• Tidak ada hasil yang ditemukan

commit to user b. Strategi Pegembangan Usaha Koperasi

4. Tinjauan Tentang Simpan Pinjam a. Pengertian Simpan Pinjam

Pengertian simpan pinjam adalah suatu kegiatan menaruh di tempat yang aman supaya jangan rusak, hilang dan sebagainya. Sedangkan untuk produk atau hasil dari kegiatan simpan adalah simpanan. Definisi simpanan dalam pasal 1 Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan disebutkan bahwa “Simpanan adalah dana yang dipercayakan masyarakat kepada bank berdasarkan perjanjian penyimpanan dana dalam bentuk giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan dan atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu.”

Simpanan menurut ketentuan peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 tahun 1995 tentang pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi pasal 1 ayat (4) yaitu simpanan adalah dana yang

commit to user

Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa simpanan adalah dana yang dipercayakan oleh anggota calon anggota, koperas-koperasi lain atau anggotanya kepada koperasi berdasarkan perjanjian penyimpanan dalam bentuk tabungan dan simpanan koperasi berjangka.

Simpanan dalam koperasi Indonesia terdiri atas dua jenis simpanan utama yaitu simpanan pokok dan simpanan wajib serta simpanan sukarela. Simpanan pokok dan wajib merupakan salah satu sumber modal koperasi, msing-masing jenis simpanan utama tersebut dalam penjelasan atas undang-undang Nomor 25 tahun 1992 pasal 41 tentang perkoperasian, diberikan defisi-defisi sebagai berikut:

1). Simpanan pokok

Simpanan pokok adalah sejumlah uang yang sama banyaknya yang wajib dibayarkan oleh anggota kepada koperasi pada saat masuk menjadi anggota.

2). Simpanan wajib

Simpanan wajib adalah sejumlah nilai uang tertentu yang diwajibkan kepada anggota untuk membayar dalam waktu dan kesempatan tertentu (umumnya secara bulanan).

3). Simpanan sukarela

Simpanan sukarela adalah simpanan yang dibayarkan atas dasar sukarela, tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Simpanan ini berfungsi untuk menambah modal koperasi.

b. Produk Simpanan Koperasi

Koperasi yang mempunyai usaha simpan pinjam termasuk badan usaha yang beroperasi di bidang keuangan, oleh karena itu produk yang dihasilkan berupa simpanan dan pinjaman (kredit). Menurut ketentuan peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 9 tahun 1995 Tentang pelaksanaan kegiatan usaha simpan pinjam oleh koperasi pasal 1 ayat (4), selain simpanan utama ada juga simpanan sukarela yang bentuknya ada dua yaitu tabungan dan

simpanan koperasi berjangka. Berikut ini definisi dari produk simpanan sukarela yaitu:

1) Simpanan berjangka

Simpanan berjangka adalah simpanan di koperasi yang penyetorannya dilakukan sekali dan penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan koperasi yang bersangkutan.

2) Tabungan koperasi

Tabungan koperasi adalah simpanan di koperasi yang penyetorannya dilakukan berangsur-angsur dan penarikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat tertentu yang disepakati antara penabung dengan koperasi yang bersangkutan dengan menggunakan buku tabungan koperasi.

c. Pengertian Pinjam / Kredit

Istilah kredit berasal dari bahasa Yunani, yaitu credere yang berarti kepercayaan (truth atau paith). Oleh karena itu dasar dari kredit ialah kepercayaan. Menurut Ruddy Tri Santoso (1995:9) “Kredit dalam arti ekonomi berupa penundaan pembayaran prestasi dalam bentuk barang, uang, maupun jasa lain .”

Menurut undang-undang pokok perbankan nomor 10 tahun 1998 sebagaimana yang dikutip oleh Kasmir(2004:92), “Kredit adalah : “Penyediaan uang atau tagihan-tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antar bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga”.

Dari definisi-definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa kredit koprasi merupakan salah satu kegiatan- kegiatan koprasi dalam mengalokasikan dana yang demiliki untuk memperoleh penghasilan kredit.

commit to user

d. Unsur-unsur pinjaman/kredit.

