• Tidak ada hasil yang ditemukan

KENDALA-KENDALA YANG DI HADAPI

Hasil Pemeriksaan (HP)

KENDALA-KENDALA YANG DI HADAPI

Permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pencapain target sasaran dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan pada tahun 2011 adalah sebagai berikut :

a. Dalam penyusunan MoU dengan FIU di luar negeri, kendala yang terkadang muncul antara lain:

• Perbedaan peraturan di masing-masing negara, sehingga membutuhkan penyesuaian dalam perumusan MoU yang memakan waktu cukup lama.

• Perumusan terminologi yang tepat agar dapat mengakomodir kepentingan masing-masing negara.

• Kendala jarak dan perbedaan waktu membuat negosiasi MoU memakan waktu yang cukup lama

• Inisiasi MoU dari FIU luar negeri cukup banyak sehingga memerlukan penangnan ekstra dalam proses negosiasi MoU.

b. Dalam penyusunan MoU dengan instansi dalam negeri, terkadang kendala pada adanya keinginan dari instansi lain yang sulit diakomodir karena tidak dimungkinkan oleh peraturan perundang-undangan, sehingga menyebabkan negosiasi memakan waktu yang cukup lama.

c. Mengenai permintaan informasi mengenai tindak lanjut penanganan LHA (feedback), masih banyak feedback yang belum disampaikan kepada PPATK dari

instansi yang menerima.

PENYELESAIAN KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI

Untuk memecahkan permasalah tersebut, PPATK telah melakukan tindakan-tindakan sebagai bentuk pemecahan/penyelesaian masalah, antara lain sebagai berikut :

a. PPATK menetapkan format MoU yang baku dengan FIU negara lain maupun dengan universitas sehingga dapat memudahkan proses negosiasi.

b. Memanfaatkan korespondensi melalui media elektronik untuk mengatasi kendala jarak dan waktu dalam negosiasi substansi MoU.

c. Memanfaatkan forum-forum internasional seperti Egmont Group Meeting agar dapat melaksanakna penandatanganan MoU dengan beberapa FIU sekaligus. d. Berusaha untuk tetap fleksible dalam perumusan MoU tanpa melanggar peraturan

e. Proaktif melakukan komunikasi dan melakukan pertemuan secara berkala dengan aparat penegak hukum yang telah menerima LHA PPATK untuk mendapatkan umpan balik dari LHA yang telah disampaikan.

Untuk melaksanakan seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mendukung pencapaian target sasaran berupa Jumlah instansi dan unit intelijen keuangan (Financial Intelligence Unit) yang secara formal melakukan kerjasama dengan PPATK dalam bentuk Nota Kesepahaman (MoU) dialokasikan anggaran sebesar Rp. 6.700.000.000,- dari alokasi

anggaran tersebut yang terealisasi sebesar Rp. 3.561.795.882,- atau 53,16%. Dengan melihat tingkat capaian output sebesar 300% (18 MoU) maka dapat dinyatakan bahwa

penggunaan anggaran telah dilaksanakan secara efisien.

(MoU).

Berdasarkan UU Nomor 8 Tahun 2010, PPATK dalam melaksanakan tugasnya mempunyai fungsi melakukan pengawasan terhadap kepatuhan Pihak Pelapor. Dalam rangka melaksanakan fungsi tersebut, PPATK berwenang untuk melakukan audit kepatuhan atau audit khusus.

Selama tahun 2011, PPATK telah melakukan audit kepatuhan terhadap pihak pelapor sebanyak 90 PJK atau 120% dari target yang ditetapkan sebelumnya yaitu sebanyak 75 PJK.

INDIKATOR KINERJA TARGET

KINERJA

PENCAPAIAN KINERJA

PENCAPAIAN Jumlah pelaksanaan audit kepatuhan

terhadap pihak pelapor.

