Hasil Pemeriksaan (HP)
PENYELESAIAN ATAS KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI
Untuk memecahkan permasalahan tersebut, PPATK telah melakukan tindakan-tindakan sebagai bentuk pemecahan/penyelesaian masalah, antara lain dengan meningkatkan koordinasi dengan instansi yang berkenaan.
Untuk melaksanakan seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mendukung pencapaian target sasaran dialokasikan anggaran sebesar Rp.466.037.000,- dari alokasi anggaran tersebut yang terealisasi/terserap sebesar Rp.330.846.950,- atau 71%. Dengan melihat tingkat capaian output sebesar 81% maka dapat dinyatakan bahwa penggunaan anggaran telah dilaksanakan secara efisien.
Pada tahun 2011, PPATK merencanakan target dari sasaran di atas sebesar 100%. Realisasi dari target tersebut tahun 2011 sebesar 100%. Pencapaian target tersebut menggunakan parameter hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Keuangan PPATK, yang mana pada tahun-tahun sebelumnya opini hasil pemeriksaan BPK atas Laporan Keuangan PPATK selalu Wajar Tanpa Pengecualian.
Indikator Kinerja Target 2011 Realisasi 2011 Capaian (%)
Persentase tingkat kualitas Laporan Keuangan PPATK sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan
100% 100% 100%
Persentase tingkat kualitas laporan keuangan PPATK sesuai standar Akuntansi Pemerintahan.
80
Keberhasilan pencapaian target sasaran dimaksud tidak terlepas dari usaha-usaha yang dilakukan oleh PPATK selama ini yakni berupa penyelenggaraan kegiatan pelatihan/diklat/training, yang diselenggarakan baik secara inhouse training maupun
oleh pihak regulator, tentang penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan dan Tata Cara Penyusunan Laporan Keuangan yang berkualitas.
Secara relatif tidak terdapat hambatan yang berarti dalam mencapai persentasi tingkat Laporan Keuangan PPATK yang sesuai Standar Akuntansi Pemerintahan. Dan untuk melaksanakan seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mendukung pencapaian target sasaran ini relative tidak membutuhkan anggaran.
Pada tahun 2011, PPATK merencanakan target dari sasaran di atas sebesar 100%. Pencapaian atas target tersebut pada tahun 2011 mencapai 100%.
Indikator Kinerja Target 2011 Realisasi 2011 Capaian (%)
Persentase kesesuaian perencanaan kebijakan, program dan kegiatan yang tertuang dalam dokumen Renja dengan Tupoksi masing-masing direktorat
100% 100% 100%
Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama tahun 2011 yang mendukung kepada keberhasilan pencapaian target sasaran dimaksud antara lain :
a. Meningkatkan kompetensi pegawai di bidang perencanaan dengan cara mengikuti Seminar/Sosialisasi/Pelatihan di bidang perencanaan dan penganggaran yang diselenggarakan oleh pihak regulator.
b. Melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam penyusunan dokumen perencanaan, sehingga dokumen yang dihasilkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Secara relatif tidak terdapat hambatan yang berarti dalam mencapai persentasi tingkat kesesuaian perencanaan kebijakan, program dan kegiatan yang tertuang dalam dokumen Renja dengan Tupoksi masing-masing Direktorat. Dan untuk
Persentase kesesuaian perencanaan kebijakan, program dan kegiatan yang tertuang dalam dokumen Renja dengan Tupoksi masing-masing direktorat.
melaksanakan seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mendukung pencapaian target sasaran ini tidak membutuhkan anggaran.
Pada tahun 2011, konsetrasi kebijakan pengawasan intern di PPATK ditekankan pada Pada tahun 2011, PPATK merencanakan target dari sasaran di atas berupa pemberian layanan internal PPATK selama 12 bulan. Realisasi layanan internal yang telah dilaksanakan selama tahun 2011 berupa layanan rutin yang dilaksanakan tiap bulan dibidang ketatusahaan dan kerumahtanggaan, yaitu :
a. Layanan Kerumahtanggaan, antara lain meliputi:
1) Layanan kesehatan umum dan gigi bagi pegawai PPATK dan keluarganya 2) Layanan operasional perkantoran dan pimpinan, antara lain :
a) Penyediaan alat tulis kantor b) Sewa mesin fotocopy c) Langganan listrik d) Langganan air e) Langganan telepon f) Langganan internet g) Langganan TV kabel
h) Memfasilitasi penyelenggaraan rapat internal maupun eksternal/jamuan tamu/diskusi seminar/workshop PPATK
i) Pemeliharaan gedung kantor j) Pemeliharaan peralatan dan mesin b. Layanan Ketatusahaan, antara lain meliputi :
1) Pengelolaan persuratan; 2) Penyelenggaraan perpustakaan; 3) Pengelolaan arsip;
Jumlah layanan ketatausahaan dan kerumahtanggaan.
