Dukungan infrastruktur merupakan sarana untuk membantu dalam pengembangan unit simpan pinjam adalah Teknologi Informasi.
Adanya teknologi informasi ini adalah untuk memperkuat sistem operasional koperasi terutama unit simpan pinjamnya sehingga diperlukan adanya pengimplementasian teknologi informasi yang memadai dalam operasionalnya. Selain itu dengan adanya prasarana teknologi informasi tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung pengambilan kebujakan secara tepat waktu.
Pada KUD Mojosongo adanya penggunaan teknologi yang berupa media elektronik sudah diterapkan guna meningkatkan pelayanan kepada para anggota dan masyarakat di sekitar daerah kerja. Selain itu dengan adanya penggunaan media elektronik seperti komputer akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja unit simpan pinjam.
Keberadaan media elektronik sudah dimanfaatkan secara optimal dalam kegiatan operasional simpan pinjam. Sehingga hal ini akan membantu dalam memberikan informasi kepada pihak manajemen dengan lebih cepat, lengkap dan akurat yang akan berpengaruh dalam ketepatan mengambil keputusan maupun penyusunan perencanaan yang akan dilaksanakan oleh bagian unit simpan pinjam pada KUD tersebut.
Dari data-data sesuai dengan teori Abdul Salam yang di akses dari (http//:smecda.com, 9 Februari 2008 jam 11.30 WIB) bahwa, “Perangkat teknologi informasi untuk mendukung kegiatan operasional”.
d. Traning
Aspek sumber daya manusia hal yang sangat mempengaruhi kualitas dari usaha simpan pinjam yang ada pada KUD Mojosongo. Untuk mencapai kualitas yang terbaik maka pegawai/karyawan harus dilatih agar menyadari pentingnya pekerjaan mereka, yaitu agar memberikan kualitas pelayanan yang memuaskan terhadap para pengguna jasa simpan pinjam. Untuk dapat meningkat kualitas sumber daya manusia pada usaha simpan pinjam maka
KUD Mojosongo menerapkan semacam bentuk diklat atau training,
pembinaan atau penyuluhan kepada seluruh karyawan KUD terutama untuk unit simpan pinjam agar dapat menciptakan suatu kinerja yang lebih baik dan professional dalam memberikan layanan kepada anggota dan masyarakat sekitar daerah kerja.
Selain itu setiap akhir tahun pada waktu pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan KUD selalu diadakan evaluasi kinerja terhadap karyawan KUD Mojosongo. Dengan adanya evaluasi terhadap kinerja para karyawan khususnya untuk unit simpan pinjam akan dapat memantau kinerja dari karyawan agar bekerja dengan lebih baik. Apabila ada karyawan yang tidak sesuai dengan peraturan maka akan ditegur atau ditindak sesuai dengan AD/ART yang ada.
Dari data-data yang ditulis di atas sesuai dengan teori Abdul Salam (http//:smecda.com, 9 Februari 2008 jam 11.30 WIB) bahwa, “Traning merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas SDM secara sistematis dan berkelanjutan, dengan mengembangkan sistem dalam memperkuat aspek fit (kemampuan) SDM KSP”.
e. Linkage Program
Kerjasama dalam sebuah entitas usaha dengan usaha yang lain merupakan suatu hal yang penting untuk dapat mengembangkan usaha dari masing-masing pihak. Disamping itu dengan adanya kerjasama akan menguntungkan antara pihak yang saling mengadakan kerjasama.
Salah satu bentuk kegiatan kerjasama yang dilakukan oleh unit simpan pinjam pada KUD Mojosongo dengan bank atau lembaga keuangan yaitu dengan BPD (Bank Pembangunan Daerah), sebagai perantara bagi para anggota dan masyarakat yang mempunyai kredit dengan KUD yang bekerja di luar kota Boyolali dalam membayar kredit mereka. Dengan demikian, hal ini
commit to user
KUD Mojosongo dengan pihak bank/lembaga keuangan akan membantu dalam meningkat jangkauan penyaluran kredit yang lebih luas lagi.
Dari data-data sesuai dengan teori Abdul Salam yang di akses dari (http//:smecda.com, 9 Februari 2008 jam 11.30 WIB) bahwa, Linkage program ini merupakan suatu bentuk kerjasama yang saling menguntungkan antara bank umum/lembaga keuangan dengan koperasi terutama unit simpan pinjam untuk meningkatkan jangkauan dalam penyaluran kredit”.
