BAB XI SISTEM REPRODUKSI
D. Cara Merawat Sistem Reproduksi Manusia
Setelah mengetahui anatomi berserta fungsi dari sistem reproduksi manusia, Anda juga perlu memahami cara merawat organ satu ini. Mengingat, sistem reproduksi manusia sangat sensitif sehingga perawatan yang dibutuhkan pun tak boleh sembarangan. Berikut panduan sederhana untuk merawat sistem reproduksi manusia.
1. Setelah selesai urusan berkemih, pastikan penis dan vagina dibersihkan serta dikeringkan dengan baik dan menyeluruh.
2. Hindari pemakaian bedak, sabun wangi, gel, dan antiseptik karena ini akan dapat memengaruhi keseimbangan yang sehat dari bakteri dan tingkat pH di dalam area genital yang akan menyebabkan iritasi.
3. Rutinlah ganti celana dalam setiap hari.
4. Ada banyak jenis celana dalam untuk pria dan wanita. Secara umum, pilihlah celana dalam yang berbahan katun untuk digunakan sehari-hari.
5. Pilihlah baju atau celana yang longgar baik karena hal tersebut baik untuk organ reproduksi Anda. Penggunaan baju dan celana yang terlalu ketat dapat membuat area genital lembap, sehingga memungkinkan terjadinya infeksi.
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM
70
6. Ketika Anda dan pasangan berencana untuk berhubungan seks, sebaiknya bersihkan dulu area genital sebelum naik ke ranjang. Membersihkan area genital setelah seks juga tak kalah pentingnya.
7. Gunakan kondom untuk mencegah penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan.
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM
71
SISITEM DAN FUNGSI ENDOKRIN
A. Sistem Endokrin
Sistem endokrin merupakan jaringan kelenjar dan organ yang memiliki peran penting dalam mengatur banyak fungsi tubuh seperti pertumbuhan sel, metabolisme, tumbuh kembang tubuh, dan proses reproduksi. Dalam sistem endokrin terdapat beberapa kelenjar seperti kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar adrenal, dan kelenjar reproduksi yang memiliki fungsinya masing-masing.
Sistem endokrin memiliki kemiripan dengan sistem saraf pada manusia karena keduanya berperan dalam mengontrol dan memadukan satu sama lain. Jika sistem endokrin mengontrol proses tubuh yang berlangsung lambat, sistem saraf mengatur proses tubuh yang berlangsung cepat seperti pernapasan dan metabolisme. Meskipun saling berpengaruh, kedua sistem ini memiliki penghubung yang berbeda. Sistem saraf terhubung menggunakan implus saraf dan neurotransmitter, sementara sistem endokrin dihubungkan oleh senyawa kimia yang disebut hormon.
B. Fungsi Sistem Endokrin
Secara umum sistem endokrin bertanggung jawab untuk mengatur berbagai fungsi tubuh melalui pelepasan hormon seperti metabolisme, tumbuh kembang, fungsi dan reproduksi seksual, tekanan darah, nafsu makan, dan siklus tidur.
Namun, setiap hormon yang dihasilkan dalam sistem endokrin mempunyai fungsi yang berbeda tergantung dari kelenjar mana hormon tersebut dihasilkan.
BAB XII
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM
72
C. Macam-Macam Kelenjar 1. Kelenjar Tiroid
Kelenjar yang terletak di bawah leher bagian depan ini menghasilkan hormon tiroid yang mengatur metabolisme tubuh. Hormon tiroid juga berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang otak dan sistem saraf pada anak-anak. Selain itu, hormon tiroid juga membantu menjaga tekanan darah, detak jantung, dan fungsi reproduksi.
2. Kelenjar Paratiroid
Kelenjar paratiroid adalah dua pasang kelenjar kecil yang tertanam di setiap sisi permukaan kelenjar tiroid. Kelenjar kecil ini melepaskan hormon paratiroid yang berfungsi untuk mengatur kadar kalsium dalam darah dan metabolisme tulang.
3. Hipotalamus
Hipotalamus mengeluarkan hormon yang merangsang dan menekan pelepasan hormon yang disekresikan menuju kelenjar hipofisis melalui arteri.