82
4) Penyusunan laporan semesteran dan tahunan PPTK
Selain melaksanakan layanan ketatausahaan dan kerumahtanggaan, PPATK juga melaksanakan kegiatan di bidang layanan perlengkapan dan kehumasan. Berikut ini layanan kegiatan di bidang perlengkapan dan kehumasan.
a. Layanan Perlengkapan, antara lain meliputi :
1) Penyusunan pedoman administrasi pengelolaan BMN 2) Inventarisasi kekayaan negara / barang milik Negara 3) Perencanaan dan Standarisasi Pemaketan
4) Evaluasi dan Sosialisasi Pelaporan Pengadaan Barang dan Jasa b. Layanan Kehumasan, antara lain meliputi :
1) Media Visit yang dilaksanakan pada Koran Fajar Bali, Bali TV, Harian Umum Waspada (Medan), Radio Trijaya (Medan), Yogya TV dll
2) Kegiatan Keanggotaan PPATK pada BAKOHUMAS
3) Seminar / Pelatihan / Diskusi AML bagi Anggota Bakohumas 4) Pameran / Visualisasi / Publikasi dan Promosi
KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI
Dalam memberikan layanan rutin di bidang ketatusahaan dan kerumahtanggaan, terdapat kendala-kendala sebagai berikut :
a. Perencanaan kebutuhan kerumahtanggaan disusun sebelum terbitnya DIPA tahun berkenaan. Pada pelaksanaan DIPA tahun berjalan terdapat kebutuhan – kebutuhan yang tidak terencana namun sangat diperlukan, sehingga layanan kerumahtanggaan belum dapat dilaksanakan secara optimal.
b. Penyelenggaraan layanan kerumahtanggan dan ketatausahaan tergantung pada unit kerja lain yang memerlukan layanan tersebut. Terkadang penyampaian usulan keperluan layanan dari unit lain seringkali mengalami keterlambatan/secara mendadak, sehingga mengakibatkan tidak cukupnya waktu untuk pemenuhan kebutuhan tersebut.
PENYELESAIAN KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI
Untuk memecahkan permasalah tersebut, PPATK telah melakukan tindakan-tindakan sebagai bentuk pemecahan/penyelesaian masalah, antara lain sebagai berikut :
a. Melakukan koordinasi dengan unit kerja di lingkungan PPATK agar tercipta akurasi penyusunan perencanaan kebutuhan kerumahtanggaan yang berorientasi pada kebutuhan;
b. Meningkatkan koordinasi dan komunikasi kepada unit kerja dilingkungan PPATK dengan adanya pertemuan secara berkala.
Untuk melaksanakan seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mendukung pencapaian target sasaran berupa jumlah layanan ketatausahaan dan kerumahtanggaan dialokasikan anggaran sebesar Rp. 17.419.859.000,-. Dari alokasi anggaran tersebut yang terealisasi/terserap sebesar Rp. 7.534.306.791,- atau 43,27%. Dengan melihat tingkat capaian output sebesar 100%, maka dapat dinyatakan bahwa penggunaan anggaran telah dilaksanakan secara efisien.
Berkaitan dengan pelaksanaan layanan ketatausahaan dan kerumahtanggan, pada tahun 2011 PPATK telah melaksanakan survey atas tingkat kepuasaan layanan tersebut dengan menyebarkan kuesioner kepada responden pegawai PPATK. Jumlah kuesioner yang disebar adalah sebanyak 24 sampel, responden adalah sekretaris kepala / wakil kepala serta penatausaha masing masing direktorat serta beberapa responden yang terkait dengan layanan yang diberikan. Hasil dari kuesioner tersebut diharapkan menjadi feed back atau masukan bagi peningkatan layanan tersebut.
