• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IX SISTEM PERSYARAFAN

E. Berbagai Penyakit Gangguan Saraf

Ada beberapa gangguan atau penyakit yang mungkin terjadi hingga mengganggu fungsi vital dari sistem saraf pada manusia. Berikut adalah macam-macam penyakit saraf tersebut:

1. Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah penyakit yang menyerang sel-sel otak dan neurotransmitter (bahan kimia yang membawa pesan di antara sel-sel otak). Penyakit ini memengaruhi fungsi otak, memengaruhi ingatan Anda, dan cara Anda berperilaku.

2. Parkinson

Penyakit Parkinson adalah gangguan yang terjadi ketika sel-sel saraf tidak menghasilkan cukup dopamin, yaitu bahan kimia yang sangat penting untuk kelancaran kontrol otot dan gerakan.

3. Multiple sclerosis

Multiple sclerosis adalah penyakit kronis yang memengaruhi saraf pusat.

Kondisi ini ditandai dengan adanya kerusakan pada selubung pelindung (mielin) yang mengelilingi serabut saraf di otak dan sumsum tulang belakang.

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

61

4. Bell’s palsy

Bell’s palsy adalah kondisi lemah atau lumpuh tiba-tiba pada satu sisi wajah. Ini disebabkan karena adanya saraf di wajah Anda yang meradang.

Biasanya kondisi ini hanya sementara dan bisa pulih dalam jangka waktu tertentu.

5. Epilepsi

Epilepsi adalah kondisi yang ditandai dengan kejang yang berulang atau kambuhan. Kondisi ini dapat terjadi karena adanya gangguan aktivitas listrik di otak

6. Meningitis

Meningitis merupakan salah satu penyakit infeksi yang menyebabkan selaput di sekitar otak dan sumsum tulang belakang (meninges) mengalami radang. Penyakit ini biasanya disebabkan oleh virus atau bakteri.

7. Ensefalitis

Ensefalitis merupakan penyakit infeksi yang ditandai dengan munculnya peradangan pada jaringan otak. Sama seperti meningitis, penyakit ini juga disebabkan oleh infeksi virus.

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

62

SISTEM PERKEMIHAN

A. Sistem Perkemihan

Sistem perkemihan adalah sistem organ yang memproduksi, menyimpan, dan mengalirkan urin. Pada manusia, sistem ini terdiri dari dua ginjal, dua ureter, kandung kemih, dua otot sphincter, dan uretra.Sistem perkemihan terdiri dari beberapa organ, seperti ginjal, renal pelvis, ureter,kandung kemih, dan uretra.

Sistem perkemihan berperan penting dalam kelangsungan hidupmanusia karena sistem ini berfungsi untuk menyaring darah dan menghasilkan urine

B. Fungsi Sistem Perkemihan

Sistem perkemihan berfungsi untuk menghasilkan urine dengan menyaring sisa pembuangan tubuh dan air berlebih dari darah. Urine kemudian akan disalurkan ke kandung kemih dengan melalui dua tabung tipis yang disebut ureter.

Ketika kandung kemih penuh, Anda akan membuang urine melalui uretra.Selain itu, sistem perkemihan dan ginjal juga berfungsi untuk menghilangkan cairan pembuangan yang disebut dengan urea, serta menjaga keseimbangan air, natrium, dan kalium. Urea sendiri diproduksi saat makanan yang mengandung protein dipecah dalam tubuh.Sistem ini akan bekerja sama dengan kulit, usus, dan paru-paru untuk menjaga keseimbangan tersebut. Orang dewasa akan mengeluarkan sekitar dua liter cairan per hari. Jumlah ini bergantung dengan jumlah cairan yang diminum dan yang keluar melalui keringat serta pernapasan.

C. Gangguan Kesehatan Pada Sistem Perkemihan

Gangguan kesehatan pada sistem kemih meliputi kelainan atau kondisi yang memengaruhi ginjal, ureter, dan kandung kemih. Beberapa contoh gangguan

X

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

63

sistem perkemihan, di antaranya kanker saluran kemih, ketidakmampuan mengontrol aliran urine, batu ginjal, gagal ginjal, hingga infeksi saluran kemih.

