• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh Choirul Mahfud (Surabaya)

Dalam dokumen Ketika “Aku” Tak Menyapa”nya" (Halaman 98-102)

T

erima Kasih Anda berkenan membaca tulisan saya ini. Sejujurnya, tulisan ini merupakan uraian panjang lebar yang saya tulis untuk mengikuti program sertifikasi dosen. Saya kira, tulisan ini mungkin bermanfaat bila saya bagikan kepada pembaca budiman. Oleh karena itu, saya suguhkan spesial untuk Anda semua di sini dengan judul: “Belajar cara mengajar kreatif dan inovatif; sebuah pengalaman pribadi”.

Menurut pengalaman dan pengamalan pribadi, belajar cara mengajar kreatif dan inovatif selalu saya coba dengan bersyukur kepada Allah dan berusaha melakukan dengan baik setiap amanat dan kewajiban sebagai dosen ITS Surabaya. Oleh karena itu, perkenankan sebelumnya, saya ingin mengungkapkan rasa puja-puji syukur Alhamdulillah, terhitung mulai tanggal 1 April 2014, saya diangkat dan ditetapkan sebagai CPNS Dosen Agama Islam di lingkungan kampus ITS Surabaya melalui SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Nomor 93710/A4/KP/2014. Lalu, kini sudah ditetapkan sebagai dosen Agama Islam ITS golongan III/b per 1 November 2015, dan dengan jabatan fungsional Lektor per 1 Maret 2016.

Hal ini merupakan tugas dan amanat Allah SWT yang wajib saya terus syukuri dengan cara selalu berusaha yang terbaik dalam melaksanakan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab, kreatif dan inovatif agar pembelajaran agama Islam berhasil sukses manfaat di mata Allah, sukses manfaat di mata mahasiswa-mahasiswi, sukses manfaat di mata kampus ITS dan negara Republik Indonesia tercinta.

Saya menyadari, pembelajaran bermutu dan berkualitas merupakan hasil dari proses usaha dan doa yang didukung persiapan yang baik (well-prepared). Persiapan yang baik biasanya didukung dengan wawasan pengetahuan, pendidikan dan informasi yang baik pula (well-informed). Kebetulan, alhamdulillah, latar belakang pendidikan yang saya ikuti selama ini terkait erat dengan pembelajaran Agama Islam. Mulai dari TK Islam, Madrasah Ibtidaiyah (MI), berlanjut di Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA), sambil nyantri di Madrasah Diniyah di daerah Ngawi. Kemudian bersyukur bisa melanjutkan kuliah jurusan Pendidikan Agama Islam (S1) di IAIN Sunan Ampel Surabaya yang kini bernama UIN Sunan Ampel (UINSA). Setelah itu, Alhamdulillah mendapatkan beasiswa studi S2 dan S3 di kampus yang sama dalam bidang ilmu Pendidikan Islam di IAIN Sunan Ampel Surabaya, hingga lulus 2013 lalu. Hal ini rasanya sangat mendukung pemahaman dan pengalaman saya dalam proses belajar mengajar agama Islam di ITS saat ini.

Sejak awal mengajar agama Islam di ITS, saya berusaha menjadi salah satu dosen kreatif dan inspiratif. Pertama, berusaha mengajar sepenuh hati dengan mencoba menerapkan beberapa model, strategi, metode dan media pembelajaran agama Islam yang lebih variatif untuk mendesain pembelajaran agama Islam yang kreatif. Mulai dari penerapan model dan strategi pembelajaran kooperatif, kreatif, problem solving, hingga yang lainnya. Intinya, usaha dan cara kreatif dalam pembelajaran agama Islam tersebut bisa disebut pembelajaran berpusat pada mahasiswa (student-centered learning), tujuannya agar mahasiswa-mahasiswi tidak bosan, lebih aktif, partisipatif, inspiratif, kreatif dan inovatif dalam mempelajari agama Islam. Beberapa contohnya, misalnya, saya sering menggunakan metode diskusi untuk menarik partisipasi dan keaktifan mahasiswa/i berkaitan dengan tema dan topik aktual mengenai Islam di Indonesia. Sebelum diskusi, selain harus membaca buku dan informasi di internet, mahasiswa saya juga mengharapkan kepada mahasiswa/i untuk melakukan wawancara ke beberapa narasumber untuk menggali informasi secara langsung, agar berpengalaman dalam interaksi dan menggali informasinya. Hasil wawancara diolah dengan referensi buku bacaan menjadi makalah menarik untuk dipresentasikan di kelas.