Dari pengolahan data kuesioner yang masuk diperoleh gambaran sebagai berikut :
Keterangan :
Sangat tidak setuju -- (Sts)
Tidak setuju -- (Ts)
Netral/biasa saja -- (Kurang setuju)
Setuju -- (S)
Sangat setuju -- (Ss)
Sts Ts Ks S Ss
a Layanan Kerumahtanggaan
- Layanan kesehatan umum dan gigi 0 0 4 18 2 24
- Layanan operasional perkantoran dan Pimpinan 0 0 2 18 4 24
- Pemeliharaan gedung kantor 3 3 4 14 0 24
- Pemeliharaan peralatan dan mesin 0 0 5 16 3 24
Total 3 3 15 66 9 96
b Layanan Ketatausahaan
- Pengelolaan persuratan 0 4 8 11 1 24
- Penyelenggaraan perpustakaan 0 3 6 12 2 23
- Pengelolaan arsip 0 2 6 15 1 24
- Penyusunan laporan semesteran dan tahunan PPATK 0 0 5 19 0 24
Total 0 9 25 57 4 95
Responden menyatakan layanan sesuai dengan harapan Jenis Layanan
No Jumlah
Persentase tingkat kepuasan layanan ketatausahaan dan kerumahtanggaan.
84
Terhadap layanan kerumahtanggaan responden yang menyatkakan bahwa layanan yang diberikan telah sesuai dengan harapan mendapatkan jumlah 66 atau mencapai tingkat kepuasan 68,7 %, sedangkan layanan ketatausahaan, responden yang menyatakan layanan telah sesuai dengan harapan mencapai mendapatkan jumlah 57 atau mencapai tingkat kepuasan 60 %.
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kepuasan atas layanan ketatausahaan dan layanan kerumahtanggaan adalah cukup baik. Namun demikian di masa mendatang layanan ini akan senantiasa ditingkatkan terus menerus agar menjadi lebih baik.
Pada tahun 2011, konsentrasi kebijakan pengawasan intern di PPATK ditekankan pada pelaksanaan prinsip-prinsip tata kelola yang baik (good governance) khususnya pada
pengelolaan keuangan negara yang ada di lingkungan PPATK. Dalam rangka pertanggungjawaban pengelolaan keuangan yang akuntabel, Direktorat Audit Internal, sebagai unit kerja yang bertanggungjawab dalam pengawasan intern di lingkungan PPATK, telah menetapkan rencana reviu atas Laporan Keuangan PPATK minimal 1 kali reviu. Namun demikian berdasarkan hasil pengukuran dan pemantauan atas pelaksanaan reviu, ternyata pelaksanaan reviu telah dilaksanakan 2 kali dalam tahun 2011. Reviu tersebut dilakukan pada laporan keuangan PPATK semester I dan Tahunan tahun 2011. Hasil reviu yang dilakukan oleh Direktorat Audit Internal menunjukan bahwa Laporan keuangan PPATK tahun 2011 yang disusun telah memenuhi standar akuntansi pemerintahan dan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum lainnya.
Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama tahun 2011 yang mendukung kepada keberhasilan pencapaian target sasaran dimaksud antara lain :
a. Perencanaan dan penyusunan pedoman kerja reviu b. Pendampingan Reviu Laporan Keuangan
c. Pendidikan dan Pelatihan Reviu Laporan Keuangan d. Koordinasi pelaksanaan bersama direktorat terkait
KENDALA-KENDALA YANG DI HADAPI
Target kinerja tahun 2011 telah tercapai namundemikian terdapat kendala yang dihadapi dalam pencapain target sasaran dan pelaksanaan kegiatan selama tahun 2011 yaitu terdapatnya keterbatasan waktu antara selesainya Laporan Keuangan dengan penerbitan pernyataan telah direviu.
Jumlah laporan reviu terhadap laporan keuangan.
PENYELESAIAN KENDALA-KENDALA YANG DI HADAPI
Untuk menghadapi kendala tersebut, PPATK telah melakukan tindakan sebagai bentuk pemecahan/penyelesaian masalah yaitu dengan melaksanakan kegiatian reviu laporan keuangan secara interim pada bulan Juli 2011.