Hipotalamus juga mengeluarkan hormon somatostatin yang menyebabkan kelenjar pituitari menghentikan pelepasan hormon pertumbuhan. Selain itu, letaknya yang berada di tengah bagian bawah otak memiliki peran penting dalam pengaturan rasa kenyang, metabolisme, dan suhu tubuh.
4. Kelenjar Hipofisis
Kelenjar hipofisis atau kelenjar pituitari letaknya berada di dalam otak, tepatnya di bawah hipotalamus. Setelah mendapatkan rangsangan dari hipotalamus, kelenjar hipofisis akan memproduksi hormon yang membantu
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM
73
mengatur pertumbuhan, produksi dan pembakaran energi, menjaga tekanan darah, serta berbagai fungsi pada organ tubuh lainnya.
5. Kelenjar Adrenal
Kelenjar berbentuk segitiga yang berada di atas setiap ginjal ini terdiri dari dua bagian. Pertama, bagian luar atau biasa disebut dengan korteks adrenal dan bagian keduanya adalah medula adrenal yang terletak di bagian dalam.
Bagian luar menghasilkan hormon yang disebut kortikosteroid, yang mengatur metabolisme, fungsi seksual, sistem kekebalan, serta keseimbangan garam dan air dalam tubuh. Sementara, bagian dalam atau medula adrenal menghasilkan hormon yang disebut katekolamin yang berfungsi untuk membantu tubuh mengatasi tekanan fisik dan emosional dengan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah
6. Kelenjar Reproduksi
Pria dan wanita memiliki kelenjar reproduksi yang berbeda. Pada pria terdapat di testis yang mengeluarkan hormon androgen yang memengaruhi banyak karakteristik pria seperti perkembangan seksual, pertumbuhan rambut wajah, dan produksi sperma. Sementara pada wanita terletak di ovarium yang menghasilkan estrogen dan progesteron serta telur. Hormon-hormon ini mengontrol perkembangan karakteristik wanita seperti pertumbuhan payudara, menstruasi, dan kehamilan.
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM
74
SISTEM DAN INTEGUMENT KULIT
A. Sistem Integumen
Sistem integumen yaitu sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasikan binatang terhadap sekeliling yang terkait sekitarnya. Sistem ini seringkali adalah bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari bahasa Latin "integumentum", yang berfaedah "penutup".
B. Lapisan Kulit 1. Epidermis
Epidermis adalah lapisan atas kulit Anda. Epidermis terdiri atas jutaan sel kulit yang diikat oleh lipid. Epidermis membangun pelindung yang kuat dan mengatur volume air yang dilepaskan dari tubuh Anda. Bagian terluar epidermis (stratum coreneum) terdiri atas lapisan sel gepeng. Di bawahnya, yaitu lapisan basa—yang terdiri atas protein dalam susunan yang mirip kolom—membuat sel-sel kulit baru. Ini karena lapisan ini adalah satu-satunya dari lima bagian epidermis yang melakukan mitosis (pembelahan inti sel).
Jadi, sel-sel kulit yang lebih tua terkelupas dari lapisan paling atas, dan sel-sel kulit baru mendorong dari lapisan basa menuju ke tempatnya.
Epidermis memiliki empat jenis sel. Mayoritasnya adalah keratinosit, yang membentuk pelindung tahan air Anda. Melanin—atau pigmen kulit—
diproduksi di melanosit epidermal. Sel Langerhans dan Merkel masing-masing berfungsi untuk respons imun dan sensasi.
BAB XIII
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM
75
2. Dermis
Lapisan kulit berikutnya adalah dermis. Dermis berada di bawah epidermis, dan bertanggung jawab atas berbagai fungsi. Lapisan ini memiliki akar rambut, tepi saraf, pembuluh darah, dan kelenjar keringat yang membantu mengatur suhu tubuh dan membuang kotoran. Dermis juga mengandung kelenjar minyak yang membuat kulit Anda terlihat halus dan lembut, tapi juga membantu dalam ketahanan terhadap air.
Dermis Anda memiliki dua bagian papiler dan rektikuler. Dermis papiler saling berpaut sehingga membantu pasokan darah dan gizi ke epidermis.