Gejala dan pengobatannya tergantung pada gangguan kesehatan tersebut. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang berkaitan dengan sistem kemih.

1. Penyakit ginjal kronis

Ginjal merupakan organ utama dari sistem perkemihan. Gangguan terhadap organ yang satu ini akan memengaruhi kesehatan Anda.

Pada penyakit ginjal kronis, ginjal mengalami kerusakan dan tidak mampu menyaring darah dengan baik.Kerusakan ini dapat mengarah kepada pembentukan zat pembuangan dan masalah lainnya, termasuk gagal ginjal.

Kondisi ini umumnya disebabkan oleh penyakit jantung, diabetes, dan tekanan darah tinggi.

Ginjal yang terkena kondisi ini akan memiliki permukaan yang kasar dan terlihat lebih kecil.Kerusakan ginjal umumnya permanen. Meski demikian, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menjaga ginjal tetap sehat.Contohnya dengan menjaga kadar gula darah, menjaga tekanan darah tetap sehat, melakukan olahraga secara teratur, menjaga berat badan sehat, berhenti merokok dan mengonsumsi minuman keras, serta rutin memeriksakan diri ke dokter.

2. Kehilangan kontrol kandung kemih

Masalah kesulitan mengendalikan kandung kemih umumnya muncul karena otot sfingter uretra terlalu lemah atau terlalu aktif. Akibatnya, cairan urine akan lebih mudah keluar ketika Anda bersin atau batuk. Kondisi ini disebut dengan inkontinensia urine (IU).Otot sfingter yang terlalu aktif bahkan

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

64

dapat memicu keinginan untuk buang air kecil yang sangat kuat, tapi urine yang dikeluarkan sangat sedikit. Wanita umumnya dua kali lebih berisiko mengalami inkontinensia urine dibandingkan dengan pria. Kondisi ini semakin mungkin terjadi seiring bertambahnya usia. Cara mengatasi kondisi ini tergantung dengan tipe inkontinensia, penyebabnya, dan tingkat keparahannya. Inkontinensia urine umumnya diatasi dengan menggabungkan pengobatan dengan olah raga.Contohnya dengan melakukan latihan mengendalikan buang air kecil, olahraga otot panggul, pola makan yang membantu Anda mengembalikan kendali atas kandung kemih Anda, dan obat seperti antikolinergik.

3. Batu ginjal

Gangguan sistem perkemihan yang satu ini mungkin lebih populer di kalangan orang awam. Batu ginjal memproduksi urine untuk mengeluarkan cairan pembuangan. Batu ini dapat terbentuk saat mineral dan garam asam di dalam urine mengkristal, lalu saling menempel.Jika batu ginjal tersebut berukuran kecil, batu tersebut dapat keluar dengan mudah melalui sistem perkemihan. Sedangkan, batu yang lebih besar akan menyumpat saluran kemih. Kondisi ini akan menghambat keluarnya urine dan menimbulkan rasa nyeri.

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

65

SISTEM REPRODUKSI

A. Pengertian Sistem Reproduksi

Sistem reproduksi atau sistem genital adalah sistem organ seks dalam organisme yang bekerja sama untuk tujuan reproduksi seksual. Banyak zat non-hidup seperti cairan, hormon, dan feromon juga merupakan aksesoris penting untuk sistem reproduksi. Sistem reproduksi wanita memiliki beberapa bagian dengan fungsinya masing-masing. Berikut penjelasan sistem reproduksi wanita yang perlu Anda ketahui.

B. Sistem Reproduksi Wanita 1. Vagina

Banyak orang mengira bahwa vagina bisa diamati dengan mata telanjang.

Hal tersebut salah kaprah. Vagina berada di dalam tubuh sehingga Anda tidak bisa melihatnya secara langsung. Bagian yang bisa Anda lihat ketika menghadap ke alat genital dinamakan vulva. Vagina sendiri merupakan saluran yang menghubungkan serviks (leher rahim) ke bagian luar tubuh.

Letak vagina tepatnya di belakang kandung kemih, agak lebih rendah dari rahim.Fungsi organ satu ini adalah sebagai jalan lahir bayi saat persalinan serta tempat keluarnya darah saat menstruasi. Vagina juga menjadi jalur akses sperma untuk menuju rahim.