Tahun 2011 merupakan tahun pertama UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantsa TPPU mulai di berlakukan di wilayah hukum indonesia. Konsekuensi dari diberlakukannnya UU tersebut adalah adanya perubahan peran yang cukup signifikan bagi PPATK. Oleh karena peran yang diberikan kepada PPATK bertambah maka tuntutan pertanggunjawaban atas pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangan yang dimiliki oleh PPATK juga harus makin transparan dan akuntabel. Untuk memenuhi semua tuntutan tersebut dalam pasal 47 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang PP TPPU, telah menetapkan bahwa PPATK diminta untuk melaksanakan akuntabilitasnya secara konsisten. Sebagai tindak lanjut pelaksanaan amanah peraturan perundang-perundangan tersebut, PPATK menyelennggarakan sisitem akuntabilitas kinerjanya secara memadai. Sistem akuntabilitas kinerja PPATK dimulai dari perencanaan kinerja, pelaksanaan kinerja, pengukuran kinerja, evaluasi kinerja, pelaporan dan pertanggungjawaban kinerja, serta pemanfaatan informasi kinerja. Khusus untuk pelaporan kinerja, masing-masing unit kerja di lingkungan PPATK diwajibkan menyampaian laporan pencapaian kinerjanya kepada pimpinan PPATK secara berkala yaitu triwulanan. Hasil pencapaian kinerja selama setahun kemudian dikompilasi untuk dijadikan bahan penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi (LAKIP) PPATK. Pada tahun 2011, rencana penyusunanan LAKIP ditargetkan sejumlah 1 (satu) laporan dan dengan disampaikannya 1 (satu) dokumen LAKIP ini maka target penyusunan LAKIP tahun 2011 telah tercapai 100% oleh PPATK.
Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama tahun 2011 yang mendukung kepada keberhasilan pencapaian target sasaran dimaksud antara lain :
a. Melaksanakan pengumpulan data secara berkala yaitu triwulanan b. Pendampingan penyusunan LAKIP
c. Pendidikan dan Pelatihan Sistem AKIP d. Koordinasi penyusunan LAKIP
Jumlah laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) PPATK
86
KENDALA-KENDALA YANG DI HADAPI
Target kinerja tahun 2011 telah tercapai, namun demikian terdapat beberapa kendala yang dihadapi dalam pencapain target sasaran dan pelaksanaan kegiatan selama tahun 2011. Kendala-kendala tersebut adalah sebagai berikut:
a. Belum tersedianya sistem pengumpulan data kinerja yang memadai.
b. Indikator kinerja tujuan dan sasaran belum seluruhnya memenuhi kriteria indikator kinerja yang baik, yaitu indikator tujuan dan sasaran yang memenuhi kriteria SMART.
PENYELESAIAN KENDALA-KENDALA YANG DI HADAPI
Untuk memecahkan permasalah tersebut, PPATK telah melakukan tindakan-tindakan sebagai bentuk pemecahan masalah, antara lain sebagai berikut :
a. Membangun sistem pengumpulan data kinerja yang memadai dan sistematis. b. Menyempurnakan indikator kinerja utama untuk masing-masing level unit
organisasi dengan memperhatikan kriteria-kriteria indikator kinerja yang baik, yaitu spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, relevan, dapat dikuantifikasi dan diukur serta mampu menggambarkan hal yang diukur.
Untuk melaksanakan seluruh kegiatan yang dilaksnakan dalam rangka mendukung pencapaian target sasaran berupa jumlah laporan reviu terhadap laporan keuangan, dialokasikan anggaran sebesar Rp 750.392.000,- dari alokasi anggaran tersebut yang terealisasi/terserap sebesar Rp 436.426.844,- atau 58,16 %. Dengan melihat tingkat capaian output sebesar 200% maka dapat dinyatakan bahwa penggunaan anggaran telah dilaksanakan secara efisien.
Di tahun 2011, pencapaian sasaran tersedianya sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi PPATK ditandai dengan
adanya tersedianya gedung DRC dan Arsip PPATK. Kehadiran gedung tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi PPATK secara efektif dan efisien. Adapun Indikator keberhasilan dari sasaran tersebut, beserta target dan realisasinya adalah sebagai berikut:
Tersedianya sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi PPATK.