Dermis rektikuler adalah bagian yang lebih tebal dan lebih dalam yang memiliki blok seperti kolagen dan elastin yang memberikan fleksibilitas dan kekuatan pada kulit. Folikel dan kelenjar rambut Anda juga terdapat pada dermis rektikuler.
3. Hipodermis atau Jaringan Subkutan
Jaringan subkutan adalah lapisan terbawah pada sistem integumen. Fungsi utamanya adalah menyimpan lemak. Hipodermis memiliki jaringan ikat yang mengikatkan dermis ke otot dan tulang. Hipodermis juga mendukung pembuluh darah, saraf, dan kelenjar dalam dermis.
C. Unsur Utama Matriks Kulit
Matriks kulit adalah kumpulan protein, lemak, dan peptida yang memberikan daya tahan dan kestabilan. Berikut ini komponen-komponen utama struktur pendukung ini:
1. Elastin – protein yang membentuk jaringan ikat elastis, terdapat pada dermis
2. Keratin – protein struktur utama yang membentuk lapisan kulit terluar
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM
76
3. Kolagen – asam amino rantai panjang yang membentuk mayoritas protein yang terdapat pada kulit Anda
4. Lipid – ‘mortar’ alami yang membantu mengunci kelembapan dan mengikat sel-sel
5. Peptida – rantai asam amino yang memberikan sinyal kepada sel-sel kita untuk memberi tahu cara agar sel-sel dapat berfungsi.
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM
77
SISTEM DAN PENGINDERAAN
A. Panca Indera
Panca indra adalah "media" yang sudah ada di tubuh manusia, sejak dalam kandungan sang ibu. Keberadaan mereka bisa membantu seseorang untuk memahami isi dunia, dan tentunya menjalani aktivitas sehari-hari. Panca indra adalah “asisten” kehidupan yang dapat membantu Anda dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Lima panca indra manusia adalah indra peraba, penglihatan, penciuman, pendengaran, serta perasa.
B. Panca Indera Dan Fungsinya
Lima panca indra manusia adalah indra peraba, penglihatan, penciuman, pendengaran, serta perasa. Dengan bantuan organ tubuhnya masing-masing, kelima panca indra dapat mengerjakan fungsinya dengan baik, dan mengirimkan
“pesan” khusus ke otak, sehingga manusia bisa mengerti dan merasakan banyak hal. Mari kenali kelima panca indra pada manusia.
1. Panca indra peraba
Panca indra yang satu ini berperan agar manusia bisa menyadari adanya sentuhan, tekanan, panasnya suhu di sekitar, getaran, hingga rasa sakit. Semua kemampuan panca indra sentuhan ini, "diterima" melalui reseptor (organ atau sel yang merespons cahaya, panas, atau rangsangan eksternal, dan mengirimkannya ke saraf sensorik) kulit, yang masing-masing memiliki kemampuannya sendiri.Salah satu fungsi terpenting dari panca indra sentuhan ini adalah untuk menyampaikan rasa belas kasih, terhadap manusia lainnya.
Contohnya, anak bayi yang baru lahir, akan merasa aman dan nyaman, saat BAB XIV
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM
78
dibelai dan merasakan sentuhan kedua orangtuanya. Hal itu membantu bayi untuk tidur dan merasakan kedekatan dengan ayah dan ibunya.
2. Panca indra penglihatan
Kelima alat indra sangatlah penting. Namun sepertinya, panca indra untuk melihat dianggap menjadi salah satu yang terpenting. Dengan keberadaanya, Anda bisa melihat indahnya alam semesta.Panca indra penglihatan berfungsi saat cahaya diproses oleh mata dan ditafsirkan oleh otak. Cahaya melewati kornea, kemudian pupil akan membesar maupun mengecil, untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke mata. Selanjutnya, cahaya akan diterima oleh retina dan “mengubahnya” menjadi impuls saraf yang bisa dibaca oleh otak. Ada fakta unik tentang panca indra penglihatan. Studi membuktikan, seseorang yang terlahir tanpa indra penglihatan (tunanetra), memiliki pendengaran, perasa, sentuhan, dan penciuman yang sangat baik. Kemampuan mengingat dan berbicara para tunanetra, berpotensi lebih baik, dibandingkan orang-orang yang terlahir dengan mata normal.