2. Rahim (uterus)

Rahim adalah sebuah organ kecil yang berongga dan berbentuk seperti buah pir. Organ ini berada di antara kandung kemih dan dubur. Bagian bawah rahim merupakan sebuah saluran yang disebut leher rahim. Leher rahim ini

BAB XI

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

66

menghubungkan vagina dengan rahim. Rahim memiliki banyak fungsi penting dalam proses reproduksi. Selama siklus menstruasi normal, lapisan rahim (endometrium), akan diselimuti dengan gumpalan darah yang menebal.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk mempersiapkan kehamilan. Apabila tidak ada pembuahan, maka gumpalan darah tersebut akan luruh dan keluar melalui vagina. Nah, proses luruhnya darah inilah yang disebut dengan menstruasi. Sebaliknya, jika terjadi pembuahan, maka rahim akan menjadi rumah bagi embrio untuk tumbuh dan berkembang sebelum akhirnya dilahirkan.

3. Ovarium

Ovarium adalah kelenjar kecil berbentuk oval yang berada di sisi kanan dan kiri rongga panggul, tepatnya bersebelahan dengan bagian rahim atas.

Ovarium berfungsi untuk menghasilkan sel telur dan hormon seks wanita, seperti estrogen dan progesteron.

4. Tuba falopi

Tuba falopi adalah dua tabung panjang dan tipis yang membentang dari ujung kanan dan kiri pada pada bagian atas rahim ke ujung ovarium. Organ ini berfungsi sebagai saluran untuk sel telur (ovum) bergerak dari ovarium menuju rahim. Konsepsi, alias pembuahan sel telur oleh sperma, terjadi di saluran tuba falopi. Nantinya, sel telur yang berhasil dibuahi di saluran tuba falopi akan bergerak menuju rahim.

5. Vulva

Vulva adalah bagian luar dari anatomi vagina yang bisa Anda lihat dengan mata telanjang. Bagian ini terdiri dari:

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

67

a. Labia majora

Labira majora disebut juga sebagai “bibir besar”. Bagian ini mengandung banyak kelenjar keringat dan minyak. Setelah pubertas, labia majora akan ditutupi rambut-rambut halus

b. Labia minora

Labia minora disebut sebagai “bibir kecil” Disebut demikian karena bagian ini berukuran sangat kecil, yaitu sekitar 5 cm. Labia minora berada di dalam labia majora, dan mengelilingi lubang vagina dan uretra (lubang tempat Anda buang air kecil). Jadi, lubang tempat urin keluar dari tubuh berbeda dengan lubang keluarnya darah saat Anda menstruasi

c. Klitoris

Klitoris merupakan tonjolan kecil yang berada di dalam labia minora.

Klitoris ditutupi dengan lipatan kulit, yang disebut preputium, mirip dengan kulup di ujung di penis. Sama halnya dengan penis, klitoris dikelilingi banyak saraf sehingga sangat sensitif terhadap rangsangan dan bisa menegang (ereksi)

C. Sistem Reproduksi Pria

Sama halnya dengan wanita, sistem reproduksi pria juga terdiri dari banyak bagian. Setiap bagiannya tentu memiliki fungsi masing-masing yang sangat vital.

Berikut bagian-bagian dari sistem reporoduksi pria yang perlu Anda ketahui.

1. Penis

Penis adalah organ seks pria. Biasanya, organ ini akan mencapai ukuran maksimalnya selama masa puber. Penis terdiri dari tiga bagian utama, pangkal

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

68

(radix), batang (corpus), dan kepala (glans). Di ujung kepala penis terdapat lubang saluran uretra untuk mengeluarkan urin dari dalam tubuh. Lubang ini juga berfungsi untuk mengeluarkan cairan mani ketika pria mencapai klimaks (orgasme). Di sepanjang batang penis, tepatnya pada sisi kiri dan kanannya, terdapat jaringan yang dinamakan korpus kavernosum. Jaringan ini akan dipenuhi darah ketika pria terangsang secara seksual. Saat jaringan ini dipenuhi darah, penis akan menjadi kaku dan ereksi sehingga memungkinkan pria melakukan penetrasi selama hubungan seksual.