Tabel 29
Capaian Kinerja Indikator Utama Sasaran 3
Indikator Kinerja Target 2011 Realisasi 2011 Capaian (%)
Persentase terselenggaranya
pembangunan gedung DRC dan Arsip (gedung 2.200 M2 dan tanah 6.000 m2 ) dan kelengkapannya.
99% 100% 100%
Persentase ketersediaan sarana dan prasarana perkantoran terhadap kebutuhan.
100% 30% 30%
Dari table tersebut, menunjukan bahwa selama tahun 2011, manajemen internal PPATK telah berusaha mewujudkan sasaran indicator kinerjanya dalam menyediakan
sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan fungsi PPATK sesuai target yang telah ditetapkan. Adapun penjelasan untuk masing-masing
indikator adalah sebagai berikut :
Sebagai suatu organisasi yang mempunyai tugas pengumpulan dan analisis data-data transaksi keuangan, PPATK juga mengolah data-database yang bersifat online dengan PJK. Database dan program-program aplikasinya merupakan satu kesatuan sistem yang diolah di pusat pengolahan data dengan komputer. Agar suatu sistem tetap dapat berjalan dengan baik dalam situasi dan kondisi darurat maka diperlukan backup sistem yang handal atau sering disebut dengan istilah Data Recovery Centre (DRC).
Indikator Kinerja Target 2011 Realisasi 2011 Capaian (%)
Persentase terselenggaranya
pembangunan gedung DRC dan Arsip (gedung 2.200 M2 dan tanah 6.000 m2 ) dan kelengkapannya.
99% 100% 100%
Persentase terselenggaranya pembangunan gedung DRC dan Arsip (gedung 2.200 M2 dan tanah 6.000 m2 ) dan kelengkapannya.
88
PPATK telah melaksanakan pengadaan lahan untuk DRC dan gudang arsip seluas +2.000 m2. Lahan yang digunakan oleh PPATK untuk DRC dan gudang arsip tersebut diperoleh dari tanah eks-BPPN yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Tanah gedung DRC dan Arsip PPATK diperoleh dari Menteri Keuangan berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Nomor : KMK-69/KM.6/2010 tanggal 17 Maret 2010 tentang Penetapan Status Penggunaan Aset Properti Eks-BPPN Berupa Tanah yang terletak di Jawa Barat kepada PPATK seluas 5.648 m2. Berdasarkan keputusan tersebut ditindaklanjuti dengan Serah Terima dokumen antara Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Republik Indonesia dengan Kepala PPATK pada tanggal 26 Mei 2010.
Berkenaan dengan telah selesainya pembangunan Gedung DRC dan Arsip PPATK pada akhir tahun 2010, maka dilakukan juga pengadaan kelengkapan gedung DRC dan Arsip yang dilaksanakan pada tahun 2011. Pengadaan tersebut merupakan sebagian dari pengadaan menyeluruh yang dilakukan secara bertahap sehingga pada akhirnya peralatan pendukung dapat terpenuhi dalam rangka pemanfaatan gedung secara optimal.
Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan selama tahun 2011 yang mendukung kepada keberhasilan pencapaian target sasaran dimaksud yaitu pengadaan meubelair, berupa sofa, meja kerja, kursi kerja, meja resepsionis. Namun, kegiatan ini masih akan berkesinambungan hingga tahun 2013, karena pengadaan kelengkapan gedung DRC dan Arsip PPATK untuk tahun 2011 belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan sevara keseluruhan.
KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI
Target kinerja tahun 2011 belum tercapai dikarenakan ada permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pencapain target sasaran dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan selama tahun 2011. Kendala yang dihadapi adalah jauhnya lokasi gedung DRC dan Arsip PPATK dari kantor pusat, sehingga para penyedia barang/jasa mengalami kesulitan dalam melakukan pengiriman barang. Hal ini tercermin dari besarnya harga penawaran barang/jasa yang ditawarkan oleh penyedia barang/jasa.
PENYELESAIAN KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI
Untuk memecahkan permasalah tersebut, PPATK telah melakukan tindakan-tindakan sebagai bentuk pemecahan/penyelesaian masalah yaitu :
a. Mencoba melakukan negosiasi harga kepada penyedia barang/jasa atas kebutuhan kelengkapan gedung DRC dan Arsip;
b. Mencari alternative penyedia barang/jasa yang berdomisili di sekitar wilayah gedung DRC dan Arsip.
untuk melaksanakan seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mendukung pencapaian target sasaran berupa kelengkapan gedung DRC dan Arsip PPATK dialokasikan anggaran sebesar Rp. 814.720.000,-. Dari alokasi anggaran tersebut yang terealisasi/terserap sebesar Rp. 624.457.700,- atau. 76,64 %. Dengan melihat tingkat capaian output sebesar 70% maka dapat dinyatakan bahwa penggunaan anggaran telah dilaksanakan secara efisien.