Berdasarkan pada pengertian diatas maka unsur-unsur kredit adalah :

1) Kepercayaan

Kepercayaan yaitu keyakinan dari si pemberi kredit bahwa prestasi yang diberikan baik dalam bentuk uang, barang atau jasa akan benar-benar diterimanya kembali dalam jangka waktu tertentu di masa yang akan datang. 2) Waktu

Waktu adalah suatu masa yang memisahkan antar pemberi prestasi dengan kontrak prestasi dengan kontrak prestasi yang akan diterima pada masa yang akan datang.

3) Degree of Risk

Merupakan suatu tingkat resiko yang akan dihadapi sebagai akibat dari adanya jangka waktu yang memisahkan antar pemberi prestasi dengan kontrak prestasi yang akan diterima dikemudian hari.

4) Prestasi

Prestasi atau obyek kredit itu tidak saja diberikan dalam bentuk uang tetapi juga dalam bentuk barang atau jasa.

e. Tujuan dan Fungsi Pinjaman/Kredit

Tujuan merupakan peryataan kondisi yang tidak dapat pada masa sekarang tetapi dimaksud untuk dicapai pada masa yang akan datang melalui kegiatan-kegiatan. Pemberian kredit oleh bank pada umumnya mempunyai tujuan sebagai berikut :

1). Mendapatkan/Mencari Keuntungan

Keuntungan yang diperoleh bank dalam pemberian kredit adalah berupa balas jasa yaitu pemberian bunga atau bagi hasil dan biaya-biaya administrasi yang dikenakan sehubungan dengan kegiatan pemberian kredit kepda nasabah tersebut.

2). Membantu Kelancaran Usaha Nasabah/Debitur

Dengan adanya pemberian kredit ini akan dapat membantu usaha nasabah yang memerlukan dana baik itu dana investasi maupun dana untuk modal kerja yang berguna untuk mengembangkan usaha mereka.

3). Memperlancar Pembangunan

Pemberian kredit merupakan salah satu usaha untuk memperlancar pembangunan karena semakin banyak kredit yang disalurkan oleh perbankan dalam kehidupan perekonomian dan perdagangan juga mempunyai fungsi sebagai berikut :

1. Kredit pada hakikatnya dapat meningkatkan daya guna uang

Maksud dari meningkatkan daya guna uang adalah bahwa uang yang disimpan saja tidak akan menghasilkan sesuatu yang berguna sebaliknya apabila uang yang diberikan dalam bentuk kredit maka akan berguna untuk menghasilkan barang atau jasa oleh si penerima kredit. 2. Kredit dalam meningkatkan peredaran dan lalu lintas uang.

Bahwa kredit uang yang disalurkan akan dapat meningkatkan peredaran uang kartal apabila kredit ditarik secara tunai dan peredaran uang giral apabila kredit yang ditarik melalui rekening giro.

3. Kredit dapat pula meningkatkan daya guna dan peredaran uang.

Kredit yang diberikan dapat digunakan oleh dibitur untuk mengolah barang yang tidak berguna menjadi bermanfaat. Selain itu, dengan adaya kredit akan memperlancar arus barang dari wilayah satu ke wilayah lainya.

4. Kredit sebagai salah satu alat menjaga stabilitas ekonomi.

Dengan adanya kredit yang diberikan akan dapat menambah jumlah barang yang diperlukan oleh masarakat, serta membantu dalam mengekspor barang ke luar negeri sehingga meningkatkan devisa negara.

commit to user

5. Kredit dapat meningkatkan kegairahan berwirausaha.

Pemberian kredit yang diberikan akan dapat mengatasi kekurangan maupun para pengusaha di bidang permodalan, sehingga para pengusaha akan meningkatkan usahanya.

6. Kredit dapat meningkatkan pemerataan pendapat

Semakin banyak kredit yang disalurkan maka akan semakin baik, terutama dalam meningkatkan pendapatan. Hal ini dapat terlihat dengan adanya peningkatan usaha dan proyek-proyek baru yang membutuhkan tenaga kerja yang banyak sehingga mengurangi pengangguran. Dengan tertampungnya tenaga-tenaga kerja tersebut, maka pemerataan akan meningkat.

7. Kredit sebagai alat untuk meningkatkan hubungan internasional

Kredit yang diberikan kepada Negara-negara berkembang yang berguna untuk membangun negaranya akan dapat mempererat hubungan ekonomi dan Negara yang bersangkutan tetapi akan meningkatkan hubungan internasional.