2. Skrotum

Skrotum adalah sebuah kantong kulit yang longgar dan menggantung di belakang penis. Bagian tubuh satu ini juga dikenal dengan nama buah zakar dan sangat erat kaitannya dengan testis. Selain berfungsi untuk membungkus testis, skrotum juga berperan untuk mendukung testis memproduksi sperma normal. Agar pria dapat menghasilkan sperma berkulitas, testis harus berada pada suhu yang tepat, yaitu sedikit lebih dingin ketimbang suhu tubuh.

Adanya otot-otot khusus di dinding skrotum memungkinkannya testis untuk menjaga suhu optimal bagi produksi sperma.

3. Testis

Testis atau biasa disebut sebagai buah zakar, pelir, atau biji kemaluan adalah organ berbentuk oval. Organ ini berada di dalam kantung di sebelah kanan dan kiri bagian belakang penis. Fungsi utama testis adalah untuk memproduksi dan menyimpan sperma serta memproduksi testosteron.

Testosteron adalah hormon pria yang bertanggung jawab untuk menghasilkan sperma dan memberikan perubahan pada tubuh selama masa pubertas.

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

69

Biasanya, testis pria akan mulai tumbuh sekitar umur 10-13 tahun. Ketika testis tumbuh, kulit di sekitar skrotum akan berwarna lebih gelap, menggantung ke bawah, dan memiliki rambut. Ukuran testis setiap pria berbeda-beda, namun rata-rata testis memiliki ukuran panjang antara 5-7,5cm dengan lebar 2,5cm

D. Cara Merawat Sistem Reproduksi Manusia

Setelah mengetahui anatomi berserta fungsi dari sistem reproduksi manusia, Anda juga perlu memahami cara merawat organ satu ini. Mengingat, sistem reproduksi manusia sangat sensitif sehingga perawatan yang dibutuhkan pun tak boleh sembarangan. Berikut panduan sederhana untuk merawat sistem reproduksi manusia.

1. Setelah selesai urusan berkemih, pastikan penis dan vagina dibersihkan serta dikeringkan dengan baik dan menyeluruh.

2. Hindari pemakaian bedak, sabun wangi, gel, dan antiseptik karena ini akan dapat memengaruhi keseimbangan yang sehat dari bakteri dan tingkat pH di dalam area genital yang akan menyebabkan iritasi.

3. Rutinlah ganti celana dalam setiap hari.

4. Ada banyak jenis celana dalam untuk pria dan wanita. Secara umum, pilihlah celana dalam yang berbahan katun untuk digunakan sehari-hari.

5. Pilihlah baju atau celana yang longgar baik karena hal tersebut baik untuk organ reproduksi Anda. Penggunaan baju dan celana yang terlalu ketat dapat membuat area genital lembap, sehingga memungkinkan terjadinya infeksi.

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

70

6. Ketika Anda dan pasangan berencana untuk berhubungan seks, sebaiknya bersihkan dulu area genital sebelum naik ke ranjang. Membersihkan area genital setelah seks juga tak kalah pentingnya.

7. Gunakan kondom untuk mencegah penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan.

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

71

SISITEM DAN FUNGSI ENDOKRIN

A. Sistem Endokrin

Sistem endokrin merupakan jaringan kelenjar dan organ yang memiliki peran penting dalam mengatur banyak fungsi tubuh seperti pertumbuhan sel, metabolisme, tumbuh kembang tubuh, dan proses reproduksi. Dalam sistem endokrin terdapat beberapa kelenjar seperti kelenjar tiroid, kelenjar paratiroid, kelenjar adrenal, dan kelenjar reproduksi yang memiliki fungsinya masing-masing.

Sistem endokrin memiliki kemiripan dengan sistem saraf pada manusia karena keduanya berperan dalam mengontrol dan memadukan satu sama lain. Jika sistem endokrin mengontrol proses tubuh yang berlangsung lambat, sistem saraf mengatur proses tubuh yang berlangsung cepat seperti pernapasan dan metabolisme. Meskipun saling berpengaruh, kedua sistem ini memiliki penghubung yang berbeda. Sistem saraf terhubung menggunakan implus saraf dan neurotransmitter, sementara sistem endokrin dihubungkan oleh senyawa kimia yang disebut hormon.