Pada tahun 2011, PPATK telah melaksanakan pengadaan sarana dan prasarana perkantoran dalam rangka mendukung kinerja PPATK.
Indikator Kinerja Target 2011 Realisasi 2011 Capaian (%)
Persentase ketersediaan sarana dan prasarana perkantoran terhadap kebutuhan.
100% 30% 30%
Capaian realisasi ketersediaan sarana dan prasarana perkantoran mencapai 70%, terdiri dari :
a. Sarana layanan internet dan backup internet serta layanan internet keamanan tinggi sebagai penunjang kegiatan pegawai PPATK;
b. Pengadaan filling cabinet, lemari cabinet, almari arsip, meja kerja, kursi rapat, kursi kerja.
c. Pengadaan peralatan rumah tangga dan mekanikal elektrikal, yaitu pompa sampit, mesin faximili, vacum cleaner, printer, LCD Projector, dll.
KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI
Secara umum persentase ketersediaan sarana dan prasarana perkantoran terhadap kebutuhan telah sesuai dengan kebutuhan. Namun demikian terdapat permasalahan atau kendala yang dihadapi dalam pencapain target sasaran dan pelaksanaan kegiatan Persentase ketersediaan sarana dan prasarana perkantoran terhadap kebutuhan.
90
selama tahun 2011, yaitu adanya kebutuhan prasarana yang belum dialokasikan pada anggaran tahun 2011 sehingga tidak dapat terpenuhinya kebutuhan tersebut.
PENYELESAIAN KENDALA-KENDALA YANG DIHADAPI
untuk memecahkan permasalah tersebut, PPATK telah melakukan tindakan-tindakan sebagai bentuk pemecahan/penyelesaian masalah, yaitu melaksanaan perencanaan kebutuhan kerumahtanggan dengan lebih cermat, dengan meminta masukan kebutuhan kerumahtanggan kepada unit kerja lain.
Untuk melaksanakan seluruh kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mendukung pencapaian target sasaran berupa ketersediaan sarana dan prasarana perkantoran terhadap kebutuhan dialokasikan anggaran sebesar Rp. 7.500.000.000,-. Dari alokasi anggaran tersebut yang terealisasi/terserap sebesar Rp. 2.329.678.065,- atau. 31,06 %. Dengan melihat tingkat capaian output sebesar 70% maka dapat dinyatakan bahwa penggunaan anggaran telah dilaksanakan secara efisien.
C. Realisasi Keuangan PPATK
Pada awal anggaran PPATK tahun 2011 adalah sebesar Rp97.900.000.000,- sebagaiman tertuang dalam DIPA PPATK Nomor : 0001/078-01.1.01/00/2011 tanggal 20 Desember 2010. Berdasarkan Surat Edaran Menteri Keuangan Nomor SE-442/MK.02/2011 tentang Perubahan Anggaran dan Belanja Kementerian Negra/Lembaga dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan Tahun 2011, PPATK mendapatkan tambahan pagu anggaran sebesar Rp385.406.000,-. Sehingga pagu anggaran PPATK tahun 2011 sebesar Rp.98.285.406.000.
Selama tahun 2011, realisasi belanja PPATK sebesar Rp48.017.333.116.- yang digunakan untuk membiayai pelaksanaan tiga program, yaitu :
1) Program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya PPATK 2) Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur PPATK
3) Program pencegahan dan pemberantsan tindak pidanan pencucian uang.
