No Uraian Th. 2005 Th.2006 Th.2007 1 Simpanan pokok anggota 12.100.000.00 12.002.113.00 11.595.000.00 2 Simpanan wajib 208.013.730.00 224.725.735.00 230.348.377 3 Cadangan koperasi 22.558.633.767.29 2.572.787.864.00 2.200.030.000 4 Donasi 1.875.030.000.00 1.875.030.000.29 2.792.836.023.29 5 SHU tahun berjalan 164.118.210.00 172.402.914.16 207.049.920.79 Jumlah 4.817.895.707.76 4.856.948.513.45 5.442.223.325.08
Untuk jenis kredit yang diberikan kepada anggota dan masyarakat sekitar daerah kerja pada awal berdirinya hanya 1 macam yaitu Kredit Candak Kulak (KCK). Pada saat ini berkembang menjadi 4 macam yaitu kredit 10 harian, KCK, Kredit tahunan (bank Mandiri) dan kredit Kompensasi BBM. Kredit 10 harian adalah kredit yang diberikan kepada anggota ataupun masyarakat daerah sekitar dimana pada kredit ini dibayar setiap 10 hari sekali atau setiap pembayaran susu. Sedangkan kredit kompensasi BBM pada saat ini kurang diminati oleh masyarakat. Untuk kredit dari bank mandiri adalah kredit berupa pinjaman sapi dimana cara membayarnya adalah dengan menyetorkan susu ke KUD. Kredit sapi yang diberikan oleh bank mandiri untuk masing -masing anggota adalah minimal Rp 15.000.000,00. Dari berbagai macam kredit tersebut yang paling diminati adalah kredit 10 harian.
Keberhasilan sebuah usaha simpan pinjam pada koperasi ditentukan dengan adanya peningkatan kondisi keuangan pada koperasi tersebut. Peningkatan kondisi keuangan usaha simpan pinjam dapat dilihat pada pendapatan yang diperoleh unit simpan pinjam selama beberapa tahun tertentu. Pendapatan yang diperoleh, secara langsung akan berpengaruh terhadap peningkatan aspek permodalan di unit simpan pinjam. Maka dengan adanya peningkatan keuangan pada usaha simpan pinjam akan dapat memenuhi permintaan kredit yang tinggi yang berasal dari sebagian besar anggota dan masyarakat sekitar daerah kerja.
Seperti dalam penelitian ini, adanya peningkatan modal pada unit simpan pinjam di KUD Mojosongo akan mempermudah dalam melayani permintaan kredit dari anggota dan masyarakat sekitar daerah kerja. Bantuan kredit yang diperoleh unit simpan pinjam pada KUD tersebut sebagian besar dalam pengembaliannya dilakukan secara angsuran.
Strategi yang lainnya untuk dapat meningkatkan permodalan adalah dengan cara pengenaan bunga tetap dan biaya administrasi yang diantaranya biaya propisi kepada setiap transaksi kredit yang terjadi. Besarnya pengenaan masing-masing biaya adalah biaya bunga 2%,biaya administrasi 5%,sudah termasuk biaya provisi sebesar 2%. Dengan pengenaan biaya-biaya pada setiap transaksi kredit yang dilakukan juga akan meningkatkan permodalan usaha simpan pinjam yang ada pada KUD tersebut.
Pengenaan bunga tetap untuk setiap pinjaman apabila dihitung pada waktu angsuran diterima dengan sistem pokok tambah bunga tidak akan efektif karena pendapatan bunga baru akan di ketahui pada akhir tahun atau perhitungan yang demikian tidak akan efektif didalam penambahan modal unit simpan pinjam. Namun apabila perhitungan bunga tetap di lakukan pada saat awal terjadinya transaksi kredit maka akan dapat diketahui besarnya bunga yang diperoleh tersebut, dapat diputar kembali oleh simpan pinjam untuk disalurkan kembali kepada nasabah dan berperan terhadap peningkatan modal pada simpan pinjam. Dengan demikian perhitungan bunga tetap akan menambah modal pada unit simpan pinjam apabila perhitungannya dilakukan pada awal terjadinya transaksi atau dibebankan dahulu kepada nasabah, sehingga untuk angsurannya nasabah hanya akan membayar pokoknya saja.