75 Pelapor 90 Pelapor 120%

Audit kepatuhan yang dilakukan oleh PPATK selama tahun 2011 meliputi beberapa jenis audit antara lain Audit Kepatuhan, Audit khusus, dan Joint Audit dengan Lembaga Pengawas dan Pengatur (LPP). Berikut ini disampaikan jenis pelaksanaan kegiatan audit yang dilaksanakan oleh PPATK selama tahun 2011:

Tabel 19

Jenis Pelaksanaan Audit Kepatuhan Tahun 2011 No Jenis Kegiatan Jumlah Kegiatan

1 Audit kepatuhan (reguler) 60 kegiatan

Jumlah pelaksanaan audit kepatuhan terhadap pihak pelapor

48

2 Audit Khusus 26 kegiatan

3 Joint Audit 4 Kegiatan

TOTAL 90 Kegiatan

a. Audit Kepatuhan

Pelaksanaan kegiatan audit kepatuhan telah dilakukan sejak tahun 2003 Pelaksanaan Audit kepatuhan pada periode tahun 2004-2010 berdasarkan ketentuan Pasal 27 ayat 1 huruf C UU No.25 tahun 2003, dimana disebutkan bahwa PPATK memiliki kewenangan melakukan audit terhadap penyedia jasa keuangan mengenai kepatuhan kewajiban sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang dan kesesuaian terhadap pedoman pelaporan PPATK.

Pelaksanaan audit kepatuhan bertujuan untuk mengetahui tingkat kepatuhan Penyedia Jasa Keuangan terhadap implementasi Undang-undang Tindak Pidana Pencucian Uang (UU-TPPU) dan mengetahu kendala-kendala yang dihadapai oleh Penyedia Jasa Keuangan dalam menerapkan dan melaksanakan UU TPPU.

Penyedia Jasa Keuangan yang dimaksud pada ketenuan UU No. 25 tahun 2003 hanya meliputi terhadap : Bank, lembaga pembiayaan, perusahaan efek, pengelola reksa dana, wali amanat, lembaga penyimpanan dan penyelesaian, PVA, dana pension, perusahaan asuransi dan, kantor pos.

Lingkup audit kepatuhan pada periode tahun 2004-2010 adalah terhadap kepatuhan PJK atas kepatuhan kewajiban UU TPPU dan kepatuhan atas pedoman pelaporan transaksi dengan ruang lingkup audit adalah : Pengawasan aktif Direksi dan Komisaris, Kebijakan dan Prosedur terkait Anti Pencucian Uang, pengawasan internal, sistem informasi pelaporan dan, sumber daya manusia.Berdasarkan data rekapitulasi audit kepatuhan sejak tahun 2004 s.d tahun 2011 PPATK telah melakukan audit kepatuhan terhadap berbagai jenis industri. Adapun jumlah industri yang telah diaudit oleh PPATK adalah sebagai berikut :

Tabel 20

Jumlah Industri yang Telah di Audit 2004 - 2011 No Penyedia Jasa

Keuangan (PJK)

Jumlah PJK Yang Telah Diaudit PPATK

Jenis 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011

1 Bank Umum & BPR - 13 19 28 48 32 28 25

3 Lembaga Pembiayaan 6 1 4 4 6 17 4 21

4 Perusahaan Efek & MI - 2 11 13 17 15 17 14

5 Pedagang Valuta Asing - - - 1 12 17 14 5

6 Modal Ventura - - - - 1 11 - -

Jumlah 8 18 40 62 99 102 74 90

Berdasarkan pelaksanaan audit kepatuhan pada tahun 2004 s.d 2011 diperoleh output berupa tingkat penilaian kepatuhan sebagai berikut :