Kedua, usaha kreatif yang saya lakukan dengan cara mendorong

mahasiswa/i dalam pembelajaran agama Islam untuk membuat puisi atau lagu dari hasil diskusinya mengenai tema/topik keislaman yang dikaji. Di sini, mahasiswa setelah membahasnya secara serius melalui

Aku, Buku dan Membaca: Kisah Persahabatan dengan Buku

proses diskusi, langkah berikutnya mahasiswa menyimpulkan dengan berpuisi atau menyanyikan lagu dari kesimpulan hasil diskusinya. Hal ini merupakan upaya kreatif untuk menarik perhatian mahasiswa/i dalam pembelajaran agama Islam yang coba saya lakukan.

Ketiga, di era teknologi informasi ini, pembelajaran agama

Islam di ITS yang saya lakukan juga menggunakan dukungan media web blog kuliah agama Islam yang saya buat sendiri untuk semua mahasiswa/i ITS yang beralamatkan di www.mediakuliahislam.

blogspot.co.id. Dalam web blog tersebut berisi informasi buku agama,

artikel, software al-Qur’an yang bisa di-download gratis dan petunjuk serta informasi pembelajaran agama Islam di ITS.

Keempat, upaya kreatif dalam pembelajaran agama Islam di ITS

juga menggunakan media sosial Line dan Whatsapp. Caranya setiap kelas yang saya ajar untuk membuat grup diskusi dan berbagi informasi

online via Line. Lalu, setiap mahasiswa yang ikut kelas kuliah agama

untuk menjadi anggota forum diskusi di grup Line kelas tersebut. Grup

Line biasanya digunakan untuk laporan pelaksanaan tugas hafalan

al-Qur’an yang dilaporkan/ di-posting oleh semua mahasiswa, dengan harapan saling mengetahui jumlah ayat hafalannya. Hampir sama dengan Line, di grup WA yang namanya “Bimbingan Agama se-ITS” juga sering digunakan sebagai forum alternatif tanya jawab sekaligus berbagi inspirasi dan motivasi mahasiswa dalam belajar agama Islam. Jadi selain kuliah, mahasiswa juga tetap bisa belajar agama Islam. Saling berbagi inspirasi, motivasi dan informasi membuat mahasiswa terasa selalu belajar agama Islam di mana saja dan kapan saja.

Kelima, usaha kreatif juga saya lakukan dalam penilaian/

evaluasi pembelajaran agama Islam, terutama dalam penentuan hasil evaluasi makalah presentasi mahasiswa dengan melibatkan mahasiswa. Selama ini, semua bentuk evaluasi belajar agama Islam ditentukan oleh dosennya. Namun, saya sebagai dosen berusaha berpikir bagaimana cara melibatkan mahasiswa dalam penentuan hasil evaluasi belajarnya. Secara umum, evaluasi pembelajaran agama Islam di ITS ada 4 unsur: UTS, UAS, Hafalan al-Quran/Mentoring/Presensi dan Tugas makalah dan partisipasi presentasinya. Dari beberapa bentuk penilaian tersebut, mahasiswa bisa ikut saling menentukan atau memberikan penilaian dalam pelaksanaan pembuatan tugas makalah dan presentasinya. Caranya setiap mahasiswa diharapkan saling berdiskusi dengan sepenuh hati untuk saling menilai kuantitas dan kualitas proses pembuatan makalah dan presentasinya di depan kelas kuliah agama Islam. Bagi yang terbaik diantara yang baik

mendapat nilai bagus untuk nilai tugas makalah dan presentasinya. Hal ini disambut baik mahasiswa hingga saat ini.