Untuk unit simpan pinjam pada KUD Mojosongo semua jenis kredit dikenakan bunga tetap. tetapi penarikan bunga tetap untuk masing-masing kredit berbeda-beda. Untuk jenis kredit 10 harian pengenaan bunga dilakukan pada saat awal terjadinya transaksi kredit sedangkan untuk jenis kredit tahunan, pengenaan bunga tetap dilakukan setiap bulan saat angsuran dibayar
commit to user
Dengan demikian pengenaan bunga tetap untuk setiap kredit yang ada pada unit simpan pinjam KUD Mojosongo mempunyai peran yang besar terhadap penambahaan modal di unit simpan pinjam tersebut.
Pengenaan biaya adminitrasi untuk simpan pijam di KUD Mojosongo penarikannya dilakukan pada awal transaksi kredit terjadi. Penarikan biaya administrasi yang dilakukan di awal transaksi mempunyai peran yang besar di dalam penambahan modal unit simpan pinjam karena uang yang diterima oleh unit simpan pinjam bisa langsung diputar kembali setelah dilakukan pembukuan oleh petugas bagian simpan pinjam. Dengan demikian pendapatan yang diperoleh dari pengenaan biaya adminitrasi bisa langsung digunakan untuk memenuhi kredit yang ada sehingga akan membantu dalam meningkatkan permodalan unit simpan pinjam selain bantuan kredit lunak dari lembaga keuangan di luar koperasi.
Dari data-data diatas sesuai dengan pendapat Abdul Salam yang diakses dari (http//:smecda.com, 9 Februari 2008 jam 11.30 WIB) bahwa “Restrukturisasi KSP bermasalah melalui peningkatan keuangan KSP untuk memperkuat pemodalan KSP”.
b. Penyempurnaan Sistem Pengaturan dan Pengawasan Unit Usaha Koperasi.
Pengaturan dan pengawasan dalam suatu unit usaha merupakan hal yang sangat penting dilakukan karena berpengaruh terhadap pelaksanaan suatu kegiatan agar berjalan sesuai dengan peraturan yang ada. Dengan adanya pengaturan dan pengawasan diarahkan untuk dapat mengurangi adanya tingkat kesalahan dan penyelewengan dalam pelaksanaan kegiatan suatu unit usaha.
Pengaturan dan pengawasan yang dilakukan oleh pihak KUD Mojosongo terhadap para karyawan disesuaikan dengan AD/ART yang ada. Para karyawan dalam melaksanakan tanggungjawabnya akan dipantau oleh seorang manajer agar dalam melaksanakan tugasnya dikerjakan dengan sebaik-baiknya. Sedangkan manajer juga akan dipantau oleh para karyawan agar bekerja sesuai dengan peraturan yang ada dan mengurangi tindakan yang
menyimpang para karyawan. Dengan adanya pengawasan diharapkan para karyawan dapat bekerja sesuai dengan sistem dan prosedur yang telah ditetapkan. Selain itu ada rapat pleno yang diadakan setiap akhir bulan antara para karyawan dengan pengurus yang berfungsi untuk mengevaluasi kinerja dari karyawan dan menejer selama 1 bulan sehingga apabila ada tindakan yang menyimpang atau tidak sesuai dengan peraturan maka akan ditindak atau diperingatkan oleh pengurus.
Untuk dapat menyempurnakan sistem pengaturan dan pengawasan yang ada pada KUD Mojosongo adalah dengan penilian tingkat kesehatan koperasi yang di lakukan setiap akhir periode, penilaian tingkat kesehatan menggunakan jasa audit koperasi independen yang berasal dari luar yaitu dari PT.Duta Karya Semarang yang dibiayai oleh KUD sendiri ,adapun hasil dari penilaian tingkat kesehatan yang dilakukan adalah wajar,baik tanpa ada catatan.
Usaha lain di lakukan KUD dalam menyempurnakan sistem pengaturan dan pengawasan adalah dengan adanya seleksi yang dilakukan terhadap calon debitur. Seleksi tersebut dilakukan oleh pemutus kredit, manejer dan para pengurus mengadakan kerja sama serta ada agunan atau jaminan yang harus diserahkan oleh para calon debitur untuk jumlah kredit di atas Rp.1.000.000,00 serta adanya surat peryataan kesepakatan untuk mengadakan kredit dari pihak suami dan istri sehingga kredit yang akan diberikan benar-benar diberikan kepada para anggota atau masyarakat daerah sekitar yang benar-benar membutuhkan. Seleksi yang dilakukan terhadap calon debitur juga merupakan upaya agar mencegah adanya kredit macet dan penggunaan kredit yang salah dari debitur .
Dari data-data sesuai dengan teori Abdul Salam yang di akses dari (http//:smecda.com, 9 Februari 2008 jam 11.30 WIB) bahwa,
“Penyempurnaan pengaturan dan pengawasan diarahkan pada risk based