Tabel 21

Tingkat Penilaian Kepatuhan PJK yang di Audit 2004 - 2011 No Tingkat

Penilaian

Tahun Pelaksanaan Audit Kepatuhan

2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 JUMLAH 1 Baik - 1 5 6 12 12 11 0 47 2 Sedang - 1 9 19 18 24 27 19 117 3 Rendah - 16 26 37 69 66 36 36 286 4 N/A 8 - - - - - - 13 21 5 Masih dalam proses - - - - - - - 22 22 Jumlah 8 18 40 62 99 102 74 90 493

Penentuan penilaian audit kepatuhan didasarkan pada kertas kerja audit kepatuhan yang ditetapkan kedalam pedoman audit kepatuhan PPATK. Ruang lingkup audit kepatuhan PPATK meliputi 5 (lima) aspek/faktor penilaian yang meliputi : pengawasan aktif Direksi dan Komisaris, Kebijakan dan Prosedur penerapan UU PP TPPU, pengendalian internal, sistem informasi pelaporan, Sumber daya manusia dan uji petik transaksi.

Penilaian kertas kerja audit kepatuhan dibuat berdasarkan penelaahan dan penganalisaan terhadap pedoman, SOP, database, sistem informasi dan dokumen lain yang diperlukan, selain itu auditor PPATK juga melakukan sampling transaksi nasabah/pengguna jasa dari auditee untuk menemukan transaksi yang berindikasi/memenuhi unsur mencurigakan.

Berdasarkan penelaahan terhadap ruang lingkup audit, auditor PPATK menghasilkan penilaian dengan nilai sebagai berikut : 0 – 59 % (RENDAH), 60 – 70% (SEDANG) dan, > 70 % (BAIK). Penentuan penilaian tersebut menyimpulkan bagaimana tingkat

50

kepatuhan auditee terhadap ketentuan UU PP TPPU dan ketentuan terkait lainnya, auditee yang memperoleh penilaian “BAIK” menunjukan bahwa auditee tersebut telah memiliki kebijakan, sistem informasi dan SDM yang memadai untuk melaksanakan penerapan Kebijakan Anti Pencucian Uang didalam operasional perusahaannya.

Berdasarkan informasi tingkat penilaian kepatuhan dari tahun 2005-2011 diketahui bahwa auditee yang memperoleh nilai “baik” hanya 47 PJK atau sebesar (9,5%) yang memperoleh penilaian “sedang” atau sebesar (23,7 %) sedangkan sebanyak auditee yang memperoleh nilai kepatuhan “rendah” adalah sebanyak 286 audit dari total pelaksanaan audit sebanyak 493 atau sebesar (58%) Pihak Pelapor yang tingkat kepatuhannya masih rendah,

Tabel 22

Tingkat Penilaian Kepatuhan Berdasar Jenis Industri Tahun 2005 - 2011

Jenis PJK Kategori Penilaian Kepatuhan Jumlah

PJK

Baik Sedang Rendah Masih

dalam proses penilaian Yang Diaudit Bank 0 0 0 0 0 Asuransi & DPLK 0 10 14 1 25 Sekuritas & MI 0 2 9 3 14 Pembiayaan 0 6 12 3 21 PVA 0 0 0 0 0 Modal Ventura 0 0 0 0 0 Jumlah 60

b. Kegiatan Joint Audit dan Pemantauan Pasca Audit Kepatuhan

Pelaksanaan joint audit kepatuhan merupakan kegiatan audit kepatuhan yang dilakukan bersama dengan LPP yang inisiasi pelaksanaanya dapat berasal dari LPP atau dari PPATK. Selama tahun 2011 telah dilakukan joint audit dengan Pedagang Valuta Asing yang dilakukan bersama dengan Direktorat Pengelolaan Moneter – Bank Indonesia selaku LPP untuk industri Pedagang Valuta Asing. Objek sasaran pada pelaksanaan joint audit di tahun 2011 adalah audit umum dan audit atas kepatuhan PVA terhadap kewajiban pelaporan dan ketentuan perundang-undangan terkait Anti Pencucian Uang.

