• Tidak ada hasil yang ditemukan

Capaian Kinerja Organisas

Dalam dokumen LAKIP TIEM BPPT 2015 lakip_tiem_2015 (Halaman 54-60)

AKUNTABILITAS KINERJA

B. Capaian Kinerja Organisas

Indikator Kinerja Utama: Telah dimanfaatkannya Teknologi Biocompatible Material untuk uji coba produksi masal (trial mass production) tiga buah jenis implant tulang SS316L di Industri untuk Aplikasi di Bidang Kedokteran Orthopaedi dan Kedokteran Gigi, dengan target 1 (satu) industri produsen implan tulang untuk bidang kedokteran orthopaedi dan biokeramik HA untuk bidang kedokteran gigi.

Pemenuhan kriteria indikator kinerja untuk IKU tersebut di atas adalah sebagaimana dapat dilihat pada Table 3.3 berikut.

Tabel 3.2 Pemenuhan kriteria indikator kinerja untuk IKU kegiatan Inovasi dan Layanan Teknologi Biocompatible Material untuk Alat Kesehatan

Kriteria Penjelasan

Spesifik Produk implan tulang stainless steel 316L dibuat dengan

teknologi pengecoran investment casting menggunakan

dapur induksi di PT. Zenith Allmart Precisindo.

Dapat diukur  3 (tiga) buah prototype implan SS 316L

 1 (satu) prototipe HA porous menggunakan prototype alat produksi biokeramik HA.

Catatan:

Estimasi biaya produksi pembuatan implan diperkirakan menghabiskan biaya Rp. 400.000,- /piece, yang jauh lebih murah dengan produk impor seharga Rp. 1,5 juta sampai dengan Rp. 5 juta/piece.

Dapat dicapai

Uji coba produksi massal telah berhasil dilakukan dengan

menggunakan cetakan investment casting 40 buah implan

per satu pohon cor dengan 3 jenis implant tulang sebanyak 500 implan dalam satu batch pengecoran menggunakan fasilitas peleburan dapur induksi kapasitas 250 kg di mitra industri PT. Zenith Allmart Precisindo.

Relevan Untuk substitusi impor produk implan tulang SS 316L dengan

kualitas material yang memenuhi standard medis (ASTM F 138 / ISO 5832-1 dan ASTM A 276) dengan biaya produksi implan generik yang murah.

Kurun waktu Penguatan dan uji coba produksi masal dari teknologi produksi implan stainless steel 316L di mitra industri PT. Zenith Allmart Precisindo tahun 2015, dilanjutkan dengan uji medis oleh Tim dokter orthopaedi RSU Dr. Soetomo serta produksi di industri pada tahun 2016.

Capaian kinerja PTM-BPPT untuk Indikator Kinerja Utama : adalah Jumlah pengembangan teknologi material untuk bahan baku industri alat kesehatan, dengan target 1 (satu) industri pembuat implan orthopaedi adalah PT. Zenith Allmart Precisindo dan pengguna yaitu PT. Risa Implantama dan RSU Dr. Soetomo.

1) Perbandingan antara target dengan realisasi kinerja tahun ini

Prosentase capaian kinerja = 1 Instansi Pemerintah + swasta x 100% = 100%

Tabel 3.3 Capaian kinerja kegiatan Inovasi dan Layanan Teknologi Biocompatible Material untuk Alat Kesehatan

Indikator Kinerja

Target Realisasi % Program/

Kegiatan Mitra Jumlah Prototipe Implan Tulang SS 316L dan prototype implant HA 1 1 100 PPT / PPT Bidang material (Pengembangan Teknologi Material untuk Inovasi dan Layanan Teknologi Biocompatible Material untuk Alat Kesehatan)  RSU Dr. Soetomo  PT. Zenith Allmart Precisindo

2) Perbandingan antara realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun ini dengan tahun lalu dan beberapa tahun terakhir

Kegiatan ini merupakan kelanjutan kegiatan penelitian teknologi biomaterial (biocompatible) beberapa tahun terakhir dengan capain kinerja sebagai berikut :

Tabel 3.4 Capaian kinerja kegiatan Inovasi dan Layanan Teknologi Biocompatible Material untuk Alat Kesehatan

Tahun Implan Stainless Steel 316L Implan Hidroksiapatit (HA)

2014 Prototipe implan SS 316 L. Prototipe alat produksi

biokeramik hidroksiapatit

(HA).