B. Fungsi Sistem Endokrin

Secara umum sistem endokrin bertanggung jawab untuk mengatur berbagai fungsi tubuh melalui pelepasan hormon seperti metabolisme, tumbuh kembang, fungsi dan reproduksi seksual, tekanan darah, nafsu makan, dan siklus tidur.

Namun, setiap hormon yang dihasilkan dalam sistem endokrin mempunyai fungsi yang berbeda tergantung dari kelenjar mana hormon tersebut dihasilkan.

BAB XII

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

72

C. Macam-Macam Kelenjar 1. Kelenjar Tiroid

Kelenjar yang terletak di bawah leher bagian depan ini menghasilkan hormon tiroid yang mengatur metabolisme tubuh. Hormon tiroid juga berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan tulang otak dan sistem saraf pada anak-anak. Selain itu, hormon tiroid juga membantu menjaga tekanan darah, detak jantung, dan fungsi reproduksi.

2. Kelenjar Paratiroid

Kelenjar paratiroid adalah dua pasang kelenjar kecil yang tertanam di setiap sisi permukaan kelenjar tiroid. Kelenjar kecil ini melepaskan hormon paratiroid yang berfungsi untuk mengatur kadar kalsium dalam darah dan metabolisme tulang.

3. Hipotalamus

Hipotalamus mengeluarkan hormon yang merangsang dan menekan pelepasan hormon yang disekresikan menuju kelenjar hipofisis melalui arteri.

Hipotalamus juga mengeluarkan hormon somatostatin yang menyebabkan kelenjar pituitari menghentikan pelepasan hormon pertumbuhan. Selain itu, letaknya yang berada di tengah bagian bawah otak memiliki peran penting dalam pengaturan rasa kenyang, metabolisme, dan suhu tubuh.

4. Kelenjar Hipofisis

Kelenjar hipofisis atau kelenjar pituitari letaknya berada di dalam otak, tepatnya di bawah hipotalamus. Setelah mendapatkan rangsangan dari hipotalamus, kelenjar hipofisis akan memproduksi hormon yang membantu

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

73

mengatur pertumbuhan, produksi dan pembakaran energi, menjaga tekanan darah, serta berbagai fungsi pada organ tubuh lainnya.

5. Kelenjar Adrenal

Kelenjar berbentuk segitiga yang berada di atas setiap ginjal ini terdiri dari dua bagian. Pertama, bagian luar atau biasa disebut dengan korteks adrenal dan bagian keduanya adalah medula adrenal yang terletak di bagian dalam.

Bagian luar menghasilkan hormon yang disebut kortikosteroid, yang mengatur metabolisme, fungsi seksual, sistem kekebalan, serta keseimbangan garam dan air dalam tubuh. Sementara, bagian dalam atau medula adrenal menghasilkan hormon yang disebut katekolamin yang berfungsi untuk membantu tubuh mengatasi tekanan fisik dan emosional dengan meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah

6. Kelenjar Reproduksi

Pria dan wanita memiliki kelenjar reproduksi yang berbeda. Pada pria terdapat di testis yang mengeluarkan hormon androgen yang memengaruhi banyak karakteristik pria seperti perkembangan seksual, pertumbuhan rambut wajah, dan produksi sperma. Sementara pada wanita terletak di ovarium yang menghasilkan estrogen dan progesteron serta telur. Hormon-hormon ini mengontrol perkembangan karakteristik wanita seperti pertumbuhan payudara, menstruasi, dan kehamilan.

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

74

SISTEM DAN INTEGUMENT KULIT

A. Sistem Integumen

Sistem integumen yaitu sistem organ yang membedakan, memisahkan, melindungi, dan menginformasikan binatang terhadap sekeliling yang terkait sekitarnya. Sistem ini seringkali adalah bagian sistem organ yang terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar keringat dan produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari bahasa Latin "integumentum", yang berfaedah "penutup".