Rekapitulasi pelaksanaan joint audit dapat disampaikan pada tabel berikut :

Tabel 23

Tingkat Penilaian Kepatuhan Hasil Joint Audit dengan LPP Tahun 2011

No Penilaian Kepatuhan Jumlah

1 Baik 1

2 Sedang 2

3 Rendah 1

Jumlah 4

Pelaksanaan audit kepatuhan sudah dilakukan sejak tahun 2004 hingga tahun 2011, selama kurun waktu tersebut terdapat pengulangan pelaksanaan audit pada PJK yang sama untuk mengetahui bagaimana perbaikan yang telah dilakukan oleh PJK dan bagaimana komitmen pelaksanaan PJK dalam menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi tim audit PPATK. Pada tahun 2011, PPATK memiliki rencana kerja pemantauan pasca audit kepatuhan yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepatuhan dan komitmen PJK atas temuan dan rekomendasi audit kepatuhan sebelumnya. Selama periode tahun 2011 telah dilaksanakan 7 (tujuh) kegiatan pemantauan pasca audit sebagaimana disampaikan dalam tabel berikut :

Tabel 24

Pemantauan Pasca Audit Kepatuhan Tahun 2011

No PJK Jumlah Lingkup Pemantauan

1 Perusahaan Efek 3 Tindak lanjut atas rekomendasi audit kepatuhan

2 Asuransi 2 Tindak lanjut atas rekomendasi

audit kepatuhan

3 Perusahaan Pembiayaan

2 Tindak lanjut atas rekomendasi audit kepatuhan

Jumlah 7

c. Kegiatan Audit Khusus

Pelaksanaan kegiatan audit khusus berdasarkan Pasal 43 ayat (1) UU No. 8 tahun 2010 dan Peraturan Presiden No 50 tahun 2010 mengenai Tata Cara Kewenangan PPATK. Disamping itu audit khusus merupakan pengembangan dari kegiatan audit kepatuhan regular.

52

Selama periode tahun 2011, PPATK telah melakukan 26 (dua puluh enam) audit khusus kepada PJK yang dilatarbelakangi oleh kasus-kasus tertentu baik yang berasal atas inisiatif PPATK sendiri atau atas permintaan instansi lain.

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama tahun 2011 yang mendukung kepada keberhasilan pencapaian target sasaran dimaksud antara lain :

a. Terciptanya Koordinasi yang baik dengan Lembaga Pengawas dan Pengatur, sehingga pelaksanaan audit khusus dapat dilaksanakan tepat sasaran dan sesuai dengan target waktu pelaksanaannya

b. Auditee berkooperatif dan mendukung pelaksanaan audit khusus dengan penyediaan data dan dokumen yang dimintakan oleh auditor PPATK

KENDALA-KENDALA YANG DI HADAPI

Walaupun target kinerja tahun 2011 tercapai dengan memuaskan bukan berarti tidak mendapatkan permasalahan atau kendala, Permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pencapain target sasaran dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan pada tahun 2011 adalah sebagai berikut :

a. Kurangnya pemahaman ketentuan UU TPPU oleh SDM auditee sehingga belum terimplementasikan dengan baik mengenai pelaksanaan ketentuan perundang-undangan TPPU dalam operasional perusahaan;

b. Penyampaian pelaporan oleh PJK secara elektronis masih belum sempurna, karena masih terdapatnya beberapa laporan yang kosong sehingga tidak dapat dilakukan analisis oleh PPATK;

c. Standar Prosedur Operasional terkait pelaksanaan audit kepatuhan dan audit khusus masih perlu disempurnakan dan disesuaikan dengan ketentuan UU No. 8 Tahun 2010;

d. Terbatasnya SDM auditor PPATK sehingga belum mampu melaksanakan audit kepatuhan secara rutin, menyeluruh terhadap seluruh Pihak Pelapor dan belum dapat dilakukan kegiatan pemantauan tindak lanjut atas rekomendasi audit.

Dokumen terkait