mendistribusikan hasil analisis dan atau pemeriksaan kepada pihak aparat penegak hukum dan instansi terkait lainnya.

Adapun jumlah penerimaan LTKM, LTKT, dan LPUT yang diterima PPATK sampai dengan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut :

Tabel 7

Jumlah LTKM, LTKT dan LPUT per Desember 2011

Tahun LTKM LTKT LPUT 2011 20.222 1.582.490 1.233 2010 17.348 1.461.883 1.618 2009 23.520 782.270 1079 2008 10.432 2.058.140 877 2007 5.831 2.360.950 705 2006 3.482 430.575 1.432 TOTAL 84.146 10.213.913 6.944 LTKM 20.222 Laporan LPUT 1.233 Laporan LTKT 1.582.490 Laporan Tujuan kegiatan analisis adalah meneliti laporan atau informasi mengenai transaksi keuangan yang diterima apakah terdapat indikasi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atau Tindak Pidana (TP) lainnya, termasuk

mengidentifikasi orang-orang yang terlibat TPPU atau TP lainnya serta keberadaan harta kekayaan yang diduga berasal dari hasil TP tersebut.

Selama tahun 2011, hasil analisis sejumlah 442 HA telah disampaikan kepada aparat penegak hukum (Penyidik) dengan jumlah terbanyak dilaporkan kepada KPK sejumlah 123 HA. Adapun rincian penyampaikan HA tersebut kepada Penyidik adalah sebagai berikut:

Grafik 2

Jumlah Kumulatif Hasil Analisis yang disampaikan ke Penyidik Tahun 2011

Dari jumlah LTKM yang diterima tahun 2011 sebanyak 20.222 LTKM, seluruhnya telah dilakukan analisis awal dengan menentukan skala prioritas berdasarkan kriteria tinggi, sedang dan rendah. Dari LTKM dengan prioritas tinggi, diperoleh 831 LTKM yang terindikasi TPPU dan TP lainnya dan menghasilkan 442 HA. Adapun total hasil analisis yang telah disampaikan kepada aparat penegak hukum (Penyidik) sampai dengan 31 Desember 2011 adalah sebagai berikut :

Tabel 8

Jumlah Hasil Analisis dan LTKM yang disampaikan ke Apgakum

Tahun Jumlah HA Jumlah LTKM terkait

2011 442 831 2010 319 841 2009 484 1.026 2008 104 234 2007 91 376 2006 86 144 Total 1.873 3.941 POLRI; 94 Kejaksaan, 41 KPK, 123 Kepolisian, Kej aksaan dan KPK, 98 Kepolisian dan Kejaksaan, 47 Kepolisian dan KPK, 2 Kepolisian, Kej aksaan dan BNN; 2 Kepolisian, Kej aksaan dan

Ditjen Pajak, 4 Kejaksaan dan KPK, 6 Ditjen Pajak, 13

24

Berdasarkan Hasil analisis yang disampaikan oleh PPATK kepada aparat penegak hukum (penyidik), transaksi yang diduga melakukan tindak pidana korupsi merupakan hasil analisis terbanyak diantara dugaan tindak pidana lainnya. Berikut ini rincian dugaan tindak pidana asal yang dihasilkan dari kegiatan analisis PPATK dan telah disampaikan kepada aparat penegak hukum (penyidik) sampai dengan 31 Desember 2011.

Tabel 9

Tindak Pidana Asal Hasil Analisis PPATK

No Tindak Pidana Asal Jumlah HA Jumlah LTKM terkait

1. Korupsi 817 1.723

2. Penyuapan 70 123

3. Narkotika 67 232

4. Di bidang perbangkan 52 147

5. Di bidang pasar modal 1 1

6. Di bidang perasuransian 1 1 7. Kepabeanan 9 9 8. Terorisme 28 28 9. Pencurian 5 12 10. Penggelapan 56 179 11. Penipuan 447 832 12. Pemalsuan uang 5 5 13. Perjudian 22 24 14. Prostitusi 4 4 15. Bidang Perpajakan 19 25 16. Bidang kehutanan 9 12

17. Pidana lain dengan ancaman diatas 4 tahun 6 6 18. Tidak teridentifikasi 255 569

LTKM merupakan laporan mengenai transaksi keuangan mencurigakan yang diterima dari Pihak Pelapor yang berisi transaksi keuangan yang memiliki indikasi menyimpang dari profil, karakteristik atau kebiasaan pola transaksi yang patut diduga berasal dari hasil tindak pidana.

Pada tahun 2011, PPATK menerima LTKM sejumlah 20.222 yang dilaporkan oleh 359 PJK dengan kenaikan sebesar 16,57% dari jumlah LTKM tahun sebelumnya.

Statistik Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan yang diterima oleh PPATK dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 adalah sebagai berikut:

Grafik 3

Jumlah dan Pertumbuhan LTKM yang diterima PPATK

Berdasarkan grafik diatas, dapat dilihat bahwa terdapat kenaikan jumlah pelaporan LTKM dari 2007 hingga 2011, terkecuali pada tahun 2010 yang sedikit mengalami penurunan sebesar 26,24% dari tahun sebelumnya. Namun demikian jumlah LTKM ini akan terus meningkat seiring dengan semakin bertambahnya jumlah Pihak Pelapor yang memiliki kewajiban menyampaikan laporan kepada PPATK sesuai dengan amanat

Dokumen terkait