2015 Prototipe implan SS 316 L

melalui uji coba produksi massal dan teruji dari sisi

kemurnian dan sifat-sifat

mekanis, yaitu memenuhi

standard medis (ASTM F 138 / ISO 5832-1 dan ASTM A 276)

Prototipe implan HA berpori

untuk pemanfaatan di

Gambar 3.1 Hasil Capaian: 3 Jenis Prototipe Implan Tulang SS 316L dan HA Berpori

3) Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan tahun ini dengan target jangka menengah yang terdapat dalam dokumen perencanaan strategis

Realisasi kinerja tahun 2015 terhadap rencana strategis program adalah sebagai berikut:

Gambar 3.2 Peningkatan capaian kinerja outcome sesuai dokumen renstra kegiatan pengembangan teknologi material untuk bahan baku industri alat

kesehatan

4) Perbandingan realisasi kinerja tahun ini dengan standar nasional

- Melalui Kementerian Kesehatan maka kegiatan proses produksi dan

Pedoman Pelayanan Alat Kesehatan yang telah ditetapkan secara nasional untuk proses sertifikasi dan perizinan edar produk implan tulang orthopaedi di industri pembuat.

- Telah dihasilkan prototipe implan tulang stainless steel 316L yang teruji berdasarkan standard medis (ASTM F 138 / ISO 5832-1 dan ASTM A 276) di PT. Zenith Allmart Precisindo yang berpengalaman membuat komponen stainless steel kualitas ekspor sehingga mampu menghasilkan produk implan tulang SS 316L dengan standar nasional maupun internasional.

5) Analisis penyebab keberhasilan / kegagalan atau peningkatan / penurunan kinerja serta alternatif solusi yang telah dilakukan

a. Faktor Penyebab Keberhasilan / Peningkatan Kinerja :

- Kinerja fungsional SDM perekayasa PTM-BPPT yang kompeten

dalam pengembangan teknologi pembuatan stainless steel

- Dukungan kuat dan kerjasama yang baik dari mitra industri PT. Zenith Allmart Precisindo

- Dukungan Tim Dokter Orthopaedi RSU Dr. Soetomo dalam

memberikan masukan spesifikasi dan persyaratan teknis implan stainless steel 316L.

b. Faktor Penyebab Kegagalan / Penurunan Kinerja :

- Pendanaan yang tidak tepat waktu

- Keterbatasan Peralatan Uji (misalnya kemurnian bahan SS 316L)

- Lainnya (eksternal, misalnya: hambatan waktu perizinan, industri, masyarakat).

c. Alternatif solusi yang telah dilakukan terhadap penyebab

kegagalan/penurunan kinerja :

- Penambahan sharing pendanaan dari industri mitra PT. Zenith

Allmart Precisindo

- Memperbaiki prosedur pemurnian, pemaduan material stainless steel

316L dan seleksi bahan baku

- Koordinasi dengan stakeholder: Kementerian Kesehatan, Rumah

Dokter Bedah Orthopaedi Indonesia (PBOI) untuk mengantisipasi regulasi yang menghambat

- Melibatkan Asosiasi terkait untuk mendapatkan masukan dari

masyarakat.

6) Analisis atas efisiensi penggunaan sumber daya

- Analisis efisiensi penggunaan sumber daya manusia : memanfaatkan

peran perekayasa dan peneliti di PTM dan mahasiswa kerja praktek dan tugas akhir untuk membantu proses karakterisasi material serta instansi litbang lainnya, seperti BATAN untuk proses sterilisasi produk prototipa dan Neutron x-ray di level struktur mikro.

- Analisis efisiensi penggunaan sumber daya keuangan : negosiasi

dengan mitra industri untuk meningkatkan perannya dalam tahap pengembangan.

7) Analisis program / kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja

Dalam rangka pencapaian pernyataan kinerja, terdapat beberapa program / kegiatan yang dilaksanakan, yang meliputi:

1. Kajian teknologi pemurnian dan pemaduan material stainless steel

316L

2. Kajian teknologi produksi hidroksiapatit dan Uji aplikasi HA porous (non-klinis in-vitro) di Bagian Material Dental, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia.

3. Pemurnian dan pemaduan stainless steel 316L serta uji produksi

massal 500 implan di dapur induksi PT. Zenith Allmart Precisindo.

4. Produksi implan stainless steel 316L menggunakan teknologi

investment casting

5. Karakterisasi material implan bekerjasama dengan Tim Dokter

Orthopaedi RSU Dr. Soetomo.

6. Optimasi prototipe alat produksi hidroksiapatit

7. Menyelenggarakan Focuss Group Discussion (FGD), dengan peserta

Kemenrsitekdikti, Rumah Sakit dengan Fasilitas Orthopaedi, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi, UI, Industri Pengecoran Logam, PBOI, BPJS Kesehatan.

8. Koordinasi dengan Tim Dokter orthopaedi dan dokter gigi , Teknik Metalurgi dan Material ITS dan UI.

Gambar 3.3 Analisis program / kegiatan yang menunjang keberhasilan ataupun kegagalan pencapaian pernyataan kinerja

Dalam dokumen LAKIP TIEM BPPT 2015 lakip_tiem_2015 (Halaman 54-60)