BAB V
SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN
A. Simpulan
Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang penulis kemukakan pada bab sebelumnya dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1. Strategi pengembangan usaha simpan pinjam yang digunakan oleh KUD Mojosongo diwujudkan melalui:
a. Program penyehatan industri unit usaha koperasi, bahwa program penyehatan usaha simpan pinjam dilakukan dengan memperkuat aspek permodalan seperti mencari bantuan kredit lunak dari lembaga di luar koperasi, pengenaan biaya administrasi untuk setiap kredit, serta pengenaan bunga tetap yang ditarik pada awal transaksi kredit mingguan. b. Penyempurnaan sistem pengaturan dan pengawasan unit usaha koperasi,
berusaha melakukan pengawasan terhadap kinerja karyawan dan pengurus yang disesuaikan dengan AD/ART, melakukan seleksi yang ketat terhadap calon nasabah dengan melakukan survey ke lapangan oleh petugas unit simpan pinjam serta adanya penilaian tingkat kesehatan koperasi oleh jasa audit yang independen yang dilakukan setiap akhir periode.
c. Dukungan infrastruktur, berupa penggunaan media elektronik seperti komputer yang berfungsi untuk meningkatkan efektifitas kinerja para karyawan.
d. Traning, merupakan sistem pelatihan yang ditunjukan bagi para karyawan koperasi. Hal ini dapat berupa adanya pembinaan dari para pengurus dan penyuluh-penyuluh, traning serta diklat dari pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas karyawan dalam melaksanakan kegiatan pada usaha simpan pinjam serta pemberian layanan kepada para nasabah
e. Linkage Program, merupakan program untuk memperluas jangkauan dalam penyaluran kredit dengan melakukan kerjasama dengan bank atau
commit to user
2. Faktor penghambat unit simpan pinjam KUD Mojosongo dalam mengembangkan usahanya
Faktor penghambat unit simpan pinjam KUD Mojosongo dalam mengembangkan usahanya adalah adanya kredit macet.
B. Implikasi
Berdasarkan kesimpulan penelitian yang telah dikemukakan di atas maka penulis dapat mengkaji implikasinya baik teoritis dan praktis sebagai berikut:
1. Implikasi Teoritis
Hasil penelitian ini dapat dijadikan rujukan dalam mengembangkan usaha simpan pinjam di KUD Mojosongo agar lebih bermanfaat bagi anggota dan masyarakat di sekitar daerah kerja. Dengan diketahuinya strategi dan hambatan yang dihadapi oleh unit simpan pinjam pada KUD Mojosongo diharapkan adanya usaha untuk memaksimalkan strategi dan meminimalkan hambatan yang ada sehingga upaya KUD Mojosongo, untuk meningkatkan perkembangan unit simpan pinjam menjadi lebih efektif dan efisien agar unit simpan pinjam bisa dimanfaatkan oleh anggota KUD Mojosongo dan masyarakat sekitar daerah kerja dalam meningkatkan kehidupan perekonomian yang lebih baik.
2. Implikasi Praktis
Unit simpan pinjam pada Mojosongo seharusnya menerapkan strategi-strategi pengembangan usaha sesuai dengan teori agar dapat berkembang sesuai dengan yang diharapkan. Namun demikian dalam pelaksanaannya belum dapat optimal dikarenakan adanya hambatan-hambatan yaitu kurangnya permodalan dan adanya kredit macet, sehingga diperlukan adanya upaya-upaya dan penanganan yang lebih serius agar hambatan-hambatan tersebut dapat diatasi.
C. Saran
Dari kesimpulan dan implikasi penelitian yang penulis lakukan maka saran untuk KUD Mojosongo adalah:
1. KUD Mojosongo hendaknya lebih meningkatkan lagi permodalannya terutama untuk unit simpan pinjam dengan mencari bantuan kredit lunak yang lebih
banyak lagi agar dapat memenuhi permintaan kredit yang tinggi yang berasal dari anggota dan masyarakat sekitar daerah kerja agar para nasabah tersebut tidak beralih untuk meminjam di lembaga keuangan lain.
2. Lebih meningkatkan sumber daya manusia yang ada dengan cara pemberian diklat atau pembinaan secara lebih rutin agar para karyawan lebih professional sehingga dalam memberikan pelayanan dapat lebih baik dan cepat.
3. Untuk unit-unit yang ada pada KUD Mojosongo juga menerapkan strategi pengembangan yang sama dengan yang digunakan oleh unit simpan pinjam yang disesuaikan dengan bidang masing-masing ( infrastruktur ) agar semua unit saling mendukung demi kemajuan KUD Mojosongo.
4. Karena masih adanya kredit macet, maka sebaiknya unit simpan pinjam pada KUD Mojosongo perlu bertindak lebih tegas lagi terhadap nasabah yang kreditnya macet agar jumlah kredit yang ada dapat dikurangi sehingga kredit yang diterima kembali dapat menambah permodalan unit simpan pinjam.