Perbandingan pagu dan realisai belanja untuk masing-masing program selama tahun 2011 dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
Tabel 29
Perbandingan PAGU, Realisasi dan Capaian Tahun 2011 No Uraian
Pagu Realisasi Capaian
(Rp) (Rp) (%)
1 Program dukungan manajemen dan
pelaksanaan tugas teknis lainnya PPATK
56.900.000.000 29.420.726.326 51,71
2 Program peningkatan sarana dan prasarana aparatur PPATK
7.500.000.000 2.329.678.065 31,06
3 Program pencegahan dan pemberantsan tindak pidanan pencucian uang.
33.885.406.000 16.266.928.725 48,01
92
Rincian pagu dan realisasi anggaran berdasarkan unit kerja di lingkungan PPATK pada tahun 2011 adalah sebagai berikut :
Tabel 30
PAGU dan Realisasi Anggaran berdasarkan Unit Kerja Tahun 2011
No Uraian Pagu Realisasi Capaian
(Rp) (Rp) (%)
1 Direktorat Riset dan Analisis 4,600,000,000 2,141,479,674 46.55 2 Direktorat Pengembangan Aplikasi Sistem 6,000,000,000 1,845,728,284 30.76 3 Direktorat Pengawasan Kepatuhan 1,885,406,000 1,282,753,130 68.04
4 Direktorat Operasi Sistem 8,000,000,000 3,954,167,632 49.43 5 Direktorat Kerjasama Antar
Lembaga
6,700,000,000 3,561,795,882 53.16
6 Direktorat Hukum dan Regulasi
6,700,000,000 3,481,004,123 51.96
7 Direktorat Umum 24,919,859,000 9,863,984,856 39.58
8 Direktorat Sumber Daya Manusia
10,214,477,000 3,807,945,755 37.28
9 Direktorat Keuangan 28,515,272,000 17,642,046,936 61.87
10 Direktorat Audit Internal 750,392,000 436,426,844 58.16
Total 98.285.406.000 48.017.333.116 48,85
D. Hasil Pemeriksaan BPK RI Atas
Laporan Keuangan PPATK
Dalam konteks pengelolaan keuangan negara di lingkungan PPATK, Kepala PPATK menjabat sebagai selaku Pengguna Anggaran dan Pengguna Barang. Keuangan negara yang dikelola oleh PPATK harus dikelola secara tertib, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggungjawab dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Sebagai
bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan keuangan negara di lingkungan PPATK, Pengguna Anggaran PPATK telah menyusun laporan pertanggungjawaban APBN PPATK setiap tahunnya yang disusun dalam bentuk Laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut terdiri dari laporan realisasi anggaran, Neraca, dan Catatan atas Laporan Keuangan. Untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang disusun oleh PPATK telah sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan, informasi yang diungkapkan telah cukup, seluruh peraturan yang berkenaan telah dipatuhi, dan penerapan sistem pengendalian internnya telah efektif, maka diperlukan pemeriksaan atas laporan keuangan tersebut. Pemeriksaan atas laporan keuangan PPATK telah dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indoneisa (BPK RI) secara berkala sejak tahun anggaran 2006, yaitu sejak PPATK diberi amanah untuk mengelola keuangan negara secara mandiri. Dalam setiap pemeriksaannya BPK selalu memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan PPATK. Berikut rincian opini BPK atas laporan keuangan PPATK sejak tahun 2006 sampai dengan tahun 2011.
Tabel 31
Opini BPK terhadap Laporan Keuangan PPATK
No Tahun Opini BPK
1 Laporan Keuangan PPATK tahun 2006 Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 2 Laporan Keuangan PPATK tahun 2007 Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 3 Laporan Keuangan PPATK tahun 2008 Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 4 Laporan Keuangan PPATK tahun 2009 Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 5 Laporan Keuangan PPATK tahun 2010 Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 6 Laporan Keuangan PPATK tahun 2011 Masih dalam proses pemeriksaan
Berdasarkan tabel di atas, terlihat jelas bahwa opini yang diberikan oleh BPK terhadap kewajaran laporan keuangan PPATK selalu opini Wajar Tanpa Pengecualian. Hal tersebut mengindikasikan bahwa pengelolaan keuangan negara di lingkungan PPATK telah dilasanakan secara tertib, ekonomis, efektif, dan transparan serta taat aturan.
94
Penutup
Dalam kerangka pelaksanaan fungsi PPATK sebagaimana tertuang dalam pasal 44 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang, PPATK mengemban amanah untuk melaksanakan fungsi utamanya yakni melakukan analisis terhadap Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan yang disampaikan oleh pihak pelapor sebagaimana dimaksud dalam ketentuan pasal 17 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang. Sesuai dengan