Keenam, saya menyadari bahwa setiap orang suka diapresiasi

dan dihargai atas jerih payahnya, termasuk dalam hal ini adalah mahasiswa/i dalam belajar agama Islam di ITS. Oleh karena itu, menjelang akhir perkuliahan agama Islam, saya juga berusaha memberikan apresiasi berupa pemberian sertifikat pengakuan kepada 2 kategori mahasiswa/i yang paling banyak jumlah hafalan ayat al-Qur’an-nya dan paling aktif berpartisipasi dalam mengikuti kelas kuliah agama Islam. Harapannya, mereka semua semakin termotivasi dalam belajar dan mengamalkan ajaran Islam baik selama kuliah hingga lulus nantinya.

Ketujuh, sebagai dosen agama Islam di kampus Institut Teknologi

Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, saya juga terus mencoba berbagai usaha kreatif dan inovatif dalam pembelajaran yang dilandasi dengan semangat terus belajar dan saling berbagi pemahaman, pengalaman dan pengamalan dalam pembelajaran agama Islam di ITS Surabaya.

Kedelapan, dalam beberapa tahun ini, alhamdulillah, saya juga berhasil melakukan publikasi karya ilmiah, baik berupa buku, artikel jurnal ilmiah dan opini di media majalah dan buletin. Beberapa karya ilmiah yang sudah saya publikasikan, pertama, buku berjudul “Politik Pendidikan Islam di Indonesia”, yang diterbitkan oleh salah satu penerbit bonafit di Yogyakarta, yaitu Penerbit Pustaka Pelajar. Selain buku, saya juga berhasil menerbitkan artikel di jurnal ilmiah terakreditasi maupun yang belum terakreditasi. Di tahun 2016 ini, artikel saya terbit di jurnal Malaysia yang berjudul “The Global and Local Challenges of Islamic Education in Contemporery Indonesia”, Vol.3, No.2, 2016, Scientific Journal of PPI-UKM Malaysia. Lalu, pada tahun 2015, artikel jurnal yang berhasil saya terbitkan berjudul “Urgensi Pengembangan Kurikulum Pendidikan Lalu Lintas Dalam Perspektif Islam” di Jurnal Tasyri’ STAI Gresik. Lalu pada tahun 2014, artikel saya juga diterbitkan di jurnal terakreditasi A yang bernama JIIS UIN Sunan Ampel Surabaya judulnya “The Role of Cheng Ho Mosque: The New Silk Road, Indonesia-China Relations in Islamic Cultural Identity”. Lalu, artikel saya berjudul “Tafsir Sosial Kontekstual Ibadah Kurban Dalam Islam” diterbitkan oleh Jurnal Humanika, UNY Yogyakarta (2014). Juga, artikel saya berjudul “The Power of Syukur: Tafsir Kontekstual Konsep Syukur dalam al-Qur’an” dimuat di jurnal

Aku, Buku dan Membaca: Kisah Persahabatan dengan Buku

Selain itu, publikasi karya ilmiah dari hasil penelitian dan pengembangan keilmuan juga saya lakukan dengan berpartisipasi di beberapa seminar nasional dan internasional yang diterbitkan dalam bentuk buku prosiding. Beberapa pelatihan, workshop dan seminar tentang pembelajaran, kurikulum, silabus, rencana pembelajaran hingga pemikiran kependidikan Islam juga saya ikut dalam rangka

update informasi dengan para pakar keislaman dan ilmu pendidikan

di dalam dan luar negeri. Baru-baru ini, saya berpartisipasi sebagai pembicara seminar lintas disiplin akademik di Swiss Garden Hotel Kuala Lumpur, Malaysia, pada tanggal 19 Mei 2016. Saya mempresentasikan dua paper sekaligus yang berjudul: The global and local challenges

of Islamic education in contemporary Indonesia dan The relationship between religion and chinese politics orientation in Post-New Order Indonesia. Selain itu, saya juga telah mengikuti pelatihan PEKERTI

di kampus ITS untuk menambah wawasan pembelajaran di kampus Teknologi. Juga pelatihan E-learning/share ITS untuk menunjang kemampuan dan ketrampilan saya dalam menggunakan teknologi dalam proses pembelajaran agama Islam di ITS. Hal ini, semua dilakukan untuk terus saling belajar, belajar dan belajar dengan harapan terwujudnya proses pembelajaran yang sesuai harapan dan tujuan belajar yang kreatif, inspiratif, bermutu dan bermanfaat bagi semua.

Dalam dokumen Ketika “Aku” Tak Menyapa”nya" (Halaman 98-102)