METODOLOGI
Metodologi penelitian merupakan suatu rangkaian prosedur untuk menentukan, mengembangkan dan melakukan verifikasi kebenaran pengetahuan dengan menggunakan metode – metode ilmiah. Metodologi dalam penelitian ini meliputi: tempat dan waktu penelitian; bentuk dan strategi penelitian; sumber data; teknik sampling; teknik pengumpilan data;validitas data; analisis data; dan prosedur penelitian. Penjelasan masing–masing bagian adalah sebagai berikut:
A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian ini penulis mengambil lokasi penelitian di KUD Mojosongo Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali, dengan pertimbangan sebagai berikut:
1. Tersedianya data-data yang berhubungan dengan obyek penelitian yang penulis lakukan.
2. Adanya kemudahan dan keterbukaan dari pimpinan serta karyawan KUD Mojosongo Boyolali untuk memberikan data-data yang penulis perlukan.
2. Waktu Penelitian
Penulis merencanakan pelaksanaan penelitian dari Bulan Juni sampai dengan Bulan September 2010. Waktu ini meliputi kegiatan persiapan sampai penyusunan laporan penelitian, dengan jadwal sebagai berikut: Tabel. 1 Jadwal Penelitian Bentuk dan Strategi Penelitian.
No. Jenis Kegiatan Tahun 2010
Juli Agustus September Oktober 1 Penyusunan Judul 2 Penyusunan Proposal 3 Perijinan 4 Pengumpulan Data 5 Analisa Data 6 Penyusunan Laporan
B. Bentuk dan Strategi Penelitian 1. Bentuk Penelitian
Pemilihan bentuk penelitian yang tepat akan memudahkan peneliti untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Bentuk penelitian secara umum yang dapat digunakan adalah penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, dan kombinasi diantara kedua penelitian tersebut. Peneliti menggunakan bentuk penelitian yang berupa deskriptif kualitatif. Dengan bahan pertimbangan adalah bahwa bentuk penelitian kualitatif ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan diri pada kenyataan ganda serta dapat menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dengan responden. Selain itu penelitian kualitatif menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata atau lisan dari orang dan perilaku yang diamati. Hal ini sesuai dengan pendapat Lexy J. Moleong (2000: 3) yaitu, , “
Metodologi Kualitatif sebagai suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data
deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dari pelaku yang diamati”.
Ciri-ciri metode diskriptif yaitu :
1) Memusatkan diri pada pemecahan masalah-masalah yang ada pada masa sekarang, pada masalah-masalah yang actual.
commit to user
2) Data yang dikumpulkan mula-mula disusun, dijelaskan dan kemudian dianalisa (karena itu metode ini sering disebut metode analitik). Winarno Sukarmand (1994:140)
3) Bahan pertimbangan lain bagi peneliti adalah metode d iskriptif umumnya menggambarkan fakta-fakta yang ada pada saat penelitian. Metode ini tidak menguji hipotesis tetapi pada umumnya untuk menggambarkan fakta yang sedang terjadi. Selalin itu, dapat dikatakan bahwa penelitian deskriptif kualitatif memperlajari situasi-situasi tertentu berdasarkan keadaan tertentu yang hasilnya berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang dan perilaku orang yang diamati.
2. Strategi Penelitian
Sikap penelitian dapat mencapai hasil yang maksimal dengan menggunakan suatu strategi penelitian. Strategi penelitian merupakan suatu strategi yang digunakan untuk mengumpulkan informasi, menganalisa data, menentukan sample, dan memilih instrument penelitian yang akan dipakai oleh peneliti. Strategi penelitian yang tepat akan membantu mempermudah peneliti dalam pemecahan masalah penelitian.
Peneliti dalam penelitian ini menggunakan strategi penelitian studi pustaka. Adapun hal yang mendasarkan adalah bahwa penelitian ini lebih fokus untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan berupa “bagaimana” dan “mengapa” serta peneliti tidak membutuhkan kontrol terhadap peristiwa masa lalu karena hanya fokus pada peristiwa kontemporer. Peneliti, dalam strategi penelitian studi kasus ini beruasaha untuk menemukan kebenaran ilmiah dengan cara mempelajari masalah secara mendalam. Sehingga penelitian ini terpancang pada tujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan usaha simpan pinjam pada KUD Mojosongo Kabupaten Boyolali.