B. Lapisan Kulit 1. Epidermis

Epidermis adalah lapisan atas kulit Anda. Epidermis terdiri atas jutaan sel kulit yang diikat oleh lipid. Epidermis membangun pelindung yang kuat dan mengatur volume air yang dilepaskan dari tubuh Anda. Bagian terluar epidermis (stratum coreneum) terdiri atas lapisan sel gepeng. Di bawahnya, yaitu lapisan basa—yang terdiri atas protein dalam susunan yang mirip kolom—membuat sel-sel kulit baru. Ini karena lapisan ini adalah satu-satunya dari lima bagian epidermis yang melakukan mitosis (pembelahan inti sel).

Jadi, sel-sel kulit yang lebih tua terkelupas dari lapisan paling atas, dan sel-sel kulit baru mendorong dari lapisan basa menuju ke tempatnya.

Epidermis memiliki empat jenis sel. Mayoritasnya adalah keratinosit, yang membentuk pelindung tahan air Anda. Melanin—atau pigmen kulit—

diproduksi di melanosit epidermal. Sel Langerhans dan Merkel masing-masing berfungsi untuk respons imun dan sensasi.

BAB XIII

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

75

2. Dermis

Lapisan kulit berikutnya adalah dermis. Dermis berada di bawah epidermis, dan bertanggung jawab atas berbagai fungsi. Lapisan ini memiliki akar rambut, tepi saraf, pembuluh darah, dan kelenjar keringat yang membantu mengatur suhu tubuh dan membuang kotoran. Dermis juga mengandung kelenjar minyak yang membuat kulit Anda terlihat halus dan lembut, tapi juga membantu dalam ketahanan terhadap air.

Dermis Anda memiliki dua bagian papiler dan rektikuler. Dermis papiler saling berpaut sehingga membantu pasokan darah dan gizi ke epidermis.

Dermis rektikuler adalah bagian yang lebih tebal dan lebih dalam yang memiliki blok seperti kolagen dan elastin yang memberikan fleksibilitas dan kekuatan pada kulit. Folikel dan kelenjar rambut Anda juga terdapat pada dermis rektikuler.

3. Hipodermis atau Jaringan Subkutan

Jaringan subkutan adalah lapisan terbawah pada sistem integumen. Fungsi utamanya adalah menyimpan lemak. Hipodermis memiliki jaringan ikat yang mengikatkan dermis ke otot dan tulang. Hipodermis juga mendukung pembuluh darah, saraf, dan kelenjar dalam dermis.

C. Unsur Utama Matriks Kulit

Matriks kulit adalah kumpulan protein, lemak, dan peptida yang memberikan daya tahan dan kestabilan. Berikut ini komponen-komponen utama struktur pendukung ini:

1. Elastin – protein yang membentuk jaringan ikat elastis, terdapat pada dermis

2. Keratin – protein struktur utama yang membentuk lapisan kulit terluar

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

76

3. Kolagen – asam amino rantai panjang yang membentuk mayoritas protein yang terdapat pada kulit Anda

4. Lipid – ‘mortar’ alami yang membantu mengunci kelembapan dan mengikat sel-sel

5. Peptida – rantai asam amino yang memberikan sinyal kepada sel-sel kita untuk memberi tahu cara agar sel-sel dapat berfungsi.

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIK (DIV) INSTITUT KESEHATAN MEDISTRA LUBUK PAKAM

77

SISTEM DAN PENGINDERAAN

A. Panca Indera

Panca indra adalah "media" yang sudah ada di tubuh manusia, sejak dalam kandungan sang ibu. Keberadaan mereka bisa membantu seseorang untuk memahami isi dunia, dan tentunya menjalani aktivitas sehari-hari. Panca indra adalah “asisten” kehidupan yang dapat membantu Anda dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Lima panca indra manusia adalah indra peraba, penglihatan, penciuman, pendengaran, serta perasa.

B. Panca Indera Dan Fungsinya

Lima panca indra manusia adalah indra peraba, penglihatan, penciuman, pendengaran, serta perasa. Dengan bantuan organ tubuhnya masing-masing, kelima panca indra dapat mengerjakan fungsinya dengan baik, dan mengirimkan

“pesan” khusus ke otak, sehingga manusia bisa mengerti dan merasakan banyak hal. Mari kenali kelima panca indra pada manusia.

1. Panca indra peraba

Panca indra yang satu ini berperan agar manusia bisa menyadari adanya

Panca indra yang satu ini berperan agar manusia bisa menyadari adanya