3. Panca indra pendengaran
Telinga manusia adalah “labirin” yang rumit. Sebab, panca indra pendengaran harus bekerja keras, agar suara bisa diterima oleh otak. Pertama-tama, suara masuk ke dalam telinga bagian luar, dan diteruskan ke saluran pendengaran eksternal.Setelah itu, gelombang suara akan mencapai membran tipani atau gendang telinga. Jaringan tipis ini akan bergetar, ketika gelombang suara telah “menghantamnya”.Getaran itu mencapai ke telinga bagian tengah.
Di sini, ketiga tulang kecil (malleus, incus, dan stapes), juga ikut bergetar.
Ketiga tulang ini pun memiliki peran masing-masing, untuk mengantarkan
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM
79
gelombang suara ke otak. Tulang stapes mengirimkan getaran suara ke corti (organ reseptor untuk pendengaran). Selanjutnya, sel-sel rambut di organ corti menerjemahkan getaran suara menjadi impuls listrik. Melalui saraf sensorik, otak menerima impuls listrik.
4. Pandra indra penciuman
Menurut para peneliti, indra penciuman manusia, dapat mengenali lebih dari satu triliun aroma. Indra penciuman manusia akan bekerja dengan olfactory cleft, yang ditemukan di atap rongga hidung, pada sebelah bagian otak yang berfungsi sebagai “pencium”.Ujung saraf pada celah penciuman ini akan mengirimkan bau ke otak. Penciuman orthonasal “menangkap” bau di udara, saat Anda bernapas melalui bagian depan hidung.Pernahkah Anda mencium bau dari makanan yang Anda sedang kunyah? Ya, ini adalah cara kerja lainnya dari indra penciuman pada bagian belakang hidung kita, yang disebut penciuman retronasal.
5. Panca indra pengecap
Berkat indra pengecap lidah, Anda bisa merasakan asam, manis, asin, pahit, dan gurih. Sel perasa di bagian depan, belakang lidah, serta mulit bagian belakang dan atas, mendeteksi kelima rasa tersebut. Sel reseptor ini terikat dengan molekul makanan dan minuman yang Anda konsumsi, dan akan mengirimkan sinyal ke otak.Mungkin Anda bertanya-tanya, mengapa tidak ada rasa pedas di dalam daftar indra perasa. Menurut National Library of Medicine (NLM), rasa pedas sebenarnya adalah sinyal sakit, yang dirasakan oleh lidah.Kelima rasa di atas, dapat ditangkap oleh taste bud, yang ada pada lidah manusia. Orang dewasa, setidaknya memiliki 2.000-4.000 taste bud.
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM
80
Kebanyakan berada di lidah, tapi juga terdapat di belakang tenggorokan, epiglotis (tulang rawan yang terletak di belakang lidah), rongga hidung, dan kerongkongan.Terdapat penjelasan terkait kelima rasa di atas, dan letak lidah yang merasakannya. Manis, dirasakan oleh ujung bagian lidah. Rasa asin, dapat dirasakan oleh bagian kiri atau kanan ujung lidah. Kemudian, rasa pahit, terletak di bagian belakang lidah. Sedangkan asam, ada di bagian kiri dan kanan lidah.
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM
81
DAFTAR PUSTAKA
Benson, U.J., Gunstream, S.E., Talaro, A., and Talaro, K.P. (1999). Anatomy &
Physiology Laboratory Textbook. 7th ed. New York: The McGraw-Hill Companies.
Ganong,W.F. 1999. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Editor : dr.
Widjajakusumah. Edisi 17. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Guyton, A.C. and Hall. 1997. Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Junqeira, L.C. & Jose Carneiro (1980). Basic Histology. Lange Medical Publications, Clifornia.
Mc.Naught and Callander. 1975. Illustrated Physiology. Third Edition. New York : Churchill Livingstone.
Raven, P.H., and Johnson, G.B. (1986). Biology. Times Mirror/ Mosby College Publishing.
Sherwood, L. 2001. Fisiologi Manusia : dari sel ke system. Edisi 2. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM
82