C. Sumber Data
Sumber data merupakan hal yang penting di dalam penelitian. Jadi data tidak boleh diperoleh tanpa adanya sumber data. Sumber data merupakan tempat peneliti untuk memperoleh data. Sehingga dalam memilih sumber data, peneliti harus benar-benar berfikir mengenai kemungkinan kelengkpan informasi yang akan dikumpulkan. Menurut Lofland dan Lofland dalam Lexy J. Moleong (2000:112) menyatakan bahwa. “Sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain”. Pendapat lain, Wanarno Surakhman (1994:163) menjelaskan tentang data primer dan data sekunder yaitu :
Yang dimaksud dengan data primer adalah data yang langsung dan segera diperoleh dari sumber data oleh penyelidik untuk tujuan khusus itu sedangkan data sekunder adalah data yang lebih dahulu dikumpulkan dan dilaporkan oleh orang diluar dari penyelidik sendiri, karena itu pula dibedakan antara lain sumber primer dan sumber sekunder. Sumber primer adalah berasal dari sumber asli, sumber tangan pertama penyelidik dan sumber sekunder adalah berisi data dari tangan kedua (atau kaki tangan yang kesekian) yang bagi penyelidik tidak mungkin berisi data yang seasli sumber primer.
Sumber dari data primer/utama dalam penelitian kualitatif berupa kata-kata dan tindakan dari orang-orang yang diobservasi atau diwawancarai oleh peneliti. Data utama dalam penelitian ini diperoleh dari :
1. Pegawai KUD, yaitu :
a. Ketua b. Manajer
c. Bagian Kabid. Simpan Pinjam 2. Aggota KUD yang terdiri dari :
commit to user
Sumber data sekunder merupakan tempat peneliti memperoleh data pelengkap atau tambahan. Data sekunder ini memperkaya informasi bagi peneliti. Sumber data sekunder pada umumnya berasal dari :
1. Sumber tertulis seperti buku, arsip, dan dokumen-dokumen lainnya 2. Foto juga digunakan sebagai data sekunder
D. Teknik Sampling
Teknik sampling merupakan teknik yang dipakai untuk membatasi jumlah dan jenis sumber data yang digunakan dalam penelitian. Teknik sampling dalam penelitian kualitatif jelas berbeda dengan penelitian kuantitatif. Pengambilan sample dalam penelitian kualitatif lebih ditujukan untuk menggali informasi sebanyak – banyaknya dari berbagai sumber dan tidak memusatkan pada perbedaan–perbedaan yang nantinya dikembangkan ke dalam generalisasi.
Penelitian ini menggunakan teknik sampling bertujuan (purposive
sampling). Menurut Lexy J. Moleong (2000: 165), “ Maksud sampling dalam hal
ini adalah untuk menjaring sebanyak mungkin informasi dari berbagai macam sumber dan bangunannya ( constructions)”. Dalam penelitian ini, sample yang diambil tidak ada sample acak dan tidak mutlak jumlahnya, artinya sample yang diambil merupakan sample yang bertujuan serta disesuaikan dengan kebutuhan penelitian. Sehingga teknik sampling ini lebih menekankan pada kualitas pemahaman terhadap masalah yang diteliti dan tidak menekankan pada jumlah.
Peneliti juga menggunakan teknik bola salju ( snowball sampling), dalam menentukan informan atau nara sumber untuk memperoleh data yang rinci mengenai permasalahan yang sedang diteliti.berdasarkan teknik ini maka langkah yang dilakukan oleh peneliti yaitu pertama- tama memilih sample informan awal untuk diwawancarai , kemudian dari petunjuk informan awal tersebut peneliti menemukan informan baru yang seterusnya berganti informan lainnya yang tidak terencana sebelumnya. Peneliti berharap dengan menggunaklan teknik ini akan diperoleh data yang lebih lengkap dan mendalam sehingga dapat mendukung tercapainya hasil penelitian.
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data merupakan serangkaian tindakan yang dilakuakn oleh peneliti untuk mencari dan mengumpulkan data yang diperlukan. Data-data yang diperlukan oleh peneliti dapat diperoleh melalui beberapa melalui beberapa teknik pengumpulan, diantaranya :
1. Teknik Pengamatan (Observasi)
Teknik pengamatan ini merupakan teknik pengumpulan data yang peneliti mencatat semua informasi sebagaimana yang disaksikan selama penelitian. Pengamatan ini bertujuan untuk menggali data dari sumber data yang berupa paristiwa, tempat dan benda serta rekaan gambar. Hadari Nawawi (1995:100), mengemukakan bahwa :
Observasi diartikan sebagai pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian, observasi ini dibagi menjadi dua, yaitu :
a. Observasi langsung b. Observasi tidak langsung
Teknik observasi langsung merupakan suatu teknik pengumpulan data dimana seorang penyelidik mengadakan pengamatannya secara langsung tanpa menggunakan suatu alat terhadap gejalal-gejala subjek yang timbul dari dari objek yang diteliti. Sedangkan untuk teknik observasi tidak langsung merupakan suatu teknik pengumpulan data dimana seorang penyelidiikan mengadakan pengamatan terhadap gejala-gejala subjek yang timbul dan objek yang diteliti dengan terhadap perantara sebuah alat.
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan kegiatan pengamatan atau observasi langsung dan mendengarkan dengan cermat tentang strategi pengembangan usaha simpan pinjam.